"Pulang naik taksi saja ya, aku yang bayar," kata Choco setelah mereka selesai makan siang. Namun, Melinda bersikeras menolak, dia ingin diantar oleh Choco, dan memastikan bahwa pria itu tidak akan pernah berpaling darinya.
"Aku nggak mau! Lagi pula jarak dari kantor ke kampus itu nggak jauh, Cho," jawab Melinda dengan wajah yang dibuat-buat memelas. Agar Choco mengalah.
"Tapi, Mel—"
"Terserah deh, kayaknya kamu emang udah nggak sayang sama aku," tukas Melinda, dia pun berpura-pura berjalan lebih dulu, agar Choco menahannya. Dan seperti apa yang dia harapkan, belum ada beberapa langkah, pria itu sudah mencekal pergelangan tangan Melinda.
"Baiklah, aku antar."
Mendengar itu, Melinda merasa menang. Sebab sekalipun Choco telah menjadi suami dari anak tirinya, itu semua tidak mengubah apa-apa. Cinta pria itu tetaplah miliknya.
Dengan tersenyum lebar, dia pun mengikuti langkah Choco untuk pergi ke basemen. Sampai di sana dia langsung masuk ke mobil dan duduk di samping kemudi.
Namun, belum ada satu menit dia merasa aneh dengan bokoongnya. Seperti ada sesuatu yang basah. Melinda pun sedikit mengangkat badan, dia terbelalak saat melihat rok bagian belakangnya. "Cho, ini bekas apa? Kok basah?"
Melihat itu, Choco langsung menganga dan reflek menepuk keningnya. Dia lupa kalau tadi pagi Prilly baru saja menyiram jok mobilnya dengan sebotol air.
Astaga!
"Maaf, Mel. Aku lupa, tadi pagi aku nggak sengaja tumpahin air," jawab Choco bohong, dari pada ia harus mendengarkan Melinda marah-marah, karena merasa tak terima ia satu mobil dengan istrinya.
Karena rasa cinta yang membutakan hati Choco, dia selalu saja mementingkan perasaan sang kekasih, meskipun kini hatinya semakin meragu.
"Ya ampun, kok bisa sih, Cho? Terus ini gimana?" keluh Melinda, ingin sekali dia mengumpat, tetapi dia berusaha untuk menahannya.
"Kamu pindah ke belakang ya atau mau aku pesankan taksi?" Choco memberi pilihan, tetapi hal tersebut malah membuat Melinda semakin merasa kesal, dengan gerakan kasar dia membuka pintu mobil Choco, lalu memilih untuk duduk di kursi belakang.
Sialan! Batin wanita cantik itu sambil meluapkan rasa tak nyaman.
Sementara di depan sana, Choco hanya bisa menghela nafas panjang. Dia teringat kembali dengan Prilly yang sengaja mencari gara-gara dengannya.
Gadis itu harus diberi pelajaran, supaya tidak semena-mena!
***
Sampai di kantor Melinda langsung mengganti pakaiannya. Karena dia memang meninggalkan beberapa baju ganti di ruangannya.
Untuk sementara Melinda telah memegang pimpinan tertinggi di perusahaan Guero Grup. Sebab Prilly masih belum lulus kuliah.
Akan tetapi dia telah menyusun rencana, agar semua aset perusahaan jatuh ke tangannya. Sebab Prilly telah berani mengibarkan bendera perang dengannya.
Melinda sangat yakin, dengan menjadi penguasa, semua orang akan tunduk pada perintahnya. Termasuk seorang pria yang dulunya menjadi kaki tangan sang suami—Tuan Hadwin Elguero.
"Ada yang bisa saya bantu, Nyonya?" tanya Pram, yang kini menjadi sekretaris Melinda.
Wanita itu tersenyum tipis, sebelum menyampaikan maksud dan tujuannya memanggil Pram. Dengan gerakan yang begitu anggun, Melinda menyelipkan anak rambut ke belakang telinga. "Ada sesuatu yang harus kamu kerjakan, Pram. Tapi aku minta sebelumnya, kamu tidak boleh membocorkan ini semua pada siapapun. Termasuk pada Prilly."
Mendengar ucapan Melinda tentu membuat kening Pram berkerut. Karena tak paham ke mana arah pembicaraan wanita bertubuh seksi itu.
"Maaf, Nyonya, memangnya apa yang harus saya kerjakan?"
Melinda merasa di atas awan, karena tidak ada satu orang pun yang akan menghentikan ide gilanya. "Kamu adalah salah satu orang yang aku percaya. Jadi, aku ingin kamu membuat surat keterangan, bahwa Prilly telah memindahkan semua aset perusahaan padaku. Perjanjian itu tertulis, karena Prilly lebih memilih untuk menikah, dari pada mengembangkan perusahaan keluarga. Can you do it?"
Pram mencoba untuk mencerna apa yang dikatakan oleh Melinda. Wanita itu bermaksud untuk menguasai semua milik Tuan Hadwin, tanpa membaginya sedikitpun pada Prilly—gadis yang seharusnya menjadi pewaris satu-satunya.
"Maksud anda, saya disuruh berbohong?" Pram balik bertanya untuk memastikan.
Melinda menarik sudut bibirnya ke atas membentuk senyum tipis. "Aku akan memberikanmu saham Guero Grup sebanyak 5% jika kamu mau mampu untuk melakukannya dengan bersih."
Penawaran yang diberikan Melinda begitu menarik. Dan wanita itu sangat yakin bahwa Pram pasti akan tergiur. Apalagi Pram sudah cukup lama mengabdi pada keluarga Elguero. Pasti pria itu juga menginginkan penghasilan yang lebih banyak.
"Hanya itu bagian saya?" tanya Pram tiba-tiba, membuat senyum Melinda sirna seketika.
"Apa maksudmu? Apa masih kurang?"
"Tentu saja, dengan resiko yang saya terima, apa yang anda berikan tidak akan ada apa-apanya."
"Kalau begitu biar aku tambah, 7%."
Pram kembali menggeleng. Membuat Melinda merasa sedikit kesal. "Lalu berapa yang kamu inginkan?" Sentak wanita itu.
Kini giliran Pram yang menarik sudut bibirnya ke atas. "Jika anda bertanya apa yang saya inginkan, maka saya hanya ingin mengatakan bahwa saya tidak akan mengikuti rencana busuk anda, Nyonya."
Melinda langsung mendelik. Lalu menggebrak meja dengan keras. "Jaga bicaramu!"
"Anda yang seharusnya menjaga sikap, anda bukanlah siapa-siapa, dan anda bukanlah orang yang berhak atas perusahaan ini!"
Emosi Melinda langsung memuncak. "Aku adalah istrinya, jadi aku berhak atas perusahaan ini. Jangan macam-macam kamu, atau kamu ingin aku pecat?!"
Dengan santainya Pram mengangkat kedua tangan. "silahkan, Nyonya. Saya tidak takut, lebih baik saya dipecat dari pada harus memakan uang kotor! Jika anda berpikir bahwa saya adalah orang licik, anda salah!"
"Kamu!"
"Saya tidak ingin buang-buang waktu, silahkan tanda tangani surat pemecatan saya, dan jangan lupa beri saya pesangon. Permisi …."
Lantas setelah itu, Pram langsung bangkit dari kursi untuk meninggalkan ruangan Melinda. Sementara wanita itu langsung berteriak. "Jangan harap kamu mendapatkan pesangon dariku!"
"Saya tidak peduli, dan saya tidak akan mengemis!"
"KURANG AJAR!"
***
Mak lampir ngamoook🥱🥱🥱
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
wah pram tadi ku kira mata duitan Lhooo 😂😂😂
2024-10-14
0
May Keisya
bagus👏👏
2023-09-28
0
Queen Mother
Eh udah jadi mak lampir ya dy Thor, naik tingkat yah dari wanota rubah ke mak lampir 🤣🤣🤣
2023-09-15
0