Makanan yang mereka pesan sudah tiba, sekarang keduanya yang masih nampak canggung saling menatap dengan malu-malu, terutama Maira.Tak dapat dipungkiri olehnya kalau melihat Bima dari jarak sedekat ini membuatnya diam-diam mengamati wajah Bima.
"Kok ga makan, apa cuma mau dilihatin aja nih makanan nya? " Ujar Bima yang merasa Maira terus curi-curi pandang pada dirinya.
"😁😁Aku makan kok, tapi setelah aku lihat-lihat...Seandainya kumis kamu dicukur pasti lebih tampan. " Maira memberanikan diri mengajukan sarannya pada Bima.
"Ooo, jadi kamu ingin aku mencukur kumis ku ini? " tanya Bima kemudian.
"Kalau boleh sih, biar lebih terlihat bersih dan rapi aja." Kata Maira dengan malu-malu.
Bima bisa memaklumi nya, dulu Ester lebih suka kalau dia memelihara kumisnya tipis-tipis, dan hal itu dijadikannya kebiasaannya sampai saat ini.Mantan kekasihnya itu sudah banyak membawah pengaruh dalam kehidupannya.
"Mungkin sudah saatnya aku merubah kebiasaan lamaku. " fikir Bima.
"Baiklah, nanti kalau sempat aku akan coba mencukurnya habis.Sesuai permintaan Ibu Bos. " ujar Bima, sambil tak lupa disertai senyuman manisnya yang memukau, membuat siapa saja yang melihatnya akan terpanah.
Keduanya pun menikmati makanan yang sudah mereka pesan,Maira memesan steak🥩 untuk makan malam mereka.Dari cara makannya Maira bisa melihat kalau Bima sepertinya tidak kesulitan dalam menggunakan garfu dan juga pisau untuk memotong daging steak itu.Bima juga memakannya dengan lahap, seolah dia sangat menyukainya.
Di sela-sela makan,Bima mencoba menanyakan sesuatu pada Maira.Tapi dia khawatir kalau Maira akan tersinggung dengan pertanyaannya itu.
"Eee,, Maira.Apa kamu merasakan sesuatu? " Tanya nya dengan ragu.
"Sesuatu apa? " Maira bingung apa maksud pertanyaan Bima yang menggantung.
"Eee.. itu, soal kejadian malam kemarin di Bar antara kita berdua.Kamu merasa gak kalau ada yang janggal.Maksudku, kok bisa ya kita tiba-tiba ada disana dan rasanya malam itu kepalaku pusing sekali, Jangan-jangan ada yang mencoba menjebak kita berdua. " jelas Bima.
"Sama, aku juga tadinya berfikiran seperti itu. Aku juga curiga sama Rasty dan Shakti,karena mereka yang terakhir bersama kita.Aku saja baru sekali ketempat seperti itu, mana mungkin aku bisa tahu kalau disana juga ada tempat untuk menginap, siapa kira-kira yang mengantar kita kesana ya?" Maira ternyata tidak tersinggung, karena memang bukan dia yang menjebak Bima bersamanya.
"Sama, aku juga baru pertama kali datang kesana, itu pun di ajak oleh Brian. Katanya dia mau bikin perayaan gitu. " jelas Bima, keduanya sama-sama berfikir sebenarnya apa yang sudah terjadi.
"Apa kamu menyesali hal itu? " tanya Bima.
"Tentu saja, aku seorang wanita.Kamu pasti tahu kalau itu kali yang pertamanya bagiku, selama ini aku bahkan gak pernah pacaran."
"Berarti aku benar-benar laki-laki pertamamu ya😁,itu artinya aku sangat beruntung. " jawab Bima.
"Lalu kamu gimana, apa kamu ga punya pacar saat ini? " Tanya Maira dengan harap-harap cemas, Bima bisa menangkap kegelisahan dimata Maira yang menunggu jawaban pertanyaan itu dari bibirnya.
"Punya." Jawab Bima.
"Apa?, lalu bagaimana kamu bisa menjelaskan padanya soal rencana nikah kontrak kita? " tanya Maira.
"Kamu tenang aja kok, dia gak akan marah. " jawab Bima lagi.
"Aku jadi ga enak, pasti gara-gara kejadian kemarin kamu jadi merasa bersalah kan sama aku sampai kamu mau menikahi aku. " Maira jadi berhenti makan dan meminum jus nya.Dia merasa karena dirinya Bima jadi harus berpisah sementara dengan kekasihnya.
"Kamu tahu siapa pacar aku sekarang? " tanya Bima.
"Siapa? "tanya Maira.
" Kamu, dan bukan cuma sekedar pacar, kamu juga adalah calon istri aku, dan sekaligus Bos aku😁. "ujar Bima dengan senyum nya yang merekah.
" Ahhhh kamu, aku fikir ta.. di.. kamu benar sudah punya kekasih, aku jadi merasa ga enak sama pacar kamu karena sudah memaksa kekasihnya untuk menikah denganku. "ujar Maira.
"Kamu suka kan? " tanya Bima.
"Apa? " tanya Maira balik.
"Aku " jawab Bima dengan Pede nya.
"Aku terpaksa. " jawab Maira.
"Huwiii, terpaksa ya. Aku tadinya mengira kalau kamu ingin aku menikahimu karena kamu ga bisa ngelupain aku." ujar Bima lagi.
"Jangan GeEr,aku memang harus menikah.Karena..... " Maira tidak melanjutkan ucapannya,dia ragu memberi tahu Bima hal yang sebenarnya, kalau dia terpaksa menikah untuk merebut posisi CEO dari tangan Kakak tirinya Netta.
"Ga papa kok kalau kamu tidak menyukaiku, yang penting aku diberi kesempatan untuk bertanggung jawab. Sebenarnya gak diberi uang pun aku akan tetap bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi.Karena aku khawatir nantinya siapa tahu kamu harus mengandung anakku karena malam itu, jadi memang sebaiknya kita menikah saja. "jelas Bima.
" Ooo, jadi itu alasan kamu ingin menikah denganku. "Maira baru mengerti alasan Bima setuju secepat itu.
" Sepertinya dia memang lelaki yang penuh tanggung jawab,semoga saja fikiranku ini benar. "benak Maira.
"Baiklah, cepat habiskan makanannya.tidak terasa sekarang sudah jam 9 malam ternyata. Nanti aku akan hubungi kamu lagi soal pertemuan keluarga kita nanti,aku akan kirimkan alamat rumah ku lewat WA. " ujar Maira lagi.
Kali ini kegugupan dihatinya sudah mulai mencair, karena ternyata Bima sangat enak di ajak ngobrol,cepat nyambung sehingga membuat Maira nyaman ngobrol bersamanya.Hingga tak terasa sudah banyak hal yang mereka bicarakan.
Tapi satu hal yang Maira lupa menanyakannya, yaitu pekerjaan Bima.Maira tidak terfikir untuk menanyakan apa pekerjaan Bima sehari-hari, karena bukankah ayahnya ingin mantu yang ikut bekerja diperusahaan nya seperti suami-suami saudarinya yang sudah menikah? 😅😅😅
Setelah makanan mereka habis, dan Maira mau pamit pulang. Maira sempat mengatakan akan mengantar Bima,Bima sendiri tidak pernah bilang kalau dia bawa mobil, tapi dia bilang akan memesan taksi online saja.
Bima berinisiatif mengantar Maira ke mobilnya, dan tetap disana sampai mobil Maira sudah tak terlihat.Barulah setelah itu Bima menaiki mobilnya dan pulang.
Hatinya sedikit galau, kenapa tadi dia ga jujur saja bagaimana dirinya yang sebenarnya kepada Maira, tapi melihat Maira yang tak memperdulikan soal penampilannya dan masih mau menerimanya walau dalam keadaan yang biasa-biasa saja, membuat Bima berfikir untuk menundanya dulu.
"Kita lihat saja nanti,aku akan biarkan kamu berfikir kalau aku ini hanya orang biasa.Aku gak mau mengejutkan kamu dengan memberitahu kebenaran tentang siapa aku sebenarnya, tapi aku gak akan bohong.Aku akan biarkan apapun yang jadi pemikiran kamu tentang aku" gumam Bima.
Setelah sampai dirumah, Bima menaruh bunga yang tadi tak jadi diberikan pada Maira ke dalam Vas diruang tamunya.Bima tinggal sendirian di rumah mewahnya yang terletak di kawasan elite Jakarta karena dia baru kembali dari Amerika, jadi dia baru menempati rumah ini dua hari lalu.Semua perlengkapannya pun belum benar-benar ditata rapi, karena banyak yang baru tiba dari toko tempat Bima memesan furniture.
Setiap pagi akan ada jasa ART yang datang untuk membantu Bima merapikan rumahnya.Mungkin nanti dia akan mengajak Maira untuk tinggal disini setelah menikah, tapi dia juga belum tau bagaimana ya reaksi Maira kalau dia tahu ternyata Bima tak semiskin yang ia bayangkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments