Maira bingung harus jawab apa,wajahnya terlihat tidak baik-baik saja.Untung saja tiba-tiba malaikat penolong datang tepat waktu.
"Maira.. gue cariin ke mana-mana,taunya disini. " Rasty datang dan langsung merangkul Maira di depan Bos nya.
"Eh, Rasty" Maira tahu Rasty datang untuk menyelamatkannya dari Pak Krisna.
"Maira,ayo kita pergi."ajak Pak Krisna.
"Ha?? Maira,elo kan udah janji mau pergi ama gue." Rasty memberi kode.
"Ooo iya Pak Krisna, Maaf sebelumnya, saya lupa kalau saya sudah ada janji sama Rasty mau nganterin dia berbelanja hari ini. " Maira menggandeng tangan Rasty, sambil mencubit kecil lengan sahabatnya itu agar mau bekerjasama.
"Ooo,apa gak bisa dibatalkan saja Maira, lalu kamu ikut dengan saya kerumah?" Pak Krisna masih aja usaha.
" Ini gak bisa dibatalkan Pak, maaf.Soalnya Maira sudah janji dari kemarin-kemarin, sudah tertunda karena kemaren Maira gak masuk.Jadi hari ini gak bisa batal lagi."jawab Rasty membela Maira.
Kelihatannya Pak Krisna mencoba untuk mengalah "Baiklah, kalau begitu saya pulang dulu. Tapi saya harap kalau besok,kamu bisa ya. " ujar Pak Krisna kembali menatap Maira tajam.
"Insya Allah Pak. " Maira terpaksa bilang gitu.
Pak Krisna pun masuk ke mobilnya disertai sang supir yang terlebih dahulu membukakan dan menutupkan pintu mobil untuk nya. Setelah mobil Pak Krisna meninggalkan kantor, Maira baru bisa bernafas lega.
"Hukhhk!!. " Maira menghela nafas lega. sambil menunduk dan kedua tangannya memegang lutut nya.
"Hahhaaahaaahaahaahaa... " Rasty malah tertawa terpingkal-pingkal bahkan sangat keras karena tak bisa menahan tawa.
"Rasty, hampir saja...Ras." Nafas Maira Ngos-ngosan.Maira Mengurut-urut dadanya.
Tapi Rasty tetap saja tertawa terbahak-bahak mengolok temannya itu.
"Kok elo ketawa sih Rasty, senang ya lo lihat gue susah?!." ujar Maira kesal melihat tingkah sahabatnya itu.
"Habis gue geli banget lihat muka tegang lo pas Pak Krisna ajakin lo pulang bareng." jawab Rasty sambil masih cekikikan.
"Bukan cuma pulang bareng tau gak,tapi dia ngajakin gue kerumahnya buat ketemu sama anaknya dan gue harus bujukin anaknya agar mau makan.Lo bayangin aja, gue seorang Maira Sasongko yang gak ngerti apa-apa soal anak-anak diminta ngurusin anaknya, dan yang lebih geli lagi dan bikin gue ilfill,tadi dia bilang bahwa dia pengen gue jadi ibu sambungnya Clara ,anaknya.!?"Maira benar-benar takut.
" 🤣🤣🤣🤣, lucu banget si lo. Kenapa gak lo iya in aja, lumayan kan duren alias duda keren."Rasty kembali tertawa terbahak-bahak.
"Wah.. wah, elo seneng ya lihat teman lo kesusahan!!" Maira mengejar Rasty yang berlarian mengelilingi mobilnya.
Tapi akhirnya Maira malah masuk kedalam mobilnya dan berniat meninggalkan Rasty sendirian,lagian biasanya Rasty dijemput sama ayang bebeb nya si Shakti.
Karena sudah sore, Maira memutuskan untuk langsung pulang kerumah saja. Hari ini dia terlalu lelah untuk sekedar jalan-jalan, Pinggangnya terasa pegal karena terlalu banyak duduk tadi di kantor memeriksa Berkas-berkas yang tumpukkan nya sudah menyerupai gedung 10 lantai 😂.
Maira meninggalkan sahabatnya itu diparkiran kantor,sementara Rasty yang ditinggalkan begitu saja, dia jerit-jerit memanggil nama Maira.
"Tega banget lo say, mana udah sore banget. Shakti tadi mau jemput, gue bilang gue pulang nya sama elo😭😭. Nasib... nasib... kok gini amat yak." Rasty akhirnya mau tak mau memesan ojol biar lebih hemat dibandingkan taksi online. 😁
Setengah jam berlalu, tapi tumben hari ini macat banget,bukan Jakarta namanya kalau gak ada kemacetan sama sekali.Maira merasa sangat lelah kalau harus menghadapi kemacetan.Maira memutar lagu yang ia bluetooth kan ke speaker mobilnya.
Sambil Sesekali ikut menyanyi sesuai irama lagu,dari jam 5 sore, jam 7 malam baru lah ia bisa sampai dirumah.
Ketika dia akan memasuki pintu utama,sambutan yang tak biasa sudah menantinya di depan mata.
Ayahnya dan yang lain sedang duduk di samping teras dekat taman, mereka mengadakan barbecue.Tumben-tumbenan orang-orang dirumah itu membuat acara seperti ini, tapi seperti biasa, tak ada satupun dari mereka yang memberi tahu Maira. Seolah-olah Maira benar-benar bukan bagian dari mereka.
Maira yang kesal langsung masuk kedalam rumah, walaupun tadi ayahnya Pak Sasongko terus memanggilnya untuk ikut bergabung bersama mereka semua.
Sesampainya di kamar, Maira melemparkan tas jinjing dan juga tas berisi laptopnya ke atas tempat tidur.Rasanya dia malas sekali untuk nimbrung dengan orang-orang aneh dibawah sana.
"Bodo amat! " kesal Maira,Maira pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Sungguh rasanya dia capek sekali hari ini, ditambah jalanan yang macet pula. Membuatnya semakin merasa penat.
Perlahan matanya pun terpejam sangking capeknya, dia pun tertidur pulas.
Tok... tok.. tok...
"Non Maira...., Non.... ,Non Maira... " Suara Bik Piya terus saja memanggil,tapi yang didalam kamar sudah tertidur pulas. Tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu, boro-boro sempat mandi.
Pak Sasongko yang mendengar dari Bik Piya Kalau Maira gak menyahuti panggilannya jadi khawatir. Pak Sasongko naik ke atas dan mengetuk pintu kamar putrinya itu.
"Maira.... ini Ayah.. " satu kali gak ada sahutan ataupun jawaban dari yang punya kamar.
"Nak, ini Ayah Maira,buka pintu nya nak,Ayah mau bicara." ujar Pak Sasongko sambil memanggil-manggil nama Maira.
Sayup-sayup Maira mendengar suara Ayahnya itu, tapi karena dia masih sangat mengantuk maka ia tak menyahut panggilan Ayahnya.Hal itu membuat Pak Sasongko merasa semakin khawatir saja.
Beliau kembali mengetuk pintu kamar putri keduanya itu sampai Maira terbangun Karena suara ketukannya sangat keras sekali,telinganya rasanya mau pecah.
Maira bangkit dari tidurnya dan beranjak ke pintu, dengan mengucek matanya Maira membuka pintu kamarnya, diluar pintu sang ayah berdiri dengan berkacak pinggang.
"Ada apa sih Yah?, Maira capek banget, ngantuk juga, sampe ketiduran."ujar Maira dengan mata yang masih terpejam.
" Jam segini kamu sudah tidur? ayo kebawah. Kita makan malam bersama. Kita merayakan perusahaan yang baru saja menang tender hari ini, kita bakal untung besar, kali ini laba bersihnya ditaksir sekitar 28 M."Kata Pak Sasongko dengan bangganya.
"Tender??, tender apa yah?. " Maira bingung, kok dia gak tahu bakal ada tender, karena yang ia tahu, awal bulan depan baru akan dibuka tender besar pembangunan jalan tol,dan satu lagi pembanguan apartement mewah.
"Ini tender pembanguan rumah sakit baru milik swasta. " jawab ayahnya itu.
"Siapa yang menjadi penanggung jawabnya Yah?." tanya Maira, dia merasa baru-baru ini, gak ada tender untuk pembanguan rumah sakit baru dari pihak swasta.
"Tentu saja kakakmu Netta dan suaminya yang menangani proyek ini. "
"Oooo, selamat deh kalau benar ada. Takutnya ini cuma proyek halu,coba deh ayah cek ke kantor SN,benar gak ada proyek ini.Kalo benar memang ada,Maira akan ucapkan selamat deh. Soalnya setahu Maira, proyek rumah sakit Swasta itu proyek 2 bulan lalu, dan yang memenangkan tendernya adalah perusahaan tempat Maira bekerja.Bukan apa-apa sih Yah,Maira cuma khawatir aja, nanti demi ingin jadi CEO,kak Netta sengaja membuat seolah-olah dia sudah berjasa pada perusahaan,agar ayah jadi terkesan." Maira bicara dengan yakinnya.
Pak Sasongko jadi terkejut dan bengong,tak bisa berkata-kata.
"Sudah dulu ya Yah, Maira masih ngantuk, mau lanjut tidur dulu.Ayah sih kebanyakan keluar kota belakangan ini, jadi banyak kurang update." Maira kembali menutup pintu kamarnya, meskipun sang Ayah masih tertegun didepan sana.
Apakah perkataan Maira Benar??
yuks tinggalkan jejak
mudah kok caranya, beri 👉like 👉komen👉vote
nanti di bulan November, InsyaAllah Thor akan pilih dua orang yang beruntung untuk dikirimin pulsa dari Thor dalam rangka anniversary pernikahan kami yang ke 12 tahun.
Happy Reading 🤗🤗**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Erna Yati Tan
kebohongan yg dibuat suatu saat pasti terbongkar
2022-10-06
1
Erna Yati Tan
sepandai-pandainya suatu kebohongan suatu saat pasti terbongkar
2022-10-06
1
Tuti Dwie
mampus Lo JD ayah ku gtu sih ....biarin aj maita ayah kamu biar struk hahahha maaf ya nyumpahin
2022-10-05
2