Sambil meladeni Clara, Maira celingak-celinguk mencari-cari dimanakah Bima dan juga Pak Krisna berada.Ini sudah lumayan lama keduanya meninggalkan mereka.
"Di mana mereka, apa yang sedang mereka bicarakan?. " ujar Maira khawatir.
Tadi Maira agak kaget ketika ia melihat Bima yang menggandeng tangannya di eskalator,karena penampilan Bima hari ini sangat lah berbeda dari biasanya.Dari setelan jas yang Bima kenakan,tatanan rambutnya, dan satu lagi,kumis nya, iya kumisnya sudah tidak ada lagi.Bahkan tadi Maira mengira itu orang lain dan bukanlah Bima,tapi setelah ia melihat lebih jelas, barulah ia tahu kalau itu benar-benar adalah Bima.Apalagi kata-kata panggilan sayang itu,sangat familiar ditelinga Maira belakangan ini.
Maira gak sabar pengen ketemu Bima lagi dan banyak sekali pertanyaan yang ada di benaknya yang ingin ia tanyakan kepada Bima secara langsung.
Akhirnya Maira membujuk Clara untuk berhenti dulu mainnya dan berjanji akan membelikan Clara Es krim dan anak itu pun mau menghentikan mainnya.Maira mengajak Clara keluar dari Wahana itu, mereka pun berjalan keluar.
Ternyata Bima dan Pak Krisna sudah ada didepan dan mereka pun bertemu lagi. Dengan sigap Bima kembali merangkul pundak Maira.
"Sayang, gimana kalau kita cari hadiah untuk mama, dan saudara-saudara kamu." ajak Bima ke Maira.
"Boleh." jawab Maira dengan agak kikuk, karena Pak Krisna terus saja melihat ke arahnya.
"Maira, boleh kita bicara sebentar?. " tanya Pak Krisna.
Maira yang gak enak hati, menoleh ke arah Bima terlebih dahulu.Untungnya Bima sangat pengertian dan mengizinkan Maira untuk berbicara berdua sama Pak Krisna.
"Saudara Bima, saya titip Clara sebentar ya. " pinta Pak Krisna, yang ditanggapi senyuman dan anggukkan oleh Bima.
Tapi anak kecil itu malah yang jawab. "Jangan lama-lama Pa,Clara takut sama Om jahat, karena Om ini sudah merebut tante Maira dari Clara. " Kecil-kecil udah bisa ngomel ya si Clara ini. 😆
"Iya sayang. " jawab Pak Krisna.
Mereka berdua agak menepi sedikit di pinggiran pembatas balkon Mall,Pak Krisna mulai bicara duluan.
"Apa benar kalian berdua pacaran, kok saya tidak pernah melihat dia menjemput kamu dikantor?. " tanya Pak Krisna.
"Kami baru aja jadian Pak,dan saya rasa ini kan urusan pribadi saya. Gak enak kalau membawa urusan pribadi ke tempat kerja. " jawab Maira.
"Tapi seharusnya kamu bilang ke saya kalau kamu sudah punya pacar dan akan segera menikah. Jadi saya gak akan terlalu berharap sama kamu, kamu lihat kan anak saya Clara sangat menyayangi kamu dan ingin Kamu jadi pengganti Mamanya." Pak Krisna sedikit emosi.
"Maafkan saya Pak, saya juga gak pernah menyangka kalau Bapak dan juga anak Bapak sangat ingin saya menjadi bagian dari kalian.Tapi sungguh, sedikitpun saya tidak pernah bermaksud untuk menyakiti siapapun. " jawab Maira.
"Apakah kamu mencintai laki-laki itu?, kelihatannya dia bukan orang sembarangan."ujar Pak Krisna.
" Iya saya memang mencintainya Pak, dan dia memang istimewa dihati saya Pak. "Maira sebenarnya mengerti apa yang dimaksud oleh Pak Krisna, itu mengenai kedudukan Bima.Maira pun juga merasakan hal yang sama,Bahwa Bima bukanlah orang sembarangan seperti apa yang dia duga selama ini.
Pak Krisna masih kesal, tapi dia tidak bisa merubah kenyataan yang terjadi. Mungkin saat ini dia memang harus mengalah.
" Ayo, kita kesana. "ajak Pak Krisna ke Maira.
" Baik Pak. "jawab Maira.
"Jangan panggil saya Pak kalau diluar kantor. Ini kan ditempat umum dan gak dikantor, kamu bisa panggil saya Mas,kakak, atau Krisna aja juga boleh. "
"Tapi saya tidak enak hati Pak, walau bagaimana pun anda tetaplah atasan saya. " jawab Maira sopan.
Walaupun nantinya dia mungkin tidak akan bekerja disana lagi, tapi baginya Krisna Contruction adalah wadah baginya dalam menempah kemampuan nya dalam berbisnis. Perusahaan itu dan juga pemiliknya sudah memperlakukannya dengan baik selama ini,namun nanti jika Maira yang jadi CEO di SN group bisa saja suatu hari nanti perusahaan Krisna Contruction dan juga SN group menjadi pesaing dalam dunia bisnis yang artinya Maira akan berhadapan dengan Pak Krisna.
Keduanya kembali menghampiri Bima dan Clara, ternyata sekarang Bima dan Clara sedang duduk-duduk di ayunan kayu jati yang ada di pelataran dalam Mall sambil makan eskrim, dengan telaten Bima mengelap pinggiran mulut Clara yang celemotan dengan menggunakan tisu.Pak Krisna dan Maira jadi saling tatap tak percaya dengan pemandangan yang ada di depannya.
Maira pun meminta izin kepada gadis kecil itu untuk pergi bersama Bima dan tak bisa melanjutkan jalan-jalan mereka.
"Oke tante, karena Om ini udah baik sama Clara, maka Clara akan izinin. " jawab anak polos itu.
"Terimakasih sayang, atas pengertiannya. Tante dan Om Bima pamit dulu ya. " ujar Maira.
Gadis kecil itu pun dengan berat hati melepaskan Maira, dia dada-dada ke Maira dan Bima,begitu pula sebaliknya.
Sebenarnya Maira gak tega,tapi ini akan lebih baik dari pada dia harus berpura-pura menjadi baik didepan Clara, takutnya nanti Clara akan semakin sulit lepas dari dirinya.
"Tunggu, kita mau kemana?. " tanya Maira pada Bima yang menggandeng tangannya ke sebuah lift.
"Ke atas. " jawab Bima singkat.
"Iya aku tahu, tapi ini menuju kemana?." tanya Maira.
"Kamu akan tau bentar lagi. " ujar Bima.
Maira agak kesal karena dari tadi Bima hanya menjawab dengan kata-kata yang tak menjawab apa-apa.
Keduanya tiba dilantai 5 paling atas gedung.Bima membawa Maira ke sebuah ruangan, dan ini adalah ruangan kerjanya.
Maira kaget bukan kepalang,karena dia tidak menduga kalau pria yang dulu ingin dia sewa bisa bekerja diruangan yang sebesar dan semewah ini.
"Ini ruangan apa?. " Maira bertanya untuk meyakinkan dirinya yang sedari tadi bingung dan menebak-nebak.
"Ini kantor ku,dan aku bekerja disini. " Jawab Bima dengan sedikit khawatir, khawatir kalau Maira bakalan shok.
Maira menatap papan nama diatas meja itu yang bertuliskan nama Bima Artayuda,CEO.
Maira pun tergagap tak percaya dan menutup mulutnya dengan tangannya.
"Kamu CEO tempat ini?. " tanya Maira.
"Sebenarnya aku adalah pemilik tempat ini, saya harap kamu tidak berfikir bahwa aku menipu kamu kalau kamu sampai tahu hal ini dari orang lain,jadi aku fikir aku harus memberi tahu kamu secara langsung." jelas Bima.
"Tapi selama ini aku udah beranggapan bahwa kamu itu... " Maira tak bisa melanjutkan ucapannya.
"Pria miskin yang bisa dibayar. " jawab Bima, membuat Maira tak bisa berkata-kata.
"Gak apa-apa kok, aku malah senang kalau kamu menyukai aku bukan karena harta ku.Semoga kamu takkan pernah berubah fikiran, karena aku ingin hubungan kita dilanjutkan sesuai apa yang kita sepakati,bahkan kalau boleh aku juga ingin surat perjanjian itu dimusnahkan saja. " ujar Bima.
Apakah tanggapan Maira soal ini??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Tuti Dwie
aku padamu Bima hehehehe
2022-10-08
1