Pak Sasongko yang kaget,langsung menelpon orang kepercayaannya di kantor.Ia ingin mengecek soal tender yang dibilang oleh Netta,apakah benar ada atau tidak. Dan betapa terkejutnya Pak Sasongko, ternyata apa yang dikatakan oleh Maira tadi benar adanya.
Dua bulan lalu perusahaan yang menang tender adalah perusahaan tempat Maira bekerja Krisna Construction.Pak Sasongko sangat marah, karena sudah dikibulin sama Netta dan suaminya,boro-boro ada keuntungan, orang kepercayaannya bilang bahwa perusahaan kini merugi dan sepi job.
Karena biaya operasional perusahaan harus terus bergulir, tapi pemasukannya sedikit. Yang mereka menangkan hanyalah proyek-proyek kecil saja. Apalagi disinyalir ada penyimpangan dana diperusahaan.
"Kenapa kamu tidak melapor kepada saya!?. " Pak Sasongko marah kepada orang kepercayaannya itu, tapi semua sudah terjadi begitu lama,sudah tak terkendali lagi.
Setelah puas memarahi karyawan nya itu, Pak Sasongko kembali ke taman tempat semua orang berkumpul. Beliau menghentak meja dan menarik taplak meja itu, sehingga semua makanan yang ada disana berhamburan ke mana-mana, dan piring-piringnya jatuh ke tanah.
"Kenapa kalian tega membohongi saya??!!! " Pak Sasongko mengamuk.
Netta dan suaminya saling berpelukan, mereka ketakutan melihat amarah Pak Sasongko.Tak pernah sekalipun Ayahnya marah seperti ini, Netta gemetaran.
"Dan kamu Netta,apa yang sudah kamu lakukan? kenapa kamu membuat Ayah kecewa,apa kamu mau menghancurkan jerih payah Ayah selama ini dalam sekejap mata?. Bisa-bisanya kamu bilang bahwa perusahaan akan untung besar, kamu mau membodohi Ayah mu ini?! " Pak Sasongko sudah naik pitam,makan malam keluarga itu pun hancur.
Mendengar suara ribut-ribut, Maira hanya mengintip dari balik hordeng jendela kamarnya. Walau bagaimanapun Maira juga tidak mau kalau Ayahnya sampai kenapa-napa.
Setelah puas marah-marah, Pak Sasongko meninggalkan semua orang yang tak berguna itu disana dengan perasaan hancur, mereka semua tak bisa berkata-kata. Khususnya Netta dan juga suami nya, keduanya nampak gusar seperti menyimpan rahasia besar.
Nyonya Shinta menghampiri Netta dan juga suaminya Rico.
"Apakah semua yang dibilang sama Ayahmu tadi benar Netta? Jawab!!." Nyonya Shinta juga mulai mengintrogasi putri kebanggaan nya itu.
"I.... i... iya Ma." Netta menjawabnya dengan tergagap.
"Netta!! Selama Ini Mama sudah berusaha semaksimal mungkin agar Ayahmu memilih kamu untuk menjadi CEO SN group.Tapi kamu begitu bodoh,kenapa kamu mau menghancurkan kepercayaan Ayahmu! kamu juga sudah sangat mengecewakan Mama."Nyonya Shinta juga meninggalkan tempat itu dan menyusul suaminya ke kamar mereka.
Maira juga merasa sedih,tapi disatu sisi hatinya yang lain dia tersenyum puas menyaksikan Netta yang mulai ketahuan belangnya.
" Hemmm."Maira tersenyum😊 penuh arti.
"Baiklah Maira, sekarang giliranmu.Kau harus bisa membuktikan kejahatan mereka, tapi sebelum itu,kau juga harus menyelesaikan syarat untuk menjadi CEO SN group sesuai dengan apa yang Kau sepakati dengan Ayahmu,agar gak ada satu orang pun yang bisa mengusik posisi mu nanti. " Ucap Maira di depan cermin riasnya.Kali ini semangat nya untuk merebut kembali SN group semakin bertambah.
Dia memang sudah memiliki saham di SN group 40% saham milik ibunya yang merupakan pemilik saham terbesar sebelum beliau meninggal, sementara ayahnya sudah membagi saham miliknya yang 50%kepada Nyonya Shinta 10%, Netta 10%, dan Tiara 5%,sisanya 25%untuk Pak Sasongko,Sisa lagi 10% adalah milik pemegang saham lainnya yang ikut bergabung didalam SN group.
Sebagai pemegang saham terbesar Maira berhak mengajukan diri sebagai CEO, bahkan untuk menjadi Presiden Direktur pun dia bisa, asal Ayah,ibu tirinya,dan juga kedua saudari tirinya itu tidak bersatu menentangnya.Walau selama ini Maira tidak ikut mengurus perusahaan, tapi ia masih tetap menerima gajih setiap bulannya dari SN group. Oleh sebab itu Maira merasa dia juga bertanggung Jawab jika terjadi sesuatu pada perusahaan keluarganya itu.
*****
Di kamarnya, Pak Sasongko duduk termenung di pinggir tempat tidurnya. Beliau memikirkan bahwa selama ini dia terlalu percaya sama Netta dan juga menantunya Rico.Bahkan demi menjadikan putri pertamanya itu seorang CEO, dia sudah mengabaikan putri keduannya yang seharusnya lebih berhak atas jabatan itu.
"Apa aku sudah salah mengambil keputusan?? Maafkan Ayah Maira, selama ini Ayah selalu mengacuhkanmu sayang. Maafkan aku Nurmala, aku sudah tidak adil pada putri kita. " 😭😭😭 Pak Sasongko meminta maaf di depan foto Nyonya Nurmala yang ada di atas nakas.
Pintu kamar itu diketuk,Nyonya Shinta meminta izin untuk masuk ke dalam.
"Mas, boleh aku masuk?. " ujarnya di depan pintu.kebetulan memang pintu itu tidak dikunci.
"Kamu urus saja anak tertua mu itu! tidak usah khawatirkan aku,aku mau sendirian dulu!. " ujar Pak Sasongko,sehingga membuat Nyonya Shinta merasa kalau suaminya itu memang sedang tak mau diganggu.
Nyonya Shinta pun meninggalkan suaminya itu sendirian.Dia kembali ke kamar pribadinya dalam keadaan yang sama gundah nya seperti apa yang Netta dan juga suaminya rasakan.
*****
Maira mulai menyusun rencananya untuk besok,dia menghubungi mata-mata nya yang ada di SN group untuk mengorek informasi lebih lanjut soal kejahatan yang sudah dilakukan Netta dan juga Rico suaminya.
Dari data yang didapatnya, perusahaan sudah merugi sejak 4 bulan terakhir, terhitung sejak Netta mulai memegang urusan perusahaan disaat Pak Sasongko sering keluar kota untuk urusan pribadinya,berobat dan juga terkadang sekedar plesiran untuk menghilangkan kejenuhan dalam bekerja saat dia merasa bahwa perusahaan nya sudah seimbang dan settel.
"Terus selidiki mereka, dan lihat apakah mereka bekerja sama dengan pihak lain, cari tahu siapa orang yang bekerja sama dengan mereka?,rasa nya tidak mungkin Kak Netta bisa melakukan semua ini sendirian!. " ujar Maira.
"Baik nona, saya siap melakukan apa saja buat Nona Maira. " jawab Mata-matanya itu.
Maira merasa lega,karena rencananya sedikit lagi akan tercapai.
Baru saja Maira sedang ingin mengganti pakaian nya dan menaruh HP nya di nakas, tiba-tiba ada sebuah pesan masuk ke HP nya.
Tringgg..
..."Haduh.. pesan dari siapa ya? " Maira segera mengambil HP nya kembali, dikiranya dari Mata-matanya tadi. ...
Ternyata pesannya dari seseorang yang sedang memikirkan nya,siapa lagi kalau bukan Bima.
Isi pesan itu sangat singkat
"Sayang.. " Udah gitu aja.
"Apa maksudnya ya?, Jangan-jangan dia rindu sama aku🤭. " Maira Spichles di panggil sayang lagi oleh Bima.
"Apa Jangan-jangan dia mulai suka dan mulai jatuh cinta sama aku? " tanya Maira pada dirinya sendiri.
Maira memutuskan untuk tidak membalas pesan itu, dia ingin lihat, sejauh mana Bima mau berjuang untuk mendapatkannya.Maira kembali masuk kedalam kamar mandi tanpa menghiraukan pesan baru yang masuk di HP nya.
**Bima marah gak yah, karenanya pesannya di abaikan??
Next>>>episode**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Tuti Dwie
lanjutttttt
2022-10-07
1
Citi Choirotul Muzydah
ditunggu kelanjutannya thor
semangat ya
2022-10-07
1