Xiao Bao dan Peri Cahaya saling menatap. Tiba-tiba, mereka melihat sesuatu yang terkurung di dalam es. "Naga Alpha?" teriak Xiao Bao sambil berlari menghampiri ketika melihat tubuh besar dengan sayap membeku di depannya.
"Ada apa ini?" tanya Peri Cahaya yang berada di belakang Xiao Bao.
Xiao Bao menatap sekeliling, mencari petunjuk. Sebuah buku besar tergeletak di dekat naga Alpha. "Mungkin, ini adalah petunjuk," ucap Xiao Bao.
Peri Cahaya yang mengerti, mendekati buku tersebut. Saat tangan Peri Cahaya menyentuh buku besar yang penuh debu, dirinya langsung membeku seketika. Tubuh Peri Cahaya terjatuh ketika berubah menjadi es.
"Apa?" Xiao Bao semakin terkejut. Dia tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi.
Terdengar pintu goa di tabrak dari luar, Xiao Bao menoleh. Dia sangat yakin, seseorang berusaha untuk menyelamatkannya. Xiao Bao bermaksud ingin meminta bantuan, tetapi buku besar terbuka dan mengeluarkan suara.
Penyihir tidak bisa kabur sebelum melewati tantangan besar melawan kekuatan es. Jika tidak bisa, dia akan kehilangan nyawanya berserta teman-teman yang terkurung di goa terkutuk.
Xiao Bao menoleh, mencari asal suara. Tidak ada siapapun di dalam goa, kecuali dirinya yang masih bergerak.
"Apa kau yang bicara?" tanya Xiao Bao pada buku besar yang terbuka dan melayang di depannya.
Benar. Kau harus melewati tantangan atau tidak bisa keluar dari dalam goa terkutuk sama seperti penyihir sebelumnya.
Xiao Bao tidak punya pilihan selain menerima tantangan. Dia sebenarnya tidak masalah dengan dirinya, tetapi mengingat kebaikan peri Cahaya dan Naga Alpha padanya, Xiao Bao menjadi tidak enak hati.
"Baik, aku terima tantangannya. Apa yang bisa aku lakukan?" tanya Xiao Bao dengan suara lantang. Walau nyali menciut, setidaknya suaranya bisa mengema di dalam goa.
Pertama, lewat setiap musuh yang akan menyambutmu di lorong goa. Terus maju, pantang mudur sampai dirimu menemukan batu yang bersinar di lorong goa.
Xiao Bao tidak menunda banyak waktu, dia langsung pergi sesuai perintah buku besar. Ketika sampai di lorong yang di maksud, mata Xiao Bao terus berputar ke sana sini mencari makhluk yang akan menyerangnya. Begitupun dengan langkah kakinya, dia berjalan perlahan agar bisa menemukan musuh yang di maksud.
Tiba-tiba saja, goa bergetar. Lorong goa di penuhi es yang menampilkan pantulan Xiao Bao. Xiao Bao tetap berjalan, melangkah tanpa mengkhawatirkan bayangan dirinya yang terpantulkan.
Tetapi, di pertengahan jalan, perasaan Xiao Bao menjadi tidak enak. Entah mengapa, dia merasa aneh dengan pantulan bayangannya yang bergerak mengikuti dirinya.
Xiao Bao melirik sekilas, kemudian berhenti mendadak. Rasa anehnya bertambah ketika melihat bayangan dirinya masih berjalan. "Siapa kau? kenapa menyamar menjadi diriku?" tanya Xiao Bao yang mengambil ancang-ancang.
Seketika, bayangan menyerupai Xiao Bao berhenti berjalan. Dia kemudian menoleh ke belakang, menatap Xiao Bao dengan tersenyum. "Aku adalah dirimu, Xiao Bao yang pengecut. Ha ha ha," jawabnya di akhirnya dengan suara tawa.
"Apa kau bercanda? Keluar jika kau berani!" teriak Xiao Bao dengan suara lantang.
Seketika, bayangan dirinya menghilang. Xiao Bao terus mencari di depan dan di belakangnya. Tetapi dari samping, Xiao Bao di tarik dan langsung terjatuh. Tubuh Xiao Bao menjadi dingin, dia tidak bisa bergerak. Matanya masih terbuka.
Xiao Bao melihat ada beberapa penyihir yang terkurung di dalam es seperti dirinya. Xiao Bao baru mengerti sebenarnya apa yang terjadi, kenapa semua penyihir tidak ada yang kembali saat masuk ke dalam goa terkutuk. 'Tidak bisa seperti ini, aku harus keluar. Tujuanku menjadi kesatria belum tercapai,' Guman Xiao Bao di dalam hati.
Xiao Bao kemudian mengepal kedua tangannya dengan keras, merasakan dinginya es yang mengurun tubuhnya. Tidak berhenti, Xiao Bao terus melakukannya sampai dia melihat banyak air yang jatuh. Es yang membungkus dirinya meleleh seketika.
"Aku harus bisa," teriak Xiao Bao dalam hati.
Xiao Bao sedang berjuang, sementara di luar goa, terdapat sepuluh iblis yang berusaha mendobrak batu yang menutupi pintu goa. "Kita harus membuka pintu untuk Xiao Bao, sebelum dia menjelalah masuk kedalam goa." perintah pemimpin Iblis.
"Sebenarnya, kenapa kita repot-repot melakukannya. Xiao Bao dan kawan-kawannya tidak akan kembali, ini kabar baik untuk kita." Pintah salah satu pengikut Iblis.
"Ini perintah langsung dari tuan Zack. Dia sangat takut, Xiao Bao mencari kekuatan es yang tersembunyi di dalam goa. Kita harus menghentikannya segera mungkin!" jelas pemimpin Iblis.
Semua Iblis terus mendobrak batu yang menutupi pintu masuk sampai batu tersebut pecah. "Lalu, siapa yang akan masuk menyusul Xiao Bao?" tanya salah satu pengikuti Iblis.
Tentu saja, tidak ada yang mau. Mereka semua mundur, takut tidak bisa keluar dengan selamat dari goa terkutuk ini. "Lebih baik, kita pulang saja. Katakan pada tuan Zack, Xiao Bao sudah mati di dalam goa. Aku tidak mau ambil resiko," kata salah satu Iblis.
"Benar. Lagipula, tidak ada yang bisa keluar dari goa terkutuk jika sudah terlanjur masuk. Kita pura-pura saja sudah masuk ke dalam goa dan mencari Xiao Bao tetapi tidak ketemu."
"Oke, kita semua sepakat melakukannya." kata pemimpin Iblis yang ikut takut masuk ke dalam goa. Semua pengikutinya tidak ada yang berani, terlebih dirinya yang sudah takut lebih dulu melihat ke dalam goa yang gelap tanpa cahaya.
Saat semua Iblis pergi, Naga Alpha dan Peri Cahaya keluar dari goa. "Apa kita harus menunggu Xiao Bao, bagaimana jika dia tidak berhasil?" tanya Peri Cahaya yang terbang mengelilingi naga Alpha.
"Aku yakin dia pasti bisa. Setelah melewati tantangan ini, Xiao Bao jadi mengerti bagaimana menggunakan kekuatan penyihirnya." Jawab Naga Alpha dengan tatapan tajam ke dalam goa.
Tidak berselang lama, goa kembali bergetar tetapi kali ini banyak bongkahan es yang terjatuh. Goa seolah ingin runtuh.
"Bagaimana ini, Xiao Bao masih di dalam. Pasti terjadi sesuatu sehingga goa hancur!" teriak Peri Cahaya mulai panik.
Naga Alpha menutup matanya, mencoba berkosentrasi mencari keberadaan Xiao Bao. Hidungnya berusaha mencari aroma tubuh Xiao Bao yang sudah di kenalinya. "Tidak mungkin." kata Naga Alpha yang ikut panik.
"Kenapa?" tanya Peri Cahaya menoleh ke arah Naga Alpha.
"Aku tidak bisa menemukan keberadan Xiao Bao di dalam goa. Mustahil jika dia sudah keluar," Ucap Naga Alpha yang mencoba sekali lagi mencari keberadaan Xiao Bao.
"Tidak ada seorang pun yang bergerak di dalam goa," kata Naga Alpha kembali.
"Xiao Bao tidak berhasil," ucap Peri Cahaya dengan nada suara lemah.
Seketika, goa hancur dan rata dengan tanah. Sebelum itu, Naga Alpha dan Peri Cahaya terbang keluar goa, menyelamatkan diri.
"Xiao Bao, kau ternyata lemah. Aku tidak menyangka, kau selamah itu. Padahal, diriku yakin jika suatu saat nanti kau akan menjadi kesatria sesuai tujuanmu." ucap Peri Cahaya dengan rasa kecewa.
Dari reruntuhan goa, terdapat sebuah sinar cahaya terang yang membalut tubuh seseorang dalam bongkahan es. Naga Alpha dan Peri Cahaya berlari menghampirinya. Entah siapa dia, penampilannya berbeda dengan Xiao Bao.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments