CH_7 Kembalinya Penyihir Xiao Bao.

"Xiao Bao, itu kau?" tanya Peri Cahaya yang menatap mata Xiao Bao dengan lekat.

"Aku kembali." ucap Xiao Bao dengan senyum yang terukir di bibirnya. Matanya tajam mengarah depan.

"Xiao Bao, apa yang terjadi?" tanya Naga Alpha. Setaunya, tidak ada orang yang di lihatnya di dalam goa ketika dirinya mencari.

Xiao Bao tidak menjawab, matanya memutar melihat sekeliling. Tangannya langsung terkepal dengan keras. "Penyihir terakhir yang akan membalas dendam semua perbuatan pengkhianat." kata Xiao Bao dengan tegas. Perkataannya penuh penekanan.

"Sebenarnya, apa yang terjadi. Dia bukan Xiao Bao yang kita kenal?" ucap Peri Cahaya yang masih bingung. Bukan hanya penampilan Xiao Bao yang berbeda, sikap dan wataknya juga. Xiao Bao yang pengecut, kini berubah menjadi menyeramkan.

"Entahlah. Dia seperti baru bangun tidur." jawab Naga Alpha.

Xiao Bao membalikkan badannya, melihat dua makhluk hidup yang menatapnya dengan kebingungan. "Terima kasih, kau sudah membuatku ingat siapa jati diriku yang sebenarnya." Ucap Xiao Bao sambil menunduk.

"Jati diri?" Peri Cahaya berpikir sebentar.

"Bukannya, Xiao Bao memang penyihir?" tanya Naga Alpha.

Xiao Bao mengangguk, membenarkan perkataan naga Alpha. Dia mulai bercerita apa yang terjadi di masa lalu.

Flash Back Lima tahun yang lalu...

Penyihir dan manusia sangat akur, mereka saling menjaga dan melindungi satu sama lain. Nenek Xiao Bao adalah pendeta yang dipercayakan oleh penyihir. Dia juga yang menjadi penghubung manusia dan penyihir agar menjadi akrab. Keadaan mereka tentram dan damai sampai pada suatu hari, terjadi perselisihan Zack dengan nenek Xiao Bao.

"Aku tidak setuju, kita terus saja di perbudak manusia lemah itu!" Teriak Zack yang memacu kerumunan para penyihir.

"Apa maksudmu di perbudak? kita dan mereka sama, Zack. Mereka juga membantu kita, kamu harus ingat itu." Ucap Nenek Xiao Bao.

Umur Xiao Bao waktu itu masih berusia 18 tahun. Dia terpaksa menghentikan langkah kakinya ketika melihat banyak kerumunan di depan rumahnya.

"Aku tidak sudi bekerja sama dengan manusia lemah. Dia bisa menjadikan kaum kita lemah, sama seperti dirinya. Derajat penyihir, di atas mereka." Ucap Zack ingin mendapat pembelaan dari penyihir lain, tetapi tidak ada satupun yang bicara membelanya. Semuanya sangat percaya dengan nenek Xiao Bao yang sudah puluhan tahun menjadi pendeta penyihir.

"Zack, kau tidak boleh bicara sembarang. Pendeta tidak mungkin salah pilih jika tidak menguntungkan bagi kaum kita." ucap salah satu penyihir yang tidak setuju.

"Zack, kau kembalilah pulang dan renungkan kesalahanmu. Aku bisa saja menjatuhkan hukuman mengingat kau sudah lancang menentang keputusanku. Tetapi aku masih punya hati nurani Zack." kata pendeta.

Zack pulang dengan rasa kecewa, sebelum benar-benar pergi, dia menoleh ke arah pendeta dengan tatapan tajam. "Ingat pendeta, aku akan kembali datang dan menentang keputusanmu. Kau seharusnya tidak menjadi pendeta bagi semua penyihir, lihat saja aku buat hidup kalian semua hancur!" teriak Zack, kemudian berlari pergi dari sana.

"Ada-ada si Zack, dia pikir siapa dirinya. Dia hanya penyihir bawah saja." ejek penyihir lain.

Xiao Bao merasa gemetar, dia pun menemui neneknya mengingat Zack tidak main-main dengan ancamannya. "Nek, bagaimana jika ancaman Zack benar adanya?" tanya Xiao Bao merasa ragu.

"Tenang, Xiao Bao. Zack hanya menggertak, mana mungkin dia mempunyai kekuatan untuk menghancurkan kaumnya sendiri. Dia masih penyihir pemula, perlu banyak belajar darimu yang sudah mencakup penyihir master." jelas Nenek Xiao Bao.

Walau nenek Xiao Bao mengatakan untuk tetap tenang, Xiao Bao masih terus kepikiran. Sampai keesokan harinya, semua penyihir berlarian ke rumah Xiao Bao. "Pendeta, kita di serang iblis." adu salah satu penyihir.

"Apa maksud kalian, kenapa Iblis datang menyerang. Kita sudah buat perjanjian dengannya untuk tidak bermusuhan satu sama lain?" tanya pendeta.

Tidak berselang lama, penyihir kembali datang. "Pendeta, para Iblis menangkap Zack!" teriaknya.

"Nenek, bagaimana ini?" tanya Xiao Bao.

"Biarkan aku yang melawan mereka, Nek." kata Xiao Bao yang masuk ke kamarnya mengambil tongkatnya. Dia tidak bisa tinggal diam melihat salah satu kaumnya di tangkap kawanan iblis.

"Biar nenek saja, Xiao Bao. Kau tenang berada di belakang nenek. Iblis sangat licik, dia bisa memutar keadaan." Tahan Nenek Xiao Bao.

Semua penyihir keluar dari desa, menemui Iblis yang berada di perbatasan desa. Pendeta berada paling depan di antara para iblis lain. Xiao Bao, ikut serta berbaris di belakang neneknya.

"Iblis, kau sudah mengingkari perjanjian kita. Kita sudah sepakat tidak akan saling mengganggu." teriak Nenek Xiao Bao dengan tongkat yang berapi di tangannya.

"Ha, kau pikir aku yang mengingkari perjanjian? lihat siapa yang lebih dulu mencari masalah." Kata Pemimpin Iblis sambil melempar tubuh Zack menghampiri kaumnya.

"Zack, kau tidak apa-apa?" tanya penyihir yang langsung membantu Zack.

"Dia yang sudah masuk dan mengganggu kawananku. Jadi, siapa yang salah di sini?" tanya Iblis sambil menunjuk Zack.

Pendeta melirik Zack yang hanya menunduk dan penuh memar di wajahnya. "Maafkan aku. Katakan apa yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahan kaumku?" kata Pendeta sambil menunduk.

"Sesuai perjanjian, kau harus memberikan barang berharga seorang penyihir. Tongkat sakti, harus kamu berikan padaku sebagai imbalannya. Ha ha ha," kata Sang Iblis tertawa terbahak-bahak.

"Pendeta, jangan lakukan. Hanya tongkat sakti yang menjadi pelindung kaum penyihir selama ini." Sahut penyihir.

"Lalu, apa yang terjadi jika aku tidak memberikannya?" tanya pendeta yang merasa ragu memberikan tongkatnya pada kawanan iblis. Takut di salah gunakan.

"Kau yang tidak menepati perjanjian antara Iblis dan penyihir. Bukan kha pendeta selalu menepati janji?" Goda sang Iblis.

"Baik. Akan aku berikan padamu, sesuai isi perjanjian." kata pendeta yang membuat semua mata penyihir melotot.

"Pendeta.."

"Nenek, jangan lakukan!" tahan Xiao Bao.

"Kita tidak bisa mengingkari janji, mungkin Zack tidak sengaja melakukannya. Setelah ini, aku harap kau menjadi lebih baik lagi Zack." Ujar pendeta.

"Bagaimana jika kawanan iblis menyalahgunakannya dan menyerang kita balik dengan tongkat sakti nenek?" tanya Xiao Bao dengan tatapan memohon pada neneknya.

"Xiao Bao, tongkat ini untuk penyihir, dibuat khusus untuk penyihir. Selain penyihir, tidak ada yang bisa menggunakannya biarpun itu adalah Iblis." Jelas Nenek Xiao Bao menepuk pundak cucunya.

"Ini demi masa depan kita, kesalahan harus kita tanggung bersama." Kata Nenek Xiao Bao menghampiri kawanan Iblis dan memberikan tongkat sakitnya. Bara api langsung redup ketika berada di tangan iblis.

Bibir Zack terangkat, dia kemudian menghampiri kawanan Iblis dan bergabung dengan mereka. "Dasar penyihir lemah, kalian sudah terinfeksi dari manusia lemah itu." Ucap Zack yang membuat penyihir bingung.

"Iblis, berikan padaku tongkat itu. Akan aku hancurkan semua penyihir yang ada di sini. Hahaha," kata Zack yang meminta.

"Pengkhianat kamu, Zack. Nenekku sudah berkorban untukmu, kamu malah menusuk kami!" teriak Xiao Bao tidak terima.

"Katakan itu pada dirimu sendiri, siapa suruh nenekmu tidak mau menerima keputusanku untuk tidak bekerja sama dengan manusia lemah. Sekarang, kalian semua akan habis, sudah tidak dibutuhkan lagi!" teriak Zack yang memegang tongkat pendeta.

Karena Zack adalah seorang penyihir, bara api langsung menyala. Semua penyihir mulai waspada, mereka tahu betapa kekuatan dahsyat yang dimiliki tongkat pendeta. Hampir beribu-ribu tahun mereka menjaganya agar tidak jatuh ke tangan yang salah dan sekarang tongkat itu berada di tangan Zack.

Duar.. Duar...

Zack mengeluarkan semua kekuatan tongkat sakti dan mengenai penyihir. Tidak ada yang bisa menghindarinya. "Xiao Bao, awas!" teriak nenek Xiao Bao yang berlari melindungi Xiao Bao. Mereka berdua terpantul jauh, nenek Xiao Bao terluka parah. Sementara Xiao Bao kepalanya terbentur membuat dirinya hilang ingatan.

Hanya nama di gelang Xiao Bao yang membuatnya ingat siapa dirinya dan dari mana asalnya.

Terpopuler

Comments

princess butterfly

princess butterfly

o... krn kejadian itu bao jd amnesia to🤔

2022-10-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!