Episode 6

Maira menyudahi berendam nya dan kini berpindah ke shower untuk membilas tubuhnya sekaligus mandi besar🤭🤭sampai bersih😂. Setelah berganti pakaian dan rapi-rapi dia pun menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang makan.

Maira menarik kursi dan duduk dengan santainya,tak peduli walau banyak pasang mata yang menatapnya penuh tanya.Hari ini tak biasanya diwajah Maira terlihat senyum yang selalu mengembang.Kelihatannya dia sedang bahagia sekali hari ini,biasanya mukanya selalu jutek kalau harus satu meja makan sama saudari-saudari tiri dan juga ibu tirinya itu.

Tanpa basa-basi Maira mengambil makanan yang sudah disajikan di meja dan memakannya, lagi-lagi dengan wajah yang sangat ceria. Semua orang merasa ada yang aneh dengan Maira hari ini.

"Hekhk, dasar aneh?!, kelihatannya kamu sangat menikmati sandiwara mu itu ya?!" sindir Netta, sukses membuat Maira menghentikan kunyahannya.

"Sandiwara apa?aku ga pernah tuh bersandiwara dan berpura-pura kayak kak Netta dan yang lainnya dirumah ini." Balas Maira tak kalah sengitnya.

"Oo ya?,kita lihat saja sampai akhir bulan ini, maka kesombongan kamu itu juga akan selesai, karena waktumu sudah habis untuk membuktikan ucapanmu yang sudah kamu sepakati sama ayah! " balas Netta lagi. Keduanya saling tatap dengan sinis nya.

"Terserah, siap-siap aja kak Netta gigit jari dan mundur dari posisi itu. Karena aku akan buktikan pada kalian semua kalau aku pantas mendapatkan posisi CEO SN group.Kalian tentu tau kan SN itu singkatan dari apa?, Sasongko Nurmala Group.Gak ada tuh nama ibu kalian disana,karena perusahaan itu dibangun oleh ayah dan juga ibuku.Kalian gak ada hak untuk menguasai nya walau sedikit pun." Kini amarah Maira mulai memuncak.

Sementara Pak Sasongko hanya bisa mengurut dada melihat kedua putrinya itu bertengkar di hadapannya.

"Jangan sombong dulu kamu Maira!, perusahaan itu juga milik ayah, ayah juga ayah kami.Tentu saja kami juga punya hak" Balas Netta lagi, sementara Tiara hanya menyemangati kakaknya Netta.

"Benar itu!."timpal Tiara adiknya.

Pak Sasongko tiba-tiba merasa kalau dadanya sesak setelah menyaksikan pertengkaran ketiga putri kandungnya. Setiap kumpul di meja makan selalu saja terjadi perang,bukannya mau makan dengan tenang. Tapi semakin lama malah semakin runyam.

"Sudah!, hentikan ribut-ributnya! kalian itu semuanya sudah dewasa. Kenapa masih bertingkah seperti anak kecil saja! Sekarang bisa kan sekali saja kita makan dengan tenang." ujar Pak Sasongko dengan tegasnya sambil memegangi dadanya, membuat Maira dan Netta sedikit meredam emosinya dan setuju untuk sedikit gencatan senjata.

"Kak Netta Yah yang mulai duluan.Aku kan hanya membela diri. " sahut Maira dengan nada melemah.

"Kamu juga salah Maira, kenapa kamu harus terpancing dengan perkataan kakak mu.Kamu juga Netta, bisa gak sehari saja kalian itu gak ribut, jangan ajari adik-adik mu membangkang. Sebagai anak tertua kamu seharusnya bisa memberikan contoh yang baik.Kalian memang gak pernah menganggap ayah ada." Pak Sasongko kembali duduk di kursinya setelah puas menceramahi anak-anak nya.Netta pun tertunduk lesu.

Suasana sedikit kondusif.

"Jadi bagaimana Maira?kapan kamu akan membawa calon suamimu kerumah kita?. " tanya Ayahnya.

"Kapan Ayah punya waktu? " tanya Maira gugup,sebenarnya dia pun gak tau apakah Bima mau bila dia meminta bantuan untuk menemui Ayahnya,karena dia juga belum memberi tahu Bima soal masalahnya.

Jangankan memberi tahu, Maira masih malu kalau mengingat kejadian semalam.Maira juga tidak yakin untuk meminta bantuan pada Bima.

Pak Sasongko menimbang-nimbang"Bagaimana kalau malam minggu ini,kita bisa jamu dia makan malam dirumah kita"

"Ingat nak, kamu hanya punya waktu kurang dari 3 minggu lagi, kalau kamu memang benar punya pacar, ajaklah dia datang kerumah kita dan kenalkan sama ayah dan keluarga kita,bawa pemuda itu kemari dan minta dia untuk menikahi mu.Tapi ingat,Ayah juga harus menilainya dulu,semuanya harus sesuai dengan kriteria menantu di keluarga kita." ujar Pak Sasongko dengan bangganya.

"Oooo gitu,Coba Ayah lihat para menantu Ayah ini. Apa kriteria nya harus seperti mereka? ." tunjuk Maira pada suami Netta dan juga suami Tiara sambil tersenyum.

"Tentu saja, mereka dari keluarga kaya,pintar dan berpendidikan. " ujar ayahnya.

"😂😂😂Jadi harus kaya,mana ada pria kaya mapan yang setelah menikah malah tinggal dan menumpang dirumah mertuanya,lalu bekerja pun diperusahaan keluarga istrinya, ck... ck.. ck. " Maira sengaja mengolok-olok Suami Netta dan juga Tiara. Sehingga membuat kedua saudara iparnya itu geram dan menampakkan wajah marah.

"Cukup Maira, kamu jangan Keterlaluan ya. Apa maksudmu hah!??." Netta berdiri dari duduknya.Hatinya memanas dan terprovokasi.

Maira pun berdiri"Apalagi???!, Masa kak Netta ga ngerti sih?Jaadiii, para menantu ayah haruslah laki-laki yang setelah menikah menumpang hidup dengan keluarga istrinya.Aku benarkan kak?? "

Netta semakin geram, ingin sekali ia memukul Maira, tapi dihalangi oleh Rico suaminya.Rico yang sebenarnya juga emosi tapi mencoba meredam amarahnya demi tujuannya yang belum tercapai.

"Maira!!, kamu jangan keterlaluan nak. Mereka itu saudara mu juga.Mereka juga keluarga kita, apa salahnya kalau mereka bekerja juga diperusahaan kita." Pak Sasongko kembali buka suara.

Maira benar-benar merasa dipojokkan, bahkan Ayahnya pun ikut membela saudari tirinya. Benar-benar tak ada tempat dirumah itu yang menganggap nya penting.

Keberadaannya dirumah itu seolah orang asing,Maira memilih meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarnya.

Maira menangis sendirian,mengingat kata-kata Ayahnya tadi.Seumur hidupnya dia tidak pernah merasakan kasih sayang yang utuh dari Ayahnya, hanya dulu saat Ibunya masih hidup saja dia selalu dimanja.Tapi sekarang, tak ada lagi kehangatan keluarga yang ia rasakan.

Setiap harinya dirumah ini bagaikan neraka saja,begitu terus dan begitu terus. Kalau bukan karena hak Ibunya yang harus ia perjuangkan,mungkin sudah lama dia meninggalkan rumah ini dan hidup mandiri.

Tapi amanah sang Ibu untuk menjaga Ayahnya dan juga perusahaan sebelum Ibunya meninggal, membuatnya harus tetap bertahan.

Maira mencoba menguatkan dirinya sendiri,Maira menghapus air matanya dan mulai berfikir langkah selanjutnya yang harus ia lakukan.

Terlintas di fikiran nya untuk menghubungi Bima,sepertinya hanya laki-laki itu yang bisa membantu nya kali ini.Apalagi waktu itu kan Bima sudah menawarkan diri untuk menikahinya.

Maira mengambil handphone nya dan mulai mencari nomor Bima,panggilan terakhir tanpa nama itu pasti nomor Bima.Tadi kan Bima yang mengetikkan nomornya di HP Maira dan Misscall ke HP nya sendiri sebelum ia meninggalkan Maira di hotel Bar.

Dengan deg-degan Maira mencoba menekan tombol panggil.Panggilan itu terhubung dan sukses membuat jantung Maira semakin berdegup kencang gak karuan.

"Hallo.. Maira. " sahut suara diseberang sana.

"Hallo Bima,apa kabar? " Maira agak gugup dan cemas,ga tau harus mulai dari mana.

"Aku baik, kamu gimana??" tanya Bima tak kalah kakunya.

"Bima, aku ingin ketemu kamu.Ada hal penting yang mau aku bicarain dan ini menyangkut masa depan aku. " jawab Maira dengan sedikit berani.

"Oke, kapan kamu ingin kita bertemu? aku akan datang. " sahut Bima.

Maira merasa sedikit beban sudah terangkat dari pundaknya karena Bima setuju untuk bertemu.

"Baiklah, aku akan kirim alamatnya. kita bertemu nanti malam jam 7 disana"jawab Maira lagi.

" Oke.. eee. "Belum sempat Bima mengucapkan apa yang ingin ia katakan, Maira sudah terlebih dahulu mematikan telepon karena jantungnya sudah sangat deg-degan.

Maira terus mengusap dadanya, rasanya jantungnya hampir copot mendengar suara pria itu.

Begitu pula Bima, hatinya terasa hangat ketika ponselnya berbunyi dan tertera nama Maira dilayar.Bima sempat tak percaya Maira akan menghubunginya duluan, padahal tadi dia baru saja berfikir untuk menelpon Maira, gadis yang mulai menguasai fikiran nya.

Entah itu karena rasa bersalah nya atau apa, yang jelas dari terakhir bertemu hingga saat ini wajah Maira selalu terbayang-bayang dipelupuk matanya.

Next>>>>

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Pengumuman
69 Episode 68
70 Episode 69
71 Episode 70
72 Episode 71
73 Episode 72
74 Episode 73
75 Episode 74
76 Episode 75
77 Episode 76
78 Episode 77
79 Episode 78
80 Episode 79
81 Episode 80
82 Episode 81
83 Episode 82
84 EPISODE 83
85 Episode 84
86 Episode 85
87 Episode 86
88 Episode 87
89 Episode 88
90 Episode 89
91 Episode 90
92 Episode 91
93 Episode 92
94 Episode 93
95 Episode 94
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
110 Episode 109
111 Episode 110
112 Episode 111
113 Episode 112
114 Episode 113
115 Episode 114
116 Episode 115
117 Episode 116
118 Episode 117
119 Episode 118
120 Episode 119
121 Last Episode
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Pengumuman
69
Episode 68
70
Episode 69
71
Episode 70
72
Episode 71
73
Episode 72
74
Episode 73
75
Episode 74
76
Episode 75
77
Episode 76
78
Episode 77
79
Episode 78
80
Episode 79
81
Episode 80
82
Episode 81
83
Episode 82
84
EPISODE 83
85
Episode 84
86
Episode 85
87
Episode 86
88
Episode 87
89
Episode 88
90
Episode 89
91
Episode 90
92
Episode 91
93
Episode 92
94
Episode 93
95
Episode 94
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108
110
Episode 109
111
Episode 110
112
Episode 111
113
Episode 112
114
Episode 113
115
Episode 114
116
Episode 115
117
Episode 116
118
Episode 117
119
Episode 118
120
Episode 119
121
Last Episode

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!