|19|. Dua Garis Merah

Sebulan berlalu dan Annette mulai menyesuaikan diri dengan kastil besar itu serta orang-orang di dalamnya. Annette mulai merasa tempat itu sudah seperti rumah baginya. Hangat, nyaman dan aman.

Ia memiliki orang-orang yang menyiapkan segala kebutuhan makannya, jadi ia tidak perlu mengkhawatirkan maag nya kambuh karena telat makan.

Ia tidak perlu bersusah payah mencuci dan menyetrika karena sudah ada yang melakukannya. Kehidupan yang memanjakan itu, membuat Annette tanpa sadar hanyut dalam perannya sebagai 'nyonya' kastil.

Tapi ketika bekerja paruh waktu di minimarket, kenyataan kembali menyadarkannya pada realita yang ada. Inilah kehidupannya yang sebenarnya...

Bekerja keras dan tak ada waktu untuk bermanja-manja.

"Annette bisa gantikan aku sebentar? Aku mau ke toilet" Seru Laura yang sedang berjaga di meja kasir.

Annette yang sibuk memasukkan barang-barang, menoleh berujar, "Baik, pergilah"

Laura pun segera beranjak pergi ke toilet dan Annette mendatangi meja kasir. Seorang pembeli datang meletakkan barang-barang yang dibelinya. Annette dengan sigap memindai semuanya, tapi di tengah kesibukan itu...

"Ugh" Rasa mual bergejolak dari perutnya. Refleks Annette membekap mulutnya.

'Kenapa tiba-tiba aku merasa mual?'

"Maaf, anda baik-baik saja?" Tanya si pembeli. Dari penampilannya yang rapi dengan kemeja biru polos, agaknya salah seorang pekerja kantoran.

"Ah, ya" Annette baru saja tersenyum mengangguk mengatakan ia baik-baik saja namun..

"Ugh!" Lagi-lagi rasa mual itu membuncah, membuat Annette merasa seperti ingin memuntahkan sesuatu.

"Sepertinya anda kurang sehat. Wajah anda terlihat pucat" Komentar orang itu lagi setelah memperhatikan raut wajah Annette.

"Ada apa ini?" Laura baru saja kembali ke toilet dan mendapati Annette yang..

"Ugh!" Tepat ketika rasanya ia akan memuntahkan seteguk cairan asam dari mulutnya, Annette dengan cepat berlari meninggalkan meja kasir.

Beberapa saat Laura terheran-heran, hingga ia tersadar bahwa ada pembeli yang harus dilayaninya.

"Ah, maaf" Laura segera berdiri di depan meja kasir dan kembali melanjutkan memindai barang-barang.

"Totalnya seratus lima puluh ribu"

Di samping itu Annette terus muntah-muntah di wastafel sampai kedua lututnya lemas, rasanya ia ingin jatuh terduduk.

"Haah.." Annette menghela nafas lelah, merasa seperti tenaganya terkuras habis. Menyalakan kran air, ia membilas mulutnya hingga bersih dan mengelap nya dengan tisu.

"Kau baik-baik saja?"

Annette menoleh pada asal suara dan melihat Laura yang berjalan masuk kedalam menghampirinya.

"Eum" Annette mengangguk lemah.

"Kenapa kakak kemari? Siapa nanti yang menjaga meja kasir?"

"Aku sudah menyuruh Breta menggantikan ku sebentar" Laura mengeluarkan minyak angin dan mengoleskan ke sekitaran punggung atas Annette sambil menepuknya pelan.

"Terimakasih kak"

Laura hanya tersenyum simpul sebagai balasan, "Apa kepala mu terasa pusing?"

"Eum, sedikit"

Laura pun turut mengoleskan minyak angin itu di kedua sudut pelipis Annette.

"Sejak kapan kau merasa mual?" Setelah mengoleskan minyak angin, Laura menutup botol minyak tersebut dan memasukkannya ke dalam saku bajunya.

"Sepertinya baru malam ini"

"Apa kau tidak mencurigai sesuatu?" Tanya Laura.

"Maksud kakak?" Annette berkerut dahi bingung.

"Sebaiknya kau pulang dan istirahat. Gunakan benda ini nanti di rumah ketika kau buang air kecil" Laura mengeluarkan testpack yang di ambilnya tadi sebelum mengecek keadaan Annette di toilet dan memberikannya pada Annette. Tidak tau kenapa Laura memiliki firasat lain ketika mendapati Annette yang tiba-tiba mual-mual.

"Ini.."

"Alat tes kehamilan" Ujar Laura yang sengaja merendahkan suaranya untuk berjaga-jaga jika ada orang, "Ini yang ku ambil dari persediaan toko tapi kau tenang saja, aku sudah membayarnya"

"K-kenapa aku harus menggunakan benda ini?" Suara Annette terdengar gugup.

"Aku takut mual mu itu bukan mual biasa"

Annette yang mendengar itu, ia langsung paham maksud Laura memberikannya benda itu.

"Baiklah kak, sekali lagi terimakasih" Kali ini suara Annette benar-benar terdengar sangat lemah.

......................

Sesampai di kastil, Annette kembali muntah-muntah di kamar mandi. Tepat ketika ia merasa hendak buang air kecil, Annette segera mengambil testpack yang tadi di berikan oleh Laura dan mengujinya.

Sekitar beberapa detik berlalu, samar-samar dua garis merah muncul. Annette sama sekali tidak mengerti apa artinya itu. Annette pun mengambil ponselnya dan menjelajahi web untuk mencari tau.

"Dua garis merah pertanda positif hamil" Seketika tubuh Annette limbung ke dinding.

Kakinya berjalan lemah mendekati ranjang, kemudian ia duduk di pinggirnya sambil memperhatikan benda pipih itu.

"A-aku.." Annette meraba perutnya yang masih datar.

"H-hamil?" Lirihnya. Sepasang matanya sudah panas seakan siap menangis.

Saat itu pintu kamarnya terbuka dan ia melihat Egbert berjalan masuk kedalam.

"Ada apa dengan mu? Kenapa kau terlihat pucat sekali?"

Annette berpikir, haruskah ia memberitahu Egbert mengenai kehamilannya? Tapi mengingat kesepakatan yang telah di tandatangani nya...

'Aku tidak punya pilihan lain'

"Ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu"

"Apa itu?"

Annette menyerahkan benda pipih di tangannya itu kepada Egbert.

"Testpack?" Egbert sudah cukup lama tinggal di dunia manusia, tentu saja ia mengetahui benda satu itu.

"Dua garis merah, apa artinya ini?"

Annette meremas jari-jemarinya gugup dan takut.

"A-aku.."

"..." Egbert menanti dalam diam. Tatapannya meskipun tenang, namun itu tidak menutupi ketidaksabaran yang tercetak jelas di sana.

"Sepertinya aku hamil"

"..." Beberapa saat Egbert menatap tanpa berkedip.

Annette mengangkat kepalanya, menatap kepada Egbert yang tidak terlihat senang ataupun antusias. Ekspresi yang tergambar di wajah itu logis dan realistis. Tidak tau kenapa, sesaat Annette merasa dirinya begitu menyedihkan.

"Bagus" Setelah terdiam cukup lama, tampak Egbert mengangguk dengan senyum puas, "Kalau begitu aku tidak perlu bercinta lagi denganmu karena benih ku kini sudah bertumbuh dalam rahimmu" Ujarnya.

Mendengar itu, Annette merasa seperti tak punya harga diri di depan makhluk penghisap darah itu. Mengepalkan tangannya, hatinya merasa panas dan murka.

"Besok aku akan mendatangkan seorang dokter kandungan untuk memastikan" Ujar Egbert, sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah tidurnya.

"Malam ini, tidur lah dengan baik"

Setelah mengatakan itu, Egbert terus pergi meninggalkan kamar Annette. Membiarkan gadis muda itu tenggelam dalam kesepian malam yang hening.

Annette beranjak dari tempat tidur dan berjalan mendekati jendela. Menyingkap tirai, Annette melihat bulan sabit yang tampak begitu cantik bersama jutaan para bintang yang berkelip di sekitarnya.

"Semenjak aku menandatangani surat kesepakatan itu, aku tau hari seperti ini akan datang"

Hari di mana ia akan mengandung anak dari seorang vampir, yang kini berstatus sebagai suaminya sampai segala kesepakatan berakhir.

"Tapi ternyata ini lebih buruk daripada mendapati taring tajamnya yang menyobek ganas leher ku sampai mati"

Annette sadar. Betapa dirinya yang seperti alat sejauh ini di mata Egbert. Sampai ketika alat itu tak lagi berguna, barangkali akan berakhir di tempat pembuangan kah?

"Jika aku tau akan seperti ini, harusnya hari itu aku tidak akan takut dengan ancamannya" Annette tersenyum getir dan tangannya meraba leher jenjangnya yang penuh ruam merah akibat perbuatan Egbert.

"Aku kehilangan status lajang ku semenjak menikahinya. Kehilangan keperawanan ku untuk mengandung benihnya. Setelahnya..." Annette menatap sendu ke langit malam, "Aku akan kehilangan anak ini?" Annette meraba permukaan perutnya.

Malam itu ia tak dapat tidur, melainkan menangis dengan sejuta penyesalan.

......................

Episodes
1 |1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2 |2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3 |3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4 |4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5 |5|. Menjadi Pengantin Wanita
6 |6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7 |7|. Mahkluk Penghisap Darah
8 |8|. Malam Upacara pernikahan
9 |9|. Ritual Malam Pertama
10 |10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11 |11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12 |12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13 |13|. Menghukum Tanganmu
14 |14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15 |15|. Sudah Seperti Cinderella
16 |16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17 |17|. Aku Sudah Menikah
18 |18|. Kenapa Memegang Perut?
19 |19|. Dua Garis Merah
20 |20|. Kehamilan Yang Beresiko
21 |21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22 |22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23 |23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24 |24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25 |25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26 |26|. Tidak Perlu Khawatir
27 |27|. Darah Istriku Lebih Manis
28 |28|. Hamil Di Luar Nikah
29 |29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30 |30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31 |31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32 |32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33 |33|. Aku Ingin Dia Lahir
34 |34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35 |35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36 |36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37 |37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38 |38|. Kau Bisa Memasakkan?
39 |39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40 |40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41 |41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42 |42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43 |43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44 |44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45 |45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46 |46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47 |47|. Apakah Ada Yang Salah?
48 |48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49 |49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50 |50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51 |51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52 |52|. Betis Mu Berdarah
53 |53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54 |54|. Pelayan Pribadi Anda?
55 |55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56 |56|. Aku Sudah Menemukannya
57 |57|. Jangan Makan Lagi!
58 |58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59 |59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60 |60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61 |61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62 |62|. Kau Temani Aku Pulang
63 |63|. Memutuskan Untuk Menginap
64 |64|. Apa Anda Pria Impoten?
65 |65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66 |66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67 |67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68 |68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69 |69|. Rubah Kecil Yang Licik
70 |70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71 |71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72 |72|. Apa Dia Campuran?
73 |73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74 |74|. Kau Berani Menampar Ku?
75 |75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76 |76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77 |77|. Menolak Untuk Sarapan
78 |78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79 |79|. Istrimu Bukan Selir mu
80 |80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81 |81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82 |82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83 |83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84 |84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85 |85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86 |86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87 |87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88 Curahan Penulis
89 |88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90 |89|. Membesarkan Kucing Liar?
91 |90|. Ingin Menagih Janjimu
92 |91|. Pingsan Karena Ciuman
93 |92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94 |93|. Istriku Adalah Pengecualian
95 |94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96 |95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97 |96|. Aku Adalah Kekasihnya
98 |97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99 |98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100 |99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101 |100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102 |101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103 |102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104 |103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105 |104|. Seperti Hitam Dan Putih
106 |105|. Jangan Sentuh Dia
107 |106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108 |107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109 |108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110 |109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111 |110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112 |111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113 |112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114 |113|. Tidak Mau Mati Muda
115 |114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116 |115|. Anda Jangan Salah Paham
117 |116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118 |117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119 |118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120 |119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121 |120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122 |121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123 |122|. Membeli Keperluan Istri
124 |123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125 |124|. Tolong Jangan Marah...
126 |125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127 |126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128 |127|. Lebih Baik Menahan Diri
129 |128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130 |129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131 |130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132 |131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133 |132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134 |133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135 |134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136 |135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137 |136|. Kita Akan Menderita Bersama
138 |137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139 |138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140 |139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141 |140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142 |141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143 |142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144 |143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145 |144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146 |145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147 |146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148 Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149 Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150 Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)
Episodes

Updated 150 Episodes

1
|1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2
|2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3
|3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4
|4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5
|5|. Menjadi Pengantin Wanita
6
|6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7
|7|. Mahkluk Penghisap Darah
8
|8|. Malam Upacara pernikahan
9
|9|. Ritual Malam Pertama
10
|10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11
|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12
|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13
|13|. Menghukum Tanganmu
14
|14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15
|15|. Sudah Seperti Cinderella
16
|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17
|17|. Aku Sudah Menikah
18
|18|. Kenapa Memegang Perut?
19
|19|. Dua Garis Merah
20
|20|. Kehamilan Yang Beresiko
21
|21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22
|22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23
|23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24
|24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25
|25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26
|26|. Tidak Perlu Khawatir
27
|27|. Darah Istriku Lebih Manis
28
|28|. Hamil Di Luar Nikah
29
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30
|30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31
|31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32
|32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33
|33|. Aku Ingin Dia Lahir
34
|34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35
|35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36
|36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37
|37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38
|38|. Kau Bisa Memasakkan?
39
|39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40
|40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41
|41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42
|42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43
|43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44
|44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45
|45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46
|46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47
|47|. Apakah Ada Yang Salah?
48
|48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49
|49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50
|50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51
|51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52
|52|. Betis Mu Berdarah
53
|53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54
|54|. Pelayan Pribadi Anda?
55
|55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56
|56|. Aku Sudah Menemukannya
57
|57|. Jangan Makan Lagi!
58
|58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59
|59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60
|60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61
|61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62
|62|. Kau Temani Aku Pulang
63
|63|. Memutuskan Untuk Menginap
64
|64|. Apa Anda Pria Impoten?
65
|65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66
|66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67
|67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68
|68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69
|69|. Rubah Kecil Yang Licik
70
|70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71
|71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72
|72|. Apa Dia Campuran?
73
|73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74
|74|. Kau Berani Menampar Ku?
75
|75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76
|76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77
|77|. Menolak Untuk Sarapan
78
|78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79
|79|. Istrimu Bukan Selir mu
80
|80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81
|81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82
|82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83
|83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84
|84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85
|85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87
|87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88
Curahan Penulis
89
|88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90
|89|. Membesarkan Kucing Liar?
91
|90|. Ingin Menagih Janjimu
92
|91|. Pingsan Karena Ciuman
93
|92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94
|93|. Istriku Adalah Pengecualian
95
|94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96
|95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97
|96|. Aku Adalah Kekasihnya
98
|97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101
|100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102
|101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103
|102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104
|103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105
|104|. Seperti Hitam Dan Putih
106
|105|. Jangan Sentuh Dia
107
|106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108
|107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109
|108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110
|109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111
|110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112
|111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113
|112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114
|113|. Tidak Mau Mati Muda
115
|114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116
|115|. Anda Jangan Salah Paham
117
|116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118
|117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119
|118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120
|119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121
|120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122
|121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123
|122|. Membeli Keperluan Istri
124
|123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125
|124|. Tolong Jangan Marah...
126
|125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127
|126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128
|127|. Lebih Baik Menahan Diri
129
|128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130
|129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131
|130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133
|132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134
|133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135
|134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136
|135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137
|136|. Kita Akan Menderita Bersama
138
|137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139
|138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140
|139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141
|140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142
|141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143
|142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144
|143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145
|144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146
|145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147
|146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148
Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149
Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150
Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!