CH_3 Melawan Iblis

Xiao Bao merasakan dirinya menyerap sihir hitam dari sang iblis. Dia menjadi terheran-heran. "Apa yang terjadi?" tanya Xiao Bao yang memperhatikan kedua tangannya.

Saat sihir Sang iblis menyerang peri cahaya, Xiao Bao bermaksud ingin melindungi sang Peri, tetapi bola api yang terlempar malah masuk kedua tangan.

"Kau adalah seorang penyihir, tidak mudah di kalahkan dengan sihir penyihir lain. Kekuatan penyihir dari dalam dirimu, bisa menyerap kekuatan Iblis yang dari penyihir." Jelas Peri Cahaya.

"Apa? penyihir?" Iblis terkejut mendengarnya. Dia tidak menyangka, di dunia ini masih ada penyihir yang tersisa.

"Ha ha ha, jangan bercanda. Aku sudah menghabisi semua penyihir yang tersisa. Mereka sekua sudah punah, tidak mungkin anak kecil ini adalah seorang penyihir. Tidak mungkin!" Bentak Iblis tidak terima.

Penyihir bisa menjadi hambatan bagi dirinya dan kawanannya untuk menguasai dunia. Walau pada umumnya banyak penyihir jahat, tetapi penyihir bisa berubah menjadi baik.

Sang Naga Alpha melepas tali yang menjeret dirinya. Dia lalu membawa Peri Cahaya dan Xiao Bao pergi dari sana. Naga alpha terbang menjauh dari Iblis.

"Hei, kemarin kau! buktikan padaku, jika kamu benar-benar penyihir." teriak Iblis melihat musuhnya menjauh.

"Sial. Tidak mungkin dia penyihir, aku tidak pernah menyisahkan satu penyihir pun di dunia ini." kata Iblis yang masih belum percaya, tetapi melihat Xioa Bao tidak mempan dengan sihirnya, membuat hatinya sedikit ragu.

Naga alpha menurunkan mereka di tengah hutan. Xiao Bao turun, kemudian menatap naga Alpha memperhatikannya, mencari perbedaannya dengan naga lain.

"Jika di lihat, kau naga yang biasa saja. Berbeda dengan Naga Beta dan Delta. Mereka berdua memiliki kaki yang besar, sayap yang bisa terbang tinggi dan lama terbang. Tetapi, melihat sayapmu, aku tidak yakin kau bisa terbang sejauh naga yang lain." Jelas Xiao Bao yang bisa mendeteksi hanya dengan melihatnya saja.

"Aku memang seperti itu. Jika kau tidak mau berteman, sudahlah." kata Naga Alpha yang terbang kembali.

"Xiao Bao, kau sangat sombong sekali. Apa bedanya Naga Alpha dengan dirimu, kalian berdua selalu di rendahkan begitu saja. Tetapi, tanpa kalian sadari terdapat kekuatan yang tersembunyi di dalam tubuh. Naga Alpha mempunyai kekuatan biru yang menjadi incaran semua orang. Kau juga akan menjadi incaran para iblis. Jadi, aku sarankan akan dirimu bekerja sama dengan Naga Alpha." tegas Peri Cahaya.

"Kau tidak memanggilku tuan lagi?" tanya Xiao Bao yang terkejut mendengar Peri Cahaya menyebutkan namanya. Entah dari mana Peri Cahaya mengetahui namanya.

"Kau harus lebih belajar agar bisa di panggil tuan,"

"Belajar seperti apa dan untuk apa aku menjadi incaran para iblis? Apa karena aku sebagai penyihir?" tanya Xiao Bao bingung. Dia belum mengerti.

"Iya. Iblis sudah tahu siapa dirimu sebenarnya. Sebentar lagi, kau akan menjadi incarannya. Iblis sangat benci dengan penyihir walau dia sama denganmu. Kau bisa----" kata Peri Cahaya terjeda, di potong oleh Xiao Bao.

"Maaf, aku tidak mengerti maksudmu. Aku tidak suka di samakan dengan Iblis, jelas sekali jika aku dan dia berbeda." pintah Xiao Bao yang menolak di samakan dengan Iblis. Menurutnya, Iblis jauh lebih buruk dari seorang penyihir.

"Iblis dan penyihir satu komplotan. Kekuatan mereka hampir sama. Jadi tidak salah jika kau sama dengan mereka." Ucap Peri Cahaya.

"Tidak, aku berbeda." ucap Xiao Bao tidak mau kalah.

Xiao Bao berjalan pergi dari sana, Peri Cahaya mengikut di belakangnya. "Tidak mudah bagimu menjadi kesatria jika kau belum bisa mengenali dirimu, kekuatan apa yang kau punya sebagai seorang peyihir." kata Peri Cahaya di belakang Xiao Bao.

Xiao Bao tidak menoleh, dia tetap berjalan lurus ke depan. Pikirannya bekecamuk kali ini, dia sudah melihat Iblis dan Naga Alpha yang menurutnya berbeda dengan dirinya.

......................

Malam harinya, Xiao Bao membuat api unggun. Dia duduk bersila di depan api. Peri Cahaya mengamati dari jauh. Xiao Bao masih mengfokuskan pikirannya agar tidak menganggu dirinya.

Tidak berselang lama, turun sebuah cahaya hitam dari langit. Peri Cahaya menghampiri Xioa Bao dan menepuk pundaknya. "Kau harus pergi, para Iblis berhasil sampai di sini," ucap Peri Cahaya yang melihat banyak cahaya hitam turun. Berarti, bukan hanya satu iblis saja, tetapi banyak.

Xiao Bao membuka mata, dia melihat Cahaya hitam menghilang. Kemudian, terdengar suara langkah kaki yang tidak jauh darinya. "Untuk apa mereka ungin menemuiku?" tanya Xiao Bao yang bangkit dari duduknya ingin menyambut kedatangan Iblis.

"Hei, anak kecil! Sini kamu, aku dan temanku datang ingin bertemu denganmu!" teriak Iblis yang berada paling depan dengan Iblis lainnya.

"Untuk apa kau datang menemuiku?" tanya Xiao Bao yang bersikap santai.

"Tadi, kau mengaku jika dirimu seorang penyihir. Buktikan sekarang di depan kata kawananku!" teriak Iblis yang melipat kedua tangannya. Dia yakin, Xiak Bao tidak akan menolak.

"Berapa uang yang akan kau berikan padaku?" tanya Xiao Bao dengan santai. Peri Cahaya bersembunyi di balik tubuh kecil Bao.

"Huff, kau mencari gara-gara rupanya." kata Iblis dengan wajah tidak senang.

"Kawanku sekalian, langsung serang dia. Kalau perlu habisi sekali!" perintah Iblis.

Semua kawananya maju menghampiri Xiao Bao. Peri Cahaya mengeluakan tongkanya dan membuat cahaya kuning terang menghalangi mereka. Tetapi, sang Iblis begitu kuat. Dia tidak terpengaruh dengan sihir tongkat Peri Cahaya.

"Xiao Bao, kau tidak bisa mengalahkan mereka bersamaan. Jumlah mereka lebih banyak darimu." jelas Peri Cahaya.

"Aku tahu, apa yang ingin aku lakukan. Kamu, berlari panggil Naga Alpha. Dia harus turun tangan membantuku." kata Xiao Bao yang mengambil ancam-ancam.

Peri Cahaya mengangguk lalu terbang tinggi, mencari keberadaan Naga Alpha yang bersembunyi.

"Hei, lawan aku. Aku bisa buktikan, dirku bukan penyihir kalangan biasa." teriak Xiao Bao menantang.

Sang Iblis satu per satu memukul Xiao Bao. Tubuhnya yang kecil, membuat dirinya bisa menghindari dengan cepat. Tetapi, kakinya berhasil terikat dengan kekuatan hitam sang Iblis membuat Xiao Bao tidak bisa bergerak.

"Kalian jangan curang," kata Xiao Bao terjatuh.

"Mati kamu sekarang penyihir jadi-jadian," jawab Iblis sambil tertawa terkekeh-kekeh bersamaan.

Terpopuler

Comments

princess butterfly

princess butterfly

benar kata peri bao n alpha hrs krj sm, klo mrk bersatu pasti kekuatan mrk akn sangat besar n tdk terkalahkan!

2022-10-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!