Bertemu anak kecil

Agam menarik lengan Bianca menuju rooftop. Selama perjalanan, Bianca misuh-misuh tak jelas dan juga meronta-ronta. Namun, itu tak membuat Agam jengah ataupun marah. Malah, ia merasa gemas dengan tingkah laku Bianca yang seperti ini. Sepertinya ada yang salah dengan dirinya akhir-akhir ini. Semoga ia tidak ada masalah dengan psikologi.

Brakk

Agam menendang pintu rooftop hingga terbuka. Bianca menghempas tangan Agam dari pergelangan tangannya. "Lepas!"

Agam hanya diam tak bersuara, laki-laki itu berjalan kearah kursi yang terletak disudut. Ia duduk melipat kedua tangannya didepan dada dan menatap datar gadis yang sekarang berdiri dihadapannya. Telunjuk Bianca mengarah pada Agam dengan ekspresi yang tidak tahu berterima kasih. "Lo kira dengan bantuin gue kayak gini, gue bakal maafin tentang yang tadi?"

Sebelah alis Agam terangkat, ia menatap Bianca dengan tatapan heran. Padahal tadi ia sudah menyelamatkan dirinya dari orang-orang tadi, tetapi kenapa gadis ini malah marah-marah tak jelas seperti ini? Seharusnya ia berterima kasih bukan?

"Maksudnya?"

Bianca terkekeh garing. Ini orang pura-pura tak tahu atau bagaimana? pikirnya. "Lo gak usah pura-pura gak tahu!" bentaknya menatap penuh kekesalan kepada Agam. "Lo udah cium gue!"

"Dan itu-- itu---my first kiss." lanjutnya lagi dengan cicitan pelan ditiga kalimat terakhir yang sayangnya masih terdengar oleh telinga tajam Agam.

Agam menahan kedutan di bibirnya agar tak tersenyum. Namun, gagal. Kedua sudut bibir itu terangkat membentuk senyuman tipis, sangat tipis. Hingga gadis didepannya tak menyadari hal tersebut.

Dikiranya tadi, Bianca marah-marah karena ia membantunya. Namun, ternyata gadis ini marah-marah tak jelas hanya karena perkara diruang osis tadi. Hal itu, entah mengapa membuat Agam senang tanpa sebab. Berarti ia tidak sendiri dihantui oleh insiden itu setiap detik.

Laki-laki itu beranjak dari duduknya dan menyakui kedua tangannya. Dia melangkah semakin mendekat kepada Bianca yang kini mendongak menatapnya. Sharp eyes dengan pupil berwarna hazel itu menatap tepat di manik mata indah gadis dihadapannya.

Dengan perasaan was-was Bianca memundurkan langkah karena lelaki itu terus maju mendekat, mengikis jarak kepadanya hingga punggungnya mentok di tembok.

Agam menunduk dan mendekatkan bibirnya ke telinga Bianca. "Mau di ulangi lagi, biar first kiss lo kembali?" tanyanya dengan deep voice.

Bianca merinding bukan main mendengar suara rendah yang terdengar berat menyaluri kedua indera pendengarannya. Ia mendorong dada lelaki itu sekuat tenaga hingga Agam mundur satu langkah kebelakang. "Ketos gila!" umpatnya kemudian segera berlalu dari rooftop meninggalkan Agam disana.

Lengkungan samar kembali tersungging di bibir Agam. Ia menyandarkan punggungnya ditembok dengan sebelah tangannya terangkat memegangi bibirnya sendiri. "It was also my first kiss." gumamnya.

****

Bel pulang sekolah pun berbunyi. Setelah Guru mengakhiri pembelajaran, murid-murid segera berhamburan keluar dari kelas. Bianca menggerutu tak jelas dan merasa jengkel akan Samuel yang terus menerus mengikutinya dari belakang.

"Lo gak usah ikutin gue terus!" marah Bianca menoleh kebelakang. Samuel mengangkat bahu tak acuh. "Siapa yang ikutin elo? jalan kita kan sama, ke parkiran."

"Serah lu dah." Bianca hendak mencepatkan langkah. Namun, Samuel menahan pergelangan tangannya. "Gue mau lo ganti rugi kerusakan mobil gue." Samuel kembali membahas tentang kejadian tadi pagi.

Bianca menyentak tangan Samuel hingga terlepas dari pergelangan tangannya. "Semiskin itu ya lo sampe suruh gue ganti rugi?" Bibirnya terangkat satu. "Okelah, besok gue bawain deh uangnya buat gembel kaya lo!"

Setelah mengatakan beberapa kalimat yang begitu menohok tersebut. Bianca segera berlalu dari hadapan Samuel dengan langkah cepat. Samuel menatap punggung Bianca dengan penuh kekesalan dan mengumpat. "Sialan lo!"

Tasya datang dari arah belakang dengan kekehan yang terdengar begitu nyaring. Ia menempelkan uang lima ribu di dada Samuel. "Nih, lumayan buat beli jajanan."

"Gembel!"

Setelah melontarkan perkataan cenderung mencibir, Tasya segera berlalu dari hadapan Samuel dengan tawa ngakak. Samuel meraih dan meremas uang lima ribu yang diberi oleh Tasya tadi. Wajahnya terlihat memerah menahan kekesalannya. "Dasar dua cewek aneh!"

****

Kalau dihitung dari kemarin, sudah enam kali Bianca terkena sial. Dari kena hukuman ketos, perkelahian dengan Sherly, hampir diculik preman, hampir menabrak kucing, dipanggil keruang BK. Sepertinya ia mendapat kutukan dari Tuhan.

Termasuk saat ini juga. Gadis itu duduk di salah satu bangku taman. Dengan pelan ia memegangi sikut yang terdapat beberapa luka dan mengeluarkan sedikit bercak darah dari sana. Saat tangannya tersentuh di luka tersebut saat itu juga rintihan kecil meluncur dari bibir mungilnya.

Walaupun lukanya tak cukup parah. Namun, rasa sakitnya cukup ngilu. Jadi, seperti ini kronologinya tadi. Saat Bianca hendak melewati jalan di persimpangan, ia memelankan laju motor sembari celingukan kanan-kiri untuk memastikan keamanan.

Dan saat merasa tak ada pengendara yang lewat ia segera menambah laju motornya. Namun, tiba-tiba ada motor yang muncul dari arah berlawanan dan menyalipnya. Alhasil, ia spontan membelokkan motornya asal dan terjatuh ditepi jalan. Untung saja si red alias motor Bianca tak kenapa-napa. Hanya luka ringan dan lecet sedikit saja di bagian sayap.

Bianca mengacak rambut menyalurkan rasa frustasinya. "Arghh kenapa sial terus sih!"

"Hikss."

Mendengar suara tangisan tersebut, membuat Bianca reflek menolehkan kepala kearah sumber suara. Terlihat gadis kecil berseragam putih-merah sedang menangis ditepi jalan. Gadis itu mengedarkan pandangan ke sembarang arah seperti tengah mencari sesuatu.

Tentu Bianca yang masih mempunyai jiwa berperikemanusiaan akan merasa iba. Ia perlahan mengambil langkah mendekati gadis kecil itu. "Kenapa dek?"

Anak kecil itu menoleh kearah Bianca dengan air mata meleleh. "Hikss aku gak tau arah jalan pulang.."

"Gak ada yang jemput?" Bianca berjongkok menyamakan tingginya dengan gadis kecil tersebut. Anak itu menggelengkan kepala sebagai tanggapan. "Gak tahu, mungkin Papa lupa." jawabnya sesenggukan. Kedua tangannya mengusap air matanya yang bercucuran.

"Yaudah ikut kakak." Meraih tangan mungilnya dan membawanya duduk ditempat Bianca tadi. Bianca mengusap lembut kepala gadis kecil tersebut. "Nama kamu siapa dek?"

Gadis kecil itu mendongak dengan sisa-sisa tangisan dan hidung memerah. "Cantika."

"Oh Cantika..nama yang bagus. "Bianca mengambil tangan Cantika untuk berjabat tangan sebagai tanda perkenalan. "Kenalin. nama Kakak, Bianca. Kamu boleh panggil Kakak Bia."

"Kak Bia.." panggil Cantika lirih.

Hal itu membuat Bianca ingin sekali menguyel-nguyel pipi gadis kecil ini karena terlampau gemas. Namun, ia tak berani melakukannya terhadap anak orang. Memang pada dasarnya Bianca suka sekali dengan anak-anak kecil. Lebih tepatnya, ia suka dengan benda-benda atau makhluk-makhluk yang imut seperti anak kecil ini contohnya.

Ia mengacak rambut Cantika gemas. Kemudian berujar dengan semangat. "Yaudah, rumah kamu di mana? kakak anterin deh!" Cantika menatap Bianca dengan tatapan polos. "Beneran?"

Bianca mengangguk cepat. "Rumah Tika di jalan angkasa." sahut Cantika pada akhirnya.

Bianca mengangkat kepalan tangannya di udara. "Oke Let's go!" Ia meraih tangan Cantika dan mengangkat gadis kecil itu untuk menaiki motornya. Bianca tidak lupa memasangkan helm miliknya ke kepala Cantika.

Walaupun kebesaran, ia tak ada helm cadangan. Jadi, tidak ada pilihan lain selain menggunakan helmnya kepada Cantika. Bianca lantas mengetuk-ngetuk kepala samping Cantika yang sudah terbalut helm. "Duduk yang enteng."

****

Terpopuler

Comments

Erina Situmeang

Erina Situmeang

wah Sdh ketemu calon adik ipar nih bia

2023-09-09

0

Geona12

Geona12

agama gemes bgt ihh

2023-08-18

1

♤avcdssi★°•°

♤avcdssi★°•°

gue yang baper cuy

2023-07-12

1

lihat semua
Episodes
1 Terlambat lagi
2 Perkelahian di toilet perempuan
3 Diinterogasi diruang osis
4 Keberingasan the king SMA Garuda
5 Kecewa yang kesekian kalinya
6 Laki-laki brengsek
7 Perjodohan yang tak diinginkan
8 Menjadi candu
9 Pembelaan The King SMA Garuda
10 Bertemu anak kecil
11 Karakter tsundere
12 Club night
13 Kisah the King SMA Garuda
14 Rendra marah
15 Perempuan berkacamata
16 Datang bulan
17 Kepedulian Agam
18 18
19 19
20 20
21 VISUAL!
22 Dan ternyata
23 22
24 23
25 Menyesakkan
26 25
27 Parkiran
28 Cari angin dimalam hari
29 Kejadian
30 Kecemasan Bianca
31 Terciduk
32 Rumah pohon
33 Hari H
34 Ungkapan Agam
35 Nama anak
36 Menidurkan bayi besar
37 Jam kosong
38 Dia, siapa?
39 Beres-beres barang
40 Rumah baru
41 Nasi goreng
42 Something
43 Queen nembak King
44 Penyembuh akan menjadi luka baru?
45 Sebuah kisah
46 Pilihan
47 Teror?
48 Pengumuman Camping
49 Dua garis?
50 Kesalahan
51 Dalam perjalanan
52 Terciduk
53 Gubuk
54 Air terjun
55 Tidak akan mengalah
56 Sisi lain
57 Obsesi
58 Nenangin diri
59 Siapa?
60 First night
61 Pagi hari
62 Pergi dari rumah
63 Ingin pulang ke orang tua
64 Teror lagi?
65 Pilihan Camella
66 Sus?
67 Manja
68 Hamidun?
69 Minta jatah
70 Kerinduan pasturi muda
71 Kehabisan stok
72 Sherly, strong!
73 Perempuan rendahan
74 Kecelakaan?
75 Bocil nya Agam sudah dewasa
76 Rawat bayi besar
77 Di usir
78 Pulang ke rumah
79 Sayang?
80 Adik, coming soon!
81 Bakso buaya
82 Suami Vs Pacar
83 Menantu durhaka
84 Uwuw depan umum
85 Di keluarkan
86 Rencana licik
87 Di culik?
88 Terbongkar
89 Memberi pelajaran
90 Akhir dari kisah double S
91 Anjing dan kucing
92 Masih dengan penyesalan
93 Ketemu Samuel
94 Kejujuran
95 Di culik lagi?
96 Pertemuan Ayah dan Anak
97 Adik?
98 Ikut Ayah?
99 Musibah
100 Kabar duka
101 Alena dan Rendra
102 Pewaris
103 London
104 Terjebak
105 Cantika sadar
106 Keputusan Zella
107 Ini adalah yang terbaik
108 Keberangkatan Gilbert (End)
109 Promosi!
110 Epilog!
111 Extra part 01
112 Extra part 02
113 Extra part 03
114 Extra part 04
115 Extra part 05
116 Extra part 06
117 Extra part 07
118 Extra part 08
119 Extra part 09
120 Extra part 10
121 Extra part 11
122 Extra part 12
123 Extra part 13
124 Extra part 14
125 Extra part 15
126 Extra part 16
127 Extra part 17
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Terlambat lagi
2
Perkelahian di toilet perempuan
3
Diinterogasi diruang osis
4
Keberingasan the king SMA Garuda
5
Kecewa yang kesekian kalinya
6
Laki-laki brengsek
7
Perjodohan yang tak diinginkan
8
Menjadi candu
9
Pembelaan The King SMA Garuda
10
Bertemu anak kecil
11
Karakter tsundere
12
Club night
13
Kisah the King SMA Garuda
14
Rendra marah
15
Perempuan berkacamata
16
Datang bulan
17
Kepedulian Agam
18
18
19
19
20
20
21
VISUAL!
22
Dan ternyata
23
22
24
23
25
Menyesakkan
26
25
27
Parkiran
28
Cari angin dimalam hari
29
Kejadian
30
Kecemasan Bianca
31
Terciduk
32
Rumah pohon
33
Hari H
34
Ungkapan Agam
35
Nama anak
36
Menidurkan bayi besar
37
Jam kosong
38
Dia, siapa?
39
Beres-beres barang
40
Rumah baru
41
Nasi goreng
42
Something
43
Queen nembak King
44
Penyembuh akan menjadi luka baru?
45
Sebuah kisah
46
Pilihan
47
Teror?
48
Pengumuman Camping
49
Dua garis?
50
Kesalahan
51
Dalam perjalanan
52
Terciduk
53
Gubuk
54
Air terjun
55
Tidak akan mengalah
56
Sisi lain
57
Obsesi
58
Nenangin diri
59
Siapa?
60
First night
61
Pagi hari
62
Pergi dari rumah
63
Ingin pulang ke orang tua
64
Teror lagi?
65
Pilihan Camella
66
Sus?
67
Manja
68
Hamidun?
69
Minta jatah
70
Kerinduan pasturi muda
71
Kehabisan stok
72
Sherly, strong!
73
Perempuan rendahan
74
Kecelakaan?
75
Bocil nya Agam sudah dewasa
76
Rawat bayi besar
77
Di usir
78
Pulang ke rumah
79
Sayang?
80
Adik, coming soon!
81
Bakso buaya
82
Suami Vs Pacar
83
Menantu durhaka
84
Uwuw depan umum
85
Di keluarkan
86
Rencana licik
87
Di culik?
88
Terbongkar
89
Memberi pelajaran
90
Akhir dari kisah double S
91
Anjing dan kucing
92
Masih dengan penyesalan
93
Ketemu Samuel
94
Kejujuran
95
Di culik lagi?
96
Pertemuan Ayah dan Anak
97
Adik?
98
Ikut Ayah?
99
Musibah
100
Kabar duka
101
Alena dan Rendra
102
Pewaris
103
London
104
Terjebak
105
Cantika sadar
106
Keputusan Zella
107
Ini adalah yang terbaik
108
Keberangkatan Gilbert (End)
109
Promosi!
110
Epilog!
111
Extra part 01
112
Extra part 02
113
Extra part 03
114
Extra part 04
115
Extra part 05
116
Extra part 06
117
Extra part 07
118
Extra part 08
119
Extra part 09
120
Extra part 10
121
Extra part 11
122
Extra part 12
123
Extra part 13
124
Extra part 14
125
Extra part 15
126
Extra part 16
127
Extra part 17

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!