Satu kampus heboh saat melihat Prilly dan Ezza datang, karena mereka semua tahu bahwa kini Prilly telah menjadi istri dari salah satu dosen populer di kampus. Pria tampan yang kerap dielu-elukan oleh para mahasiswi dan sebagian dosen wanita.
Bisik-bisik mulai tak terkendali, bahkan tak jarang mereka bertanya langsung kepada Prilly.
Reaksi itu tak berbeda jauh saat Choco hendak masuk ke ruangannya. Semua mahasiswa yang dilewatinya seperti tengah membicarakan sesuatu, hingga membuat ia geleng-geleng kepala. Dan yang membuat Choco merasa jengkel, saat langkahnya tiba-tiba dijegal oleh seorang wanita.
Dia pun bergerak mundur, sementara wanita bernama Luna sudah memasang senyum terbaiknya.
"Ada apa, Bu Luna?" tanya Choco dengan kening berkerut. Namun, bukannya menjawab, wanita yang masih dalam status lajang itu malah membuka pintu ruangan Choco, dan masuk ke dalam sana.
"Aku ingin bicara empat mata denganmu, Pak Choco!" kata Luna beralibi, sebab ada banyak mahasiswa yang melihat interaksi keduanya.
Mau tidak mau Choco pun ikut masuk ke dalam ruangannya, ia menaruh tas di meja, kemudian menatap ke arah wanita yang memiliki usia dua tahun lebih muda darinya.
Sebenarnya dia sangat malas meladeni orang-orang seperti Luna, tetapi jika dia biarkan maka wanita itu akan terus mengganggunya.
Dan Choco paling tidak suka dengan wanita yang begitu agresif. Terlebih Luna juga pernah menyatakan cinta kepadanya.
"Aku tidak memiliki waktu banyak, apa yang ingin kamu bicarakan?!" ujar Choco sambil melipat tangan di kedua dada.
Luna menghela nafas, lalu membalas tatapan Choco.
"Kamu tahu, satu kampus itu heboh mendengar kabar pernikahan kamu dengan Prilly. Bukankah kemarin kamu ingin menikah dengan Melinda? Lalu kenapa tiba-tiba berubah seperti itu?" tanya Luna penasaran.
Choco langsung menelan ludahnya dengan kasar, sungguh dia sangat muak jika ditanya tentang perihal pernikahannya. Karena sebenarnya dia juga tidak paham, kenapa harus menikah dengan gadis seperti Prilly.
Dia seperti tak memiliki kuasa untuk menolak, hingga dengan terpaksa ia menikahi gadis licik itu.
"Itu sama sekali bukan urusanmu, Lun. Jadi jangan ikut campur terlalu jauh!" jawab Choco dengan wajah tegas. Wajah yang sering ia tunjukkan saat mengajar. Dia memang kerap dijuluki sebagai dosen killer, tetapi ketampanannya membuat ia selalu memiliki nilai plus di mata para wanita.
Luna menggigit kuku jarinya, dia tahu menaklukkan Choco tidaklah mudah. Karena terkadang manusia itu mirip seperti kupu-kupu, semakin dikejar maka ia akan semakin lari.
"Aku tahu, Cho. Tapi berita ini tidak hanya diperbincangkan oleh para dosen, tapi juga para mahasiswamu. Dan jika boleh aku berkata jujur, aku akan mengatakan bahwa aku cemburu!" jelas Luna tanpa tahu malu.
Dia berpikir bahwa Prilly saja bisa merebut Choco dari Melinda. Kenapa dia tidak bisa?
Mendengar itu, tentu saja membuat Choco langsung melebarkan kelopak matanya. Apa kata dia? Cemburu? Pantaskah wanita yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan seorang pria mengatakan hal private seperti itu?
"Aku ingatkan padamu, jangan bawa-bawa masalah pribadi di sini! Aku juga sudah berulang kali mengatakan bahwa kita hanya teman. Aku dan kamu tidak ada apa-apa!" ketus Choco, lalu ia membereskan buku-buku yang ada di meja, bersiap untuk masuk ke dalam kelas.
Meladeni Luna sama saja seperti meladeni istrinya. Membuat dia naik darah.
Namun, detik selanjutnya dia malah dikejutkan dengan oleh Luna yang tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang. "Cho, kamu tahu dari dulu aku suka padamu. Tapi begitu aku melihat kamu berhubungan dengan Melinda aku coba untuk mundur. Aku kubur dalam-dalam keinginanku untuk mendapatkanmu, dan sekarang kamu malah menikahi Prilly. Calon anak tirimu sendiri. Aku jadi berpikir bahwa kamu pun bisa berpaling darinya, dan mencoba untuk mencintai aku. Karena dia sama sekali tidak pantas bersanding denganmu, aku tahu kamu hanya dijebak oleh dua ular itu."
Mulut Choco menganga, benar-benar tak habis pikir dengan cara kerja otak para wanita yang ada di sekelilingnya. Tanpa menggubris ucapan Luna, dia segera melepaskan pelukan wanita itu dengan cukup kasar. Hingga membuat Luna terhuyung.
Karena tidak ada yang bisa melakukan ini semua, kecuali wanita yang dicintainya.
Choco membalik tubuhnya, kemudian menuding wajah Luna. "Ingat batasanmu, Lun! Mau aku dijebak atau tidak, itu bukan urusanmu. Dan kamu juga harus tahu, yang menentukan pantas dan tidak pantas hanyalah aku. Jika satu kali saja kamu berbuat macam-macam pada istriku, aku tidak akan segan lagi!"
Choco sengaja berkata seperti itu, sebab hanya dia yang boleh mengerjai istrinya. Orang lain sama sekali tidak berhak, meskipun Choco sangat membenci gadis itu.
Lantas setelah berkata seperti itu, Choco langsung mengambil buku-buku yang ia butuhkan, kemudian keluar dari ruangannya sendiri, meninggalkan Luna dengan kekesalan yang menggunung.
"Cih, kenapa sulit sekali sih menaklukkan dia? Apa hebatnya Prilly coba?"
***
Makin banyak cobaan makin asyik🤦🤦🤦 komen, like, vote, kembang jangan lupa, sajen itu penting soalnya 🥱🥱🥱
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
dih si luna inii Luna siapa Nmny
2024-10-13
0
Ayuna Kamelia
terus yg bikin choco kecintaan sama si melinda paan we
ko gasuka cewe agresif
bukannya pak choco gaperna mau klo diajak HB sm si mak lampir
2024-02-18
1
Khendiz
keceplosan ya cho? 🤣🤣🤣
2023-10-16
0