Maira turun mau ambil minum, tapi ga sengaja ia ketemu sama Rico suaminya Netta, sebenarnya dulu Rico naksirnya sama Maira.Tapi Maira gak pernah merespon sama sekali, jadi Rico beralih ke Netta kakaknya.
Netta yang juga mau naik keatas melihat pertemuan itu dan salah paham pun terjadi lagi antara kedua saudari tiri itu,Netta marah-marah gak jelas dan mengatai Maira mau jadi pelakor karena mencoba merebut suaminya.Tentu saja Maira melawan dan membantah semua tuduhan itu,karena dari dulu dia juga pernah tertarik sama yang namanya Rico.Segera Maira lari ke kamarnya, dia sudah muak kalau harus ribut terus, apalagi kata-kata ayahnya di meja makan tadi masih terngiang-ngiang di telinganya.
Dengan perasaan hancur Maira kembali ke kamarnya, rasa kesalnya dilampiaskannya dengan membanting pintu sekeras mungkin.Maira selalu merasa salah dimata ayahnya, seolah-olah dirinya bukanlah anak kandung ayahnya sendiri.
Tak terasa air matanya kembali membasahi pipinya,Maira menangis sambil memeluk guling.Akhirnya dia memutuskan kalau hari ini dia akan bolos kerja tidak masuk kantor dan akan mencari sedikit hiburan di Mall, shopping,Jalan-jalan, cuci mata,dan ke salon untuk menghilangkan kepenatan yang kini mendera nya.
Maira pun mengirim pesan ke atasannya, kalau hari ini dia izin cuti, kebetulan jatah cutinya bulan ini belum dia pakai.
Setelah berkemas, Maira pun pergi dari rumah tanpa pamit lagi kepada ayahnya atau pun orang rumah.Lagian ga ada juga yang perduli dia mau kemana dan sama siapa, itulah yang ada didalam fikiran Maira.
Gadis itu mengendarai mobilnya menuju kesalah satu Mall terbesar di Jakarta,kali ini dia gak ditemani sahabatnya Rasty,karena dia juga lagi kesal sama Rasty yang sudah meninggalkannya berdua dengan Bima di Bar sampai insiden itu terjadi.Tapi nanti dia pasti akan menemui Rasty kalau ia rasa hatinya sudah tenang.
Setelah mendapatkan tempat parkir di Basemant Mall, dia masuk kedalam Mall dan langsung mencari tempat makan yang biasa dia kunjungi.Tadi dirumah dia gak jadi sarapan karena harus meladeni mulut Netta yang mengajaknya ribut di meja makan,Jadi dia ingin mengisi perutnya dulu sebelum lanjut shopping. Ini sudah pukul sepuluh pagi, sudah lewat jam nya sarapan dan perutnya mulai keroncongan.
Setibanya di restoran ayam favoritenya itu, ia langsung memesan paket jumbo.Dengan lahap ia menyantap makanan nya, perutnya benar-benar terasa lapar kali ini karena pertempuran semalam, dan akibat minuman yang ia minum semalam, pagi ini dia banyak memuntahkan isi perutnya.
Tanpa ia sadari, ada sepasang mata yang terus mengamatinya dari balik kaca restoran ayam goreng itu.Dia seorang pria dengan setelan jas rapi berwarna biru dongker dan didampingi oleh beberapa ajudan dan seorang gadis yang sepertinya gadis itu adalah karyawannya atau sekretarisnya. Kelihatan dari cara gadis itu mempersilahkan sang Pria tadi untuk jalan di depan mereka.
Maira menyesap minuman boba yang ada didepannya tanpa memperdulikan orang yang lalu lalang dan juga pengunjung Resto lainnya. Pengunjung Mall yang mulai ramai, tak membuat Maira tertarik untuk melihat dan memperhatikan sekelilingnya, dia tetap fokus pada makanannya. Disaat makanannya sudah habis, Maira baru akan mendongakkan wajahnya karena merasa ada yang mengamatinya sedari tadi.
Tiba-tiba.... Tringgg..., sebuah pesan masuk ke whattsap nya.pesan itu berbunyi.....
"Makan yang banyak ya, biar fit. Hati-hati juga dengan tulang ayamnya. "
Maira kaget bukan kepalang,karena yang mengirim pesan itu adalah pria yang akan ia temui nanti malam.Maira sendiri masih merasa tak percaya, pengirim pesan itu adalah Bima.Maira pun mencari-cari ke sekeliling, tapi dia tidak menemukan keberadaan Bima dimana pun.
"Apa mungkin tadi dia ada disini?" gumam Maira.
Karena tak juga melihat adanya Bima, Maira pun melanjutkan untuk berbelanja,siapa tahu nanti akan bertemu Bima di Mall ini. Walau hatinya masih belum siap 100% jika mendadak bertemu. Dia juga yakin tadi Bima benar-benar benar ada disini, lagian ngapain Bima kesini Pagi-pagi begini, tapi dari mana juga Bima tau tadi dia sedang makan ayam coba?? 😂.
Memang sih tadi setelah melihat Maira, Bima hanya melihatnya beberapa saat dan langsung diajak pergi oleh orang-orang yang mendampinginya.Siapakah Bima sebenarnya, author juga penasaran deh.🤔🤔
Bima mengirimkan pesan itu sambil berjalan. Siang ini dia sedang sibuk bekerja karena ada pertemuan,Jadi dia tadi ga sempat menemui Maira di restoran ayam goreng.Lagi pula mereka juga sudah punya janji untuk bertemu nanti malam di kafe.
Maira mulai berkeliling, pertama-tama dia masuk kedalam butik yang menjual gaun-gaun indah. Maira memilih beberapa gaun, salah satunya akan ia kenakan saat menemui Bima nanti malam.Setelah dari butik,Maira pun pergi ke toko parfum, dan membeli dua jenis parfum favoritenya.Setelah itu Maira melewati toko perhiasan, dan ia tertarik untuk melihat-lihat cincin kawin.Sekilas tadi dia melihat di etalase toko perhiasan itu ada sepasang cincin kawin yang mencuri perhatiannya.
Maira teringat kalau dia harus menikah bulan ini juga,ia pun meminta pelayan toko untuk mengeluarkan cincin yang ia suka itu.Sepasang cincin dengan berlian berbentuk kotak yang sangat elegan.Pasangan cincin itu juga tak kalah indahnya,berbentuk bulat polos dan agak lebar, sangat bagus di jari pengantin laki-laki, apalagi kalau penganti laki-laki nya adalah Bima.
Senyuman terulas dibibirnya saat membayangkan dia memakaikan cincin itu di jari manis Bima, seandainya Bima benar-benar mau menikahinya.
Namun tiba-tiba Maira tersadar dari lamunannya saat penjaga toko menanyakan,
"apa jadi membeli? "😂😂.
"Haduhhh, mikir apa sih aku.Belum tentu juga Bima tidak berubah fikiran. " fikir Maira.
"Eee.. saya ga jadi beli ini mbak,saya mau beli gelang yang itu aja deh kalau begitu. " tunjuk Maira kesebuah gelang, dia membeli gelang itu karena gak enak aja sama mbak penjaga toko itu.Itung -itung untuk tambah koleksi perhiasannya saja lah.
Tanpa Maira sadari, Lagi-lagi kegiatannya mencoba dan memilih cincin tadi juga dilihat oleh pria yang sudah menghabiskan malam dengannya semalam itu, ya Bima sudah menyaksikan Maira yang senyum-senyum sendiri mencoba cincin kawin.Hal itu membuat pria itu tersenyum penuh arti sambil geleng-geleng kepala.
Saat Maira akan keluar dari toko perhiasan itu, Buru-buru Bima bersembunyi dibalik manekin yang terpajang di depan toko sebelah.Tadi selesai pertemuan, Bima pamit untuk berjalan-jalan di Mall itu, sambil melihat-lihat tak sengaja dia melihat gadis yang selalu membuatnya terbayang-bayang pertempuran tadi malam.Bima sudah mulai bisa mengingat part demi part apa yang terjadi semalam bersama Maira.
Diam-diam Bima mengikuti Maira dari tadi, dan menyaksikan apa saja yang dilakukan gadis itu.Setelah Maira pergi dari sana,Buru-buru Bima masuk ke toko perhiasan tadi dan meminta pelayan toko untuk mengeluarkan cincin yang tadi ditaksir oleh Maira, tanpa basa-basi Bima pun membeli sepasang cincin kawin itu dan menyimpannya disaku jasnya. Bima juga tersenyum lebar sambil mengelus kotak cincin itu dari luar saku jas nya.Entah apa yang sedang ada dalam fikiran pria tampan itu sekarang😁😁Apakah Bima mau melakukan sebuah lamaran kepada gadis pujaan nya,apakah gadis itu Maira? 🤩
We will see next episode😘
jangan lupa like, komen, dan Vote juga novel ini. agar author semangat ngetiknya***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments