Di sebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah ruang kerja,Bima duduk dibalik sebuah meja kokoh yang membuatnya semakin terlihat tampan dan berkarisma.Pria tampan itu sedang memandangi sepasang cincin didalam kotak yang ada ditangan kirinya.
Bima menutup kembali kotak itu,dan disimpannya disaku.Kemudian dia pun menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu yang ia perintahkan.
Pria itu melihat jam di pergelangan tangannya,ini sudah mulai sore.Bima pun bersiap untuk pulang dan menyiapkan diri untuk bertemu dengan gadis yang sudah mengusik ketenangannya.
Bima tidak menyangka, posisi Ester yang sudah tertanam kuat dihatinya selama 6 tahun belakangan kini mulai goyah.Hanya karena seorang gadis yang tanpa sengaja ia tidurin.Sampai detik ini pun Bima masih mengingat Ester yang lebih memilih pemuda yang dijodohkan oleh orang tuanya dibandingkan dirinya yang saat itu belum jadi apa-apa.
"Mungkin sekaranglah saatnya aku melupakanmu Ester,walau sampai detik ini hatiku masih terasa sakit bila mengingatmu.Selama ini tak satu pun wanita yang bisa menggeser posisimu dihatiku, tapi sejak semalam aku.... ,rasanya aku harus bertanggung jawab atas hal yang tak sengaja telah aku lakukan padanya(Maira).Dia wanita yang masih suci,aku tidak berhak menghancurkan masa depannya.Aku rasa hatiku bergetar jika melihat dirinya, apa aku mulai.... " Gumam Bima didalam hatinya.
Tok.... tok.... tok....
Bima tersentak dari lamunannya,lalu dengan sigap dia kembali duduk dengan elegan di kursinya dan mempersilahkan orang yang mengetuk pintu.
"Masuk.. " ujarnya.
"Maaf Pak Bima, apa anda sudah mau pulang?? " tanya Sekretarisnya.
"Iya, saya ada janji makan malam.Saya minta kamu pesankan sebuket bunga dan kirim kerumah saya jam 18.30 nanti. "
"Bunganya bunga apa Pak? Mawar, atau jenis yang lain? "
"Mawar aja,harus yang spesial ya!?. " pinta Bima.
"Baik Pak, akan segera saya pesankan. "
"Oke, kamu boleh pergi. Alamat rumah saya sudah saya kirim ke nomor kamu"
"Baik, permisi Pak. "
"Hmm" Bima hanya mengangguk.
Sekretaris yang bernama Lisa itu pun keluar sambil merasa aneh,tak disangkanya Bos baru nya itu minta dipesankan buket bunga.
"Apa Pak Bos sedang jatuh cinta, wah gue kesalib dong." 😅ujar Lisa yang mengolok dirinya sendiri.Karena rupanya sejak pertama kali bertemu Bima tadi pagi, dan bekerja sebagai sekretaris bagi Bos baru yang mengakuisisi Mall tempatnya bekerja itu, Lisa sudah terpesona dengan ketampanan Bima.
Lisa tak menyangka kalau Bos barunya itu ternyata sudah punya pacar, tadi ia berharap Bima masih lajang dan single seperti yang ia dengar dari desas- desus yang beredar di lingkungan kantor bahwa Bos baru mereka adalah seorang laki-laki lajang yang masih terhitung muda dan tidak punya pacar, dingin dan juga sedikit kejam.
Meskipun berat, tapi Lisa berusaha profesional, masa' tugas pertama dari Bos baru tak dia kerjakan. Bisa dipecat kan nanti? 😁😁
******
Bima pun bergegas meninggalkan kantornya yang terletak di lantai paling atas Mall itu.Hari ini ia baru saja mengambil alih Mall itu dari pemilik lama.Bima membeli semua sahamnya dan sekarang dialah pemiliknya.
Dulu Bima memang bukan siapa-siapa saat dia masih berpacaran dengan Ester, sampai akhirnya orang tua Ester melarang mereka un tuk dekat dan menjalin hubungan.Bahkan Ester dinikahkan secara paksa dengan anak rekan bisnis ayahnya.Hal itulah yang membuat Bima terus bertekad maju dan bekerja keras untuk membuktikan bahwa dia layak.Tapi sayang, setelah ia berhasil dan sukses dia mendapati bahwa Ester sudah tidak mencintainya lagi dan masih tetap memilih melanjutkan hubungannya dengan suaminya yang sudah memberinya seorang anak.
Bima merasa hancur dan tak pernah lagi ingin mengenal yang namanya wanita lebih jauh,dia takut dikecewakan lagi.Hal itu membuatnya menutup diri dari yang namanya wanita selama bertahun-tahun.sampai akhirnya terjadilah hal yang semalam. Hal yang tak terduga dan tak pernah ada dalam khayalannya sekalipun. Bisa jadi Tuhan yang menggariskan hal itu terjadi dalam hidupnya.
Sebagai laki-laki Bima akui kalau Maira memang cantik dan juga menarik, ia pun sempat terpanah saat pertama kali melihat gadis itu,tapi karena Ester masih menguasai hatinya dan tak bisa ia lupakan selama ini, maka Bima mencoba bersikap biasa saja.
Tapi setelah malam itu, Bima merasa ada perubahan didalam dirinya.Sulit untuk mengakui atau menyebut itu adalah cinta, tapi seperti itulah kira-kira.Karena itu bukanlah hal yang biasa-biasa saja.
****
Maira pulang kerumahnya tepat jam 18.00 WIB,wajahnya sudah dirias dengan riasan yang natural dan terlihat sangat cantik,karena dia udah didandani dari salon.Dengan menenteng belanjaannya Maira menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya,lagi-lagi ia berpapasan dengan kakak iparnya si Rico, kelihatannya Rico memang sengaja menunggu dirinya.
Maira bersikap biasa dan mengacuhkan Rico, tapi Rico mencekal tangannya dan membuat Maira harus menghentikan langkahnya.
"Lepaskan!, gue bilangin kak Netta ya! " ancam Maira.
"Bilang saja, palingan dia akan menuduhmu merebut suaminya.Apa kamu lupa apa yang terjadi kemarin?. " ancam Rico balik.
"Kamu!!, dasar kakak ipar gak ada akhlak.Sudah punya kak Netta ,masih aja mau gangguin adek iparnya! " Maira mencoba berontak dan akhirnya tangannya bisa terlepas dari cekalan Rico.
"Kamu sendiri lebih tau kan siapa yang aku suka sebenarnya? " Rico balik bertanya.
"Tapi kamu juga tau, kalau aku gak pernah suka sedikit pun sama kamu dan asal kamu tahu ya, aku sudah punya pacar dan akan segera menikah! cam kan itu!!." jawab Maira ketus.
"Kita lihat saja nanti, kamu pasti akan jadi milik aku, adik ipar😉" ujar Rico sambil melayangkan kiss bye😘
Maira jadi bergidik ngeri,cepat-cepat ia berlari ke kamarnya dan mengunci pintu.Karena sudah hampir tiba waktunya pergi ke kafe, Maira segera berganti pakaiannya dengan gaun yang tadi ia beli.Gaun itu sangat
pas melekat ditubuh Maira,membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona.
Maira juga tidak mengerti kenapa dia berdandan dengan maksimal malam ini, yang pasti dia merasa harus tampil secantik dan sebaik mungkin di hadapan Bima.Menatap dirinya dicermin, Maira jadi tersenyum sendiri😊.
Lagi-lagi Maira bingung dengan perubahan mood pada dirinya yang berubah drastis bila ingat akan Bima,rasanya hatinya di penuhi bunga-bunga yang menyerebakkan harum di mana-mana.
Jam sudah menunjukkan angka 18.20 WIB, Maira segera keluar dari kamarnya dan menjinjing sebuah tas jinjing bermerek LV yang senada dengan warna gaunnya Coklat moca.Saat ia akan turun,banyak pasang mata yang terkejut, karena semua orang sedang ngumpul diruang keluarga.
"Mau kemana lagi kamu malam-malam begini, apa kamu ga pamit lagi sama ayah kaya tadi pagi?? sekarang kamu sudah ga peduli ya sama peraturan ayah?. " tanya Pak Sasongko.
"Aku mau makan malam sama pacar aku yah, kami mau membicarakan soal pertemuan keluarga weekend ini. "jawab Maira biasa aja.
" Oo, silahkan kalau gitu, ayah gak bakal menghentikanmu.Jangan lupa bilang sama dia, tolong bawakan ayah sesuatu yang bisa mengesankan ayah jika dia berkunjung nanti."ujar ayahnya lagi.
"Baiklah, aku akan sampaikan ke orangnya." Maira menghela nafas jengah,rasanya benar-benar lelah bermain sandiwara seperti ini, bagaimana jika nanti Bima menolak untuk membantu dirinya untuk berpura-pura menikahinya.
"Aaaaaaaaaaaa.... " Teriak Maira setelah ia masuk kedalam mobilnya, dia berteriak dalam hati sambil memukul setirnya.
"Sampai kapan aku sanggup seperti ini terus?? 😢" Fikir nya.
😌😌😌😌😌
Jangan lupa meninggalkan jejak ya para readers, Klik>like, komen masukan dan saran>vote dan jangan lupa jadikan novel ini Favorite kamu, terimakasih🙏🙏
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Erna Yati Tan
awalnya sdh seru moga endingnya lbh seru
2022-09-30
2
Erna Yati Tan
lanjut
2022-09-30
1