“Jangan harap kamu bisa mendapatkan hatiku begitu saja, karena hatiku milik ibumu—Melinda!” bisik Choco tepat di telinga Prilly.
Gadis itu hanya bisa membeku dengan hati yang terasa sakit. Dia cukup tahu apa konsekuensi yang harus ia terima setelah semuanya terjadi. Choco akan sangat membencinya, karena dia adalah penyebab gagalnya pernikahan antara Choco dengan Melinda.
Pesta pernikahan itu berlangsung dengan sangat meriah. Namun, itu semua tidak bisa membuat Choco merasakan kebahagiaan. Berulang kali Zoya—sang ibu, mengingatkannya untuk mencoba menerima semuanya. Akan tetapi hatinya menolak, dia tidak bisa.
Apalagi saat ia melihat ke sudut ruangan, di mana Melinda berada. Wanita itu tampak memperhatikannya dari jauh. Dan dalam jarak yang terbentang di antara mereka, Choco masih bisa melihat kekecewaan di mata wanita yang dicintainya.
Melinda menangis, sementara Choco tidak bisa berbuat apa-apa, meksipun hatinya ikut teriris. Dia tidak mungkin melepaskan tanggung jawabnya terhadap Prilly, karena semalam dia benar-benar menggagahi gadis cantik itu.
Maafkan aku, Mel. Aku tidak bisa berbuat banyak, karena aku tidak mungkin bisa menentang keluargaku. Batin Choco dengan sendu. Hatinya terlanjur berpusat pada satu arah yaitu Melinda.
Dia meremat kepalan tangannya, sungguh tidak berdaya. Sementara kebencian terhadap Prilly kini makin membara di hatinya.
Melinda tampak meninggalkan pesta. Hal tersebut tentu membuat Choco terbelalak. Dia takut kalau Melinda sampai berbuat nekad, hingga membahayakan nyawanya sendiri. Choco pun mengedarkan pandangan, memastikan bahwa keluarganya tidak berada di dekat sana.
Dengan dada yang bergemuruh, dia hendak turun dari pelaminan, tak peduli meksipun banyak orang yang ingin menyalaminya.
Namun, secepat kilat Prilly mencekal pergelangan tangan Choco. Dia tahu sedari tadi suaminya bersitatap dengan netra milik ibu tirinya.
"Kamu mau ke mana?" tanya Prilly, mencoba untuk menahan sesak di hatinya. Dia mencintai Choco, tak peduli dengan perbedaan usia di antara mereka.
Choco melirik sekilas tangan langsing itu. Tanpa orang ketahui Choco menekan dan melepaskannya dengan cukup kuat. "Ini semua bukan urusanmu!" Ucap pria itu, memberi ketegasan pada Prilly, bahwa gadis itu tidak berarti apa-apa untuknya.
Belum apa-apa Prilly harus menelan kekecewaan. Karena Choco sudah benar-benar berubah. Pria itu bukanlah pria lemah lembut yang ia temui kemarin. Dengan bola mata berkaca-kaca, Prilly melepaskan kepergian Choco yang ingin mengejar Melinda.
Ini baru awal, Pril. Yakinlah suatu saat dia akan mencintaimu. Apalagi saat dia tahu, bahwa wanita yang selama ini ia cintai, hanya ingin memanfaatkan harta kekayaannya saja.
Di sisi lain.
Choco berhasil menarik tubuh Melinda masuk ke dalam sebuah ruangan yang tidak terpakai dan jarang dilewati oleh banyak orang. Awalnya Melinda meronta, tetapi begitu Choco menatapnya, dia hanya bisa terisak-isak.
Air mata wanita itu kembali luruh, sementara dadanya naik turun, seiring tarikan nafas yang menyesakkan dadanya.
Melihat itu, Choco tidak bisa diam saja, karena walau bagaimanapun, dia sudah berhubungan cukup lama dengan wanita itu. Dia menarik tubuh Melinda untuk masuk dalam dekapnya, dan di sana tangis Melinda semakin pecah.
"Kamu jahat, Cho! Kamu jahat!" ucap Melinda sambil terisak-isak. Dia sedikit memukuli dada bidang Choco, sebagai pelampiasan kekesalannya.
Bagaimana dia tidak kesal? Gara-gara anak tirinya, dia harus kehilangan pria kaya raya seperti Choco, sebab meskipun Choco hanya seorang dosen, Melinda tahu latar belakang pria itu—dia adalah salah satu pewaris keluarga Tan.
Selama ini dia menahan diri untuk tidak meminta ini dan itu pada Choco. Karena ia berharap untuk menjadi istri dari pria itu. Namun, pada kenyataannya Prilly malah menggagalkan semuanya.
"Maafkan aku, Mel. Ini di luar kehendakku. Dan kamu tahu aku tidak bisa melepaskan tanggung jawabku padanya, terlebih keluargaku memergoki kami berdua," jelas Choco, berharap semua itu dapat mengurangi sakit hati Melinda.
Akan tetapi dugaannya salah. Sebab pukulan di dadanya malah terasa semakin kencang. "Lalu bagaimana dengan aku, Cho? Kamu tahu aku sangat mencintaimu. Dan sekarang, lagi-lagi aku harus merasakan kehilangan. Beginikah takdir hidupku?"
"Maafkan aku, Mel."
"Jangan hanya minta maaf, katakan aku harus apa!"
Choco terdiam sejenak untuk berpikir. Mencari jalan terbaik agar ia dan Melinda bisa bersatu kembali. Karena walau bagaimanapun, ini adalah jebakan yang sengaja Prilly perbuat. Maka gadis itu harus menerima akibatnya.
Choco menarik tubuh Melinda agar sedikit menjauh, lalu menangkup kedua sisi wajah wanita itu. Jari jemari hangat itu mengusap pelan air mata Melinda, hingga ia bisa melihat dua bola mata yang berbinar indah milik wanitanya.
"Tunggu sampai beberapa bulan, kalau dia tidak hamil. Aku akan menceraikannya," ucap Choco dengan wajah yang terlihat begitu serius.
Melinda tidak salah dengar? Benarkah Choco akan mengambil tindakan itu. Pelan tapi pasti, bibir Melinda mulai melengkung membentuk sebuah senyuman. "Kamu benar-benar ingin melakukannya?"
Pria tampan itu menarik nafas dalam-dalam, kemudian mengeluarkannya secara perlahan. Tidak ada pilihan lain, dia tidak mencintai Prilly sedikitpun, karena dia sudah menganggap gadis licik itu sebagai anaknya.
Dan akhirnya Choco menganggukkan kepala.
***
Minta dikemplang nih uler atu🙄🙄🙄 Jangan lupa tuh mpot, kembang, kupinya🤸🤸🤸
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
oh chocho maniaaaa .... gue harap Prilly hamill ....
elo lagi terjerat cinta buta sama uler itu
2024-10-13
1
Cipika Cipiki
kasian si Cocho udah telat dapet cewe, sekalinya jatuh cinta eh sama jendes mantan pelakor yang punya anak tiri lagi 😁 masih mendingan si Aneeq donk biarpun dapet janda tapi wanita baik baik
2024-05-08
0
Alvin Prayoga
kobra atu nh dh enk dpt yg ORI mlh msh pngn yg juanda
2024-01-14
0