Obrolan kedua sejoli itu terus berlanjut hingga waktu yang lama tanpa mereka sadari.
Bima:"Kok diam? kamu marah ya? "
Maira:"Marah?, ya gak lah, cuma kesal aja. "
Bima:"Kan memang benar aku ini calon suami bayaran kamu."
Maira:"Jangan bilang gitulah, gak enak dengar nya. "
Bima:"Kalau gak enak mendingan gak usah dibayar aja. "
Maira:"Maksud kamu,Kamu mau batalin perjanjian kita? "
Bima:"Soal bayaran itu, Setelah aku fikir-fikir aku gak perlu dibayar lah. dari awal aku memang ingin bertanggungjawab atas apa yang sudah terjadi di antara kita. "
Maira:"Tapi, kamu masih mau kan nikah sama aku? "
Bima:"Tentu saja, tapi aku gak mau nerima bayaran apa pun dari kamu.Kamu coret aja pasal yang itu, karena setelah aku fikir rasanya aku seperti gak ada harga dirinya.
Maira:"Maaf ya, aku gak bermaksud seperti itu.Benaran kamu serius mau bantu aku tanpa dibayar? "
Bima:"Ini bukan bantuan, tapi ini memang sudah jadi tanggung jawab aku sebagai laki-laki. "
Maira pun terdiam dan berfikir sejenak.
Bima:"Maira, kamu masih disana? , hallo??. "
Maira:"Eehh iya, maaf aku tadi... "
Bima:"Kenapa? Kamu pasti kepikiran ya sama kata-kata aku barusan? "
Maira:"Iya, kenapa... aku merasa kayak punya pacar sungguhan ya? hehehe😁😁
Bima:"Ya gak pa pa, kamu boleh kok menganggap kita ini pacaran beneran. "
Maira kaget dengan ucapan Bima barusan.
Maira:"Ah, kamu bisa aja. Mana bisa seperti itu? "
Bima:"Bagaimana kalau kita mulai semuanya dari awal? "
Maira:"Maksudnya?? "
Bima:"Kita buat hubungan ini menjadi nyata. "
Bima dengan penuh keyakinan mengatakan hal itu, dan Maira semakin terkejut lagi. Maira kembali terdiam, tanpa sadar bibirnya pun tersenyum dan pipinya merona. Seandainya Bima bisa melihat hal itu, tapi sayang mereka tidak sedang Video Call.Melainkan hanya telepon saja.
Bima:"Hallo...
Maira....,
hallo??. "
Maira:"Iya.. iya.., aku setuju.Tapi yang lainnya yang tertulis disurat kontrak itu tetap gak ada yang berubah ya. "
Sekarang gantian Bima yang terdiam.Bima berfikir sejenak sebelum menjawab permintaan Maira.
Bima:"Oke, aku setuju. Tapi mulai sekarang kamu harus panggil aku,sayang atau apa aja yang penting panggilan layaknya orang pacaran."
Maira:"Apa?!. "
Maira terkejut sekali mendengarnya.
Bima:"Mau gak, kalau gak mau ya sudah kita batalin aja kontraknya. "
Padahal Bima cuma bercanda mau batalin kontrak.
Maira:"Iya, iya, oke, aku mau... ,sa..yang. "
Seumur-umur, baru kali ini dia memanggil seorang pria dengan sebutan sayang.Rasanya ada yang menggelitik didalam hatinya.
Diseberang telepon, Bima juga merasakan hal yang sama. Hatinya merasakan debaran yang berbeda, saat Maira mencoba memanggilnya sayang.
Bima:"Terimakasih sayang"
Jantung keduanya berdebar kencang"Apakah ini cinta?? "Tanya keduanya didalam hati.
Bima:" Sayang, aku tutup dulu ya. Aku mau mandi dulu,gerah banget cuaca malam ini"
Maira:"Tunggu dulu sayang,Besok kamu ada waktu lagi gak?, Aku mau ajak kamu buat cari hadiah kecil buat ayah nanti. "
Bima:"Kalau besok kayaknya gak bisa sayang, aku ada kerjaan keluar kota. "
Maira :"Kamu keluar kota?, aku jadi penasaran sama pekerjaan kamu."
Bima:"Nanti juga kamu bakalan tahu kok. "
Maira:"Tapi, kamu balik kan sabtu ini?. Kan malam minggu kita ada janji ketemu keluarga aku. "
Bima:"Tenang aja, aku pulang besok kok. Ga sampai sehari semalam. Cuma ke Surabaya aja. "
Maira:"Ooo,kirain ke mana. "
Bima:"Ya udah ya..sayang, aku tutup dulu.Nanti juga mau siap-siap packing.Mimpi indah ya"
Maira:"Ya gak papa, nanti selamat istirahat juga buat kamu kalau udah selesai packing.Terimakasih ya sudah mau membantu aku. "
Bima:"Jangan lupa, panggilannya. "
Maira:"Ooo iya, hehehe... sayang. "
Bima:"Sama-sama sayang. "
Akhirnya selesai juga ngobrolnya, ampun deh.Lama banget keduanya ngobrol, udah hampir satu jam😁😁.tangan author sampai pegal ngetiknya🤣🤣
Maira melompat-lompat kegirangan sambil memeluk HP nya didadanya.Malam ini rasanya tak cukup waktu, untuk dihabiskan bersama Bima, sudah ketemu di kafe, eh malah tiba dirumah ngobrol lagi sambung di telepon.
Maira jadi tak bisa tidur,selalu terngiang-ngiang soal obrolannya dengan Bima tadi, khususnya panggilan Sayang.
Bima pun begitu,matanya tak bisa terpejam.Guling sana, guling sini masih terbayang-bayang juga, sambil tersenyum-senyum sendiri. Tak terasa sudah jam 2 malam, baru lah keduanya bisa tertidur.Tapi dirumah masing-masing ya😅😅
*********
Hampir saja Bima kesiangan, hari ini memang dia mau meninjau hotelnya di Surabaya yang hampir selesai di renovasi,Karena sebentar lagi hotel itu akan dibuka.Mungkin satu bulan lagi pembukaannya akan dilaksanakan secara besar-besaran.
Bima berangkat ke Surabaya jam 7 pagi dengan menggunakan pesawat.Sedangkan Maira dia sudah berada didalam mobilnya, buru-buru pergi ke Kantor karena kemarin dia sudah gak masuk kantor.Banyak sekali pekerjaan yang sudah menantinya.
Mungkin sebentar lagi dia juga akan Resign dari kantor itu, karena dia dipastikan akan pindah ke perusahaan ayahnya jika dia berhasil menikah dengan Bima.
Maira bahagia sekali ketika membayangkan hal itu, sambil menyetir, Maira melirik ke HP nya, dia berharap Bima mengirimkan pesan, atau pun menelpon dirinya. Tapi zonk, Bima belum lagi menghubungi dirinya sejak semalam, dan Maira pun gengsi untuk menghubungi Bima duluan.
"Hmmm, mungkin dia sedang dalam pesawat sekarang, dia kan mau ke Surabaya katanya semalam. "gumam Maira sambil terus menyetir.
Benar apa yang ada di fikiran Maira, sekarang Bima sedang dalam penerbangan ke Surabaya.Bima terus melihat awan-awan dari kaca pesawat dan membayangkan senyuman Maira di setiap awan-awan itu. 😁😁
****
Maira kini tiba di kantor nya,dia memasuki kantor dengan senyuman merekah dan setiap siapa saja yang dia temui merasa ada yang aneh dengan wanita itu.Tak biasanya Maira tersenyum ramah kepada semua orang, biasanya wajah Maira selalu serius dan jarang tersenyum.Membuat semua orang sungkan untuk menyapa dirinya, kecuali beberapa karyawan laki-laki yang sedang ingin merebut hatinya.Bulan ini saja sudah ada 5 orang pria yang menyatakan cinta kepadanya.
Tapi Maira tetaplah Maira,dia tidak mudah jatuh hati, meskipun beberapa dari pria yang mencoba mendekatinya itu sering memberikan beberapa hadiah dan juga bersikap manis padanya namun selalu saja Maira tolak.
" Mbak Maira hari ini aneh ya, kalian juga ngerasa kayak gitu gak sih?. "tanya Sisca, salah satu rekan kerja Maira yang masih magang di kantor nya.
" Iya, sama. aku juga merasakan hal yang sama kayak gitu juga. Jangan-jangan dia sedang jatuh cinta? "jawab rekannya yang bernama Sarah.
" Kalian ngomongin apa sih? Jangan ribut di kantor. Nanti kita dapat teguran dari Pak Krisna baru tahu rasa lo pada. "sergah Rasty yang baru datang.
Rasty memang satu kantor dengan Maira, kedua sahabat itu memang bekerja dalam perusahaan yang sama.Makanya mereka berdua begitu akrab, ditambah keduanya sudah bersahabat sejak dibangku SMP.
Apakah keduanya akan ngobrol seperti biasanya??karena setelah malam itu, Maira maupun Rasty belum pernah kontak sama sekali.
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments