Maira masih pusing dengan permasalahan yang tengah ia hadapi.Entah bagaimana caranya ?Dia harus segera mungkin bisa menemukan seorang pria yang bisa dijadikan sebagai calon suami,dan siap menikahinya dalam bulan ini juga.
Terlintas difikirannya,mencari pria yang bisa dibayar ,untuk berpura-pura menikah dengannya.Semacam kawin kontrak gitu.Rasanya itu tidak akan jadi masalah,selama keluarganya tidak mengetahuinya.
Selagi itu bisa membuatnya mendapatkan kembali hak almarhumah ibunya,Maira akan melakukan segala cara.Tak perduli berapapun nanti uang yang harus dia keluarkan untuk membayar pria yang mau jadi suami bayarannya itu,yang penting sekarang harus menemukan pria itu dulu.
*****
Maira menemui sahabat baiknya yang bernama Rasty,dia menceritakan semua keluh kesahnya kepada sahabatnya itu.Selama ini Rasty lah yang selalu menjadi tempat curhat Maira.
Rasty menyarankan kepadanya ,untuk mencari pria yang bisa dibayar untuk jadi suaminya Maira,di sebuah Bar di pusat kota.Biasanya di sana banyak laki-laki yang bersedia dibayar demi uang(gigolo).
"Elo percaya deh sama gue.Kalau lo mau dapetin cowok yang bisa dibayar,elo harus ikut gue ke Bar itu," ajak Rasty.
"Tapi gue ragu.Apa iya?Gue bakal menemukan laki-laki yang tepat dan keluarga gue gak bakal curiga dan juga mau menerimanya?"Kini Maira yang jadi ragu.
"Jaman sekarang ini,orang-orang banyak yang rela melakukan apa saja demi uang,sayang.Elo gak usah khawatir,gue kenal kok pemilik Bar itu,kebetulan dia adalah gebetan baru gue." jelas Rasty,meyakinkan.
"Ya udah,gue ikut apa kata elo aja deh kalau gitu."Maira tidak punya pilihan lagi.
Di tengah keputus asaannya,tidak mungkin 'kan ,dia harus merendahkan harga dirinya untuk mengemis cinta ataupun bantuan dari pria-pria yang sudah pernah ditolaknya selama ini.Mau ditaruh di mana muka cantiknya,kalau sampai dia melakukan hal itu?
*****
Malam pun tiba, Maira yang sudah siap menjemput jodohnya,ikut saja apa kata Rasty. Kedua sahabat itu sudah berdandan layaknya gadis pesta yang sangat elegan.
Keduanya tampil cantik dengan dress selutut yang hanya berlengan sebelah.Hanya warna nya saja yang berbeda,persis saudara kembar.
Semua itu adalah idenya Rasty,yang mendandani Maira juga Rasty.Keduanya pun berjalan memasuki pintu loby Bar itu dan menuju ke lorong panjang yang membawa mereka ke dalam pusat Bar,sebelum akhirnya mereka tiba di meja panjang tempat bartender menyajikan minuman pesanan pengunjung.
Ini bukan hanya sekedar Bar,tapi di sini juga terdapat hotel di lantai atasnya.Di lantai dansa,banyak sekali pasangan yang sedang berdisco ria,sambil mabuk-mabukan.
Suara musik dj yang memekakkan telinga,membuat Maira yang seumur hidupnya baru sekali ini menginjakkan kakinya ke tempat penuh maksiat ini merasa risih.
Maira merasa tidak nyaman berada ditempat itu,Maira merasa takut.Apalagi banyak sekali pria yang menatapnya dengan tatapan seperti binatang buas yang sedang mengintai mangsanya.
Rasty memesankan segelas minuman, dan memberikannya kepada Maira.
"Aku minum jus aja,Rasty." tolak Maira.
"Ya ampun say,mana ada jus di tempat beginian.Coba elo lihat tuh!Semuanya adalah minuman keras kualitas terbaik.Tapi elo tenang aja,yang gue pesan ini gak begitu kuat kok.Dijamin elo gak bakalan mabuk kalau cuma minum segelas doang,"jelas Rasty sambil menunjuk deretan minuman yang ada di rak minuman di hadapan mereka.
"Gue coba deh,tapi kita jangan sampai lupa dengan tujuan kita kemari buat apa?Pokoknya malam ini aku harus segera menemukan pria yang tepat." Maira takut kalau dia sampai gagal,maka harus kemana lagi dia akan mencari.Tapi Maira belum juga meminum minuman itu.
"Iyaaa, nanti gue bakal amati satu persatu.Yang pasti harus ganteng,body oke,penampilannya meyakinkan."ujar Rasty sambil memainkan alisnya.
Keduanya mengamati setiap pria yang ada di dalam Bar itu.Pria-pria itu pun membalas mereka dengan senyuman,membuat Maira menatap malu-malu.
Rasa tidak percaya dirinya menguar saat bertatapan dengan kaum Adam. Entah mengapa,itulah yang selalu jadi kelemahannya.Dia terlalu insecure pada dirinya sendiri.
Padahal sebenarnya Maira termasuk cewek yang cantik, putih,tinggi,langsing,dan penampilannya pun modis.Tapi untuk urusan yang satu itu(pria),dia jauh dibelakang.
Tak berapa lama,dari arah pintu masuk Bar, datanglah dua orang pria yang keduanya sangat tampan.Tapi yang satu lebih tampan lagi.Keduanya berjalan masuk dan duduk di sebuah meja bulat yang terletak tepat di samping meja bartender yang diduduki Maira dan juga Rasty.
"Say,, say,,, lihatlah!Tuh di belakang lo.Gila!!Ganteng banget cowoknya.Sayang aja,gue udah punya gebetan."ujar Rasty terpesona.
Maira yang penasaran pun perlahan menoleh ke arah meja di sampingnya.Karena dia duduk membelakangi, jadi dia harus memutar separuh dari tubuhnya.
Tak sengaja tatapan mereka bertemu,salah satu dari pria itu memang sangat tampan. Dengan sedikit kumis tipis di atas bibirnya yang sensual dan berwarna merah muda,membuat Maira ikut terpesona.
Matanya tak berkedip menatap pria itu,mereka saling menatap beberapa saat sampai akhirnya tatapan itu harus terputus karena ada seorang pria lagi yang datang dan menghalangi di tengah-tengah mereka berdua.
Pria itu ternyata adalah Shakti yang tak lain adalah pemilik Bar itu,dan sekaligus gebetannya Rasty.
Rupanya Shakti adalah teman dari temannya pria itu.Nah loh bingung kan??.
"Bro,kenalin ini Bima.Sahabat gue yang baru pulang dari Amrik."ujar Brian,sahabatnya Shakti.Kedua pria itu bersalaman dan saling menyebutkan namanya satu sama lain.
Rasty yang melihat pujaan hatinya ada di hadapannya,langsung menarik tangan Maira dan mengajaknya menuju ke meja di mana tiga pria tampan itu berada.
Rasty ingin mengenalkan Maira pada Shakti, dan tentu saja ini kesempatan emas,karena Shakti kelihatannya juga mengenal dua cowok yang mereka incar untuk dijadikan calon suami bayaran Maira nanti.
"Haiiii Shakti, apa kabar?"sapa Rasty dengan gaya manjanya.
"Hai sayang,kamu ada di sini juga rupanya?" Shakti pun membalas nya dengan cipika cipiki.
"Iya dong,kan aku kangen pengen ketemu kamu." jawab Rasty lagi.
Sementara Maira hanya geleng-geleng sambil tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.
"Sama,aku juga kangen.O iya,kenalin ini teman-teman aku.Ini Brian dan yang ini teman baru aku,namanya Bima."
Rasty pun berkenalan dengan pria-pria itu, dan Maira hanya bengong di belakang punggung Rasty.Dia gak berani untuk menyapa mereka duluan.
Rasty yang sadar akan hal itu pun,langsung menarik tangan Maira ke depan dan memperkenalkannya kepada ketiga pria itu.
"O iya guys,kenalin ini sahabat aku.Namanya Maira."
Dengan dada bergetar,Maira menjabat tangan mereka satu persatu, terutama yang terakhir... Bima.Maira merasakan ada getaran di hatinya yang berdesir seperti angin laut di tepi pantai, yang menyelusup kedalam hatinya.Apalagi tatapan mata Bima yang begitu menghanyutkan.
Maira merasa ingin lebih mengenal pria tampan itu,walau jika dilihat dari gaya penampilan nya yg hanya mengenakan celana jeans robek-robek di bagian dengkul nya,dan juga kemeja dengan kaos di dalamnya.Terlihat dari kemeja yang dibuka dua kancingnya paling atas,tapi sama sekali tak mengurangi pesonanya di mata Maira.
"Gimana say,suka ga?Lo pilih aja yang mana yang lo suka.Tapi jangan gebetan gue si Shakti ,ya?! "bisik Rasty.
"Ya gak mungkinlah gue embat punya teman sendiri," balas Maira dengan berbisik juga ke Rasty.
"Tapi kalo gue perhatiin,kayaknya lo udah terpesona tuh,sama si Bima.Gue akuin sih, dia emang lebih ganteng.Gue bakal bantu lo, buat pedekate sama dia." bisik Rasty lagi.
"Terserah lo deh,gue nurut aja.Yang penting masalah gue terselesaikan." jawab Maira pasrah.
Rasty kemudian mengajak Shakti untuk menepi,dia membisikkan rencananya untuk menyatukan Maira dan juga Bima.
"Apa kamu serius sayang?Aku bisa kok,pinjamkan kamar pribadi aku yang di atas buat sahabat kamu,kalau mau ngobrol sama si Bima.Tapi aku belum tau banyak soal Bima, karena kami baru berkenalan tadi.Dan gak mungkin juga 'kan,kalau aku tanya-tanya sama Brian saat ini juga di depan orangnya.Tapi aku yakin kok,kalau mereka berdua itu dari keluarga baik-baik." jelas Shakti panjang lebar.
Sementara itu,Maira yang ditinggal sahabatnya sendirian bersama dua pria tampan yang baru saja dikenalnya,jadi salah tingkah.Apalagi dari tadi baik Brian maupun Bima,terus saja menatapnya dan mengajaknya sedikit ngobrol.
Apakah Maira bisa mendapatkan calon suami malam ini??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
anan
aku mampir k
mantap k
2023-01-13
1