...Peringatan!!!...
...Khusus untuk usia 18 keatas!!!...
Ceklek!
Suara pintu terbuka jatuh dalam keheningan. Egbert melangkah masuk kedalam kamarnya yang luas dan sunyi. Malam itu kamarnya yang monoton dan gelap, berubah menjadi tempat yang begitu menggairahkan akan romansa.
Lilin aroma di bakar dan kelopak mawar bertaburan di atas ranjang. Tampak di atas sana tubuh kurus Annette yang terbaring tak sadarkan diri dengan kedua tangan terikat ke tiang ranjang. Perlahan Egbert melangkah mendekati tempat tidur besarnya dan pergi duduk di pinggirnya.
Matanya yang dingin kemudian memperhatikan Annette.
"Cukup cantik" Jari-jemari tirus nan panjang itu membelai pipi Annette.
"Mulus sekali" Egbert dapat merasakan betapa halus nya wajah Annette hingga itu serasa seperti menyentuh kapas sutra.
"Apa sebaiknya ku lakukan sekarang?" Egbert menatap tanpa ekspresi pada wajah cantik Annette yang terkulai dengan mata terpejam rapat.
Hingga tatapannya jatuh pada bibir kecil Annette yang merah redup bak ceri tua. Seketika bola mata merahnya menyala dengan api gairah. Egbert pun melompat ke atas tubuh Annette dan melayangkan ciuman yang begitu buas pada bibir kecil nan menggoda itu.
Suara kecupan liar yang memburu dan basah itu pun memenuhi setiap inci ruangan yang hening. Annette yang masih tak sadarkan diri, hanya tampak tertidur dengan polosnya tanpa menyadari apapun.
"Haah.."
"Haah.."
Egbert menarik bibirnya dan bernafas terengah-engah. Tanpa membuang-buang waktu, terus ia menyobek gaun yang dikenakan Annette dan membuang seonggok kain putih yang tak lagi berbentuk itu asal ke lantai.
Kini tubuh polos Annette terpampang. Di bawah gemerlap lilin yang menaungi ruangan, kulit telanjang Annette yang putih bersih itu tampak begitu adil. Itu terlihat seperti kelopak melati yang baru saja mekar— polos namun cukup menawan mata.
Egbert yang tak dapat mengendalikan nafsunya lagi, segera menanggalkan pakaiannya dan langsung menghantam ganas tubuh kecil itu. Ia pun melakukan ritual malam pertama yang juga pertama kali baginya.
"Haah"
"Haah"
Suara ******* nafas dan gerakan erotis di ranjang pun mulai mendominasi ruangan yang sunyi.
"Sayang sekali kau tertidur" Katanya. Tampak sekujur tubuhnya sudah basah dengan keringat gairah.
"Harusnya aku mendengar suara rintihan mu" Katanya lagi seraya terus melakukan hal intim tersebut.
Sedang Annette masih terpejam tak merasakan apapun. Perlahan, gerakan yang Egbert lakukan kian lama kian mem-buas. Tubuh kecil yang dibawahnya itu,
"Sungguh tak dapat membuat ku menahan diri"
Hanya...
Seusaha mungkin Egbert tetap mengendalikan tenaganya atau jika tidak tubuh gadis manusia yang dihimpitnya itu bisa saja remuk dan patah karena ulahnya.
Kret..
Kret..
Kret..
Egbert tampak beberapa kali menggigit kecil sepotong daging tubuh Annette yang cukup kurus itu dan...
Cup
Cup
Cup
Egbert dengan begitu semangatnya mengecup setiap inci kulit Annette yang harum dan manis. Tampaknya para pelayan telah memandikan gadis itu dengan sangat baik.
Begitulah malam pertama itu terlewati dengan Egbert seorang yang melakukannya. Sedangkan Annette tersesat jauh di dunia yang antah-berantah.
......................
Sinar hangat matahari menembus tirai jendela. Jatuh tepat di atas wajah polos Annette yang masih tertidur cantik. Hingga terdengar rendah nyanyian burung yang terbang dari ranting ke ranting.
Perlahan, tampak kelopak mata Annette yang pelan terangkat dan sepasang bola mata hitam itu menatap langit-langit asing dan keningnya berkerut.
"Ini di mana?" Agaknya Annette terlupa dengan kejadian semalam.
Samar-samar, Annette mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya, membuatnya tak tahan untuk tidak...
"Aakh" Annette mengiris nyeri, "Kenapa seluruh tubuhku sakit sekali?" Keluhnya.
"Mana pegal semua lagi" Annette dapat merasakan yang sekujur tubuhnya lemas dan lunglai. Hingga ia merasakan sesuatu tepat di...
"Tapi kenapa bagian bawah tubuhku rasanya agak—" Annette menggigit bibir bawahnya dan meringis, "Uhh.."
Annette mengetap bibir menahan sakit. Tepat ketika ia mencoba untuk mengangkat selimut yang menutupi tubuhnya itu. Ia dikagetkan dengan kedua tangannya yang terikat di kedua tiang kepala ranjang.
"Ah, tidak.." Menyadari itu seketika kepala Annette terkulai lesu ke bantal. Akhirnya ia kembali mengingat situasinya.
"Semalam dia pasti sudah melakukannya" Mata Annette berkaca-kaca dan memerah panas. Hatinya terasa begitu pedih dan itu cukup menusuk hingga ke ulu dada. Annette pun tak tahan untuk tidak...
"Hiks.."
"Hiks.."
"Kenapa aku harus berakhir seperti ini?" Suara tangisnya terdengar serak dan menyedihkan.
Ceklek!
Mendengar suara pintu terbuka, Annette terus berhenti menangis. Ia pun melihat siapa yang datang.
"Anda sudah bangun nyonya?"
Itu adalah Kepala pelayan Mary yang menyapanya dengan sebutan yang berbeda— 'nyonya'.
"..." Annette hanya diam dan membuang pandangan kosongnya ke arah jendela.
Melihat itu, kepala pelayan Mary hanya tersenyum kecil. Ia sama sekali tidak tersinggung karena Annette tidak meresponnya sama sekali. Bertepuk tangan keras, ia mengirimkan sinyal untuk pelayan datang.
Segera dua orang pelayan berjalan masuk kedalam.
"Bantu nyonya bersiap-siap"
"Baik kepala pelayan Mary"
Setelah mengatakan itu, Mary terus pergi. Sedangkan Annette seketika menjadi panik. Ia sadar dirinya saat ini telanjang, mengingat kerjaan mereka yang terakhir kali memandikannya.
Annette pun terus berseru lantang, "Tidak"
"Aku bisa melakukannya sendiri" Katanya tegas.
"Cukup lepaskan saja kedua tanganku" Lanjutnya.
"Baik nyonya"
Annette cukup terkejut mendapati mereka yang menurut begitu saja. Kedua pelayan itupun pergi melepas kedua tangan Annette.
"Huft" Annette menghembus nafas lega, "Akhirnya.." Annette merasa tenang melihat dirinya tak lagi terikat di atas ranjang. Biar bagaimanapun, itu sangatlah menyeramkan.
"Kalian berdua keluar lah!" Annette mengibaskan tangannya menyuruh dua pelayan itu pergi.
"Kami akan tetap disini membantu anda nyonya"
"Aku tidak memerlukan bantuan kalian" Tukas Annette, "Aku bisa sendiri, jadi sana keluar!" Bicaranya kali ini terdengar cukup ketus.
"Kalau begitu saya akan pergi menyiapkan air" Ucap salah seorang pelayan.
Lalu satunya lagipun terus berkata, "Dan saya akan menunggu di luar, panggil saja saya jika anda membutuhkan sesuatu"
"Eum" Setelah kedua pelayan itu lenyap dari pandangannya, Annette perlahan bangun dan menatap seluruh tubuh atasnya yang penuh memar.
"Haah" Annette mendesah berat dengan panorama itu.
"Dia ganas sekali"
Menoleh ke lantai, Annette melihat potongan gaunnya yang tak lagi berbentuk.
"Sepertinya aku harus membungkus tubuhku dengan selimut untuk ke kamar mandi"
Annette pun mulai membungkus tubuhnya dengan selimut. Tepat ketika selangkah saja ia hendak turun dari ranjang, "Akh, s-sakit.."
Pelayan yang menunggu diluar pun seketika masuk kedalam, "Ada apa nyonya?"
"Apanya yang sakit?"
"Apa anda baru saja terjatuh?"
Tanya pelayan itu, ketika melihat Annette yang tersungkur tepat di kaki ranjang.
Detik itu...
Annette rasanya siap menangis karena malu yang tak tertahankan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
putriyusman
wuahhaha. ngadi ngadi
2023-10-05
1
putriyusman
merkosa loo. bangunin dulu kek
2023-10-05
1