Setelah acara pesta selesai, semua tamu undangan pun berangsur meninggalkan ballroom hotel dan pulang ke rumah masing-masing. Tak terkecuali keluarga Choco—mereka meninggalkan Choco di hotel—tepatnya di kamar yang sudah disiapkan untuk malam pertama pengantin.
Namun, bagaimana bisa Choco berdiam diri dengan seorang gadis yang dia anggap licik itu. Untuk saat ini, dia benar-benar tidak sudi satu ruangan dengan Prilly.
Sebab hanya api kemarahan yang memuncak ketika dia melihat wajah Prilly yang sok lugu. Padahal gadis itu tidak lebih dari seorang wanita rendahan.
Choco berpura-pura masuk ke dalam kamar, agar keluarganya tidak curiga. Dan setelah semua orang pergi, Choco pun bangkit dari sofa. Membuat Prilly yang kala itu tengah melepaskan gaunnya, mendadak berhenti.
"Kak!" panggil Prilly menghentikan langkah Choco, mereka sudah menjadi suami istri, jadi Prilly memutuskan untuk memanggil Choco dengan sebutan kakak.
Akan tetapi Choco malah berdecih, seolah jijik dengan panggilan yang Prilly berikan untuknya.
"Mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan Kakak," sambung Prilly menjelaskan, dia begitu paham, bahwa kini Choco sangat membencinya.
Namun, dia tetap meyakinkan hatinya, bahwa tidak akan ada perjuangan yang sia-sia. Dia akan berusaha keras mendapatkan cinta suaminya.
Mendengar itu, Choco langsung mengangkat wajahnya. Dia menatap nyalang, tak habis pikir bahwa dia akan menghadapi wanita seperti Prilly. Wanita yang sungguh tidak tahu malu.
"Terserah! Aku tidak peduli. Karena apapun yang dilakukan olehmu, tidak akan merubah cara pandangku. Di mataku, kamu hanyalah seekor rubah betina!" ketus Choco tanpa perasaan. Baginya, Prilly pantas mendapatkan itu semua.
Karena gara-gara gadis itu, semua impian dia dan Melinda harus pupus seketika. Siapa yang tidak sakit hati, siapa yang tidak kecewa, siapa yang tidak marah ketika kita mengharapkan sesuatu, tetapi orang lain malah datang dan menghancurkannya.
"Aku mengerti, tapi aku minta jangan pergi malam ini."
"Apa urusanmu? Pergi atau tidak, aku tidak butuh izin darimu!"
"Tapi sekarang aku adalah istrimu, Kak. Aku berhak menahan kamu di sini!" ujar Prilly dengan suara yang sedikit meninggi.
Choco menarik sudut bibirnya ke atas, membentuk senyum sinis yang begitu menakutkan. Dia menghunuskan tatapan tajam, dengan langkah yang terasa begitu mendebarkan.
Masih ada beberapa meter jarak di antara keduanya. Akan tetapi hal tersebut mampu membuat tubuh Prilly bergetar.
"Istri? Heuh, seharusnya kamu sadar, kamu memang berhasil merebut status itu dari Melinda. Tapi tidak dengan aku—kamu perlu tahu diri, bahwa aku hanyalah miliknya. Jadi, jangan berharap lebih pada pernikahan ini, Rubah Licik!" cibir Choco yang membuat Prilly menahan nafas.
Ya, dia memang perlu tahu diri. Karena di hati Choco masih ada nama ibu tirinya. Namun, apakah benar nama itu akan tersemat selamanya di sana? Dan jawabannya tidak!
"Baiklah, kita lihat saja. Siapa yang akan menyerah pada pernikahan ini. Aku atau kamu. Pergilah, biar semua orang tahu, kalau kamu bukanlah suami yang bertanggung jawab, meninggalkan seorang istri di malam pertama," ucap Prilly, memberanikan diri untuk membalas semua ucapan Choco.
Meskipun sebenarnya tenggorokan dia terasa tercekak. Dia berharap bahwa Choco akan memikirkan semua perkataannya. Akan tetapi ternyata dia salah. Sebab pria itu malah membuka jas dengan gerakan kasar, lalu melemparkannya tepat ke wajah Prilly.
Bruk!
"Aku tidak butuh ancamanmu. Karena wanita sepertimu tidak pantas dipertahankan sama sekali. Dan ingat, jangan berani untuk menghubungi keluargaku, karena hal itu hanya akan membuatku semakin membencimu!"
Lantas setelah itu, Choco keluar dari kamar mereka. Meninggalkan Prilly sendiri dengan segala kesakitan yang Choco torehkan.
Dia hanya menatap punggung kekar Choco yang semakin menjauh dari pandangannya. Hingga benar-benar hilang karena ada pintu yang menjadi pembatas di antara mereka.
Setetes cairan bening meluncur dari sudut mata Prilly. Namun, dia segera menepisnya dengan kasar. Karena dengan menangis, hanya akan membuat dia terlihat lemah. Dia sudah memprediksi semuanya. Bahwa Choco, memang tidak akan bisa menerima semua ini dengan mudah.
Dia yang telah dibutakan oleh cinta dan dendam. Jadi, dia juga harus menerima segala konsekuensinya. "Sekarang kamu bisa bicara seperti itu. Tapi tidak lain kali!"
***
Selow up yang guys, masih dalam bimbingan soalnya😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
gue yakin chocho sadar nantinya
2024-10-13
0
Rifatul Lailiyah
kisah Eliana mana ni
2023-08-01
0
Novano Asih
dari kelima ank pyhton kayaknya Choco yang dari awal benci sama pasangannya,kalau De menurutku nggak terlalu benci,ini kasar pula
2023-06-20
0