Bab 15. Menemuinya Lagi

Luna keluar dari ruangan Choco dengan perasaan kesal. Namun, sebisa mungkin dia menjaga imagenya di depan semua orang. Mereka tidak boleh tahu bagaimana kelakuannya di belakang, merebutkan seorang pria yang bahkan sudah tidak lagi berstatus lajang.

Sementara itu Choco sudah sampai di kelas, semua mahasiswa langsung bungkam ketika pria tampan itu melangkah di depan sana. Dan kebetulan pagi ini dia mengajar di kelas Prilly, membuat dia harus bertemu dengan gadis itu lagi.

Choco berusaha untuk bersikap profesional, meksipun dalam hati dia terus merutuk. Apalagi saat kedua netranya bersitatap dengan sang istri, Prilly tersenyum manis, sementara Choco langsung membuang wajahnya.

Untuk apa dia tersenyum seperti itu? Dasar tidak waras!

Lagi-lagi Choco hanya bisa membatin, tetapi anehnya dia tidak bisa lepas dari menatap Prilly—yang kerap bicara dengan Ezza saat mengerjakan tugas darinya.

Tiba-tiba perasaan kesal menguasai dada Choco, hingga dia mengeluarkan sebuah ultimatum.

"Saya peringatkan untuk mengerjakan tugas ini masing-masing, jika ada sesuatu yang tidak kalian mengerti, kalian bisa tanyakan pada saya! Karena diskusi hanya dilakukan setelah tugas ini selesai!" tegas Choco, demi menyindir Prilly yang terus-menerus terlibat percakapan dengan Ezza.

Matanya melirik tajam, dengan rahang yang mengatup. Tanda bahwa ada sesuatu yang membuat dia merasa tak senang.

Namun, hal tersebut malah membuat para muridnya menahan senyum. Sebab mereka semua tahu, sedari tadi tatapan mata Choco hanya tertuju pada gadis yang duduk di urutan kedua paling belakang—tepatnya di depan Ezza.

"Bau-bau gosong nih," celetuk salah satu teman Prilly. Hingga mengalihkan pandangan mata Choco, juga yang lainnya.

"Bicara apa kamu?" tanya dosen tampan itu dengan nada datar, tetapi sukses membuat seseorang yang duduk tak jauh darinya itu menelan ludah dengan susah payah. Gara-gara dia keceplosan, kini Choco malah melangkah ke arahnya.

"Maaf, Pak. Saya tidak sengaja." Gadis itu senantiasa menundukkan kepala, sebab Choco memang dikenal tidak pandang bulu, mau pria ataupun wanita. Choco memperlakukannya sama.

"Saya tidak akan mentolerir, jika ada mahasiswa yang membahas sesuatu di lain topik yang sedang kita pelajari, maka saya akan mengeluarkan dia dari mata kuliah saya! Tanpa terkecuali," pungkasnya, ingin menunjukkan pada mereka, bahwa dia tidak akan pilih kasih, meskipun itu istrinya sendiri.

Semua orang ketar-ketir. Mereka saling melirik satu sama lain. Mencoba untuk tidak ikut berkomentar.

"Paham tidak?!" sambung Choco, dan semua orang yang ada di dalam kelas langsung menganggukkan kepala.

"Paham, Pak," jawab mereka serentak.

Lantas setelah itu lirikan maut Choco berikan untuk Prilly yang kebetulan sedang menatapnya, hingga membuat gadis itu gelagapan.

Heuh, dia pikir dia akan diistimewakan? Jangan harap! Batin Choco.

Cih, lagi pula siapa juga yang berpikir untuk diistimewakan olehnya? Batin Prilly.

Mereka saling berbalas, seperti mengetahui isi hati masing-masing.

***

Jam makan siang telah tiba, Choco langsung membawa mobilnya untuk pergi ke restoran, tempat ia dan Melinda janjian. Sedangkan di sudut lain, Prilly hanya bisa menatap kendaraan roda empat itu dari jauh. Tanpa diberitahu pun, Prilly sudah bisa menebak bahwa Choco akan bertemu dengan ibu tirinya.

"Sudahlah, lebih baik kita ke kantin. Jangan memikirkan sesuatu yang tidak terlalu penting, karena hal-hal yang menyakitkan itu harus dibuang jauh-jauh!" ucap Ezza yang tiba-tiba menarik lengan Prilly.

Namun, kali ini Prilly mencoba untuk melepaskan diri, sebab ia telah sadar, statusnya sekarang sudah berubah menjadi seorang istri. Walau bagaimanapun, dia harus menjaga martabatnya, ada atau tidaknya Choco.

"Kita jalan masing-masing," kata Prilly, memberi pengertian pada Ezza. Membuat perasaan pemuda itu menjadi tak menentu. Hari semakin hari, Prilly pasti merubah semua kebiasaan mereka berdua.

Akan tetapi karena dia tidak ingin Prilly berpikir macam-macam tentangnya, ia pun akhirnya mengangguk, lalu mereka berjalan beriringan.

Lain dengan Prilly yang berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk Choco. Pria itu justru sebaliknya, diam-diam dia kembali bertemu dengan Melinda. Dan memesan satu ruangan VVIP untuk makan siang bersama.

"Sayang, kamu bilang ingin bertanya sesuatu padaku," kata Melinda, setelah mereka memesan makanan. Tanpa segan wanita itu bergelayut di lengan Choco, bersikap manja layaknya sepasang kekasih.

Namun, entah kenapa Choco mulai merasa tak nyaman. Dan ia yakin itu semua karena kini statusnya sudah berubah menjadi seorang suami. Bukan karena ia menerima Prilly.

"Iya, Mel, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu," jawab pria itu sambil melepaskan diri dari pelukan Melinda.

"Kamu kenapa sih? Kok jadi aneh?"

"Mel, mau se-VVIP apapun, kita ini tetap ada di ruangan terbuka. Aku takut, ada orang yang tahu tentang pertemuan kita," jawab Choco, agar Melinda tidak berpikir yang macam-macam.

Namun, entah kenapa jawaban itu membuat Melinda merasa tak suka. Sebab dia merasa seperti menjadi yang kedua. Padahal Choco sangatlah mencintainya.

"Kalau begitu katakan apa yang ingin kamu tanyakan!"

Choco menghela nafas, dari semalam ia sudah mencoba untuk tidak memikirkan antara Prilly dan Melinda. Akan tetapi nyatanya tidak bisa, bahkan kepalanya seperti ingin meledak, tiap kali persepsi bermunculan.

"Ada seorang pegawai yang mengadu padaku, bahwa sebelum kejadian itu, kamu dan Prilly bertemu, katanya kamu dan dia terlibat percakapan, dan kamu juga hampir menamparnya, apa itu benar? Aku butuh penjelasannya," jelas Choco, dia sengaja tidak mengatakan bahwa dirinya mengetahui itu semua dari CCTV. Takut jika Melinda tersinggung, dan pada akhirnya marah.

Kedua alis Melinda bertautan, mencoba untuk berpikir apa maksud tujuan Choco bertanya seperti itu. Akan tetapi setelah ditimang-timang, ada baiknya dia menjelaskan yang sebenarnya. Agar nama Prilly semakin jelek di mata Choco.

Melinda pun bicara apa adanya, bahwa malam itu Prilly datang dan mengatakan bahwa dia akan menghancurkan pesta. Melinda yang tidak terima pun ingin menampar wajah Prilly, tetapi tidak berhasil.

"Berarti kamu tidak tahu sama sekali tentang dia yang datang dengan obat laknat itu?" tanya Choco semakin dirundung penasaran.

Melinda menggeleng cepat, dia memang benar-benar tidak tahu. "Sumpah, andai aku tahu mungkin sekarang kita sudah menikah."

Mendengar itu, Choco pun manggut-manggut. Rasanya masih banyak teka-teki yang harus dia pecahkan. Terlebih tentang Melinda.

***

Pusing dah tuh🥱🥱🥱 nambah ga nih?

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

aku juga pusing Thor 😃😃😃 tapi penasaran jugaa

2024-10-14

0

May Keisya

May Keisya

nyambung🤣🤣

2023-09-28

0

Healer

Healer

dosen tapi kenapa mcm bodoh amat!!!

2023-08-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Terpaksa Menikahinya
2 Bab 2. Mencari Jalan Keluar
3 Bab 3. Tidak Akan Merubah Cara Pandangku
4 Bab 4. Menemui Melinda
5 Bab 5. Menjijikkan
6 Bab 6. Keinginan Zoya
7 Bab 7. Katakan Alasannya!
8 Bab 8. Selalu Merasa Benar
9 Bab 9. Menolak Honeymoon
10 Bab 10. Mencari Tahu
11 Bab 11. Seolah Berbalik
12 Bab 12. Kekesalan Choco
13 Bab 13. Seorang Pemuda
14 Bab 14. Tidak Berhak
15 Bab 15. Menemuinya Lagi
16 Bab 16. Ide Gila
17 Bab 17. Meninggalkan
18 Bab 18. Kesal Setengah Mati
19 Bab 19. Menghubungi Prilly
20 Bab 20. Kehangatan Keluarga
21 Bab 21. Fakta Baru
22 Forced Marriage By Lunoxs
23 Bab 22. Kedatangan Jennie
24 Bab 23. Tidur Di Ranjang
25 Bab 24. Ke Perusahaan
26 Bab 25. Mengecek Rumah Pram
27 Bab 26. Rencana
28 Bab 27. Tidur Bersama
29 Bab 28. Perlahan Luruh
30 Bab 29. Katakan Kamu Mencintaiku
31 Bab 30. Bermain-main
32 Bab 31. Bertindak Mencari Kebenaran
33 Bab 32. Kedatangan Tuan James
34 Bab 33. Genggaman
35 Bab 34. Haruskah Ia Percaya?
36 Bab 35. Bentuk Balas Dendam
37 Bab 36. Rasa Memabukkan
38 Bab 37. Tidak Mudah Melupakannya
39 Bab 38. Kekesalan Melinda
40 Bab 39. Tidak Percaya!
41 Bab 40. Pram Sadar
42 Bab 41. Lusa Datang
43 Bab 42. Makan Malam
44 Bab 43. Pembohong Sebenarnya
45 Bab 44. Rasa Sakit
46 Bab 45. Seperti Pelarian
47 Bab 46. Aku Melepaskanmu
48 The Marriage Bussines by DHEVIS JUWITA
49 Bab 47. Gara-gara Prilly
50 Bab 48. Aku Mohon
51 Bab 49. Cinta Pertama
52 Bab 50. Aku Menunggumu
53 Bab 51. Tanggung Jawab
54 Bab 52. Bocah Itu Istriku
55 Bab 53. Sampai Kapan?
56 Bab 54. Bertahan Atau Melepaskan
57 Bab 55. Mengungkapkan Isi Hati
58 Bab 56. Sayang
59 Bab 57. Masih Menginginkannya
60 Bab 58. Diliputi Kesedihan
61 Bab 59. Kabar Baik
62 Bab 60. Cukup Menarik
63 Bab 61. Dianggap Hutang
64 Bab 62. Tidak Mau Pulang
65 Bab 63. Tidak Butuh
66 Bab 64. Pelajaran
67 Bab 65. Siapa?
68 Bab 66. Menjelaskan
69 Bab 67. Makan Malam Romantis
70 Bab 68. Di Balkon
71 Bab 69. Pulang
72 Bab 70. Harta Paling Berharga
73 Bab 71. Si Bungsu
74 Bab 72. Menunjukkan Kemesraan
75 Bab 73. Satu Kalimat Yang Sama
76 Bab 74. Curiga
77 Bab 75. Skor
78 Bab 76. Aroma Sabun
79 Bab 77. Berdebat
80 Bab 78. Buah Semangka
81 Bab 79. Menyambut Keluarga Baru
82 Eleanor Hasrat Sang Penguasa by Lunoxs
83 Asmara Terlarang by Itta Haruka07
84 Cobra #1
85 Sleeping With Mr. Saka by DHEVIS JUWITA
86 Cobra #2
87 Cobra #3
88 Cobra #4
89 Cobra #5
90 Cobra #6
91 New Novel
92 Crazy Love by Lunoxs
93 New Novel
94 New Novel by ntaamelia
95 New Novel
96 New Novel
97 New Novel
98 New Novel
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Bab 1. Terpaksa Menikahinya
2
Bab 2. Mencari Jalan Keluar
3
Bab 3. Tidak Akan Merubah Cara Pandangku
4
Bab 4. Menemui Melinda
5
Bab 5. Menjijikkan
6
Bab 6. Keinginan Zoya
7
Bab 7. Katakan Alasannya!
8
Bab 8. Selalu Merasa Benar
9
Bab 9. Menolak Honeymoon
10
Bab 10. Mencari Tahu
11
Bab 11. Seolah Berbalik
12
Bab 12. Kekesalan Choco
13
Bab 13. Seorang Pemuda
14
Bab 14. Tidak Berhak
15
Bab 15. Menemuinya Lagi
16
Bab 16. Ide Gila
17
Bab 17. Meninggalkan
18
Bab 18. Kesal Setengah Mati
19
Bab 19. Menghubungi Prilly
20
Bab 20. Kehangatan Keluarga
21
Bab 21. Fakta Baru
22
Forced Marriage By Lunoxs
23
Bab 22. Kedatangan Jennie
24
Bab 23. Tidur Di Ranjang
25
Bab 24. Ke Perusahaan
26
Bab 25. Mengecek Rumah Pram
27
Bab 26. Rencana
28
Bab 27. Tidur Bersama
29
Bab 28. Perlahan Luruh
30
Bab 29. Katakan Kamu Mencintaiku
31
Bab 30. Bermain-main
32
Bab 31. Bertindak Mencari Kebenaran
33
Bab 32. Kedatangan Tuan James
34
Bab 33. Genggaman
35
Bab 34. Haruskah Ia Percaya?
36
Bab 35. Bentuk Balas Dendam
37
Bab 36. Rasa Memabukkan
38
Bab 37. Tidak Mudah Melupakannya
39
Bab 38. Kekesalan Melinda
40
Bab 39. Tidak Percaya!
41
Bab 40. Pram Sadar
42
Bab 41. Lusa Datang
43
Bab 42. Makan Malam
44
Bab 43. Pembohong Sebenarnya
45
Bab 44. Rasa Sakit
46
Bab 45. Seperti Pelarian
47
Bab 46. Aku Melepaskanmu
48
The Marriage Bussines by DHEVIS JUWITA
49
Bab 47. Gara-gara Prilly
50
Bab 48. Aku Mohon
51
Bab 49. Cinta Pertama
52
Bab 50. Aku Menunggumu
53
Bab 51. Tanggung Jawab
54
Bab 52. Bocah Itu Istriku
55
Bab 53. Sampai Kapan?
56
Bab 54. Bertahan Atau Melepaskan
57
Bab 55. Mengungkapkan Isi Hati
58
Bab 56. Sayang
59
Bab 57. Masih Menginginkannya
60
Bab 58. Diliputi Kesedihan
61
Bab 59. Kabar Baik
62
Bab 60. Cukup Menarik
63
Bab 61. Dianggap Hutang
64
Bab 62. Tidak Mau Pulang
65
Bab 63. Tidak Butuh
66
Bab 64. Pelajaran
67
Bab 65. Siapa?
68
Bab 66. Menjelaskan
69
Bab 67. Makan Malam Romantis
70
Bab 68. Di Balkon
71
Bab 69. Pulang
72
Bab 70. Harta Paling Berharga
73
Bab 71. Si Bungsu
74
Bab 72. Menunjukkan Kemesraan
75
Bab 73. Satu Kalimat Yang Sama
76
Bab 74. Curiga
77
Bab 75. Skor
78
Bab 76. Aroma Sabun
79
Bab 77. Berdebat
80
Bab 78. Buah Semangka
81
Bab 79. Menyambut Keluarga Baru
82
Eleanor Hasrat Sang Penguasa by Lunoxs
83
Asmara Terlarang by Itta Haruka07
84
Cobra #1
85
Sleeping With Mr. Saka by DHEVIS JUWITA
86
Cobra #2
87
Cobra #3
88
Cobra #4
89
Cobra #5
90
Cobra #6
91
New Novel
92
Crazy Love by Lunoxs
93
New Novel
94
New Novel by ntaamelia
95
New Novel
96
New Novel
97
New Novel
98
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!