CH 15~ Kehancuran Sumber Kekuatan Api

Peri Cahaya semakin panik melihat atap-atap diruang bawah tanah mulai berjatuhan. Dia menoleh kearah Xiao Bao, meminta bantuan.

"Baiklah, kita tetap harus tenang. Peri cahaya, bantu Naga Alpha menyerang Jakson. Undur waktu sebanyak mungkin, aku masih perlu mewarisi kekuatan api untuk melawan mereka." Perintah Xiao Bao.

Peri Cahaya dengan cepat terbang keluar dari pohon tua ini. Xiao Bao menatap dua ikan yang bersembunyi dibalik batu.

"Aku butuh bantuan kalian. Biarkan aku mewarisi kekuatan api agar bisa melindungi para kurcaci." kata Xiao Bao dengan tegas.

"Bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan?" tanya ikan dengan suara laki-laki.

"Biarkan saja dia melakukannya. Kasihan kurcaci api sedang membutuhkan pertolongan." balas ikan dengan suara perempuan.

"Tetapi, itu membutuhkan waktu lama. Harus bertapa selama tiga hari ditempat ini?" kata Ikan dengan suara laki-laki.

"Apa tidak ada cara lain?" tanya Xiao Bao memandang kedua ikan didalam kolam.

**********

Diluar, Naga Alpha semakin tersudut. Dia hanya bisa memperhatikan bagaimana para iblis menyerang pohon tua yang menjadi sumber kekuatan api.

"Hancurkan cepat! Biarkan Xiao Bao terkurung didalam sana." teriak Jakson dengan penuh tawa.

Ciiitt.. Ciiit... Ciiitt..

Bola kecil menyerang para iblis yang sedang menabrak pohon tua. Peri Cahaya menggunakan tongkatnya, menyerang mereka.

Tangan Jakson terkepal, dirinya sangat tidak terima. Dia kemudian mengeluarkan bola api yang siap membinasakan Peri Cahaya. Karena tubuh Peri Cahaya sangat kecil, dirinya bisa menghindar dengan mudah. Wajah Jakson semakin memerah.

"Apa yang kalian lihat! Tangkap kupu-kupu itu!" teriak Jakson memberi perintah pada kawanan Iblis.

Secepat kilat, semua Iblis mengejar Peri Cahaya. Dengan tangan super besar, mereka seperti menepuk nyamuk untuk menangkap Peri Cahaya.

"Tidak kena!" teriak Peri Cahaya yang terus terbang dan menghindar.

Jakson yang melihat kawanan Iblis dipermainkan, mulai memperhatikan gerakan Peri Cahaya. Matanya berubah menjadi warna biru. Naga Alpha terkejut melihatnya.

"Peri Cahaya, awas!" teriak Naga Alpha yang berusaha terbang. Tetapi, Naas. Kekuatan seperti petir, menyambar tubuh Peri Cahaya. Sayapnya yang berkilau berubah menjadi hitam. Peri Cahaya langsung terjatuh ketanah.

"Huf, mengurus kupu-kupu saja kalian tidak becus. Harus aku yang turun tangan." ucap Jakson dengan kesal pada kawanan iblis.

"Maaf, kesatria Jakson," ucap mereka sambil menunduk.

"Sekarang, jangan kecewakan aku lagi. Tangkap Naga Alpha dan bawa dia kehadapan Zack." perintah Jakson.

"Tetapi, kesatria Jakson. Bagaimana dengan pohon tua itu, apa kita tidak jadi merobohkannya?" tunjuk kawanan Iblis.

"Biar aku yang urus!" ucap Kesatria Jakson dengan tatapan tajam.

Saat itu juga, para kawanan Iblis menarik dan menyeret Naga Alpha pergi dari sana. Sementara Peri Cahaya dibiarkan begitu saja.

"Lepaskan aku!" teriak Naga Alpha memberontak. Tetapi, tali hitam yang melilitnya begitu keras.

Jakson tersenyum sinis melihat pohon tua dimana Xiao Bao masih berada disana. "Tamat riwayatmu, Xiao Bao." kata Jakson dengan sangat yakin. Dirinya tiba-tiba mengambil posisi untuk menghancurkan pohon tua itu.

Matanya mulai terpejam, mengumpulkan semua kekuatan api dari dalam tubuhnya. Tetapi sebelum berhasil, tubuhnya langsung terpental mundur beberapa langkah. Xiao Bao datang dengan api yang membara disekitar tubuhnya.

"Apa? Bagaimana bisa?" tanya Jakson dengan wajah terkejut.

Xiao Bao hanya membalas dengan senyum yang sulit diartikan. Bukan hanya Jakson yang terkejut, dirinya juga merasa terkejut. Kekuatan api yang seharusnya didapat setelah bertapa selama tiga hari, diri Xiao Bao langsung mendapat kekuatan api tanpa perlu melakukannya. Ini kejadian langkah, hanya tubuh Xiao Bao yang mampu melakukannya.

Zack yang merupakan penyihir sama dengan Xiao Bao, berada ditingkat dewa, sungguh tidak mampu melakukannya.

"Tidak mungkin," kata Jakson dengan suara perlahan.

"Kita buktikan sekarang, kekuatan api siapa yang lebih kuat?" tantang Xiao Bao.

Jakson merasa mendapat penghinaan, dia tergesah-gesah menyerang Xiao Bao untuk melumpuhkannya. Dari bola api kecil sampai besar, Jakson mengeluarkan semuanya. Tetapi, tidak ada yang berhasil mengenai tubuh Xiao Bao. Kekuatan api pelindung Xiao Bao sangat kuat.

"Sekarang giliranku!" teriak Xiao Bao yang melompat tinggi dan menyerang Jakson dengan peluru api yang bercampur dengan es.

Tuut.. Tuut.. Brak.. Brak..

Tubuh Jakson terpental dan terus terpental. Wajahnya memar dan bibirnya mengeluarkan darah. Tangan kirinya berhasil menyentuh tanah agar tubuhnya tidak terjatuh.

"Si-siapa ka-kau se-sebenarnya?" tanya Jakson dengan suara terbata-bata. Nafasnya masih belum seimbang.

"Aku bisa saja menghancurkanmu, tetapi dimensi ini masih membutuhkan dirimu. Perbaiki semua kerusakan yang sudah kamu perbuat, kemudian tinggalkan dimensi api. Buat para kurcaci bebas dari benalu dirimu, Jakson." tunjuk Xiao Bao dengan penekanan disetiap katanya.

Jakson terdiam, berpikir keras dengan perkataan Xiao Bao. Dirinya menunduk, menatap tanah mengingat semua kesalahannya sebagai seorang kesatria.

Duuar...

Seketika, suara ledakan terdengar begitu keras. Xiao Bao berhasil membuat pohon tua tumbang dan terbakar. Bahkan ruang bawah tanah sebagai tempat mewarisi kekuatan api, hilang seketika.

"Apa yang kau lakukan?" teriak Jakson yang bingung.

Xiao Bao memejamkan matanya. Dirinya terpaksa melakukannya sesuai permintaan terakhir kedua ikan yang memberinya kekuatan padanya.

Dua ikan yang menjadi penjaga sumber kekuatan api, mengorbankan diri mereka demi memberikan kekuatan pada Xiao Bao.

"Xiao bao, jika kamu keluar nanti. Hancurkan pohon tua ini karena tidak ada lagi orang yang bisa menjaga sumber kekuatan api. Kami sudah lama menunggu orang yang bisa membuat api dalam air. Itulah adalah dirimu, Xiao Bao. Hanya kau, sang pewaris terakhir kekuatan api. Sampaikan pada Jakson agar dia menyadari kesalahannya. Janjinya pada kami sebelum kami menginzinkannya menjadi salah satu pewaris."

Xiao Bao berhasil menyentuh air yang dimaksud Ayah kurcaci. Bukannya air itu berubah menjadi es, malah terlihat api didalam air. Saat itulah, kedua ikan mulai percaya pada ramalan puluhan tahun. Seseorang yang bisa membuat api dalam air, hanya dia yang bisa menyelamatkan semua dimensi sihir. Api tidak bisa bertahan dalam air, tetapi Xiao Bao bisa membuktikannya sekarang. Api dan air bisa bersatu selama mereka saling mempercayai.

"Dimana Naga Alpha?" tanya Xiao Bao pada Jakson yang mendongak menatap wajahnya.

"Kawanan Iblis membawanya menuju Zack. Kekuatan biru dari dalam tubuh Naga Alpha, akan disita Zack secara paksa." jelas Jakson.

"Kau sepertinya senang jika dunia ini hancur. Apa kau pernah berpikir, tujuanmu menjadi seorang kesatria?" tanya Xiao Bao dengan tatapan tajam.

Tanpa mengucap sepatah kata lagi, Xiao Bao berlari menghampiri Peri Cahaya yang tergeletak di atas tanah. Sayap Peri Cahaya terbakar.

"Hanya kekuatan air yang bisa menyembuhkannya." teriak Jakson memberitahu.

"Jika kau membawa Naga Alpha, hanya dia yang bisa membuka pintu dimensi sihir. Naga Alpha bisa membawa kalian ke dimensi Air." lanjut Jakson yang berdiri dengan terlatih.

"Biarkan aku membantumu!" ucap Jakson dengan wajah serius.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!