CH_10 Kekuatan Api

"Na na na na.." Tiga orang anak bernyanyi riang membawa Xiao Bao bertemu kedua orang tuanya.

Langkah mereka terhenti ketika sampai di rumahnya. Mereka bertiga lalu menoleh menatap Xiao Bao. 

"Jangan bilang jika ini rumahnya?" tunjuk Peri Cahaya yang terkejut.

Begitupun dengan Xiao Bao, dirinya tidak tahu harus berkata apa. Ini pertama kalinya, dia melihat rumah kayu yang dibalut dengan api. Kayu sama sekali tidak termakan habis oleh api.

"Ajaib!" Puji Xiao Bao.

Ketiga anak kecil tertawa melihat ekspresi Xiao Bao dan Peri Cahaya. Mereka lalu bernyanyi membuat makhluk yang sama tinggi datang menemuinya. "Siapa mereka, Nak?" tanya Makhluk yang mempunyai janggut.

"Mereka ingin bertemu dengan ayah!" tunjuk anaknya kompak.

Xiao Bao kembali dibuat terkejut, tinggi anaknya sama dengan tinggi kedua orang tua anak kecil itu. "Apa tidak ada yang lebih tinggi lagi?" tanya Xiao Bao seketika.

"Kau seperti raksasa," ucap ayahnya.

"Kalian yang lebih kecil dari kami." Jawab Peri Cahaya yang terbang di samping Xiao Bao.

"Dia bicara seolah dirinya tidak kecil," ejek anak yang mengikat Peri Cahaya.

Salah satu ibu mereka maju sambil mendongak, menatap Xiao Bao. "Kami hidup seperti ini, kami hanya kurcaci kecil yang mengandalkan kekuatan api sebagai sumber kehidupan. Jadi, tidak salah jika tubuh kami kecil." Ucapnya dengan jelas.

"Oh, kurcaci." Sahut Peri Cahaya dan Naga Alpha bersamaan.

"Kami tidak akan mempersilahkan kalian masuk mengingat rumah kami kecil, tubuh kalian tidak akan muak. Lebih baik kita bicara di bawah pohon rindang saja." Ucap ayah Kurcaci.

"Pohon? aku tidak melihat pohon rindang sewaktu berjalan ke sini. Semua pohon seperti habis di bakar." Sahut Xiao Bao.

"Benar. Tetapi hanya ada satu pohon yang tidak dibakar, dia mempunyai sejarah panjang dimensi dunia merah. Kita kesana dan melihat bersama!" perintah Ayah Kurcaci.

Xiao Bao menatap naga Alpha dan Peri Cahaya yang disambut anggukan. Mereka akhirnya pergi menaiki bukit, tempat pohon bersejarah berada.

Ketika sampai, Xiao Bao bisa merasakan hawa panas walau tanpa sinar matahari. Hawanya berasal dari dalam pohon. 

"Dulu, kami semua hidup tenang hingga akhirnya salah satu di antara kami ingin menjadi pemimpin. Dia paling berkuasa di dunia merah, tidak ada yang bisa mengalahkannya. Apa yang diperintahkannya, harus kami lakukan." Kata Ayah Kurcaci dengan wajah sedih menatap pohon besar di hadapannya.

"Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Xiao Bao yang penasaran.

"Dia memerintah sewenang-wenang, menghukum semua orang yang tidak patuh padanya. Dia adalah Raja Api. Dia bukan berasal dari kalangan kami, kami sebenarnya menolaknya menjadi pemimpin, tetapi tidak ada yang berani memberitahunya. Kekuatan apinya sangat dahsyat melebihi kekuatan api kami."

"Pasti ada sesuatu yang membuat dirinya bisa menguasai kekuatan api begitu besar, padahal bukan termasuk kaum kalian?" tanya Xiao Bao.

"Dia seorang pendatang di dimensi kami, katanya dirinya seorang kesatria yang akan melindungi kami dari bahaya yang mengancam. Karena tidak mempunyai kekuatan api, dia meminta kami membukakan pintu masuk dari pohon besar ini agar dirinya bisa menyerap kekuatan api dan tahu cara menggunakannya. Tetapi setelah berhasil, justru dia menyiksa kami." Ujar Ayah Kurcaci.

"Dimana orang itu sekarang, aku ingin memberinya pelajaran. Dirinya tidak pantas disebut kesatria!" teriak Peri Cahaya tidak terima.

"Mereka tidak jauh dari sini, jika kamu terus berjalan ke depan, maka sampai di tempat mereka." Tunjuk tiga anak kurcaci.

Tanpa permisi, Peri Cahaya terbang sambil mengepal kedua tangannya. Dia menjadi merasa bersalah, karena seorang Peri yang menyatakan seseorang menjadi kesatria ketika dia berhasil melewati tantangan yang dibuat para Peri.

"Peri Cahaya, tunggu sebentar!" teriak Xiao Bao mencegah. Peri Cahaya tetap terbang menjauh.

Senyum di bibir Ayah Kurcaci terlihat, dia sepertinya sangat senang. Sementara Xiao Bao dan Naga Alpha langsung menyusul Peri Cahaya.

Mereka bertiga sampai di tempat yang di maksud, dimana Raja Api berada di sini. "Aku akan masuk dan menemuinya!" ucap Peri Cahaya, tidak mau di bantah.

"Tidak bisa. Kita lihat situasi terlebih dulu, tidak ada yang tahu seperti apa di dalam." Ucap Xiao Bao menahan Peri Cahaya.

"Aku tidak takut sama sekali, dia menganggap dirinya seorang kesatria tetapi menyiksa penghuni dimensi ini. Itu tidak adil!" ucap Peri Cahaya dengan tegas.

"Aku tahu, hanya saja kita perlu menyusun rencana untuk masuk." ucap Xiao Bao mengingatkan.

Xiao Bao menoleh ke naga Alpha. "Naga Alpha, terbang dan kelilingi tempat ini. Cari pintu masuk yang aman menurutmu, kita akan masuk diam-diam." perintah Xiao Bao.

"Baik," jawab Naga Alpha yang mulai menggembangkan sayapnya dan terbang tinggi.

Xiao Bao dan Peri Cahaya menunggu. Tidak berselang lama, Naga Alpha kembali dan menyampaikan laporannya.

"Aku melihat banyak sekali penjaga di setiap pintu masuk. Mereka sepertinya bukan kurcaci, tubuhnya sangat tinggi dan menggunakan tongkat ke mana-mana." Ucap Naga Alpha.

Xiao Bao berpikir sebentar sambil menutup matanya. Tangannya menutupi sebagian wajahnya. "Apa tingginya sama denganku?" tanya Xiao Bao.

"Iya, jika dilihat. Mereka juga menggunakan pakaian besi sehingga sulit dikenali wajahnya." kata Naga Alpha.

"Berarti, aku bisa masuk dengan aman jika berpura-pura menjadi salah satu pengawalnya. Kalian berdua tetap di sini, aku yang akan masuk mengendap-endap." Ucap Xiao Bao.

Peri Cahaya tidak setuju, dia terbang ke depan wajah Xiao Bao. "Aku juga ingin masuk dan memarahi kesatria pembohong itu." teriak Peri Cahaya.

"Peri, aku tahu dirimu sangat marah. Tetapi, biarkan aku pergi lebih dulu. Aku hanya ingin memastikan keadaan di dalam sana baik-baik saja sebelum kita pergi bersama menemui kesatria Raja Api." Bujuk Xiao Bao.

Peri Cahaya menoleh meminta pendapat Naga Alpha, tetapi Naga Alpha sepertinya setuju. Dia bahkan mengangguk pada Peri Cahaya.

"Baiklah. Aku bisa menunggu di sini. Xiao Bao, kamu jangan lama-lama di dalam dan jika terjadi sesuatu berteriaklah memanggil kami. Aku dan Naga Alpha pasti akan segera menolongmu." Ucap Peri Cahaya yang terbang ke dekat Naga Alpha.

Xiao Bao pergi, dia mencari salah satu penjaga yang bisa dirinya rebut pakaiannya. Mata Xiao Bao menangkap salah satu penjaga yang sedang sendirian sambil makan roti. "Apa mereka manusia sama seperti diriku? kenapa sampai memakan roti?" Tanya Xiao Bao pada dirinya.

Setelah melihat penjaga itu selesai makan dan dalam kondisi lengah, Xiao Bao tidak membuang kesempatan. Dia menjalankan rencananya dengan baik. Satu tarikan di tambah pukulan bagian kepala, sukses membuat penjaga tak di kenal ini pingsan. Xiao Bao buru-buru membuka pakaiannya. Tetapi, suara penjaga lain terdengar mencari temannya.

"Siapa di sana? Runi kau masih di sana?" teriaknya.

Xiao Bao meneguk ludahnya, langkah kaki terdengar ramai menghampiri dirinya. Dia pasti akan ketahuan saat ini.

Terpopuler

Comments

princess butterfly

princess butterfly

duh mudah2an gak ketahuan tu bao...

2022-10-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!