Diinterogasi diruang osis

Disinilah Bianca dan Sherly sekarang berada, diruang terkutuk kalau bagi Bianca. Mereka berdua di interogasi bagaikan dipersidangan. Keduanya duduk bergabung bersama anggota osis lain dengan posisi di hadapan para osis tersebut.

"Oke, kita mulai dari Bianca terlebih dahulu." Agam menatap Bianca lurus. "Jelaskan secara rinci tentang keributan tadi. Jujur dan gak ada kebohongan. Gak ada yang dilebih-lebihkan dan gak ada yang kurang." imbuhnya tegas. Anggota osis yang lainpun diam menunggu penjelasan dari Bianca.

Bianca memasang raut serius dan mengambil oksigen sebagai persiapan mengoceh panjang lebar. "Jadi gini! seperti perintah kakak waktu tadi pagi, jam istirahat gue bersihin toilet. Nah, saat gue lagi ngepel lantai toilet, nih anak sengaja nendang ember berisi air yang gue pakai ngepel!" Bianca mengungkapkan fakta yang sejujur-jujurnya seraya menunjuk Sherly disebelahnya.

Tentu Sherly segera membela diri. "Bohong tuh kak!" sanggahnya cepat. Agam mengangkat tangan tanda tak mengizinkan Sherly membuka suara.

"Belum giliran lo." Ujarnya sebelum menitahkan pada Bianca untuk meneruskan kata keterangan darinya. "Lanjut." Nathan, Bella dan Camella nampak menyimak serius penjelasan tersebut.

Lagi, Bianca mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. "Gue masih berusaha sabar tuh! dan gue suru dia keluar agar tak terjadi kejadian yang tak di inginkan. Tapi, nih anak gak mau keluar!"

"Disitu kesabaran gue berada diambang batas. Dan saat dia dorong gue duluan. Disitu benar-benar emosi gue kek meledak gitu. Jadi gue bales dorong tubuh dia. Gitu awalnya dari kejadian tadi."

Agam mengangkat tangannya di udara. "Oke cukup." Menolehkan kepala kepada Sherly. "Sekarang, giliran lo. Jelasin semuanya dari sudut pandang lo."

Dengan mimik wajah sedih dibuat-buat Sherly pun mulai berdalih. "Dia bohong Kak! Dia yang dorong aku duluan sampe jatuh. Pantat gue sakit tau gak! Dia juga nampar aku." lirihnya dramatis membuat Bianca membulatkan mata. Dramatis sekali!

Keempat anggota osis tersebut saling pandang untuk membuat keputusan. Nathan memasang raut wajah serius dan mulai mengutarakan pendapat. "Gini aja, kalian berdua saling minta maaf satu sama lain. Supaya masalah ini kelar. Gimana Gam?" tanyanya diangguki oleh Agam yang artinya ia setuju dengan pendapat Nathan.

"Wah gak bisa gitu dong kak!" sergah Sherly tak terima sembari menggebrak meja.

"Gak perlu gebrak meja!" tegur Bella tajam.

"Bia harus dihukum Kak! Bia yang salah bukan aku!" Kilahnya semakin menjadi-jadi membuat Bianca melemparkan tatapan tak percaya kepadanya. Pintar sekali anak ini berdalih.

Keempat anggota osis tersebut membuang napas frustasi. "Keputusan ada ditangan sang ketua osis. Jadi, apa keputusan lo Gam?" Camella bertanya pada Agam.

"Gue setuju sama perkataan Nathan barusan. Saling minta maaf saja, agar masalah segera selesai dan kalian tidak akan sampai berurusan dengan guru BK" pungkasnya tegas mendapat anggukkan satu tim dari tiga anggota osis lainnya.

"Jadi, kalian berdua saling minta maaf gih." suruh Bella tertuju untuk Bianca dan Sherly.

Dengan perasaan agak ragu Bianca menyodorkan tangan. Tiga detik Sherly menatap tanpa minat sodoran tangan tersebut. Ia memutar bola mata malas lalu menjabat tangan Bianca ralat--yang ada hanya ujung jemarinya saja menyentuh tangan Bianca seolah bahwa tangan Bianca adalah suatu objek yang menjijikan untuk dipegang, Bianca mencebik kesal dibuatnya.

"Udah kan?" tanya Sherly tak acuh. "Kalo udah, gue keluar." Bangkitlah dirinya dari duduknya dan tanpa berkata-kata lagi ia segera beranjak dan keluar dari ruang osis. Kelima orang didalam ruangan itu menatap punggung Sherly yang sudah menghilang dibalik pintu dalam diam.

Agam beralih melirik Bianca. "Lo juga keluar sana." Bianca berdiri dengan perasaan menggebu-gebu karena ia merasa diusir dengan cara yang tak terhormat.

"Tanpa lo suruh juga gue memang udah mau keluar! Pengap gue lama-lama di ruangan terkutuk ini!" sentaknya beranjak dari sana.

Nathan menggeleng-gelengkan kepala menatap wujud Bianca. "Kalian berdua sudah seperti musuh bebuyutan." Ucapannya tertuju untuk Agam. Agam hanya menanggapinya dengan tatapan datar seolah tidak tertarik sedikitpun.

"Kata mama gue. Biasanya yang musuhan bisa jadi jodoh loh." Celetuk Camella mendapat anggukkan setuju dari Bella. "Bener-bener. Nyokap dan bokap gue aja waktu masih remaja seperti kucing dan anjing kalo dari cerita nyokap gue sih."

"Nah iya. Paman sama Tante gue juga gitu! Awalnya saling benci dan musuhan. Tapi ujung-ujungnya malah naik pelaminan cuaksss." heboh Nathan mencibir Agam.

"Awas ya jadi jodoh yaa!" Ledek Camella dan Bella menunjuk Agam dengan tatapan jahil. Laki-laki itu hanya melemparkan tatapan datar kepada ketiganya membuat Camella, Bella dan juga Nathan berdecak sebal.

Bella meraih bekas gelas plastik minuman diatas meja dan melemparnya kearah Agam. "Dasar tembok hidup!"

****

Baru saja Bianca memasuki kelas, ia sudah disambut heboh dari pertanyaan bertubi-tubi oleh sang sohib membuat kepala Bianca kian pening saja. "Lo gak diapa-apain sama anggota osis lagi kan? ada luka lain gak selain di pipi lo?! di tangan lo? di kepala lo sampai ujung kaki ada luka gak?!"

Bianca menghembuskan napas jengah lalu menangkup pipi Tasya. "Gue gak papa Sya! pipi gue doang yang luka. Inipun cuma goresan-goresan doang. Palingan beberapa hari udah sembuh kok. Tenang aja." Dirinya mencoba meyakinkan dan melepas tangkupan tangannya di wajah Tasya.

Tasya mencebikkan bibir. "Gue khawatir tahu gak."

"Iya iya! Tapi gak usah berlebihan. alay tau gak." cerocos Bianca sembari terkekeh kecil. Ia mendudukkan pantatnya di bangku diikuti Tasya duduk disebelahnya.

Keduanya menajamkan pendengaran saat mendengar desas-desus persoalan Bianca dan Sherly tadi. "Eh eh tadi kalian tau gak! si Bia berantem sama si Sherly." ucap salah satu siswi berambut sebahu memulai per-gibahan.

"Sherly si Queen itu gak sih?!" heboh siswi berkuncir kuda. Dengan rusuh ia meraih salah satu kursi di dekatnya dan ikut bergabung bersama si rambut sebahu tersebut.

"Iya-iya tadi gue juga nyaksiin itu juga. Seru banget tahu gak!" nah kalau yang itu suara dari si rambut sepunggung.

"Berani banget si Bia berantem sama Queen sekolah ini. Secara kan Sherly dan Bia itu seperti langit dan bumi. Ibaratkan berlian dan batu kerikil." ucap siswi berkuncir kuda tersebut.

"Jadi, ibaratnya, Sherly berliannya dan Bia batu kerikilnya." Simpul si rambut sepunggung meroasting Bianca mendapat anggukan setuju dari kedua siswi lainnya.

Mendengar pembicaraan internal itu, Tasya lantas berdiri dan menggebrak meja marah. Tentu saja ia tak terima jika temannya dicaci maki seperti itu. "Kalian tahu definisi batu kerikil?!" tanyanya menarik perhatian ke tiga siswi yang duduk dibagian sudut berlawanan dari mereka berdua.

"Apa?" tanya si rambut sebahu penasaran.

"Definisi batu kerikil sebenarnya itu gadis-gadis seperti kalian! Sudah jelek! burik! minus attitude pula. Gak ada yang bisa di bangga-banggain dari kalian! Jadi, gak sok menghina orang lain deh!" sindirnya pedas membuat ketiga siswi itu kicep ditempat.

Bianca menarik pergelangan tangan Tasya untuk kembali duduk. "Udah jangan nambahin masalah lagi."

"Kesal tau gak!" cebik Tasya.

****

Terpopuler

Comments

Erina Situmeang

Erina Situmeang

keren Tasya👍👍

2023-09-09

0

Mukmini Salasiyanti

Mukmini Salasiyanti

😝🤣🤣

2023-07-14

0

ZahraMarzia

ZahraMarzia

yang kalian sebut batu kerikil mungkin lebih baik dari kalian 😏😏

2023-07-13

4

lihat semua
Episodes
1 Terlambat lagi
2 Perkelahian di toilet perempuan
3 Diinterogasi diruang osis
4 Keberingasan the king SMA Garuda
5 Kecewa yang kesekian kalinya
6 Laki-laki brengsek
7 Perjodohan yang tak diinginkan
8 Menjadi candu
9 Pembelaan The King SMA Garuda
10 Bertemu anak kecil
11 Karakter tsundere
12 Club night
13 Kisah the King SMA Garuda
14 Rendra marah
15 Perempuan berkacamata
16 Datang bulan
17 Kepedulian Agam
18 18
19 19
20 20
21 VISUAL!
22 Dan ternyata
23 22
24 23
25 Menyesakkan
26 25
27 Parkiran
28 Cari angin dimalam hari
29 Kejadian
30 Kecemasan Bianca
31 Terciduk
32 Rumah pohon
33 Hari H
34 Ungkapan Agam
35 Nama anak
36 Menidurkan bayi besar
37 Jam kosong
38 Dia, siapa?
39 Beres-beres barang
40 Rumah baru
41 Nasi goreng
42 Something
43 Queen nembak King
44 Penyembuh akan menjadi luka baru?
45 Sebuah kisah
46 Pilihan
47 Teror?
48 Pengumuman Camping
49 Dua garis?
50 Kesalahan
51 Dalam perjalanan
52 Terciduk
53 Gubuk
54 Air terjun
55 Tidak akan mengalah
56 Sisi lain
57 Obsesi
58 Nenangin diri
59 Siapa?
60 First night
61 Pagi hari
62 Pergi dari rumah
63 Ingin pulang ke orang tua
64 Teror lagi?
65 Pilihan Camella
66 Sus?
67 Manja
68 Hamidun?
69 Minta jatah
70 Kerinduan pasturi muda
71 Kehabisan stok
72 Sherly, strong!
73 Perempuan rendahan
74 Kecelakaan?
75 Bocil nya Agam sudah dewasa
76 Rawat bayi besar
77 Di usir
78 Pulang ke rumah
79 Sayang?
80 Adik, coming soon!
81 Bakso buaya
82 Suami Vs Pacar
83 Menantu durhaka
84 Uwuw depan umum
85 Di keluarkan
86 Rencana licik
87 Di culik?
88 Terbongkar
89 Memberi pelajaran
90 Akhir dari kisah double S
91 Anjing dan kucing
92 Masih dengan penyesalan
93 Ketemu Samuel
94 Kejujuran
95 Di culik lagi?
96 Pertemuan Ayah dan Anak
97 Adik?
98 Ikut Ayah?
99 Musibah
100 Kabar duka
101 Alena dan Rendra
102 Pewaris
103 London
104 Terjebak
105 Cantika sadar
106 Keputusan Zella
107 Ini adalah yang terbaik
108 Keberangkatan Gilbert (End)
109 Promosi!
110 Epilog!
111 Extra part 01
112 Extra part 02
113 Extra part 03
114 Extra part 04
115 Extra part 05
116 Extra part 06
117 Extra part 07
118 Extra part 08
119 Extra part 09
120 Extra part 10
121 Extra part 11
122 Extra part 12
123 Extra part 13
124 Extra part 14
125 Extra part 15
126 Extra part 16
127 Extra part 17
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Terlambat lagi
2
Perkelahian di toilet perempuan
3
Diinterogasi diruang osis
4
Keberingasan the king SMA Garuda
5
Kecewa yang kesekian kalinya
6
Laki-laki brengsek
7
Perjodohan yang tak diinginkan
8
Menjadi candu
9
Pembelaan The King SMA Garuda
10
Bertemu anak kecil
11
Karakter tsundere
12
Club night
13
Kisah the King SMA Garuda
14
Rendra marah
15
Perempuan berkacamata
16
Datang bulan
17
Kepedulian Agam
18
18
19
19
20
20
21
VISUAL!
22
Dan ternyata
23
22
24
23
25
Menyesakkan
26
25
27
Parkiran
28
Cari angin dimalam hari
29
Kejadian
30
Kecemasan Bianca
31
Terciduk
32
Rumah pohon
33
Hari H
34
Ungkapan Agam
35
Nama anak
36
Menidurkan bayi besar
37
Jam kosong
38
Dia, siapa?
39
Beres-beres barang
40
Rumah baru
41
Nasi goreng
42
Something
43
Queen nembak King
44
Penyembuh akan menjadi luka baru?
45
Sebuah kisah
46
Pilihan
47
Teror?
48
Pengumuman Camping
49
Dua garis?
50
Kesalahan
51
Dalam perjalanan
52
Terciduk
53
Gubuk
54
Air terjun
55
Tidak akan mengalah
56
Sisi lain
57
Obsesi
58
Nenangin diri
59
Siapa?
60
First night
61
Pagi hari
62
Pergi dari rumah
63
Ingin pulang ke orang tua
64
Teror lagi?
65
Pilihan Camella
66
Sus?
67
Manja
68
Hamidun?
69
Minta jatah
70
Kerinduan pasturi muda
71
Kehabisan stok
72
Sherly, strong!
73
Perempuan rendahan
74
Kecelakaan?
75
Bocil nya Agam sudah dewasa
76
Rawat bayi besar
77
Di usir
78
Pulang ke rumah
79
Sayang?
80
Adik, coming soon!
81
Bakso buaya
82
Suami Vs Pacar
83
Menantu durhaka
84
Uwuw depan umum
85
Di keluarkan
86
Rencana licik
87
Di culik?
88
Terbongkar
89
Memberi pelajaran
90
Akhir dari kisah double S
91
Anjing dan kucing
92
Masih dengan penyesalan
93
Ketemu Samuel
94
Kejujuran
95
Di culik lagi?
96
Pertemuan Ayah dan Anak
97
Adik?
98
Ikut Ayah?
99
Musibah
100
Kabar duka
101
Alena dan Rendra
102
Pewaris
103
London
104
Terjebak
105
Cantika sadar
106
Keputusan Zella
107
Ini adalah yang terbaik
108
Keberangkatan Gilbert (End)
109
Promosi!
110
Epilog!
111
Extra part 01
112
Extra part 02
113
Extra part 03
114
Extra part 04
115
Extra part 05
116
Extra part 06
117
Extra part 07
118
Extra part 08
119
Extra part 09
120
Extra part 10
121
Extra part 11
122
Extra part 12
123
Extra part 13
124
Extra part 14
125
Extra part 15
126
Extra part 16
127
Extra part 17

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!