CH_9 Berpindah Di Mensi

Xiao Bao terus mengintip, apa yang dilakukan para iblis di dekat bukit tempat pintu dimensi berada. "Kenapa mereka terus mengawasi bukit?" tanya Xiao Bao yang kembali bersembunyi di balik semak-semak.

"Xiao Bao, kau berniat ingin menyelinap?" tanya Peri Cahaya yang terbang ke pundak Xiao Bao.

"Tidak ada cara lain, kita harus menyelinap." jawab Xiao Bao yang kembali mengintip kawanan iblis yang sedang berjaga.

"Tidak bisa, kita tetap akan ketahuan. Aku dan  kamu mungkin bisa mengendap-endap, tetapi naga Alpha tidak bisa. Tubuhnya terlalu besar, jika terbang malah akan semakin di lihat para iblis." Tutur Peri Cahaya yang dibalas anggukan naga alpha.

"Baik, kita tidak punya pilihan selain menyerang. Ingat, tujuan kita ingin masuk ke pintu dimensi. Kita tidak perlu berlama-lama menyerang iblis, jika ada kesempatan langsung berlari masuk ke pintu dimensi." Perintah Xiao Bao dengan tegas.

Mereka bertiga sudah mengatur strategi. Naga Alpha terbang lebih dulu, menarik perhatian kawanan Iblis agar menghampiri dirinya. ketika semua kawanan Iblis teralihkan, Peri Cahaya dan Xiao Bao berlari di belakang iblis. Xiao Bao kemudian mengeluarkan tongkat sihirnya, menepung para iblis dengan asap hitam agar mereka tidak bisa melihat.

"Kabur..." Teriak Xiao Bao mengingatkan naga Alpha.

Saat itu, naga alpha terbang ke bukit bersama Xiao Bao dan Peri Cahaya. Mereka tidak butuh waktu lama hingga masuk ke pintu dimensi.

"Sial, mereka berhasil keluar dari sini. Kita harus memberitahu tuan Zack!" teriak salah satu iblis yang melihatnya.

"Tuan Zack tidak akan senang mendengarnya." timpah mereka.

******

Xiao Bao menatap sekelilingnya yang gelap, dia seolah berjalan sendiri. Sangat sepi dunia yang dia masuki. "Peri Cahaya, bisa kau beritahu ini di mana?" tanya Xiao Bao yang menoleh ke belakang melihat peri Cahaya.

Peri Cahaya memeriksa tongkatnya, mengamatinya dengan cermat. "Kita berada di dunia merah. Dunia yang penuh pemberontak, tidak ada hari tanpa pertumpahan darah di sini." kata Peri Cahaya ketika mendapat petunjuk.

"Dunia merah?" ucap Xiao Bao yang mencoba berpikir. Dirinya seperti pernah mendengar dunia yang di katakan peri cahaya.

"Apa kau pernah datang ke sini, Xiao Bao?" tanya Naga Alpha yang duduk karena merasa lelah. Kepalanya terasa pusing melihat warna yang berputar ketika masuk ke pintu dimensi.

"Aku ingat, sekarang. Dunia merah adalah sumber kekuatan api. Tanpa dunia merah, tidak ada api yang bisa di lihat semua penghuni dunia." Jelas Xiao Bao yang mengingat perkataan neneknya.

Xiao Bao lebih banyak mendapat informasi dari neneknya, ketimbang dirinya berlatih menjadi seorang penyihir. Entah apa maksud neneknya, dia seolah sudah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

"Xiao Bao, apa kekuatan api yang kamu cari di sini?" tebak Peri Cahaya.

"Benar, aku harus mempunyai kekuatan api untuk menjadi lebih kuat. Kita sebaiknya mencari tempat berteduh malam ini, besok pagi baru kita mulai perjalanan baru." Jelas Xiao Bao yang meletakkan tas kecilnya yang selalu dibawa ketika bepergian. 

Xiao Bao langsung duduk dan berbaring. Naga Alpha dan Peri Cahaya menurut, mereka mulai ikut berbaring juga.

Keesokan harinya...

Xiao Bao terbangun ketika merasakan tubuhnya sangat panas. Dia membuka mata dan langsung membulatkannya. Dirinya terkejut melihat banyak api yang mengelilinginya. "Peri Cahaya! Naga Alpha!" teriak Xiao Bao yang memanggil dengan panik.

"Hei, lihat. Monster sudah bangun!" teriak seorang anak-anak yang tidak berbeda dengan manusia.

Mereka bertubuh pendek dengan kuping yang sedikit panjang daripada milik Xiao Bao. Salah di antara mereka maju, memperhatikan tubuh Xiao Bao yang dianggapnya aneh.

Sementara naga alpha dan peri cahaya, telah diikat rapi di dekat mereka. "Apa yang kalian lakukan dengan temanku?" tanya Xiao Bao menunduk menatap tiga orang adik kecil yang mirip di depannya.

"Oh, mereka temanmu? Kenapa kalian terlihat berbeda?" tanya salah satu anak yang memakai baju merah.

"Bentuk tubuh mereka berbeda-beda. Yang satu sangat besar di tambah sayap dan ekor yang aneh, sementara yang satunya lagi tubuh kecil seperti nyamuk." Ejek anak kecil.

"Hei, aku bukan nyamuk, bodoh!" bentak Peri Cahaya yang tidak terima.

"Kau seperti nyamuk, titik!" 

Xiao Bao geleng-geleng kepala melihat mahluk asing di depannya. "Sudah, tidak perlu bertengkar seperti nyamuk. Lebih baik, kalian melepas temanku atau mereka bisa marah nanti." Bujuk Xiao Bao.

Ketiga anak kecil saling berpandang sebelum kembali menatap Xiao Bao dengan bingung. "Kau hampir sama dengan kami, dari mana asalmu?" tanya mereka.

"Dari bumi. Boleh aku melepas teman-temanku?" tanya Xiao Bao dengan ramah.

Ketiga anak kecil itu mengangguk, dia berjalan menghampiri naga alpha dan peri cahaya dengan kaki mereka yang super kecil membuat langkah kakinya seperti semut.

"Xiao Bao, lepaskan cepat. Aku bisa menunggu lima tahun di sini!" teriak Peri Cahaya dengan suara menekan.

Xiao Bao mengeluarkan tongkatnya, berniat ingin membebaskan naga alpha dan peri cahaya. Tetapi, ketiga anak asing mengeluarkan api dari mulutnya, menyambar tali yang melilit peri cahaya dan naga alpha.

Mata Xiao Bao terkejut, bagaimana bisa anak kecil yang hampir milik dengannya mengeluarkan api dari mulutnya. Mereka jelas bukan manusia.

"Hei, kau mahluk apa? kenapa bisa mengeluarkan api?" tanya Peri Cahaya yang terbang mendekati tiga makhluk asing di hadapannya.

"Tidak seperti anak naga, tetapi bisa mengeluarkan api. Menakjubkan!" puji Peri Cahaya.

Ketiga anak asing bingung, mereka menatap Peri Cahaya dengan tatapan aneh. Kemudian, salah satu tangannya menyentuh peri Cahaya membuat peri Cahaya terjatuh. "Ternyata, dia bisa disentuh." Ucapnya dengan gembira.

"Kita bisa jadikan dia mainan!" teriak temannya.

"Hore... tangkap dia!" ucap satunya lagi.

Xiao Bao langsung menghalangi anak mahluk asing di depannya. "katakan dimana tempat tinggal kalian? biar kami antar kalian ke rumah," ucap Xiao Bao dengan tatapan dingin.

"Ayo, kita pulang!"

"Hore.. Kita pulang!"

Mereka bertiga berjalan paling depan dengan kompak. Xiao Bao ikut berjalan menyusulnya, penasaran dengan tempat tinggal anak aneh di depannya.

"Xiao Bao, apa kita harus mengantarnya?" tanya Peri Cahaya ragu.

"Bagaimana jika mereka mengambil aku sebagai mainan. Aku tidak mau!" ucap Peri Cahaya dengan tegas sambil melipat kedua tangannya.

"Tidak akan aku biarkan, kamu tenang saja. Aku hanya penasaran dengan tempat tinggal mereka, mungkin bisa belajar kekuatan api dari mereka. Baru tergolong anak kecil, sudah pandai menguasai kekuatan api sampai mengeluarkannya dari mulut nya. Aku juga mau," jelas Xiao Bao.

Naga Alpha hanya diam, dia menatap seluruh tempat ini, melihat keadaannya yang aneh. Hampir semua di sekelilingnya, berwarna hitam seperti habis terbakar api. Bahkan, pohon-pohon tidak ada yang tumbuh. "Dunia apa ini, benar-benar aneh. Tidak ada sumber kehidupan," ucap Naga Alpha seketika.

Terpopuler

Comments

princess butterfly

princess butterfly

smg bao berhasil dpt kekuatan api

2022-10-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!