Melihat pesan yang ia kirimkan hanya di read aja dan gak dibalas oleh Maira,membuat Bima uring-uringan.Bahkan dirinya saja merasa aneh sendiri,kenapa sekarang malah dia gak mau diabaikan.
Bima kembali mengirimkan pesan, kali ini isinya:
"Kok ga di balas?, aku ganggu ya?. "
Lama menunggu ,pesan kedua itu pun tak kunjung di balas juga.Bima semakin gusar,dia gak tahu aja kalau Maira sekarang sedang ada dikamar mandi,Bima akhirnya memutuskan untuk langsung menelpon Maira.
Maira yang masih dikamar mandi sayup-sayup mendengar suara HP nya berbunyi diantara bunyi percikan air shower yang sedang ia gunakan.
Maira tersenyum, dia sudah menduga kalau telepon itu pasti dari Bima.Setelah selesai mandi dan berpakaian barulah Maira mengecek HP nya.
"Ternyata begini rasanya ada yang mengkhawatiri. " ucap Maira sambil membaca pesan yang ada di WA nya.
Maira baru saja ingin mengetik pesan balasan, eh Bima malah meneleponnya.Mau tidak mau Maira pun mengangkatnya.
"Ha..llo.. . " Jawab Maira dengan nada lesu.
"Kenapa suara kamu kedengarannya lesu banget?. " tanya Bima.
"Ga tahu nih, kayaknya aku lagi capek banget jadi ngantuk berat." jawab Maira lagi.
" Ooo,tadi aku kira kamu mau nyuekin aku.Pantas aja pesanku gak dibalas-balas."ujar Bima.
"Tadi itu aku... kebelet pengen ke kamar mandi, biasalah.., jadi gak sempat balas pesan kamu. Terus aku sekalian mandi deh, karena dari pulang kerja tadi aku langsung ketiduran dan belum sempat mandi. Maaf ya... gak sempat balas. " Maira jadi merasa bersalah, karena tadi dia juga berniat untuk mengabaikan pesan dari Bima.Karena Maira merasa dia sudah terlalu senang melihat Netta dimarahi Ayahnya tadi.
"Kelihatannya kamu memang lagi capek banget, kalau begitu aku tutup dulu ya teleponnya.Biar kamu bisa istirahat,besok aku telepon lagi. Kan besok Sabtu dan malamnya malam Minggu, aku akan kerumah kamu sesuai rencana.Kamu mau aku bawain apa?. " tanya Bima.
"Gak perlu repot-repot, soal hadiah untuk ayah biar aku aja yang urus. Kamu tinggal datang aja kerumah.Alamatnya akan aku kirim setelah ini. " Jelas Maira.
"Ya gak bisa gitu dong, masa' baru pertama kali datang kerumah calon mertua dengan tangan hampa. Aku akan bawa sesuatu yang spesial, kamu pasti suka. "jawab Bima.
" Ya udah, terserah ajalah kalau gitu.Asal tidak memberatkan kamu aja dan kamu ikhlas melakukannya."Maira tak sanggup untuk menolak niat baik Bima itu.
"Oke, kalau gitu selamat beristirahat aja ya sayang, see you... " Bima pun berinisiatif menyudahi panggilan itu meski berat rasanya.
"Iya sayang, kamu juga met istirahat juga ya, see you tomorrow.. " jawab Maira dengan sejuta senyuman.
Setiap mendengar Bima memanggilnya dengan sebutan sayang, jantung Maira seperti sedang lari maraton.Berdegup dengan kencang dan tak karuan.
"Bima, jantungku gak aman kalau dengar suara kamu. Apalagi kalau nanti kita bertemu. Entah apa yang akan terjadi? Apalagi setelah kamu bilang kalau aku bisa anggap hubungan kita ini sungguhan, dan kita ini pacaran. Itu artinya kita sekarang statusnya udah jadian, Aduhhhh... apa yang harus aku lakukan. " 😁😁Maira masih sibuk dengan fikirannya.
meskipun begitu, tapi rasanya Maira tak sabar untuk menunggu hari esok.
Sedangkan dikamar mandinya, Bima sedang memandangi cermin dan melihat penampilan wajahnya yang masih ditumbuhi kumis. Dia jadi ingat kata-kata Maira saat terakhir bertemu.Maira memintanya untuk mencukur bersih kumisnya.
Dengan sedikit ragu, Bima membasahi wajahnya dan mengoleskan foam cukur kebagian kumisnya. Dengan perlahan ia mencukur bulu-bulu yang tumbuh dibawah hidungnya itu dan merapikannya. Setelah dirasa sudah rapi dan bersih dari bulu-bulu itu, ia pun membilasnya dengan air. Sekarang wajahnya sudah bersih dan penampilannya terlihat lebih segar.
"Maafkan aku Ester, sekarang aku ingin memulai hidup baruku. Bukankah kamu sendiri yang minta aku untuk menemukan seseorang yang menjadi cinta sejati ku. Siapa tahu orang itu adalah dia, Maira. " gumam Bima.
******
Keesokan harinya, Sabtu, akhir pekan yang di tunggu-tunggu. Maira sudah bangun, dan sekarang ia sedang sibuk memberi arahan pada bik Piya dan pelayan lainnya didapur. Maira meminta mereka untuk menyiapkan makan malam spesial malam ini, karena calon suaminya akan datang.
Pemandangan tak biasa itu mengundang rasa penasaran para penghuni lainnya dirumah itu. Terutama sang ibu tiri, Nyonya Shinta.
Beliau mendekat ke dapur dan bertanya langsung kepada anak tirinya itu. "Ada apa ini?, kenapa kamu kelihatannya sibuk sekali. Biasanya kamu gak pernah mau peduli dengan apa yang ada dirumah ini!. "
"Kenapa?, untuk apa tante Shinta mau tau urusanku?, Lagi pula apa tante lupa kalau malam ini Ayah ingin bertemu dengan calon suami ku dan mengundangnya untuk makan malam bersama dirumah ini?, Jadi aku harus menyiapkan semuanya dengan baik dong. " jawab Maira dengan penuh percaya diri.
"Hekhk!!,Paling juga yang kamu bawa preman pasar yang kamu permak untuk dijadikan calon suami abal-abal, wanita kasar seperti mu ini ya cocoknya emang cuma sama preman pasar, iya kan??!. " ejek Nyonya Shinta.
"Oke, kita lihat saja nanti, Tante Shinta pasti kalah kali ini, dan siap-siap saja anak kebanggaan tante yang tak berguna itu takkan punya nama lagi di SN group. Karena SN group hanya akan jadi milik aku. Ma...i...ra. " tantang Maira pada Ibu tirinya itu.
"Ohooo?!, Sudah berani kamu rupanya, Jangan-jangan semua yang terjadi pada Netta tadi malam adalah ulahmu ya! .Kamu kan yang mengadu pada ayahmu. Ayo ngaku!. " Nyonya Shinta malah menuduh Maira.Walau memang faktanya begitu, tapi kan memang anaknya sendiri yang salah, dan apa yang dikatakan oleh Maira itu memang benar, bukan dibuat-buat.Tapi Maira bisa mengelak.
"Apa?? Aku mengadu? Bagaimana aku bisa tahu mengenai urusan Netta di SN group, aku saja tidak bekerja disana. Bahkan untuk ikut rapat pemegang saham pun aku tidak pernah diijinkan.Bagaimana bisa Anda menuduh saya seperti itu. " Maira pura-pura gak tahu.
Tiba-tiba Pak Sasongko datang,
"Ada apa ini Ma, kok ribut-ribut?. " tanya nya.
"Aaa gak ada apa-apa kok Mas, kami cuma sedang diskusi aja soal makan malam kita malam ini, kan calon mantu Mas akan datang." Nyonya Shinta mengalihkan pembicaraan, dia memang sangat pandai bersilat lidah.
"Oo iya,Ayah hampir lupa. Kamu ajak saja dia kemari, Ayah juga ada yang mau disampaikan sama kalian semua. " ujar Pak Sasongko.
"Soal apa Mas?. " Tanya Nyonya Shinta khawatir kalau -kalau yang akan dibahas adalah mengenai Netta dan suaminya yang korupsi.
"Iya Ayah, Maira sudah kasih tahu kok sama dia. Pasti dia akan datang. " Jawab Maira sambil tersenyum,Maira sangat puas melihat wajah khawatir dari ibu tirinya itu😊😉.
😂😂😂😂😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments