Pergi

Deg! Jantung Emilia seakan berhenti berdetak saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut papanya, dunianya seakan berhenti berputar saat kata tak pantas itu terlontar begitu saja. rasanya seperti jatuh dari ketinggian dan berguling berkali-kali.

Teramat pedih dengan ucapan itu, tapi mau bagaimanapun dirinya pantas mendapatkan semua perkataan yang begitu menusuk relung hatinya.

" Baik, jika memang itu yang papa inginkan. papa benar, aku memang sudah tidak pantas untuk menjadi bagian dari keluarga Wirayudo" ucap Emilia dan langsung berlalu dari hadapan keluarganya.

Emilia masuk kedalam kamarnya dan membereskan semua barang-barang yang iya beli dengan hasil kerjanya sendiri, selama ini diam-diam Emilia bekerja paruh waktu di sebuah restoran tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.

setelah semua barang-barangnya Emil masukkan ke dalam koper, Wanita itu mengambil napas berat sambil menatap dalam kamarnya, kamar yang selama ini selalu menjadi tempat ternyaman untuk Emilia.

" Selamat tinggal kamarku" ucapnya sendu dan langsung keluar dari kamar itu.

Setibanya di lantai bawah, Emilia pamit kepada sang mama, Melinda yang melihat Emilia membawa koper langsung memeluk anaknya sambil menitikan air matanya yang sudah tak bisa dibendungnya lagi.

" Mau kemana kamu Emil?"

" Maafkan Emil ma, Emil harus pergi. papa benar, Emil tidak pantas ada disini, jaga diri mama baik-baik ya, Emil pamit" ucap Emilia sambil mencium punggung tangan papa dan mamanya.

Setelah itu, Emilia kembali melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari rumah itu. namun langkah Emilia terhenti saat suara Melinda memanggil namanya.

" Iya ma"

" Ini buat kamu nak" ucap Melinda sambil menyodorkan amplop coklat yang berisi uang.

" Tidak perlu. Dia tidak berhak membawa apapun dari rumah ini" ucap Wirayudo yang terdengar begitu dingin

" Iya ma, itu tidak perlu. mama tenang saja, Emil bisa bertahan hidup tanpa bantuan dari siapapun" balas Emilia dan kembali melangkah kan kakinya.

Emilia menatap sekeliling rumahnya, begitu banyak kenangan yang dia lalui dirumah ini, Emilia mengambil nafas berat, " Selamat tinggal semuanya" lirihnya sendu

Langkahnya terasa begitu berat untuk sekedar melewati pagar rumahnya, Penjaga rumah itu menatap iba dan prihatin atas apa yang terjadi pada nona muda mereka,

Sempat tak percaya saat tadi mendengar Emilia hamil, Bagaimana mungkin, seorang anak rumahan seperti Emilia hamil diluar nikah, yang mereka tau. Emilia tidak pernah pergi bersama pria, Emilia selalu menghabiskan waktu dirumah,

Setau mereka, Emilia selalu ada di rumah dan jarang kemana-mana, bagaimana bisa hal ini terjadi?

Emilia memang bekerja paruh waktu, tapi wanita itu sudah ada di saat jam 7 malam, di tidak pernah pulang melewati jam itu.

Setelah keluar dari pekarangan rumah kedua orang tuanya, Emilia kembali mengambil nafas berat, rasanya seperti mimpi semua ini terjadi. beruntung ini jam-jam orang kerja, hingga tidak ada tetangga satu pun yang melihatnya keluar sambil membawa koper yang dia geret dengan tangan kirinya.

Karna terlalu lelah berjalan kaki sepanjang komplek, Emilia memilih pesan ojek online dari aplikasi di ponselnya, dan ternyata orderan Emilia langsung ada yang ambil. tak butuh waktu lama, Ojek itu sudah tiba di depan Emilia.

" Mbk Emil?" tanya tukang ojek itu

" Iya mas," balas Emilia sambil terus menundukkan wajahnya karna terlalu capek.

Wanita itu mengambil helm yang di berikan tukang ojek, sehingga mereka sama-sama tidak menyadari siapa tukang ojeknya, dan siapa penumpangnya.

" Mau kemana mbk?"

" Terserah mas, tapi kalo bisa tolong antar saya ke tempat kos atau kontrakan ya"

" Oh mbk lagi cari tempat tinggal?"

" Iya mas, tolong ya, "

" Baik mbk, kebetulan saya ada teman yang orang tuanya punya tempat kos, saya antar kan kesana ya" ucapnya pelan.

" Suara itu, kenapa aku merasa tidak asing dengan suara tukang ojek ini, seperti pernah mendengarnya. tapi dimana ya!" Emilia bermonolog dalam batinnya saat merasa pernah mendengar suara dari tukang ojek yang mengantarnya.

40 menit kemudian, ternyata motor tukang ojek itu mati di tengah jalan. di tempat sepi dan cuaca mendung seperti ini, " Lah lah, kenapa kok berhenti mas?"

" Duh maaf ya mbk, kayaknya motor saya mogok"

Di saat Tukang ojek ingin mengecek keadaan motornya, Tiba-tiba terdengar suara petir yang cukup keras dan membuat Emilia kaget hingga membuatnya tanpa sadar memeluk tukang ojek itu.

" Aaaaaaaa" teriak Emilia dan tiba-tiba memeluk si tukang ojek dari belakang.

Hingga tak lama hujan turun membasahi kota jakarta saat ini, hujan yang begitu lebat, hal itu membuat Emilia tanpa sadar kembali meneteskan air mata dari kedua sudut matanya.

Perkataan sang papa masih terngiang jelas pada indra pendengaran Mala, " Maaf mas, saya permisi. ini ongkosnya" ucap Emilia dan langsung pergi meninggalkan si tukang ojek yang masih berusaha membenarkan motornya.

" Mbk, tunggu" ucap pria itu, namun Emilia tidak menggubris sedikitpun, wanita itu terus berjalan meninggalkan William yang masih terus menatap kepergian Emilia.

Ya, dia adalah William. seorang pria yang sudah mengambil mahkota atau bahkan harta terbesar yang Emilia miliki, Melewati malam panas yang membuatnya selalu terbayang wajah Emilia. William jatuh cinta pada Emilia sejak saat itu, namun sialnya, Wiliam terbangun saat sudah tidak ada siapa-siapa di sampingnya.

" Tunggu-tunggu, dia kan wanita itu" ucap William yang baru menyadari setelah tubuh Emilia menjauh.

" Kenapa aku baru menyadarinya, bukankah di aplikasi namanya Emilia, sesuai dengan nama perempuan yang sudah menghabiskan malam bersamaku dua bulan yang lalu" gumamnya dan mencoba mengejar Emilia di bawah derasnya hujan. namun hasilnya nihil, Emilia sudah tidak ada.

" Kemana wanita itu, kenapa cepat sekali menghilangnya, bodoh kami William, kenapa baru menyadari kalau dia wanita yang selama ini kamu cari" William mengumpat pada dirinya sendiri.

Wirayudo duduk di sisi ranjang dan menatap istrinya yang sedang menatap kosong keluar jendela. Menyaksikan derasnya hujan yang datangnya secara tiba-tiba.

" Dimana kamu Emil," ucapnya sendu

" Sudahlah ma, tidak perlu memikirkan anak itu, dia hanya membawa aib untuk keluarga kita"

" Mama tau pa, tapi biar bagaimana pun, Emilia tetap anak kita pa, kenapa papa mengatakan hal yang begitu menyakitkan buat Emil, apa papa lupa bagaimana dulu kita saat mengharapkan kehadirannya"

" Sudahlah ma, mulai hari ini, papa tidak mau lagi mendengar mama menyebutkan nama anak yang bikin malu itu" ucapnya dingin dan langsung keluar dari dalam kamarnya, serta membanting pintu dengan cukup keras.

Ditempat lain saat ini Emilia sedang membiarkan tubuhnya dibawah derasnya air hujan yang bersamaan dengan derasnya air mata yang terus membasahi kedua pipinya.

" Aaaaaaa, kenapa semua ini harus terjadi" Emilia berteriak di bawah derasnya hujan.

Terpopuler

Comments

Andariya 💖

Andariya 💖

Wiliam.. Wiliam 😂😂😂

2023-06-29

1

𝓹𝓻𝓪𝓼𝓮𝓽𝔂𝓸 ❤️⃟𝘞ᵃ𝘧🦁

𝓹𝓻𝓪𝓼𝓮𝓽𝔂𝓸 ❤️⃟𝘞ᵃ𝘧🦁

wih tukang ojek nya kagak tau nya william orang yang udah tidur sama emilia kemarin 🤔 terus entar kira² akan ketemu lagi ngak ia dan akankah william mau nikahin emilia kalau dia tau emilia lagi hamil anaknya dia🤔

2023-05-23

0

🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱

🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱

kau akan menyesal tlh memgusir anakmu yg tdk berslah..😈

2023-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Party kelulusan
2 Malam kelam
3 2 bulan kemudian
4 Tidak pantas
5 Pergi
6 Pernah merasakan hal yang sama
7 Mulai tau
8 Khawatir
9 Belanja
10 Menangislah
11 Kedatangan David
12 Luka hati Emilia
13 Rencana licik Siren
14 Pindah
15 Calon istri
16 Egois
17 Driver Ojol Daniel
18 Mencari Emilia
19 Pertemuan yang gagal
20 Curahan hati Emilia
21 Villa
22 Emilia melahirkan
23 Bertemu
24 Apa pria itu kamu?
25 Pengacara Hebat
26 Menjadi target selanjutnya
27 Dalam Pantauan
28 Flashback 21 tahun lalu
29 Partner
30 Gara-gara Emilia
31 Demi Nathan
32 Seandainya
33 Calon suamimu
34 Saya Orangnya
35 Emilia
36 Ambisi Ferdian
37 Rencana
38 Sempurna
39 H-7
40 Memiliki satu harapan yang sama
41 Tidak punya hati!
42 Mantu idaman
43 Undangan pernikahan
44 Widi si tau segalanya
45 Tukang ojek
46 Siapa laki-laki itu?
47 Ajakan konyol William
48 H-2
49 Rasa kecewa Emilia
50 Selalu terbayang
51 Jamin klepek-klepek
52 Hari H 1
53 Hari H 2
54 Terkejut
55 Akhirnya Sah
56 Gagal malam pertama
57 Ajakan William
58 Senjata makan tuan
59 Ajakan solat bersama
60 Bacot para jomblo
61 Uang yang berkuasa
62 Pria menyebalkan!
63 Dunia milik kita berdua
64 Toxic
65 Rasa curiga William
66 Ayang Willi
67 Sosok yang mencurigakan
68 Honeymoon!
69 Istri Syco
70 Kejahilan Emilia
71 Pesan dari nomor tidak di kenal
72 Emilia salah paham
73 Terbongkar
74 Menjadi penguntit
75 Hacker
76 Tanggal lahir
77 Panggilan kesayangan
78 Dekapan William
79 Nonton Film Horor
80 Masa lalu
81 Kemana Emilia?
82 Anak menyebalkan
83 Emilia terluka
84 Firasat seorang ibu
85 Rela berkorban
86 Keadaan Emilia
87 Mimpi buruk Nathan
88 Terlalu sakit
89 Emilia sadar
90 Hukuman dari William
91 Hukuman dari William buat David
92 Gara-gara saudara sepupu
93 Rasa terkejut David
94 Seperti anak tiri
95 Sepupu menyebalkan!
96 Suara yang tidak asing
97 Rencana Ferdian
98 Flashback 1 tahun yang lalu
99 Bersyukur itu perlu
100 Tidak baik buat jantung
101 Mencoba saling menyembuhkan luka
102 Mencoba saling menyembuhkan luka
103 Harapan Widi
104 Tak sanggup Berpisah
105 Seperti anak kecil
106 Gagal Lagi
107 Wanita itu
108 Penyesalan David
109 Bertemu
110 William dan Danu
111 Antara Kumala dan Kanaya
112 Masa lalu Kumala
113 Putri kecil
114 Kebohongan Alex
115 Pengajuan syarat untuk Danu
116 Suami mesum
117 Jangan macem-macem
118 Kecelakaan!
119 Merasa sangat bersalah
120 Rasa terkejut Emilia
121 Semua hanyalah masalalu
122 Saudara kandung
123 Rumah baru untuk Emilia
124 Penyesalan Danu
125 Promo Novel
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Party kelulusan
2
Malam kelam
3
2 bulan kemudian
4
Tidak pantas
5
Pergi
6
Pernah merasakan hal yang sama
7
Mulai tau
8
Khawatir
9
Belanja
10
Menangislah
11
Kedatangan David
12
Luka hati Emilia
13
Rencana licik Siren
14
Pindah
15
Calon istri
16
Egois
17
Driver Ojol Daniel
18
Mencari Emilia
19
Pertemuan yang gagal
20
Curahan hati Emilia
21
Villa
22
Emilia melahirkan
23
Bertemu
24
Apa pria itu kamu?
25
Pengacara Hebat
26
Menjadi target selanjutnya
27
Dalam Pantauan
28
Flashback 21 tahun lalu
29
Partner
30
Gara-gara Emilia
31
Demi Nathan
32
Seandainya
33
Calon suamimu
34
Saya Orangnya
35
Emilia
36
Ambisi Ferdian
37
Rencana
38
Sempurna
39
H-7
40
Memiliki satu harapan yang sama
41
Tidak punya hati!
42
Mantu idaman
43
Undangan pernikahan
44
Widi si tau segalanya
45
Tukang ojek
46
Siapa laki-laki itu?
47
Ajakan konyol William
48
H-2
49
Rasa kecewa Emilia
50
Selalu terbayang
51
Jamin klepek-klepek
52
Hari H 1
53
Hari H 2
54
Terkejut
55
Akhirnya Sah
56
Gagal malam pertama
57
Ajakan William
58
Senjata makan tuan
59
Ajakan solat bersama
60
Bacot para jomblo
61
Uang yang berkuasa
62
Pria menyebalkan!
63
Dunia milik kita berdua
64
Toxic
65
Rasa curiga William
66
Ayang Willi
67
Sosok yang mencurigakan
68
Honeymoon!
69
Istri Syco
70
Kejahilan Emilia
71
Pesan dari nomor tidak di kenal
72
Emilia salah paham
73
Terbongkar
74
Menjadi penguntit
75
Hacker
76
Tanggal lahir
77
Panggilan kesayangan
78
Dekapan William
79
Nonton Film Horor
80
Masa lalu
81
Kemana Emilia?
82
Anak menyebalkan
83
Emilia terluka
84
Firasat seorang ibu
85
Rela berkorban
86
Keadaan Emilia
87
Mimpi buruk Nathan
88
Terlalu sakit
89
Emilia sadar
90
Hukuman dari William
91
Hukuman dari William buat David
92
Gara-gara saudara sepupu
93
Rasa terkejut David
94
Seperti anak tiri
95
Sepupu menyebalkan!
96
Suara yang tidak asing
97
Rencana Ferdian
98
Flashback 1 tahun yang lalu
99
Bersyukur itu perlu
100
Tidak baik buat jantung
101
Mencoba saling menyembuhkan luka
102
Mencoba saling menyembuhkan luka
103
Harapan Widi
104
Tak sanggup Berpisah
105
Seperti anak kecil
106
Gagal Lagi
107
Wanita itu
108
Penyesalan David
109
Bertemu
110
William dan Danu
111
Antara Kumala dan Kanaya
112
Masa lalu Kumala
113
Putri kecil
114
Kebohongan Alex
115
Pengajuan syarat untuk Danu
116
Suami mesum
117
Jangan macem-macem
118
Kecelakaan!
119
Merasa sangat bersalah
120
Rasa terkejut Emilia
121
Semua hanyalah masalalu
122
Saudara kandung
123
Rumah baru untuk Emilia
124
Penyesalan Danu
125
Promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!