Diam-diam Rico yang berpura-pura ingin ke toilet ternyata mengendap-endap ke garasi mobil dari pintu samping yang langsung terhubung dengan garasi.Dia bermaksud untuk mengikuti Maira,karena sangat penasaran kemana Maira akan pergi. Walau bagaimanapun dia masih menaruh hati pada gadis itu.Hatinya terbakar cemburu saat Maira bilang akan keluar menemui pacarnya.
Tapi untungnya saat baru saja Rico ingin menyalakan mobilnya, Netta memergokinya dan menanyakan "Sedang apa kamu Mas?, nyalain mobil mau kemana??"
Rico jadi gelagapan, dia sangat takut Netta akan salah paham lagi dan ngambek padanya, dia gak mau Netta jadi marah padanya, karena dia sangat butuh Netta untuk membantu melancarkan rencananya.
"Ahhh ga kemana-mana kok sayang,Mas cuma mau mengambil ini" ujar Rico sambil menunjukkan HP nya yang baru saja dia cabut dari dalam kantong celana nya.
"Tapi kok, pake nyalain mesin? bukannya dari tadi kamu pegang HP ya waktu di ruang keluarga?"Netta mulai curiga, suaminya itu tidak jujur.
" Iya, aku sambil cek mesin bentar. Karena tadi kayaknya mobil aku gak enak deh jalannya,mungkin olinya sudah harus diganti."Lagi-lagi Rico kikuk dan membuat alasan.
" Masa' sih Mas?, kamu gak lagi pengen ngikutin Maira kan?. "tebakan Netta betul.
" Siapa yang mau ikutin dia sayang,kurang kerjaan banget kalau aku mau ngikutin dia😁😁"jawab Rico sambil cengar-cengir gelagapan.
"Oo, ya udah kalau gitu.ayo cepatan kita masuk, ini sudah waktunya makan malam loh. Semua udah pada nunggu. " ajak Netta.
"Iya, ayo" Rico pun gak jadi membuntuti Maira, karena sekarang pun mobil Maira juga sudah meluncur jauh meninggalkan kediaman Sasongko.
Untung saja jalanan tidak begitu macet,sehingga Maira berhasil tiba di kafe yang dijanjikan tepat jam 7 malam.Setelah memarkirkan mobilnya, ia lalu mengecek dulu tampilannya di spion bagian depan.Setelah yakin riasan nya tidak ada yang berlepotan, Maira pun menarik nafasnya dalam-dalam dan berulang-ulang kali sampai dia merasa lebih baik dan tenang.
Tak lama berselang, ia melihat sebuah mobil mewah memasuki area parkir kafe itu dan parkir tepat di samping mobilnya.Tapi orang yang ada didalam mobil itu tidak kunjung turun juga.Maira tak mau ambil pusing, ia pun langsung turun dan berjalan memasuki kafe tersebut.Pelayan menunjukkannya tempat yang sudah ia reservasi sebelumnya.
Ternyata pria yang ada didalam mobil mewah tadi adalah Bima,Maira tak menyadari akan hal itu, tadi dia langsung lewat aja didepan mobilnya Bima😁.Bima yang tak sengaja melihatnya pun langsung terpesona.
"Kelihatannya kamu benar-benar tampil maksimal malam ini, cantik sekali. " puji Bima.
Melihat penampilan Maira itu, Bima jadi kepikiran untuk mengetes apakah Maira itu memandang seseorang dari penampilannya atau tidak, seperti Ester dan keluarganya yang dulu memandang rendah dirinya hanya dari sebuah penampilan.
Bima pun membuka jas nya dan menggantinya dengan jaket jeans yang selalu ia gantung dimobilnya untuk jaga-jaga. Untung malam ini dia juga memakai celana jeans kesukaannya.Bima juga sedikit mengacak-acak rambutnya yang tadinya sudah kelimis dan tersisir rapi, bahkan dia juga berfikir untuk sebaiknya tidak membawa masuk buket bunga yang sudah ia pesan secara khusus, semuanya ia tinggalkan di dalam mobil nya.
Tak lupa Bima juga meninggalkan cincin yang sudah ia siapkan disaku jasnya.Bima ingin tahu dulu apa maksud Maira mengajaknya bertemu.Setelah dirasa penampilannya sudah seperti yang dia mau, Bima pun turun dari mobilnya dan berjalan memasuki kafe itu.Netranya mencari-cari dimana Maira berada.
"Bima, disini." seru sebuah suara.
Ya, itu memang suara Maira yang memanggilnya.Bima pun tersenyum sambil mengangkat tangan kanannya kearah Maira, membuat getaran kecil dihati Maira.
"Hai Maira, apa kabar? " tanya Bima setelah sampai di meja Maira.
Maira pun mempersilahkan Bima untuk duduk dikursi yang ada didepannya.
"Aku baik, kamu juga apa kabar? " tanya Maira balik.Jantung Maira berdebar tak karuan saat mereka begitu dekat dan hanya dibatasi oleh sebuah meja.Sejenak suasananya pun menjadi hening karena kecanggungan antara keduanya😂.
"Eee,gimana,apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Bima mencoba mencairkan suasana.
"Itu.... eeee.... emmm.... itu. " Maira gugup, ga tau harus mulai dari mana.
"Eee... eee... apa? " tanya Bima ga ngerti apaa yang dimau oleh Maira.
"Eeee... anu, itu,.. soal... tawaran kamu malam kemarin apa masih berlaku? " tanya Maira ragu-ragu.
"Soal menikah? " Tanya Bima.
"Iya." angguk Maira malu-malu.
"Tentu saja, aku tidak akan melanggar kata-kata ku sendiri.Kamu bisa percaya sama aku. " ucap Bima lantang.
"Tapi..... apa kamu yakin untuk menikah denganku." tanya Maira lagi.Wanita itu masih meragukan kesungguhan Bima.
"Justru aku yang merasa kalau kamu sedang meragukan aku.Yaa kamu tahu sendiri lah kan keadaanku ini. " ucap Bima sambil melihat kearah dandanannya sendiri.
"Maksud kamu? " Maira bingung apa yang dimaksud Bima, Maira pun mengamati penampilan Bima.
"Ya, penampilanku yang seperti ini.Apa kamu masih mau? " tanya Bima lagi sambil tersenyum.
"Aku tidak keberatan sama sekali, selama kamu setuju untuk menikahiku, aku bersedia memberikan uang padamu sebagai kompensasi karena sudah mau menjadi suamiku, ga usah khawatir, pernikahan ini hanya sebatas kontrak saja,kita akan menandatangani Surat Perjanjian.Aku akan gajih kamu setiap bulannya sebesar 20 juta rupiah. " ujar Maira.
Seketika Bima terdiam, dia gak menyangka kalau wanita di hadapannya ini bermaksud membeli harga dirinya.
"Bagaimana, kok kamu diam aja?aku butuh jawaban kamu.Aku sudah terlanjur bilang ke keluargaku kalau aku akan menikah bulan ini juga,tolong bantu aku ya.Nanti didepan keluargaku pernikahan kita harus terlihat nyata. "ujar Maira, dia gak tau pria didepannya jadi terluka.
Tapi karena dia laki-laki sejati yang menepati janjinya, Bima pun menjawab" Tawaran yang bagus,berapa kamu akan membayarku tadi?"tanya Bima lagi.
" 20 juta per bulan"jawab Maira.
"Wow, aku suka sekali.Kalau begitu kapan kita akan menandatangani perjanjian pernikahannya,dan kapan kita akan menikah?." tanya Bima lagi.
"Surat Perjanjian sudah aku bawa, ini dia." Maira mengeluarkan amplop cokelat yang berisi surat kontrak pernikahan yang sudah ia buat dengan banyak peraturan yang tidak boleh dilanggar selama mereka menjadi suami istri nantinya.Disitu tertulis bahwa kontraknya akan berakhir setelah setahun dari pernikahan mereka.
Bima merasa ini agak kurang baik,apalagi dikontrak dituliskan bahwa selama pernikahan tidak akan ada kontak fisik, kecuali didepan keluarga mereka dan juga harus bersikap layaknya suami istri sungguhan hanya didepan keluarga saja, dibelakang itu mereka seperti orang asing.
"Apa kamu yakin gak akan tergoda sama aku lagi, malam kemarin saja tanpa ikatan kita sudah sejauh itu.Bagaimana kalau kita memang sudah menikah? " Bima menggoda Maira.Wajah Maira jadi memerah.
Dalam hati Bima,"sebaiknya ia memendam untuk memberitahukan identitasnya yang sebenarnya, sampai waktu yang tepat. Bima ingin melihat sejauh mana nantinya hubungannya dan Maira akan berkembang". Akhirnya Bima menyetujui apa yang tertulis disurat itu, dan menandatangani nya.
Maira pun juga menandatangani surat itu, keduanya lalu berjabat tangan 🤝tanda gerbang pernikahan akan segera dibuka, tapi masih ada tahap selanjutnya yang harus mereka lewati yaitu pertemuan keluarga.
"Kalau begitu, ayo kita pesan makan. Sebagai pasangan bukankah kita harus saling mengenal hobi dan kebiasaan masing-masing, iya kan? "tanya Bima.
" Kamu benar, ayo kita pesan. Biar kali ini aku yang traktir. "sahut Maira.
Bima tak menolak, kali ini dia memang belum menunjukkan bahwa dia juga mampu membeli kafe ini dengan mudahnya kalau dia mau.Bima memilih untuk menuruti dan mengiyakan saja semua permintaan Maira.
Next episode, Ditunggu ya guys.
jangan lupa like dan komennya😍😍😍😍🤩
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments