Disaat Maira sedang sibuk memeriksa berkas di depannya, tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk.
Tok.... tok.. tok....
"Iya, silahkan masuk. " sahut Maira tanpa melihat kearah pintu.
Pintu pun dibuka dan masuklah seorang pria yang cukup tampan dengan memakai kacamata,setelan jasnya rapi dengan rambut yang ditata dengan rapi juga.
Dia adalah Pak Krisna pemilik perusahaan ini, seorang duda beranak 1.Sudah lama Pak Krisna menaruh hati pada Maira, dan ingin Maira menjadi ibu sambung bagi anaknya. Akan tetapi Maira gak tertarik sama sekali,dia trauma dengan yang namanya ibu tiri.Sehingga dia juga tidak mau jadi ibu tiri selama hidupnya.Kalau bisa cari yang single kenapa harus duda, begitulah kira-kira. 😁😁
"Gimana keadaan kamu, apa kemaren kamu sakit sampai gak masuk kerja? " tanya Pak Krisna.
"Pagi Pak" Maira kaget mendengar suara itu, dan langsung mendongakkan kepalanya.Benaar, ternyata Pak Krisna.
"Pagi juga Maira. " Jawab Pak Krisna.
"Kemaren saya gak enak badan Pak,jadi saya izin gak masuk. " Maira gak enak sih bohong, tapi males kalau ngejelasin panjang kali lebarnya.Jadi bilang aja gak enak badan, walaupun yang lagi gak enak hati dan perasaan nya juga kemaren.
"Apa sekarang sudah baik-baik saja? . "tanya pria itu lagi.
" Sudah kok Pak, saya baik. "Maira hanya bisa tersenyum walau terpaksa.
" Baguslah kalau begitu, saya keruangan saya dulu. Lanjutkan saja kerjanya."kata Pak Krisna.
"Baik pak,terimakasih." jawab Maira dengan sopan.
Pria itu pun keluar dari ruangan Maira dengan sejenak menatap Maira disertai senyuman yang sulit di artikan.
Maira kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.Hari ini dia sangat sibuk, sampai lupa kalau dari pagi dia menanti telepon dari Bima.
*********
Di Surabaya
Bima terlihat sangat sibuk, meninjau Hotel yang sudah hampir selesai pengerjaannya. Tinggal memasukkan furniture dan penataan saja,soal gedung sudah 100% rampung.
Bima merasa lega sekali, hasil kerja kerasnya selama ini sebentar lagi akan beres.Hotel ini dia akuisisi saat dia masih di Amerika, waktu itu dia masih bolak-balik Indonesia, tapi kali ini dia akan menetap di Indonesia.Tahap renovasi sudah selesai,dan akan segera beroperasi lagi.
Sudah menjelang sore, Bima beristirahat di ruangan hotel yang sudah disiapkan oleh karyawan kepercayaan nya di sini.Ruangan khusus Presiden Suit ya g megah dan pengerjaannya paling awal khusus untuk sang pemilik.
Bima merebahkan tubuhnya yang letih karena seharian berkeliling bangunan hotel.Bima pun melepas jas nya dan pergi kekamar mandi,lumayan lama dia mandi dan kemudian keluar dari kamar mandi dengan rambut yang sudah basah dan memakai handuk di pinggangnya. Bima mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil,setelah berganti pakaian, Bima teringat kalau dia belum menghubungi Maira sekalipun hari ini, Bima pun mengambil HP nya dan bermaksud menghubungi pacar baru nya itu.
"Sudah lama gak punya pacar, jadi lupa kalau sekarang sudah punya. " gumam Bima.
Bima mencari-cari nama Maira di kontaknya dan menggantinya dengan nama "Pacar"lalu segera menekan tombol panggil.
Panggilan tersambung, saat ini Maira Baru saja akan membereskan meja nya dan menyusun semua berkas di rak buku yang ada dibelakang mejanya.
Tiba-tiba HP nya berbunyi,Maira pun segera melihat siapa yang menelepon.Ehh rupanya si ayang, 😁😁Maksudnya Bima.
Dengan agak deg-degan, Maira mencoba menetralisir degupan jantungnya dulu sebelum menjawab panggilan itu, dia menghela nafas dalam-dalam dulu.
" Hufffffft... haaaa... "
Barulah setelah itu Maira menjawab telepon dari Bima.
" Iya hallo sa.. yang. "jawab Maira.
"Halo juga, gimana kamu hari ini?, baik kan? " tanya Bima.
"Iya, aku baik kok. Jd kapan kamu pulang ke Jakarta? "tanya Maira.
" Karena urusan disini udah selesai, jadi kemungkinan aku akan naik pesawat pertama malam ini ke Jakarta. Pagi aku udah di Jakarta kok. "jawab Bima.
" Oh.. baguslah. "ujar Maira.
" Bagus apanya, kayaknya ada yang ngarepin aku cepat pulang nih? "Bima jadi penasaran apa jawaban Maira.
"Ya bagus aja kalau kamu bisa kembali ke Jakarta segera. "jawab Maira.
"Ooo,bukannya karena kamu kangen kan sama aku?. " tanya Bima.
"Sedikit sih. " jawab Maira, gengsi lah bilang banyak😂.
"Tapi kok aku gak kangen ya😂. " Bima sukses membuat Maira merasa kesal.Padahal Bima hanya mau bercanda saja.
"Gak kangen kok nelpon sih?!"tanya Maira kesal.
"Cuma mau ngerjain kamu aja, makanya aku telepon." Bima bilang itu sambil diiringi tawa renyahnya. Lagi-lagi kalau udah ngobrol dengan Maira dia akan lupa waktu.
Maira pun begitu,entah sejak kapan dia berani ngambek-ngambekan dengan lawan jenisnya. Kayaknya cuma sama Bima doang dia bisa kayak gitu.
"Ih, kamu ya. Aku gak mau panggil sayang lagi." Maira ngambek.
"Jangan gitu donk, tadi kan aku cuma bercanda. Aku juga kangen kok sama kamu.Walaupun kita baru sama-sama memulai semuanya, tapi aku rasa aku mulai suka sama kamu, sayang. " jelas Bima.
"O ya?, aku rasa hubungan kita cuma sekedar formalitas saja." jawab Maira.
"Jangan gitu lah, mungkin suatu hari nanti kamu akan jadi bucin ke aku.kita kan gak pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan. " Ujar Bima lagi.
"Iya sih,ya udah aku mau pulang dulu. Ini aku masih dikantor, bentar lagi kantor tutup. " ujar Maira.
Tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangan Maira.
"Maira,pulang bareng saya aja ya hari ini. " Pak Krisna ternyata.
Maira jadi gelagapan, Bima pasti mendengar di telepon,Maira menutupi HP nya dengan tangan kirinya.
"Oo lagi telepon ya?. " tanya Pak Krisna.
"Iya Pak, sebentar dulu ya Pak. " jawab Maira.
"Baik, saya tunggu di luar ya. " ujar Pak Krisna lagi.
Lalu pria itu keluar dari ruangan Maira dan menutup pintunya.
Maira kembali ke sambungan teleponnya.
"Hallo, Bima. Hallo..." Maira mencoba Memanggil-manggil Bima.
"Tadi siapa? , kayaknya suara cowok. " jawab Bima.
"Ooo,itu tadi atasan aku Pak Krisna namanya."jelas Maira.
" Kok atasan ngajak kamu pulang bareng?"
ujar Bima lagi.
"Kenapa, cemburu ya? "goda Maira.
" Nggak kok, B aja. "jawab Bima.
Maira jadi kesal" Ya udah, aku tutup dulu ya.nanti kita sambung lagi kalau sempat. "
"Kalau sempat?? " Bima jadi bingung.
"Iya, pokoknya nanti kita sambung lagi. Keburu tutup nih kantor. entar yang ada aku terkunci didalam, lagi. " ujar Maira buru-buru.
"Iya deh, bye sayang. " jawab Bima sabil menutup teleponnya.
"Iiiih... kok langsung di matiin sih" Maira jadi merasa aneh,"kok tutup nya gitu.? "
Maira buru-buru mengambil tasnya dan keluar dari ruangan itu, eh ternyata Pak Krisna memang masih menunggu di depan Loby.
"Ayo Maira,ikut saya pulang. " ujar nya.
"Maaf Pak, saya kayak nya ga bisa deh, soalnya saya bawa mobil sendiri. " jawab Maira.
"Ga pa pa, mobil kamu biar nanti sopir saya yang antarkan kerumah kamu.Kamu bisa bareng saya aja, soalnya saya ingin ngajak kamu kerumah saya. " ujar Pak Krisna.
"Apa???, eee... maksud Pak Krisna apa ya, saya gak ngerti. " jawab Maira bingung, gak ada angin gak ada hujan si Pak Krisna ngajak Maira kerumah nya.
"Gini, saya mau minta tolong sama kamu buat bujukin anak saya Clara, dua hari ini dia gak mau makan. Kali aja kalau kamu yang bujuk, Clara bakalan mau. " jelas Pak Krisna.
"Haa??? " Maira jadi terperangah.Dia mendadak bingung, kepalanya terasa nyut-nyutan.
"Maaf Pak,saya gak biasa ngurus anak kecil. " Jawab Maira pelan-pelan.
"Nanti juga kamu bakal terbiasa kok sama Clara, sebenarnya dia itu anak yang baik, cuma kalau lagi sakit, dia suka rewel dan panggil-panggil Mama nya terus. " ujar Pak Krisna lagi.
"Tapi kan saya bukan Mama nya Pak?! " Maira bingung gimana caranya menolak ajakan Pak Krisna.
"Tapi saya ingin, kamu jadi Mama nya suatu hari nanti. "jawab Pak Krisna.
Jederrrrrr....
Wajah Maira langsung berubah jadi pucat pasih," What????!, jadi Mamanya anak Pak Krisna?? iiiyuuuuu, gak deh. "gumam Maira dalam hatinya.
Apakah Maira akan Mau???? 😁😁😁😁
Jangan lupa ya, like, komen, dan vote juga karya Author biar author jadi rajin Update 😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments