CH_2 Bertemu Naga Alpha Dan Iblis

Pagi sekali, jari kelingking Bao di tarik Peri Cahaya. Bao yang merasakan tangannya seperti di tusuk, ikut terbangun. Dirinya terkejut melihat Peri Cahaya menarik tangannya. "Apa yang kau lakukan?" tanya Xiao Bao dengan bingung.

"Aku ingin membangunkanmu," jawab Peri Cahaya yang berhenti menarik tangan Xiao Bao ketika melihatnya sudah terbangun.

"Aku bisa bangun dengan sendiri, lain kali tidak perlu menarik jariku." perintah Xiao Bao, yang bangkit meregakan otot-otot tubuhnya.

Peri Cahaya memperhatikan, dia kemudian terbang dan duduk di pundak Xiao Bao. "Pantas kau di rendahkan, otot-otot tubuhmu saja seperti otot anak kecil. Kau harus membiat tenaga dari dalam dirimu bangkit." ucap Peri Cahaya.

Xiao Bao menoleh menatap Peri Cahaya, dia seperti tidak mengerti apa maksud perkataannya. "Maksudmu?" tanya Xiao Bao.

"Tuan, aku di utus untuk membantumu. Kau sudah mengeluarkan aku dari tongkat sihir yang selama ini mengurung diriku." jelas Peri Cahaya.

Bibir Xiao Bao terangkat dan berkata, "Apa kau mau membantuku menjadi kesatria agar semua orang bisa melihat keberadaan diriku?" tanyanya dengan penuh harapan.

Peri Cahaya mengangguk, membuat Xiao Bao melompat-lompat. Dia sangat senang, sebentar lagi semua orang tidak akan menghinanya, mengejeknya, dan menganggap dirinya ada.

"Tetapi, sangat sulit menjadi kesatria. Kau harus banyak berlatih dan berpetualang mencari kekuatan bersama Nagamu." kata Peri Cahaya yang membuat senyum Xiao Bao menghilang.

"Aku tidak punya naga," jawabnya dengan wajah dingin.

"Tenang, kita bisa membangkitkan Naga Alpha yang terkurung di dalam goa bertahun-tahun. Kau tinggal perlu membujuk dia menjadi Nagamu." titah Peri Cahaya.

"Naga Alpha?" Alis Xiao Bao berkerut. Dia tahu, seperti apa Naga Alpha. Naga yang tidak di inginkan semua orang.

Ada tiga jenis naga, Delta, Beta, dan Alpha. Naga Alpha yang paling lemah, tidak mempunyai kekuatan sama sekali. Kobaran api yang bisa di keluarkan sangat kecil, lebih besar api unggul yang di buat Xiao Bao kemarin. Karena itu, banyak kesatria yang tidak mau memilihnya. Hanya Naga Delta dan Beta yang saat ini paling di gemari para kesatria.

"Kau tidak mau?" tanya Peri Cahaya, melihat wajah Xiao Bao berubah.

"Naga Alpha, naga terendah dan tidak punya kekuatan. Bagaimana bisa, naga Alpha membantuku berpetualang menjadi kesatria jika tidak punya kekuatan apapun?" tanya Xiao Bao. Dia langsung duduk dan wajahnya tidak bersemangat.

"Seperti kau sudah mendengar rumor tentang naga Alpha. Tetapi, semua rumor itu benar, hanya saja ada yang tidak di tambahkan. Naga alpha mempunyai kekuatan yang tersembunyi, dia bisa mengalahkan naga Beta dan Delta sekaligus. Naga Alpha juga mempunyai kekuatan biru yang selama ini di incar semua iblis. Karena itu, jarang sekali kalian melihat Naga Alpha. Dia memilih mengurung diri dan bersembunyi." jelas Peri Cahaya panjang lebar.

"Iblis? Kekuatan biru?" tanya Xiao Bao yang bingung.

"Benar. Iblis selalu mengincar naga Alpha untuk mendapatkan kekuatan biru." ucap Peri Cahaya.

Xiao Bao berdiri, menatap peri Cahaya dengan lekat-lekat. "Baik, aku mau menjadikan naga alpha sebagai nagaku. Aku juga ingin memusnahkan iblis yang akan menghancurkan dunia ini." teriak Xiao Bao.

Saat itu juga, mereka pergi mencari keberadaan Naga Alpha yang bersembunyi. Kata Peri Cahaya, tinggal satu naga Alpha yang tersisa. Dia adalah naga terakhir yang berhasil selamat dari kejaran iblis.

Xiao Bao menaiki pegunungan yang menjulang tinggi, dia sempat ragu dengan petunjuk Peri Cahaya. "Apa kau yakin, tempatnya di sekitar sini?" tanya Xiao Bao memastikan.

"Aku yakin, tongkat saktiku tidak mungkin salah. Peri terikat dengan berbagai Naga, jadi dia bisa memastikan keberadaan Naga." ucap Peri Cahaya yang tetap fokus mengarahkan tongkatnya mengelilingi gunung.

Lama mereka berjalan, sampai di puncak gunung. Terdapat jejak kaki besar di puncak gunung, mengarah ke dasar gunung. "Apa ini? apa naganya keluar dari sarangnya?" tanya Xiao Bao yang melihat jejak kaki besar di duga jejak sang Naga.

"Bisa jadi," jawab Peri Cahaya terbang mengikuti jejak kaki.

Xiao Bao menghela nafas, jika dia tahu, dia lebih baik menunggu sang naga keluar di bawah. Tidak perlu dirinya repot bolak balik naik dan turun gunung.

Baru sampai mereka di pertengahan, terdengar auman keras yang tidak jauh dari mereka. "Aaauuuuhhh..."

Peri Cahaya menoleh ke arah Xiao Bao. Mereka saling berpandang, bingung. Tidak berselang lama, terdengar suara benda jatuh dengan keras.

Xiao Bao tidak menunggu lama, dia berlari sekuat tenaga menuruni gunung. Kakinya sangat lincah melompat begitu tinggi hingga sampai di dasar. Dia pun mencari asal suara yang di dengarnya tadi.

Terlihat seekor Naga mengembangkan sayapnya melawan benda hitam seperti tali menyeret dirinya. Di tambah, terlihat sebuah monster hitam dengan tanduk besar dan kuku-kuku tajam, terlihat mengeluarkan cahaya hitam mengarah pada Naga. "Kau harus menyerah, berikan kekuatan biru padaku," katanya dengan santai.

Xiao Bao langsung berlari bersembunyi dan menjauh dari sana. Peri Cahaya baru turun, dia kemudian menghampiri Xiao Bao. "Apa yang terjadi?" tanya Peri Cahaya.

"Kita harus pergi. Iblis yang kamu katakan, sudah datang mengangkap Naga Alpha." kata Xiao Bao dengan panik. Dia takut, dirinya akan menjadi santapan bagi Iblis melihat kekuatannya begitu dahsyat.

"Apa hanya itu yang bisa kamu lakukan, Tuan?" tanya Peri Cahaya sambil memejamkan mata dan melipat kedua tangannya.

"Apa?"

"Pantas semua orang menghina dan merendahkan anda. Ternyata anda seorang pengecut dan tidak bisa melawan. Aku menyesal menjadikan anda sebagai tuanku," ucap Peri Cahaya yang terbang menjauh dari Xiao Bao. Dia menuju Naga alpha yang berusaha meloloskan dirinya dari seretan sang iblis.

"Hentikan! Hentikan!" teriak Peri Cahaya dengan suara lantang. Dia mengeluarkan semua suaranya agar sang Iblis bisa mendengarnya.

"Peri kecil?" jawab Sang Iblis dengan alisnya terangkat.

"Hentikan sekarang juga. Naga Alpha tidak bisa kamu ambil begitu saja. Dia masih ingin tetap hidup," kata Peri Cahaya di dekat Naga Alpha dengan sayapnya yang masih mengembang.

"Ha? Apa aku tidak salah, peri kecil seperti dirimu memberikan perintah padaku?" tanyanya dengan meredahkan.

"Aku berani melawanmu, demi keadilan semua orang. Jika kamu berhasil mengambil naga Alpha, kau pasti akan mengincari dunia selanjutnya. Tidak akan aku biarkan selama aku masih bisa membela semua penghuni di muka bumi, karena itulah tugasku sebagai peri," titah Peri Cahaya dengan tatapan tajam.

Xiao Bao diam-diam mendengarnya, dia sangat terkejut. Peri Cahaya begitu berani melawan, meski kekuatannya tidak seberapa. Sementara dia, memilih mundur karena sudah tahu akan kalah.

"Ha, jangan harap kamu bisa menghalangi rencanaku. Rasakan ini!" teriak Iblis mengeluarkan bola api yang besar menuju ke arah Peri Cahaya.

Duar.. Duar...

Bola api langsung meletus ketika mengenai tubuh seseorang. Iblis yang melihatnya, tertawa terbahak-bahak melihat kemenangan dirinya melawan Peri Cahaya.

"Mampus kamu!" kata Iblis yang puas.

Tetapi, setelah asap hilang, Peri Cahaya masih terbang di dekat Naga. Sang iblis heran, pasalnya siapapun yang mengenai bola apinya akan mati seketika.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!