Xiao Bao masih terbaring dibawah pohon tua yang merupakan sumber kekuatan api. Naga Alpha dan Peri Cahaya setia menunggu Xiao Bao sadarkan diri. Ayah Kurcaci keluar dari pohon tua, sambil membawa air dalam jergen.
"Apa ada air didalam pohon tua ini?" tanya Peri Cahaya yang terbang melihatnya.
"Bukan kha pohon tua ini sumber api, kenapa bisa ada air?" tanya Naga Alpha yang terkejut.
"Mungkin, air ini sangat berbeda dengan air kalian. Jika tangan seseorang yang dipilih, memegang air ini, akan berubah menjadi es. Itu adalah pertanda jika orang tersebut diterima untuk meneruskan dan belajar kekuatan api." jelas Ayah kurcaci.
"Apa kesatria Jakson pernah melakukannya?" tanya Peri Cahaya.
"Tentu. Hanya dia yang terpilih, tetapi dirinya mengajarkan kekuatan api pada semua bawahannya. Perbuatannya itu menentang tradisi nenek moyang kami." Jelas Ayah kurcaci yang memercikan air tersebut pada wajah Xiao Bao.
"Xiao Bao akan baik-baik saja, kan?" tanya Peri Cahaya.
"Kalian tidak perlu khawatir. Air ini diyakin bagi kaum kami bisa membuat seseorang sadar dalam beberapa menit saja setelah memercikkan pada wajahnya." kata Ayah Kurcaci dengan jelas.
Disaat mereka semua terdiam, tiga anak kembar kurcaci datang menghampiri dengan nafas yang ngos-ngosan. "Ayah, kaum kita diserang!" teriak mereka kompak.
"Apa? Apa yang terjadi?" tanya ayah kurcaci yang terkejut.
"Anak buah Jakson, datang menindas semua kurcaci. Ibu juga ditangkap!" adu mereka.
Naga Alpha dan Peri Cahaya saling menatap, mereka terkejut mendengarnya. Berbeda dengan ayah kurcaci yang masih terlihat tenang walau tahu kaumnya diserang.
Tiba-tiba, Xiao Bao membuka mata. Perlahan dirinya mulai merasakan sejuk diwajahnya. Xiao Bao menatap ayah kurcaci dihadapannya dengan wajah tersenyum.
"Temanmu sudah sadar, bisa kha kalian pergi dari sini sekarang juga?" ucap Ayah Kurcaci yang membuat Xiao Bao membulatkan matanya mendengar dirinya diusir.
"Maaf, apa kami membuat kesalahan?" tanya Xiao Bao yang bergegas bangkit walau tubuhnya masih lemah.
"Akan sangat bahaya jika kalian masih berada disini. Kesatria Jakson tidak akan tinggal diam." Ucap Ayah Kurcaci.
"Kami bisa membantumu untuk melawannya." ucap Peri Cahaya.
"Tidak perlu, kondisi temanmu yang satu ini masih lemah. Jika semakin dipaksa, dirinya bisa dalam bahaya. Lebih baik, kalian pergi saja dan bersembunyi."
"Bagaimana dengan anak buah Jakson yang menindas kaummu?" tanya Naga Alpha.
"Itu adalah urusanku. Akan lebih bagus jika kalian tidak perlu ikut campur." ucap Ayah Kurcaci yang berjalan pergi diikuti tiga anak kembarnya.
Disaat mereka semua sudah jauh, Xiao Bao menatap Peri Cahaya. "Apa kita benar harus pergi?" tanya Xiao Bao pada rekannya.
"Tidak. Kita tidak boleh pergi sebelum mendapat sumber kekuatan api. Xiao Bao, kau perlu menguasainya." Ucap Peri Cahaya.
"Tetapi, Ayah Kurcaci sudah mengusir kita. Tidak baik jika kita masih berada disini." Sahut Naga Alpha.
"Aku mengerti. Kita untuk sementara bersembunyi dulu sebelum memutuskan untuk pergi. Aku juga ingin meningkatkan kekuatan esku yang aku dapatkan dari goa terkutuk." Ucap Xiao Bao yang berjalan sambil memegang perutnya.
"Dalam kondisi seperti ini? Xiao Bao, kau harusnya lebih istirahat biar cepat pulih." Saran Peri Cahaya.
"Tidak bisa. Aku harus berlatih dan terus berlatih agar Zack bisa aku kalahkan suatu saat nanti." ucap Xiao Bao dengan mantap. Dirinya bertekad untuk merebut kembali tongkat neneknya yang berada ditangan Zack.
*********
Sementara Xiao Bao berlatih, Peri Cahaya dan Naga Alpha mengambil kesempatan untuk mengendap-endap menemui Kaum kurcaci api. Mereka terkejut saat melihat asap tebal dari tempat tinggal semua kurcaci. "Apa terjadi kebakaran disana?" tanya Peri Cahaya yang berusaha memastikannya, tetapi hanya asap yang bisa dilihatnya
"Kita harus beritahu Xiao Bao," ucap Naga Alpha yang terbang kembali menemui Xiao Bao.
Ketika sampai, Xiao Bao berusaha meningkatkan kekuatannya, Naga Alpha berteriak membuat Xiao Bao terpaksa menghentikannya.
"Xiao Bao, ada kabar buruk. Tempat tinggal kurcaci, dipenuhi dengan asap. Pasti terjadi sesuatu disana." ucap Naga Alpha yang melipat kedua sayapnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Xiao Bao yang bangkit.
"Kami tidak tahu. Lebih baik, kita pastikan bersama terlebih dulu." ucap Naga Alpha yang berjongkok membiarkan Xiao Bao naik kepunggungnya.
Mereka lalu terbang mendekati tempat tinggal kurcaci. Peri Cahaya berteriak memberi kode bersembunyi dibalik batu besar yang tidak jauh dari sana.
Xiao Bao memperhatikan bagaimana kaum kurcaci disiksa dengan api milik jakson. "Katakan padaku, dimana orang yang kalian sembunyikan?" teriak Jakson dengan penuh kemarahan.
"Kami tidak tahu," ucap semua kurcaci bersamaan.
Jakson semakin kesal, dia mendegus berkali-kali dan melempar api menghabisi sebagian kurcaci. Tidak berselang lama, datang seseorang yang membawa tongkat bersama iblis yang mengikutinya. Dia adalah orang yang dicari Xiao Bao selama ini.
"Zack?" ucap Xiao Bao terkejut. Walau tubuh Zack sudah berubah lebih kekar, tetapi Xiao Bao masih mengenali wajah Zack dengan baik.
"Untuk apa Zack datang jauh-jauh ke sini?" tanya Xiao Bao terkejut.
Semua kurcaci tidak bisa berkata apa-apa ketika melihat Zack. Mereka tahu bagaimana Zack sangat kejam jika semua perminataannya tidak dituruti.
"Apa kalian masih ingin melindungi orang asing dan tidak mau meyerahkan mereka padaku?" tanya Zack dengan suara perlahan tetapi masih bisa membuat semua kurcaci yang mendengarnya ketakutan dan gemetar.
"Maaf, tuan Zack. Aku sudah menyuruh mereka pulang. Mungkin, mereka sudah tidak berada dimensi ini lagi." ucap Ayah Kurcaci yang berkata tanpa memandang Zack.
"Lalu, mereka pergi kemana?" tanya Zack yang berjalan menghampiri Ayah Kurcaci. Menatapnya dengan tajam.
"Tidak tahu, Tuan Zack. Tetapi aku menyuruh mereka pulang agar tidak berada dimensi ini lagi," titah Ayah Kurcaci dengan sangat berani.
"Kau cukup hebat." Ucap Zack yang tersenyum sinis. Kemudian mengarahkan tongkat sakitnya pada Ayah Kurcaci membuat Ayah Kurcaci terjatuh dan tidak sadarkan diri.
"Lima menit lagi, dia akan mati. Jika kalian ingin seperti dirinya, cari anak yang bersama seekor naga, kemudian bawa mereka kehadapanku." perintah Zack kemudian pergi bersama para iblis dan Jakson.
Tiga anak kembar dan Ibu Kurcaci menangis melihat keluarganya tidak sadarkan diri. Semua kaum kurcaci sudah tidak tahu harus melakukan apa.
"Tidak ada pilihan, selain kita mencari mereka. Semoga saja, mereka bertiga belum keluar dari dimensi ini!" ucap salah satu kurcaci yang berlari pergi mencari Xiao Bao dan teman-teman.
Hati Xiao Bao iba melihat Ayah Kurcaci tidak sadarkan diri. Dia ingin sekali membantu, tetapi dirinya tidak bisa muncul sekarang. Semua kurcaci akan menangkapnya.
"Xiao Bao, kita harus benar-benar pergi sekarang. Keadaannya sudah tidak terkendali." ucap Peri Cahaya yang terbang.
"Tidak, kita masih harus disini dan membantu para kurcaci mendapat kebebasan." kata Xiao Bao dengan mata berbinar. Tekadnya sudah bulat.
Naga Alpha dan Peri Cahaya bingung melihatnya. Disaat seperti ini, Xiao Bao masih mementingkan kaum kurcaci daripada keselamatan dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments