Clara terus saja menangis,gadis kecil itu kecewa karena mengetahui bahwa Maira sudah punya pacar.Maira pun tak tahu harus berbuat apa agar Clara bisa diam dan tidak menangis lagi.
Pak Krisna menahan muka kesalnya kepada Bima dan juga Maira, hari ini suasana hati putrinya itu baru saja mau membaik dan mau makan.Sekarang gara-gara kedatangan Bima membuat semuanya jadi kacau.
Disaat Maira sedang membujuk Clara dengan segala cara,Pak Krisna mengajak Bima untuk berbicara empat mata saja.Dia meminta Bima mengikutinya ke tempat yang agak sepi pengunjung.
"Ada apa Pak Krisna, apa ada yang ingin anda bicarakan dengan saya?. " tanya Bima.
"Saya minta pada anda, untuk meninggalkan kami bertiga saja!. " Katanya dengan sedikit penekanan.
"Maaf Pak Krisna,saya tidak bisa pergi dari sini.Karena saya masih banyak yang harus dikerjakan." jawab Bima santai.
"Bersama Maira?. " tanya Pak Krisna.
"Iya tentu saja, selain itu saya juga ada pekerjaan lainnya.Saya juga harus mengunjungi calon mertua saya nanti malam.Jadi ada baiknya kami berbelanja bareng untuk persiapan nanti malam, iya kan Pak Krisna. " Lagi-lagi jawaban Bima membuat Pak Krisna panas hatinya.
Tiba-tiba ada satu karyawati Bima yang datang, wanita berpakaian seperti sekretaris ini menghampiri Bima yang sedang berbicara dengan Pak Krisna di lorong Mall yang agak sepi itu, tadi dia sudah berkeliling mencari Bos nya itu dengan membawa sebuah Paper bag dari toko jam tangan ternama ditangannya.
"Maaf Pak Bima, ini barang yang anda minta tadi." ujar sekretaris nya yang bernama Lisa itu.
Melihat itu,Pak Krisna bisa tahu kalau pria yang berdiri dihadapannya ini bukanlah orang biasa.
"Baiklah, terimakasih. Tapi tolong taruh ini di mobil saya.Karena saya masih harus berkeliling dengan calon istri saya untuk mencari hadiah yang lainnya.Kuncinya ambil di laci meja saya. " ujar Bima.
"Baik Pak,saya permisi. " Sekretaris Lisa pun pamit.
"Iya." sahut Bima.
Setelah kepergian sang sekretaris,Bima kembali menatap tajam Pak Krisna yang semakin terlihat sangat tidak suka kepada Bima.
"Siapa anda sebenarnya?. " tanya Pak Krisna.
"Saya?, saya Ya...Bima, siapa lagi. " Bima hanya menanggapinya dengan biasa saja.
"Maksud saya, apa pekerjaan anda? . Sepertinya anda adalah orang yang sangat dihormati di tempat ini." ujar Pak Krisna lagi.
"Tidak penting siapa saya, yang penting pekerjaan saya halal dan tidak akan merugikan orang lain. " jawab Bima.
Tapi tidak dengan Pak Krisna, pria berkacamata itu mengeraskan rahangnya dan berkata" Terus terang saja, saya ingin Maira menjadi ibu dari anak saya Clara, Karena Clara sangat menyukai Maira.Disamping itu,saya juga sangat mencintai Maira dan ingin Maira menjadi istri saya!."terang Krisna blak-blakan.
"Hemm, sudah saya duga. Asal anda tahu saja Bung, kami sebentar lagi akan menikah dan hubungan kami berdua bukan cuma sekedar pacaran biasa, tapi sudah lebih dari itu." jawab Bima tegas.
Sontak Pak Krisna pun terkejut mendengar pernyataan dari Bima, hatinya berasa tertikam sebuah belati. Bagaimana mungkin seorang Maira yang sudah 2 tahun ini bekerja di perusahaannya dan ia juga menyaksikan sendiri kalau Maira memang tidak pernah punya pacar, tahu-tahu sekarang pacarnya sudah berdiri didepan mata dan kepalanya sendiri. Selama ini dia sudah sering menciptakan impian untuk putrinya bahwa suatu hari nanti Maira akan menjadi Mama nya.Saat putrinya itu pertama kali melihat Maira ketika Clara ikut ke kantornya, Clara sudah mulai menyukai Maira, yang wajahnya sekilas mirip dengan Almarhumah ibunya.
"Tidak mungkin, itu semua tidak mungkin.!. " Pak Krisna marah-marah karena dia tidak terima dengan apa yang sudah ia dengar.
"Maaf Pak,mungkin selama ini anda sudah terlalu menaruh harapan. Terutama pada putri anda sendiri, mungkin saya baru mengenal Maira dan juga baru menjalin hubungan dengannya, tapi ikatan kami sangat kuat.Maaf kalau saya lebih gercep dari pada anda, saya harap anda bisa menerima segala apa yang calon istri saya inginkan dalam hidupnya. Dia berhak memilih siapa pun yang ia inginkan untuk jadi pendampingnya.Dan saya akan selalu mendukung nya dalam segala hal." Bima menanggapi semua itu dengan dewasa sekali.
Sampai-sampai Pak Krisna pun terdiam mendengar ceramah dari Bima.Dia tak menyangka bahwa laki-laki seperti Bima ini bisa beriskap jauh lebih dewasa dibandingkan dirinya yang jauh lebih tua dari Bima.
"Oke, kali ini saya akan mengalah.Tapi jika suatu hari nanti kamu menyia-nyiakan gadis itu. Maka kamu akan berurusan dengan saya. Karena saya sangat mencintainya." ujar Pak Krisna lantang.
Untung saja mereka ada ditempat yang sepi, jadi tak terlalu menyita perhatian pengunjung lainnya.
"Saya jamin pada anda,kalau saya tidak akan pernah menyakiti Maira walau seujung kuku pun. Malah saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk selalu membuatnya bahagia. " jawab Bima.
"Semoga saja apa yang anda ucapkan itu benar dan terbukti nantinya, karena kalau tidak, bersiaplah untuk kehilangan Maira. Karena saya akan merebutnya dari anda. " tantang Pak Krisna.
Bima hanya tersenyum menanggapinya,Krisna yang kesal pun meninggalkan Bima ditempat itu sendirian dan menuju tempat dimana tadi mereka meninggalkan Maira dan juga Clara sebelumnya.
Bima pun turut menyusul dibelakang Pak Krisna, Bima juga ingin mengajak Maira nya pergi berkeliling.Dia juga ingin mengumpulkan keberanian untuk mengatakan siapa dia yang sebenarnya, apa pekerjaannya, dan dimana ia tinggal pada Maira.
Ternyata Maira sudah berhasil menenangkan Clara, dia mengajak Clara bermain di wahana permainan anak-anak, mereka sedang main capit boneka dengan kocaknya karena tak kunjung berhasil mendapatkan boneka.
Keceriaan Clara, membuat Pak Krisna teringat omongan Bima kalau dia dan juga Maira akan segera menikah.Ia pun menoleh kearah Bima yang berdiri dibelakangnya sambil menyaksikan Maira dan juga Clara bermain dengan serunya dari kejauhan.
"Tidakkah anda lihat, keceriaan anak saya Clara kalau berada di dekat Maira?, Masa' anda tega merenggut kebahagiaan anak saya." Pak Krisna mencoba mengetuk hati Bima.
"Seperti anda, saya juga punya komitmen. Saya tidak bisa memaksa orang untuk mencintai atau membenci saya, tapi saya yakin 100% bahwa Maira adalah jodoh saya dan saya tidak akan melepaskannya untuk diberikan kepada siapapun. Karena saya juga sangat mencintainya. "ujar Bima.
" Ternyata anda benar-benar tega ya?. "ujar Pak Krisna lagi.
" Anda salah, justru anda lah yang terlalu egois. Coba kalau anda berada di posisi Maira, apa anda mau dipaksa menikah dengan orang yang tidak anda sukai, tidak kan?. Begitulah Maira,anda tadi lihat dia menggandeng tangan saya dan berkata bahwa saya adalah pacarnya dengan sangat yakin. "
Pak Krisna pun terdiam, dia sudah tak bisa berkata apa-apa lagi.
Ditunggu ya kelanjutannya, author mau bobo' dulu. Ngantuk banget 😁😁🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
DenMart
saking ngantuk nya, padahal udh dicek dulu. masih banyak aja typo disana sini 😅😅entar dibenerin dah🤦♀️
2022-10-08
0