Bab 12. Kekesalan Choco

Skakmat!

Akhirnya Choco tidak dapat membalas ucapan Prilly. Oleh sebab itu ia segera keluar dari kamar dengan kekesalan yang naik hingga ke puncak ubun-ubun.

Bahkan saking kesalnya ia tidak melirik sedikitpun ke arah sang istri, dan terus melangkah ke meja makan untuk sarapan bersama keluarga besarnya.

"Sayang, istrimu mana?" tanya Zoya melihat Choco datang sendirian. Tak hanya wanita paruh baya itu, seluruh keluarganya pun kini ikut menatap ke arahnya. Akan tetapi baru saja Choco ingin menjawab, tiba-tiba Prilly datang dengan langkah tergesa.

Prilly melakukan itu semua, agar Choco tidak ditanya macam-macam oleh yang lain. Terlebih ibu mertuanya yang begitu baik.

Sebelum duduk dia menunduk sopan, sebagai bentuk permintaan maaf. "Maaf semuanya, sudah membuat kalian menunggu." Kata Prilly.

Mendengar itu, Zoya pun tersenyum. Sebab sebagai seorang yang lebih muda, ternyata Prilly lebih memiliki sopan santun. Membuat Zoya semakin menyukai gadis manis itu.

"Tidak apa-apa, Pril. Ayo duduk, kita sarapan bersama," timpal Zoya, tanpa memedulikan tampang Choco yang terlihat begitu masam.

Dia masih saja merasa kesal dengan tindakan Prilly barusan. Tak disangka ternyata Prilly pandai membalikkan ucapannya. Apakah gadis itu juga melakukannya ketika berdebat dengan Melinda?

Patuh, akhirnya Prilly pun duduk di samping Choco. Kali ini dia lebih cepat memasukkan sandwich ke dalam piring pria tampan itu, hingga mau tidak mau Choco pun harus memakan makanan pemberian istrinya.

"Selamat makan, Kak," ucap Prilly, yang membuat semua orang mengangkat kepala lalu tersenyum. Sama halnya yang dilakukan oleh Jennie, wanita itu merasa bahwa sang adik ipar begitu membenci istrinya, tetapi tidak dengan gadis itu.

Berbanding terbalik, Prilly tampak sangat mencintai Choco.

Di tempatnya Choco hanya bisa melirik sinis, sementara Prilly tersenyum manis sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga.

Ck, gadis ini pandai sekali cari muka! Batin pria tampan itu, kemudian mengunyah makanannya dengan malas-malasan.

Kini tidak ada lagi yang bersuara, hingga Choco menghabiskan makanannya lebih dulu. Sebelum semua orang bangkit dari kursi masing-masing, Choco lebih dulu melakukannya. "Mom, Dad, aku berangkat dulu."

Mendengar itu, Ken langsung mengernyit. "Hei, lalu bagaimana dengan istrimu. Dia masih makan!" Ketusnya, walaupun ia tahu sang putra masih bersikeras menolak Prilly, tetapi bukankah lebih baik jika mereka mencoba menjalaninya saja.

"Supir kan banyak, Dad. Lagi pula dia masih makan, aku sudah terlambat," jawab Choco beralibi, Prilly yang mendengarkan itu, segera menghabiskan makanannya.

Bahkan ia meminum susu dengan cepat, hingga membuat Zoya paham, bahwa gadis itu masih berusaha untuk mengimbangi suaminya.

"Pril, kamu sudah selesai 'kan?" tanya Zoya, berharap Prilly berkata iya.

Mendengar namanya disebut, Prilly langsung berdiri dengan mulut yang terus mengunyah. Sebelum menjawab dia segera menelan makanannya. "Sudah, Mom."

Zoya tersenyum tipis, merasa lucu dengan menantunya. Sementara Choco sudah hampir menunjukkan taringnya. Lagi-lagi dia harus mengalah.

"Tuh, istrimu bilang sudah selesai. Jadi, kalian harus berangkat dan pulang bersama," kata Zoya.

Choco menghela nafas kasar, hingga bahunya terlihat turun. Tanpa mengiyakan ucapan sang ibu, Choco langsung menyalimi tangan wanita paruh baya itu. Sebagai tanda pamit.

Di belakang suaminya, Prilly mengikuti apapun yang dilakukan oleh pria itu. Dan lagi-lagi dia merasa beruntung, karena sang mertua begitu mendukung ia untuk mendapatkan cinta suaminya.

"Hati-hati di jalan, Pril. Dan ingat, belajar yang benar," ucap Zoya, persis seperti seorang ibu yang tengah memeringati anak gadisnya.

Prilly mengangguk cepat. Sikap Zoya benar-benar berbeda sekali dengan Melinda. Wanita rubah itu selalu berpura-pura baik saja, ketika ada ayahnya. Setelah kedua orang tuanya tidak ada, Melinda langsung menunjukkan wujud sebenarnya.

"Iya, Mom. Kalau begitu kami berangkat dulu," jawab Prilly sedikit membungkukkan badannya. Lantas setelah itu, dia melangkah untuk menyusul Choco yang kini sudah keluar dari pintu utama.

Dengan tampang malas-malasan, Choco menyalakan mesin mobil. Tanpa menunggu Prilly memakai sabuk pengaman, dia langsung menancap gas, membuat gadis itu hampir saja terbentur dashboard.

Namun, Prilly hanya diam saja. Lain dengan Choco yang semakin menambah kecepatan. Andai bukan karena kedua orang tuanya, dia tidak akan mungkin mau satu mobil dengan Prilly.

Hingga tiba di pertengahan jalan, Choco menepikan mobil mewahnya. Tanpa basa basi dia langsung menyuruh Prilly untuk turun. Sebagai bentuk pelajaran karena gadis itu telah membantah ucapannya.

"Turun!"

Namun, Prilly pura-pura tidak mendengar. Dia terus bungkam dan menganggap bahwa perintah Choco hanyalah angin lalu. Dan tentu saja hal tersebut membuat Choco naik pitam.

"Aku bilang turun! Apa kamu tuli?!" sentak Choco dengan mata yang menungkik tajam. Akan tetapi apa yang Prilly lakukan? Dia malah memasang earphone, hingga membuat Choco meremass buku jarinya.

Dia ingin sekali melampiaskan segala kekesalannya, tetapi nyatanya tidak bisa. Sehingga dia kembali menyalakan mesin, dan membawa kendaraan roda empat itu dengan emosi tingkat jiwa.

Di tempat duduknya, Prilly sedikit mengangkat sudut bibirnya ke atas. Dia berusaha untuk tetap tenang, hingga mereka sampai di kampus. Namun, jauh dari gerbang Choco sudah menepikan mobilnya.

Dia melirik Prilly sekilas, kemudian tanpa bicara dia membuka pintu untuk gadis itu.

Dengan senang hati Prilly turun, tetapi sebelum ia menutup pintu mobil Choco, dia mengeluarkan botol air dari dalam tasnya.

Tanpa diduga, Prilly menuangkan semua air itu pada jok mobil. Membuat Choco langsung mendelik seketika.

"Kamu!" pekiknya tertahan sambil mengangkat kepalan tangan.

Sedangkan Prilly hanya tersenyum. "Harus dicuci!" Katanya lalu meninggalkan Choco begitu saja.

Mendengar itu, Choco langsung menganga. Dengan kekesalan yang makin menggunung, dia pun berteriak. "PRILLY!!!"

***

Lama-lama lu darting ntar, Bang🙄🙄🙄

Terpopuler

Comments

🏠⃟ᵐᵒᵐરuyzz🤎𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ🍁🥑⃟❣️

🏠⃟ᵐᵒᵐરuyzz🤎𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ🍁🥑⃟❣️

hahahahahahahahaha

2024-10-14

0

🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️

🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️

yang sabar choco 😁😁😁😁

2024-10-13

0

Eka

Eka

wkwkwk prili ada2 saja semangat prili,thor bikin prili hamil tapi yg nhidam chocho pasti seru

2023-12-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Terpaksa Menikahinya
2 Bab 2. Mencari Jalan Keluar
3 Bab 3. Tidak Akan Merubah Cara Pandangku
4 Bab 4. Menemui Melinda
5 Bab 5. Menjijikkan
6 Bab 6. Keinginan Zoya
7 Bab 7. Katakan Alasannya!
8 Bab 8. Selalu Merasa Benar
9 Bab 9. Menolak Honeymoon
10 Bab 10. Mencari Tahu
11 Bab 11. Seolah Berbalik
12 Bab 12. Kekesalan Choco
13 Bab 13. Seorang Pemuda
14 Bab 14. Tidak Berhak
15 Bab 15. Menemuinya Lagi
16 Bab 16. Ide Gila
17 Bab 17. Meninggalkan
18 Bab 18. Kesal Setengah Mati
19 Bab 19. Menghubungi Prilly
20 Bab 20. Kehangatan Keluarga
21 Bab 21. Fakta Baru
22 Forced Marriage By Lunoxs
23 Bab 22. Kedatangan Jennie
24 Bab 23. Tidur Di Ranjang
25 Bab 24. Ke Perusahaan
26 Bab 25. Mengecek Rumah Pram
27 Bab 26. Rencana
28 Bab 27. Tidur Bersama
29 Bab 28. Perlahan Luruh
30 Bab 29. Katakan Kamu Mencintaiku
31 Bab 30. Bermain-main
32 Bab 31. Bertindak Mencari Kebenaran
33 Bab 32. Kedatangan Tuan James
34 Bab 33. Genggaman
35 Bab 34. Haruskah Ia Percaya?
36 Bab 35. Bentuk Balas Dendam
37 Bab 36. Rasa Memabukkan
38 Bab 37. Tidak Mudah Melupakannya
39 Bab 38. Kekesalan Melinda
40 Bab 39. Tidak Percaya!
41 Bab 40. Pram Sadar
42 Bab 41. Lusa Datang
43 Bab 42. Makan Malam
44 Bab 43. Pembohong Sebenarnya
45 Bab 44. Rasa Sakit
46 Bab 45. Seperti Pelarian
47 Bab 46. Aku Melepaskanmu
48 The Marriage Bussines by DHEVIS JUWITA
49 Bab 47. Gara-gara Prilly
50 Bab 48. Aku Mohon
51 Bab 49. Cinta Pertama
52 Bab 50. Aku Menunggumu
53 Bab 51. Tanggung Jawab
54 Bab 52. Bocah Itu Istriku
55 Bab 53. Sampai Kapan?
56 Bab 54. Bertahan Atau Melepaskan
57 Bab 55. Mengungkapkan Isi Hati
58 Bab 56. Sayang
59 Bab 57. Masih Menginginkannya
60 Bab 58. Diliputi Kesedihan
61 Bab 59. Kabar Baik
62 Bab 60. Cukup Menarik
63 Bab 61. Dianggap Hutang
64 Bab 62. Tidak Mau Pulang
65 Bab 63. Tidak Butuh
66 Bab 64. Pelajaran
67 Bab 65. Siapa?
68 Bab 66. Menjelaskan
69 Bab 67. Makan Malam Romantis
70 Bab 68. Di Balkon
71 Bab 69. Pulang
72 Bab 70. Harta Paling Berharga
73 Bab 71. Si Bungsu
74 Bab 72. Menunjukkan Kemesraan
75 Bab 73. Satu Kalimat Yang Sama
76 Bab 74. Curiga
77 Bab 75. Skor
78 Bab 76. Aroma Sabun
79 Bab 77. Berdebat
80 Bab 78. Buah Semangka
81 Bab 79. Menyambut Keluarga Baru
82 Eleanor Hasrat Sang Penguasa by Lunoxs
83 Asmara Terlarang by Itta Haruka07
84 Cobra #1
85 Sleeping With Mr. Saka by DHEVIS JUWITA
86 Cobra #2
87 Cobra #3
88 Cobra #4
89 Cobra #5
90 Cobra #6
91 New Novel
92 Crazy Love by Lunoxs
93 New Novel
94 New Novel by ntaamelia
95 New Novel
96 New Novel
97 New Novel
98 New Novel
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Bab 1. Terpaksa Menikahinya
2
Bab 2. Mencari Jalan Keluar
3
Bab 3. Tidak Akan Merubah Cara Pandangku
4
Bab 4. Menemui Melinda
5
Bab 5. Menjijikkan
6
Bab 6. Keinginan Zoya
7
Bab 7. Katakan Alasannya!
8
Bab 8. Selalu Merasa Benar
9
Bab 9. Menolak Honeymoon
10
Bab 10. Mencari Tahu
11
Bab 11. Seolah Berbalik
12
Bab 12. Kekesalan Choco
13
Bab 13. Seorang Pemuda
14
Bab 14. Tidak Berhak
15
Bab 15. Menemuinya Lagi
16
Bab 16. Ide Gila
17
Bab 17. Meninggalkan
18
Bab 18. Kesal Setengah Mati
19
Bab 19. Menghubungi Prilly
20
Bab 20. Kehangatan Keluarga
21
Bab 21. Fakta Baru
22
Forced Marriage By Lunoxs
23
Bab 22. Kedatangan Jennie
24
Bab 23. Tidur Di Ranjang
25
Bab 24. Ke Perusahaan
26
Bab 25. Mengecek Rumah Pram
27
Bab 26. Rencana
28
Bab 27. Tidur Bersama
29
Bab 28. Perlahan Luruh
30
Bab 29. Katakan Kamu Mencintaiku
31
Bab 30. Bermain-main
32
Bab 31. Bertindak Mencari Kebenaran
33
Bab 32. Kedatangan Tuan James
34
Bab 33. Genggaman
35
Bab 34. Haruskah Ia Percaya?
36
Bab 35. Bentuk Balas Dendam
37
Bab 36. Rasa Memabukkan
38
Bab 37. Tidak Mudah Melupakannya
39
Bab 38. Kekesalan Melinda
40
Bab 39. Tidak Percaya!
41
Bab 40. Pram Sadar
42
Bab 41. Lusa Datang
43
Bab 42. Makan Malam
44
Bab 43. Pembohong Sebenarnya
45
Bab 44. Rasa Sakit
46
Bab 45. Seperti Pelarian
47
Bab 46. Aku Melepaskanmu
48
The Marriage Bussines by DHEVIS JUWITA
49
Bab 47. Gara-gara Prilly
50
Bab 48. Aku Mohon
51
Bab 49. Cinta Pertama
52
Bab 50. Aku Menunggumu
53
Bab 51. Tanggung Jawab
54
Bab 52. Bocah Itu Istriku
55
Bab 53. Sampai Kapan?
56
Bab 54. Bertahan Atau Melepaskan
57
Bab 55. Mengungkapkan Isi Hati
58
Bab 56. Sayang
59
Bab 57. Masih Menginginkannya
60
Bab 58. Diliputi Kesedihan
61
Bab 59. Kabar Baik
62
Bab 60. Cukup Menarik
63
Bab 61. Dianggap Hutang
64
Bab 62. Tidak Mau Pulang
65
Bab 63. Tidak Butuh
66
Bab 64. Pelajaran
67
Bab 65. Siapa?
68
Bab 66. Menjelaskan
69
Bab 67. Makan Malam Romantis
70
Bab 68. Di Balkon
71
Bab 69. Pulang
72
Bab 70. Harta Paling Berharga
73
Bab 71. Si Bungsu
74
Bab 72. Menunjukkan Kemesraan
75
Bab 73. Satu Kalimat Yang Sama
76
Bab 74. Curiga
77
Bab 75. Skor
78
Bab 76. Aroma Sabun
79
Bab 77. Berdebat
80
Bab 78. Buah Semangka
81
Bab 79. Menyambut Keluarga Baru
82
Eleanor Hasrat Sang Penguasa by Lunoxs
83
Asmara Terlarang by Itta Haruka07
84
Cobra #1
85
Sleeping With Mr. Saka by DHEVIS JUWITA
86
Cobra #2
87
Cobra #3
88
Cobra #4
89
Cobra #5
90
Cobra #6
91
New Novel
92
Crazy Love by Lunoxs
93
New Novel
94
New Novel by ntaamelia
95
New Novel
96
New Novel
97
New Novel
98
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!