CH_11 Menyelinap dan Ketahuan

Xiao Bao tidak tahu harus bersembunyi dimana, Al-hasil dirinya ketahuan. "Siapa kau?" tanya penjaga lain yang menarik pedangan.

Xiao Bao bergerak cepat, dia menabrak tubuh pengawal, kemudian mengeluarkan tongkatnya kecilnya. "Ping Ping Pong!" ucap Xiao Bao yang menyihir salah satu pengawal dan membuatnya tidak sadarkan diri.

"Huff, aku akhirnya menguasai sihir pengendali tubuh." Ucap Xiao Bao yang memakai pakaian besi dengan cepat. Dia lalu masuk dan berusaha berjalan santai. Tetapi, sebelum itu Xiao Bao menyembunyikan dua pengawal yang masih pingsan.

"Hei, kau!" teriak seseorang yang memakai pakaian berbeda dengan Xiao Bao. Jika dilihat, dia bukan pengawal di sini.

"Tolong bawakan aku anggur ke kamarku." perintahnya.

"Tetapi, anda siapa?" ucap Xiao Bao yang membuat Fedrik terus memperhatikannya.

Beruntung, Xiao Bao menggunakan topeng yang terbuat dari besi, sehingga wajahnya tidak terlihat oleh Fedrik.

"Aku? Aku yang punya tempat ini. Kau tidak tahu?" tanya Fedrik yang bingung sambil menatap Xiao Bao.

"Oh, maaf." ucap Xiao Bao sambil menunduk.

"Tidak apa, lupakan saja. Kau pasti pengawal baru yang diminta ayahku. Sudah, lebih baik kau bekerja sekarang. Ayahku bisa memecatmu jika membuat kesalahan." kata Fedrik yang berjalan menjauhi Xiao Bao.

Fedrik adalah anak dari Jakson dan Silvia. Dia yang akan menjadi kesatria dan meneruskan ke pemimpinan anaknya di dimensi Api. Xiao Bao yang baru datang, tidak kenal dengan semua orang orang di sini.

'Aku sebaiknya melihat-lihat sekeliling. Semoga ada celah biar Naga Alpha dan Peri Cahaya bisa masuk.' Guman Xiao Bao yang berbelok, tidak mengikuti Fedrik.

Xiao Bao lalu melihat, banyak penjaga yang berbaris. Dia pun ikut. Tidak berselang lama, semua pengawal menunduk. Jakson, sang kesatri datang bersama tiga orang pengawal sejatinya. Berbeda dengan Xiao Bao, tiga pengawalnya tidak menggunakan topeng hingga memperlihatkan wajah aslinya.

"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya salah satu pengawal yang mengikutinya.

"Terus tekan penghuni dimensi ini, agar mereka tunduk dan patuh padaku. Jika ada yang membantah, kau harus hapus dia dari dimensi api. Terkecuali kurcaci anak kembar tiga itu. Dia pemimpin dari semua kurcaci, paksa dia agar mau menurut. Aku ingin memperluas kekuasaanku!" ucap Jakson dengan senang.

Setelah mereka pergi, semua pengawal mengikutinya. Berbeda dengan Xiao Bao yang tetap berkeliling. Tanpa sengaja, Xiao Bao masuk ke ruangan yang menampilkan cahaya Es. Banyak Es yang tersusun rapi yang lebih besar dari tubuh Xiao Bao.

"Xiao Bao, kau bisa mendengarku?" suara Naga Alpha terdengar memanggil nama Xiao Bao.

"Berikan padaku, biar aku yang bicara. Xiao Bao, apa kau masih ada di dalam?" ucap Peri Cahaya.

Xiao Bao mencari suara teman-temannya. Dia tidak melihat peri cahaya dan Naga Alpha. "Kalian dimana?" tanya Xiao Bao, memutar bola matanya.

"Xiao Bao, kami masih di luar. Aku menggunakan tongkatku agar bisa terhubung denganmu. Apa keadaan didalam aman?" ucap Peri Cahaya.

"Aku berusaha mencari celah agar kalian bisa masuk. Tetapi, aku hanya menemukan bongkahan Es di sini. Apa aku salah tempat?" ucap Xiao Bao yang bingung.

"Cukup aneh. Ini dimensi api, seharusnya es sudah meleleh mengingat suhu dimensi api sangat panas." Ucap Peri Cahaya.

"Biar aku periksa." titah Naga Alpha.

Naga Alpha lalu menutup matanya, membaca keadaan di sekitarnya dengan kemampuan dari kekuatan biru. Cahaya kecil seperti kelereng keluar dari bongkahan es. Ketika Naga Alpha berhenti dan membuka matanya, kelereng tersebut langsung menghilang.

"Xiao Bao, itu adalah penjara bagi kurcaci di dimensi api. Mereka terkurung di dalam es hingga membeku. Kau sebaiknya keluar, aku bisa merasakan kurcaci api membutuhkan kita." kata Naga Alpha.

Xiao Bao pergi dengan terburu-buru, berapa kali dirinya menabrak pengawal yang berlalu lalang. Ketika sampai di depan pintu, suara Fedrik mencega dirinya. "Pengawal, kemari kau!" teriak Fedrik yang membawa banyak pasukan di belakangnya.

Xiao Bao menoleh, menunjuk dirinya sendiri. "Aku?" tanya Xiao Bao.

"Iya, cepat kemari!" ucap Fedrik yang tersenyum sinis.

Xiao Bao tidak punya pilihan selain menurut, dia kemudian mengikuti Fedrik ke halaman belakang yang terhampar luas.

Tiba-tiba, Fedrik berhenti berjalan dan membalikkan badannya. Dirinya kemudian mengangguk, membuat pasukannya mengepung Xiao Bao. 'Ada apa ini?' guman Xiao Bao panik. Tetapi, dia tetap terlihat santai didepan Fedrik.

"Kau bukan bagian dari sini. Lalu, siapa kau sebenarnya?" tunjuk Fedrik.

'Apa? Bagaimana bisa aku ketahuan?' guman Xiao Bao yang terkejut.

Saat berhadapan dengan Fedrik, Xiao Bao terdengar bingung dan linglung. Fedrik kemudian mengikuti Xiao Bao diam-diam dan menemukannya masuk ke penjara es. Fedrik juga mendengar Xiao Bao berbicara sendiri, bertanya tempat apa yang dia masuki. Semua pengawal yang bekerja dengan kesatria Jakson sudah tahu semua tempat di kediamannya. Fedrik kemudian memutar otak, menangkap Xiao Bao.

"Lupakan saja. Aku tidak akan bilang pada ayahku, jika kau mau jujur. Siapa sebenarnya dirimu, apa kesatria lain yang ingin menaklukan dimensi api?" tanya Fedrik.

Xiao Bao melepas topengnya, yang membuat dirinya panas. Dimensi apa sudah sangat panas, ditambah harus memakai topeng. Wajah Xiao Bao bisa terbakar. Niatnya ingin menutupi wajahnya agar tidak ketahuan, kini sia-sia.

"Naga Alpha, kemarilah!" ucap Xiao Bao yang mengeluarkan tongkat kecilnya.

Saat dirinya selesai berbicara, cahaya dari tongkat Xiao Bao redup. Tongkat penyihir dan tongkat Peri hampir sama. Mereka bisa berkomunikasi satu sama lain dengan tongkatnya. Hanya saja, terkadang mereka harus berada di satu dimensi agar tetap terhubung.

"Kau memanggil temanmu, kawan?" tanya Fedrik yang terdengar merendahkan.

**Buk..

Buk..

Buk**..

Suara keributan mulai terdengar. Naga Alpha dan Peri Cahaya baru menangkap sinyal dari Xiao Bao.

"Dia menyuruh kita untuk ke sana!" ucap Peri Cahaya.

"Dia hanya menyuruhku datang. Kau lebih baik disini saja." ucap Naga Alpha yang menggembangkan sayapnya.

"Aku ingin ikut!" teriak Peri Cahaya, tetapi Naga Alpha sudah terbang tinggi mencari keberadaan Xiao Bao.

Peri Cahaya terpaksa menunggu Xiao Bao. Dia dikagetkan dengan wajah anak kembar tiga kurcaci di depannya. "Kalian sedang apa di sini?" tanya Peri Cahaya yang terkejut.

"Dia baru menyadari kita datang."

"Benar. Itu tidak penting."

"Apa temanmu baik-baik saja? Semua orang yang masuk ke sana tidak akan keluar dengan selamat. Sudah banyak kurcaci yang masuk ke sana, tidak pernah kembali. Mereka semua di tahan di dalam sana." jelas Anak yang paling tinggi dari yang lain.

"Apa? Kenapa kalian baru memberitahu kami?" tanya Peri Cahaya kesal.

"Itu karena kalian tidak bertanya. Kau sendiri yang ingin pergi duluan." ucap satunya dengan melipat kedua tangannya.

"Lalu, bagaimana selanjutnya? Xiao Bao dan naga alpha sudah berada di dalam?" tanya Peri Cahaya panik.

"Entahlah. Jika mereka keluar dengan pintu utama, itu tidak akan berhasil. Ayahku tahu jalan keluar di sana, karena dulu rumah musuh adalah rumah kami yang direbut paksa." titah mereka.

"Kita temui ayah!" ucapnya yang berbalik hendak pergi.

Peri Cahaya ragu, tetapi mendengar suara keributan dan api yang membesar dari dalam sana, dia kemudian mengikuti tiga anak kurcaci untuk menemui ayahnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!