AWAL MIMPI BURUK

Aksi saling lempar batu dan baku hantam itu berlangsung cukup lama hingga suara sirine terdengar yang membuat kami kocar kacir berlarian berusaha menyelamatkan diri.

Aku berlari kearah motor Putra yang terparkir diseberang jalan, belum sempat aku menghidupkan motor itu hoodie yang aku kenakan ditarik dari belakang. Aku sempat panik sebelumnya tapi,

"yan tungguin" terdengar kalimat itu yang membuatku seketika berbalik dan ternyata itu Ari.

Dia berusaha melarikan diri bersamaku membawa motor Putra karena saat itu Putra sudah terlebih dahulu berlari meninggalkan motornya.

Aku memacu motor itu melewati gang-gang kecil yang sempat menjadikan kami tontonan warga sekitar karena ramainya orang berlarian, kami menembus jalanan kecil itu hingga sampai ke warung W dekat rumahku. Adrenalin hari itu bahkan masih terasa hingga hari ini saat mengingat ulang kejadian hari itu.

Tak berselang lama setelah kedatangan kami di warung W, Putra, Yosef dan Dedi datang berboncengan 3. Putra sempat mencariku sebelumnya karena aku berboncengan dengannya dan dia yang mengajakku. Dia sempat berpikir motornya ikut tersita karena ditinggalkanya tanpa ada yang mengurus.

"lo kok tau kami disini?" tanyaku kepada Putra yang saat itu masih terengah-engah,

"felling aja, kalo balik kampung gue gamungkin karena lebih aman disini" jawabnya,

Wajar karena pertikaian antara Lion dan Eagle memang sudah sering terjadi, dan setelah ada pertikaian semacam itu pasti kedua kampung pusat organisasi itu menjadi rute survey pihak berwajib.

Kami sempat bercanda gurau dan mengobrol tentang pertarungan kami sebelum akhirnya aku berpamitan pulang dan mereka yang kembali ke kampungnya lagi.

Aku sempat dimarahi ibuku karena pulang dini hari, tapi pengalaman dan keseruan di malam itu membuatku tak terlalu menghiraukanya dan bergegas untuk tidur.

Keesokan harinya di hari Minggu itu seperti biasa aku berkumpul dengan Rangga dan yang lain di warung W. Dengan antusias aku menceritakan kejadian semalam setelah mereka pulang, aku merasa sangat bangga dan keren waktu itu.

Mereka yang pulang terlebih dahulu sempat kecewa karena tidak ikut dalam pertikaian malam itu. Awalnya kami memang tidak memiliki masalah apapun dengan organisasi Eagle kecuali aku. Tapi karena solidaritas dan merasa ikut tergabung di dalam organisasi Lion lah yang membuat kami ikut membenci organisasi Eagle.

Yosef yang sebelumnya belum pernah main kekampung ini siang itu datang dan ikut nimbrung bersama kami. Memang masih agak canggung kala itu tapi kami semua menyambutnya dengan welcome.

Saat itu juga kami baru mengetahui kalau Yosef adalah mantan dari Mita juga, lucu memang tapi kenyataanya memang seperti itu.

Anji, Putra, Andri dan Yosef yang merupakan teman baruku semuanya memiliki ceritanya tersendiri dengan Mita.

Saat itu memang aku jarang menghabiskan waktuku dirumah, hanya sekedar untuk tidur, mandi dan makan saja seperti teman-temanku yang lain. Aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan teman-temanku daripada dengan keluarga.

Lucky sempat mampir bersama Hellen siang itu setelah mereka berkencan, dan hari itu juga Lucky memberitahukan kalau dia telah jadian dengan Hellen. Hal itu kami rayakan dengan membeli beberapa botol minuman dan meminumnya bersama disiang itu.

Semenjak hari itu hubunganku dengan Hellen semakin dekat juga, dia sudah seperti adik untukku. Benar-benar adik, bukan menyimpan rasa atau bagaimanapun tapi murni sebagai hubungan adik dan kakak.

Beberapa hari setelahnya kami berkumpul dirumahku, Villa dan Hellen berada disana juga. Muncul ideku untuk mencomblangkan teman-temanku dengan teman-teman mereka berdua.

Awalnya ide itu sempat ditentang Hellen, mengingat teman-temanku yang saat itu kenakalanya agak diluar batas, hanya membolos dan mabuk-mabukan setiap hari. Tapi Lucky berhasil meyakinkanya, dan akhirnya mereka berdua setuju untuk mencomblangkan teman-temanya.

Catur saat itu dicomblangkan dengan Avi karena saat itu Avi sedang bertengkar dan break dengan mantan pacarnya yang seumuran juga dengan Catur.

Dita teman yang pernah membantuku untuk dekat dengan Villa dicomblangkan dengan Putra yang saat itu habis putus juga dengan mantan pacarnya.

Sedangkan Dewi saat itu akan dicomblangkan dengan Rangga, tapi Dewi menolaknya karena sudah dekat dengan seseorang.

Aku tidak terlalu mengetahui bagaimana pendekatan mereka, tapi pada akhirnya Putra memang jadian dengan Dita.

Hal itu membuat posisiku disekolah juga semakin kuat karena setelah dikeluarkanya Villa dari circlenya dulu kini dia seakan menjadi pentolan di circlenya yang baru. Ana kembali ke circlenya yang lama dengan menyisakan Dara dan Aya saja, teman-teman yang lainya lebih dekat ke Villa dkk.

Otomatis aku mendapat dukungan dari circle cewek terkuat disekolah juga kala itu walaupun sedikit terlambat karena saat itu kami sudah akan menempuh ujian akhir sekolah dan keluar dari sekolah itu.

Hari itu kami akan melaksanakan latihan ujian sekolah di hari pertama, Boni sempat mengajakku untuk melakukan pekerjaan kami. Tapi hal itu kutolak karena tidak mungkin aku akan membolos dihari yang penting seperti itu.

Akhirnya Boni berangkat dengan seorang teman kampungku yang berbeda circle denganku. Sepulang sekolah kami sudah berencana untuk berkumpul dirumahku, saat itu didepan sekolah sudah ada Lucky dan Putra yang akan menjemput pacar mereka masing-masing. Mereka berdua membolos sekolah hanya karena ingin menghabiskan waktu dengan pasar mereka.

Saat diluar sekolah aku memang sangat dekat dengan Villa dan teman-temanya, tapi disekolah kami jarang bertemu karena kesibukanku mengurusi fraksi. Jangankan dengan mereka, dengan Villa yang berstatus pacarku sendiri saja aku jarang bertemu dengannya kalau memang tidak direncana atau disengaja sebelumnya. Karena Villa juga pasti tidak akan nyaman bila berkumpul dengan anggota fraksiku yang lain yang semuanya berisi cowok.

Putra dan Dita menuju rumahku terlebih dahulu, disana aku masih menunggu Villa ditemani Lucky. Villa pulang lebih lama karena mengurus administrasi di ruang tata usaha ditemani Hellen.

Saat itu Lana sempat berpapasan juga dengan kami, dia menjemput Aya yang saat itu sudah menjadi pacarnya. Kami tidak saling bertegur sapa, dan membuang muka saat berhadapan.

"yan itu bukanya yang dulu sempet ada masalah sama kita ya?" ucap Lucky sambil menunjuk Lana yang sedang duduk dimotornya menunggu Aya,

"yoi bro, udah biarin aja yang penting kalo ada apa-apa kita siap" jawabku dengan sedikit menaruh curiga.

Wajar karena kami bermusuhan sudah lumayan lama, dendam pasti ada diantara kami. Apalagi kekuasaanya di sekolah itu harus terhenti dan hilang karena kelakuanku dan perkelahian kami sebelumnya seakan masih mengambang tanpa adanya kesepakatan yang dicapai.

Tak berselang lama pacar kami terlihat berjalan dari arah pintu gerbang sekolah bersama Dewi, Villa sempat meminta menemani Dewi menunggu jemputan terlebih dahulu walaupun aku terpaksa mengiyakanya karena hubunganku dengan Dewi memang tidak terlalu baik.

"udah gapapa ditinggal aja, paling bentar lagi bokap gue dateng" ucap dewi kepada Villa dan Hellen,

Mendengar permintaanya itu kami meninggalkan dia disana dan berangkat menuju rumahku. Dia sempat terseyum dalam kepadaku saat itu, entah apa yang dipikirkanya tapi senyumnya itu sempat membuatku terngiang beberapa saat.

Disepanjang perjalanan Villa bercerita tentang keinginanya nanti bersekolah di SMA tempat Ari bersekolah. Dia menanyakan aku akan bersekolah dimana nanti, tapi hal itu belum bisa kujawab karena memang aku belum memikirkan sekolah mana tujuanku nanti.

"kita sekolah ditempat yang sama aja yank" ajaknya kepadaku yang hanya kujawab dengan kalimat menenangkannya.

Sesampainya dirumahku, Putra sudah berada di ruang tamuku bersama Dita. Entah apa yang mereka lakukan sebelumnya tapi saat itu rambut Dita sudah acak-acakan, dia terlihat merapikan rambut dan pakaianya saat kami tiba.

Kami sempat mengobrol berenam sebelum akhirnya berpisah ruangan untuk berpacaran dengan pacar kami masing-masing.

Lucky masuk kekamarku bersama Hellen meninggalkan kami terlebih dahulu, lalu aku menyusul masuk kekamar lain bersama Villa.

Kami main seperti biasanya, tanpa canggung dan sudah terbiasa dia melepaskan pakaianya satu persatu hingga tak mengenakan sehelai benangpun.

Sambil duduk tanganku memegangi rambut panjangnya yang saat itu jongkok didepanku memainkan mulut dan lidahnya ke salah satu bagian tubuhku.

"udah yank capek" ucapnya sembari menatapku dengan manja,

Aku menyuruhnya duduk disampingku sembari berciuman dengannya, lidahku yang sebelumnya beradu dengan lidahnya perlahan menuruni tubuhnya. Tanganya tak henti-hentinya memainkan salah satu anggota tubuhku yang saat itu sudah berdiri tegak. Hingga akhirnya dia berada diatas tubuhku, kedua tanganku memegangi kedua bagian tubuhnya yang tepat berada diatasku. Ditemani ******* darinya dan beberapa kali dia menggigit bibirnya saat tanganku meremas bagian tubuhnya, dia bergerak kedepan dan kebelakang dengan elegan diatas tubuhku.

Kami berdua dikamar itu cukup lama, hingga Putra terlebih dahulu mengantarkan Dita pulang setelah berpamitan denganku, disusul Lucky yang mengantarkan Hellen.

Kami yang baru selesai bermain akhirnya keluar kamar dan keruang tamu, saat itu hanya ada kami berdua sebelum akhirnya Putra datang kembali seusai mengantar Dita yang rumahnya cukup jauh dari rumahku.

Lucky yang sebelumnya sempat pulang dan berganti baju terlebih dahulu sebelum kembali kerumahku sempat bertemu Zuli didepan rumahnya dan mengajaknya kerumahku saat itu.

Kami sedang mengobrol hingga tiba-tiba Adam datang memberitahukan kabar tentang tertangkapnya Boni saat beraksi didekat sekolahku.

"bro Boni ketangkep!" ucap Adam dengan panik,

Dia bercerita kalau sebelumnya Boni sempat mengajak salah satu teman kampungku yang bernama Sino untuk beraksi, tapi tak lama kemudian Sino diantarnya pulang dan Boni melakukan aksinya sendiri.

Sialnya dia ketahuan oleh pemilik toko dan langsung diteriaki, yang membuatnya dikejar banyak orang dan dihakimi disana sebelum dibawa kekantor polisi.

"untung tadi lo gaberangkat yan" ucap Lucky yang hanya kubalas dengan diam,

"yank kamu pulang dulu gih, temenku ada yang ketangkep takutnya nanti gimana-gimana soalnya tongkronganya disini" ucapku kepada Villa membohonginya kalau Boni sebelumnya sering nongkrong bersama kami disini agar segera pulang saat itu.

Aku melakukan hal itu karena memang Villa tidak mengetahui aksiku sama sekali. Dia tidak tahu kalau aku sering keluar bersama Boni untuk mencari uang.

Sepulangnya Villa aku baru memperlihatkan kekhawatiranku dan ketakutanku karena maklum saja saat itu aku masih 15tahun dan harus dihadapkan dengan masalah seperti itu.

Aku hanya takut Boni akan menyeretku kedalam masalahnya saat itu, jika dipikir-pikir lagi sekarang sebenarnya itu hal yang tidak mungkin karena saat itu aku tidak sedang bersamanya dan alibiku kuat disekolah.

Tapi memang saat itu aku panik dan ketakutan, Putra dan yang lainya sempat menenangkanku sebenarnya tapi tidak terlalu aku perdulikan karena menurutku aku yang mengalami hal itu bukan mereka.

Hingga sore harinya Sino yang sempat diajak Boni untuk beraksi itu datang menyampaikan pesan dari Boni. Dia meminta sejumlah uang dariku atas perintah Boni, Boni mengancam akan melaporkanku juga jika aku tidak memberikanya.

Mas Wan yang sebelumnya juga pernah beraksi bersama Boni ikut terkena imbasnya juga. Sebenarnya aku tidak ingin memberinya uang, tapi Catur berusaha mengubah cara berpikirku.

"udah kasih aja, anggep aja sedekah toh pas lo butuh dulu juga dia yang bantuin nyari duit kan?" ucapnya kepadaku

"iya deh mas gue kasih aja kalo gitu" saat itu aku memberikan uang 100rb kepada Sino,

Bukan nominal yang diminta Boni tapi memang sesuatu yang ikhlas aku berikan kepadanya. Darinya juga aku mendapat berbagai skill yang kukembangkan sendiri, jadi memberinya bantuan saat ini menurutku setimpal dengan apa yang sudah terjadi antara kami sebelumnya.

Walaupun sempat protes tapi Sino akhirnya pergi membawa uang yang telah aku berikan kepadanya sebelumnya.

Keesokan harinya saat disekolah aku berusaha mendapatkan kembali uang yang telah kuberikan kepada Boni sebelumnya dengan memintai semua siswa yang ada saat itu.

Walaupun hanya mendapatkan uang lebih sedikit dari biasanya karena siswa kelas 7 dan 8 diliburkan saat kami latihan ujian tapi hal itu cukup untuk menutupi kerugianku di hari sebelumnya.

Selama duduk dikelas 9 memang tidak banyak masalah yang terjadi yang bisa aku ceritakan, karena saat itu posisiku sebagai penguasa sekolah sudah kuat. Tidak ada usaha kudeta satupun hingga aku lulus dari sekolah itu.

Ditambah lagi saat itu aku seakan sudah resmi menjadi anggota Lion, berbeda dari sebelumnya yang hanya ikut-ikutan tanpa mengenal anggota lain. Saat itu karena Putra aku menjadi mengenal banyak orang dan semakin membuat circleku dikampung dikenal oleh anggota junior pusat organisasi itu.

Hal itu juga yang sedikit merubahku menjadi lebih liar dan nakal, karena merasa terbackup oleh organisasi yang sangat besar serta memiliki fraksi yang kuat disekolah membuatku semakin tinggi hati dan sombong.

Malam harinya setelah pulang sekolah di hari itu, teman-temanku nongkrong di tongkrongan kami didepan SMP. Tempat perkelahian kami dengan mantan Rangga dan pacarnya sebelumnya.

Sebenarnya saat itu kami menunggu bilamana mereka yang kami hajar sebelumnya tidak terima dan akan membalaskan dendamnya. Berbeda dari sebelumnya kali itu kami sudah siap. Putra dan Silo datang membawa sebuah pedang berukuran 1,5meter, aku membawa sebuah pedang pendek yang kuselipkan di pinggangku. Teman-temanku yang lain pun membawa senjata mereka masing-masing juga.

Malam itu kami benar-benar bersiap untuk berperang, walaupun mungkin saat itu kami belum memiliki mental untuk menggunakan senjata kami secara langsung tapi membawanya saja membuat kami merasa hebat. Sekedar untuk gaya-gayaan dan menakuti musuh kami saja waktu itu, kecuali Silo karena sepak terjangnya dan mentalnya yang lebih berani dari kami semua.

Dimalam itu bukanya mantan pacar Rangga yang datang, tapi malah ada hal yang tak terduga sebelumnya. Villa pacarku lewat didepan kami berboncengan dengan seorang cowok...

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!