CH_5 Kekuatan Es

Xiao Bao semakin lelah menahan kekuatan biru dari dalam tubuhnya. Dia seolah tidak mampu menampung benda tersebut. kekuatan biru seperti ingin meledak.

Buk...

Tubuh Xiao Bao terjatuh ke tanah, Naga Alpha terpaksa menarik kembali kekuatan biru yang menjadi incaran semua orang.

"A-aku ti-tidak bi-bisa.." kata Xiao Bao dengan suara lemah. Matanya langsung tertutup dan dirinya tidak sadarkan diri.

Naga Alpha dan Peri Cahaya merasa kecewa. Begitupun dengan iblis, mereka semua memasang wajah tidak senang.

"Hah, dia tidak bisa melakukannya," kata salah satu iblis.

"Kita seharusnya senang, penyihir jadi-jadian itu tidak bisa menguasainya. Dia tidak tahu cara menyerap kekuatan biru. Dengan begitu, hanya kawanan kita saja yang bisa menyerapnya. Ha ha ha," tawa Iblis yang lain.

"Benar, kalau begitu rebut kekuatan biru dari Naga Alpha!" teriak pemimpin Iblis.

Naga Alpha dan Peri Cahaya langsung menghampiri Xiao Bao yang masih tidak sadarkan diri. Dia lalu membawanya pergi dari sana. Sang Iblis terus mengejar, tidak mau kehilangan jejak seperti kemarin.

"Terus kejar mereka!!" teriak Sang Iblis tidak mau kalah.

Peri Cahaya menoleh ke belakang, dia tidak bisa memaksa naga Alpha terus terbang. Kekuatan naga Alpha akan menurun sebentar lagi. Naga Alpha masih lemah.

Terdapat sebuah goa di bukit, Peri Cahaya memberi perintah untuk ke sana. "Naga Alpha, kita harus bersembunyi di dalam goa." Tunjuk Peri Cahaya.

Naga Alpha mengembangkan sayapnya berkali-kali dan menurunkan dirinya. Dia langsung masuk ke dalam goa membawa Peri Cahaya dan Xiao Bao yang masih pingsan.

Kawanan Iblis menyadarinya, mereka lalu berhenti mendadak. "Apa mereka mau mencari mati, kenapa masuk ke dalam goa kutukan?" tanya salah satu Iblis yang melihat Naga Alpha terbang ke sana.

"Mereka akan membeku di dalam. Sudah, sebaiknya kita pulang dan bertemu tuan Zack. Biar dia memerintah kita lagi," kata salah satu kawanan iblis yang berbalik pulang. Di susul iblis yang lainnya.

Naga Alpha menurunkan Peri Cahaya dan Xiao Bao dari punggungnya. Peri Cahaya membuat percikan api untuk menyadarkan Xiao Bao. "Bangun, Xiao Bao!" perintah Peri Cahaya.

"Tubuhnya sangat lemah, kekuatan biru menyerap semua energinya. Aku heran kenapa dia bisa kalah, padahal dia seorang penyihir. Apa dia sebenarnya bukan seorang penyihir?" tanya Naga Alpha dengan ragu.

"Tidak mungkin. Manik mata Xiao Bao memperlihatkan dirinya seorang penyihir. Hanya Peri yang bisa melihatnya." jelas Peri Cahaya.

"Lalu, kenapa dia tidak bisa menyerap kekuatan biru jika dia benar seorang penyihir. Sangat aneh," kata Naga Alpha yang membuat api kecil di dalam goa.

Mata Xiao Bao perlahan terbuka. Dirinya menatap peri Cahaya yang terbang di sampingnya. "Apa yang terjadi, di mana aku?" tanya Xiao Bao yang duduk sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.

"Xiao Bao, kau baik-baik saja?" tanya Peri Cahaya yang khawatir.

Xiao Bao mengangguk, kemudian menatap sekeliling yang terasa asing. "Di mana kita, kenapa tempat ini sangat gelap?" tanya Xiao Bao yang tidak bisa melihat, hanya kegelapan yang terlihat. Kecuali, api yang di buat naga Alpha sedikit menghangatkan tubuhnya.

"Kita berada di dalam goa. Iblis mengejar kita dan kita terpaksa bersembunyi di sini." kata Peri Cahaya.

"Goa?" Xiao Bao seperti bingung.

"Benar, goa dekat desamu." kata Peri Cahaya yang membuat mata Xiao Bao membulat.

"Apa? kita berada di dalam Goa terkutuk?" tanya Xiao Bao dengan panik.

"Terkutuk?" Naga Alpha dan Peri cahaya saling berpandang.

"Benar. Menurut cerita penyihir turun temurun, terdapat goa terkutuk di dekat desa. Siapapun orang yang masuk ke dalam goa, dia tidak akan bisa keluar dengan selamat." Jelas Xiao Bao yang mengingat perkataan neneknya.

Sebagai seorang penyihir, banyak legenda yang mereka ketahui. Termasuk goa terkutuk ini.

Tiba-tiba saja, pintu goa tertutup oleh batu besar yang berada di atasnya. Goa mulai bergetar, Xiao Bao berusaha menahan keseimbangan dirinya. "Xiao Bao, apa yang terjadi?" tanya Peri Cahaya yang melihat semuanya gelap. Api yang di buat naga ikut mati.

"Aku tidak bisa membuat api lagi, kita tidak bisa melihat apapun." Sahut Naga Alpha yang terus mencoba mengeluarkan api dari mulutnya.

Tidak berselang lama, getaran berhenti. Keadaan Goa kembali normal. Tetapi, pintu goa masih tertutup. Xiao Bao kemudian mengingat perkataan neneknya. Jika seseorang terjebak di dalam goa terkutuk, dia harus mencari kekuatan es yang tersimpan di dalam goa jika beruntung.

"Aku ingat perkataan nenekku, kita harus mencari kekuatan es yang ada di dalam goa ini. Hanya saja--" Xiao Bao menjeda perkataannya membuat Naga Alpha dan Peri Cahaya penasaran.

"Hanya saja apa, katakan cepat! kita harus keluar dari sini!" ucap Naga Alpha.

"Hanya saja, itu mungkin hanya sebuah cerita. Banyak penyihir yang sengaja datang ke sini untuk mencari kekuatan es. Mereka sampai menantang kutukan yang ada di dalam goa ini. Tetapi, sudah banyak penyihir yang mencari kekuatan es, tak satupun dari mereka kembali. Tidak ada yang melihat mereka lagi ketika dia masuk ke dalam goa. Sepertinya, dia tidak berhasil menemukannya." Kata Xiao Bao dengan wajah menunduk.

"Apa kau yakin sebelum mencobanya?" tanya Peri Cahaya yang menatap Xiao Bao.

"Xiao Bao, alasan dirimu selalu di rendahkan karena sikapmu. Kau ingin menjadi kesatri, tetapi tekadmu sangat kecil. Kau bahkan tidak berani menatang sebuah tantangan." lanjut Peri Cahaya yang melipat kedua tangannya.

"Ayo kita pergi mencari kekuatan es. Kau tidak perlu takut, aku dan peri cahaya berada di dekatmu." Ucap Naga Alpha yang mengulurkan sayapnya.

Xiao Bao mendongak, menatap Peri Cahaya dan Naga Alpha bergantian. Senyum di bibirnya mengembang. "Kita akan pergi berpetualang, mencari kekuatan es!" teriak Xiao Bao dengan suara lantang.

***********

Mereka sudah berjalan cukup jauh ke dalam goa, tetapi tidak menemukan tanda-tanda apapun. "Apa kekuatan es memang ada, aku mulai meragukannya," ucap Xiao Bao yang memutar bola matanya mencari dan terus mencari.

"Hanya penyihir yang tahu segalanya. Mereka yang paling ahli meramal." Sahut Peri Cahaya yang terbang di samping Xiao Bao. Dengan tubuh yang kecilnya, tidak mudah bagi peri cahaya menyusuri lorong goa. Kecuali Naga Alpha yang bertubuh besar, dia terpaksa harus menunduk jika lorong goa sangat rendah.

Tidak lama, terdapat sebuah cahaya yang bersinar dari lorong goa. Xiao Bao menatap peri cahaya kemudian berlari melihat di depannya. Naga Alpha masih berada di belakang, dia seketika berteriak ketika ditinggalkan Xiao Bao dan Peri Cahaya. "Tunggu aku!" teriak Naga Alpha yang mempercepat langkahnya.

Sesuatu menarik naga alpha dari samping hingga dia menghilang dari lorong. Peri Cahaya menoleh ke belakang ketika dia merasa sesuatu yang tidak beres. "Xiao Bao, naga alpha menghilang!" teriak Peri Cahaya.

"Apa? kenapa bisa?" tanya Xiao Bao dengan terkejut. Dia menoleh ke belakang dan tidak melihat naga Alpha yang bertubuh besar. Tidak mungkin jika naga Alpha kembali tanpa memanggil teman-temannya.

Cahaya di depan Xiao Bao redup, lorong goa berubah menjadi es. Bahkan tanah yang Xiao Bao incak, mulai mengeluarkan cairan air. "Apa ini?" tanya Xiao Bao heran.

Terpopuler

Comments

Suga-ai✓

Suga-ai✓

mampir di sini

2022-10-15

1

princess butterfly

princess butterfly

mudah2an bao bisa mendapatkan kekuatan es🤔

2022-10-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!