Ketika pagi datang, Xiao Bao merasakan ada sedikit perbedaan. Telingannya terus menerus menangkap suara seseorang yang berlalu lalang didekatnya. Langkah kaki dan tawa semua orang. Karena penasaran, Xiao Bao membuka mata untuk memastikannya.
Dirinya sampai terkejut, tergeletak diatas kursi duduk panjang hanya seorang diri. Naga Alpha dan Peri Cahaya tidak berada ditempatnya. Hanya orang-orang yang terus berlalu dimana-mana sambil membawa buah-buahan. Xiao Bao sadar, kini dirinya sudah berada didesa.
'Apa apaan ini, kenapa aku bisa ada disini. Apa ini trik dari Lin? Tetapi tidak mungkin, aku jelas menolak misi darinya kemarin.' guman Xiao Bao yang memperhatikan sekeliling.
Tidak berselang lama, Xiao Bao kembali menyadari sesuatu. Dirinya tidak menjadi pusat perhatian orang-orang di dimensi air. Berbeda ketika pertama kali dia datang, Xiao Bao langsung ditatap mereka semua dengan wajah bingung. Tetapi kini, semua orang seolah tidak peduli dengan keberadaannya.
Xiao Bao tidak peduli, dia melangkahkan kakinya mencari teman-temannya yang tidak tahu berada dimana. Ketika melewati pedagang yang menjual cermin, Xiao Bao singgah toko pedagang tersebut. Dia hanya ingin membereskan rambutnya. Sang pedagang dengan senang hati memperlihatkan salah satu cermin yang dia jual.
"Silakan dipilih, ini cermin harganya murah. Tinggal satu cermin saja." kata pedagang dengan ramah.
"Maaf, aku tidak bermaksud membeli cermin, tetapi ingin meminjam sebentar untuk melihat penampilan rambutku." kata Xiao Bao berterus terang sambil mengangkat cermin yang diberikan pedagang.
Pedagang cermin yang mendengarnya, terkejut mendengarnya. Dia lalu menarik kembali cermin miliknya dari tangan Xiao Bao. "Kalau tidak mau beli, tidak perlu menyentuh cermin milikku. Kau sebaiknya pergi saja atau aku panggil Dewa kesini!" teriak Pedagang cermin dengan mengancam.
"Apa? Pinjam saja tidak boleh, harus dibeli?" tanya Xiao Bao yang terkejut melihat tingkah pedagang didepannya.
"Tentu saja, tidak ada yang gratis di dimensi ini. Semua butuh koin." kata pedangan yang kembali menyusun cermin miliknya.
Xiao Bao tidak tahu harus melakukan apa, dia merasa tidak enak. Ingin membeli, tidak punya koin. Dimensi air jelas berbeda dengan tempat tinggalnya. Ketika Xiao Bao berjalan-jalan, dia melihat sebuah kaca yang bisa menampilkan bayangan orang lewat. Xiao Bao buru-buru kesana, melihat pantulan bayangan dirinya. Matanya membulat saat tahu warna rambutnya berubah menjadi putih sama dengan rambut penghuni dimensi air.
"Apa ini? Kenapa aku bisa seperti ini? Siapa yang merubah rambutku?" Teriak Xiao Bao sambil memegang rambutnya berubah warna. Dia sampai membuat orang lewat sekilas memperhatikan dirinya.
"Ini pasti perbuatan Lin. Aku harus cari dia!" titah Xiao Bao dengan marah. Tetapi sebelum dia melangkah, Xiao Bao merasakan punggungnya terasa berat. ketika menoleh, dia baru tersadar. Xiao Bao membawa tas yang terbuat dari anyaman. Xiao Bao dengan cepat membuka tas tersebut dan melihat isinya. Terdapat bekal dan minuman, kemudian sebungkus koin berserta surat yang tertulis untuk Xiao Bao.
Xiao Bao langsung membaca surat tersebut. "Bao, aku minta maaf sudah membuat dirimu dalam masalah. Aku pernah menyelamatkan dirimu, sudah saatnya kamu membakas budi baikku. Cari pendeta yang aku maksud sebelum kamu pulang ke tempatku. Kamu jangan sampai mengkhawatirkan teman-temanku, mereka baik-baik saja denganku. Ingat misi dariku, kamu harus mengerjakannya secepatnya."Tulis Lin.
Wajah Xiao Bao yang tadi memerah, kini berubah kembali menjadi santai. Apa yang dikatakan Lin membuatnya sadar. Dia punya hutang nyawa dengan Lin. "Baiklah, aku akan membantunya." kata Xiao Bao penuh tekad.
Berbekal koin pemberian Lin, Xiao Bao bisa menikmati makanan enak dimensi air walau ini kali pertamanya memakan makanan orang luar. Tetapi, rasanya lumayan. Selesai makan, Xiao Bao mulai menjalankan misinya, mencari pendeta yang dimaksud Lin.
Dia terus mencari sampai malam mendatang. Semua penduduk desa sibuk menguji kekuatan mereka dipinggilir jalan. Xiao Bao yang melihatnya, mengikuti gerakan mereka. Dan saat itu, terdapat peluru es yang keluar memancar. Semua orang yang melihatnya terkejut. Mereka saling berpandang mencari pemilik kekuatan tersebut.
"Aku rasa, ada penyusup yang masuk dikawasan kita." bisik salah seseorang yang berada didekat Xiao Bao.
Semua orang ikut saling berbisik, membicarakannya. Xiao Bao yang hanya sendirian, mencari teman bicara agar tidak ada yang curiga dengannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments