|18|. Kenapa Memegang Perut?

Sekitar sepuluh menit berlalu, Annette telah menceritakan kronologi penculikannya secara singkat kepada Laura. Membuat Laura tergamam, seakan sulit mencerna kebenaran dari ceritanya itu.

"Jadi intinya, kau di culik seorang vampir dan di paksa menjadi pengantin wanitanya untuk mengandung dan melahirkan seorang anak?"

"Em" Annette mengangguk. Ia maklum jika ceritanya terdengar tak masuk akal. Lagi pula siapa yang akan mudah percaya keberadaan makhluk mitologi seperti itu?

"Kau sedang tidak mengarang kan?" Tanya Laura, tatapannya jelas tidak mempercayai apa yang baru saja di katakan Annette, "Maksudku, barangkali kau terkena Stockholm syndrome, sehingga membuat mu mengarang cerita tak masuk akal ini demi menyembunyikan identitas penculik mu?"

Annette tersenyum simpul mendengar itu dan menggelengkan kepalanya, "Aku tidak mengarang apapun. Inilah buktinya jika kakak tidak percaya" Annette mengulurkan tangan kanannya kepada Laura. Ia menunjukkan bekas luka di pergelangan tangannya yang di sana masih tercetak jelas bekas gigitan taring Egbert.

Laura buru-buru memegang pergelangan tangan Annette dan meraba dua titik hitam kebiruan di sana. Sekilas ia dapat melihat agaknya luka itu cukup dalam.

"Saat itu dia menggigit ku begitu buas, aku sampai berpikir pergelangan tangan kananku akan putus karena taring tajamnya" Tukas Annette, "Aku masih mengingatnya dengan jelas, betapa banyak darah yang mengucur deras dan dia menyedotnya seakan itu segelas jus strawberry favorit ku"

"..." Laura menatap Annette tanpa kata-kata yang terucap.

"Dia benar-benar sangat menikmati meminum darah ku" Tutur Annette lagi. Mengambil cup kopinya yang sudah dingin, Annette kembali menyesapnya sedikit.

"Seperti yang kakak katakan malam itu, kemungkinan paling masuk akal pada mayat dengan gigitan di leher itu adalah perbuatan vampir" Annette meletakkan cup kopinya di meja, "Yah, ternyata mereka benar-benar ada"

Meskipun masih sulit mempercayai apa yang baru saja didengarnya, Laura tertarik mengajukan pertanyaan lainnya, "Tapi jika memang dia bukan manusia, kenapa tidak dia menikah dengan perempuan dari jenisnya saja? Bukankah dengan menikahi manusia itu akan sangat merepotkan?"

"Entahlah aku tidak tau" Annette berkedik bahu.

"Dan leher mu, sepertinya aku melihat beberapa ruam merah yang sudah agak sedikit memudar, apa itu—"

"Apa? Ruam?" Segera Annette meraba lehernya dan menurunkan tatapannya. Ia yakin bekasnya sudah hilang sekitar lima hari yang lalu. Tapi bagaimana mungkin...

"Apa dia setiap hari juga menghisap darahmu?"

"Tidak" Geleng Annette. Tangannya menarik kerah blusnya dan meninggikannya. Sekilas ia tersenyum malu.

"Sebentar" Laura bangun dari duduknya dan masuk ke dalam minimarket. Setelah ia mengambil sesuatu dan membayarnya ke meja kasir, ia kembali keluar mendatangi Annette.

"Bekasnya sudah cukup samar, tapi sedikit terlihat jika di perhatikan. Lain kali tutupi dengan ini" Laura menyodorkan barang yang baru saja dibelinya kepada Annette.

"Ini.."

"Concealer. Aku terkadang memakainya untuk menyamarkan bekas jerawatku" Tukas Laura. Ia tau pengetahuan Annette tentang makeup sedikit kurang, "Aku pilihkan yang sesuai dengan warna kulitmu"

"Terimakasih kak" Annette tersenyum tulus dari matanya yang berbinar haru.

"Em" Angguk Laura, mengambil cup kopinya segera ia menenggaknya sampai habis.

"Tapi apa kau tidak apa-apa dengan mengandung anaknya? Kau masih begitu muda dan kau seorang pelajar. Kau yakin dapat melakukannya?"

Annette beberapa saat mengedipkan matanya dan menghela nafas berat, "Dia tidak memberikan ku pilihan. Yakin atau tidak, aku sudah terlanjur menandatangani surat kesepakatan"

"Lalu bagaimana denganmu nantinya?"

"Maksud kakak?" Annette menautkan sepasang alisnya.

"Kelak kau akan mengandung sebuah kehidupan baru dalam perutmu selama sembilan bulan lamanya. Sekalipun itu bayi vampir, tapi dia juga darah daging mu. Apa kau yakin akan menyerahkannya begitu saja sesuai kesepakatan?"

Beberapa saat Annette terdiam.

"Aku tau kau adalah gadis muda yang sekarang ini hanya memikirkan pekerjaan, studi dan kelanjutan hidup. Tapi semua akan berbeda ketika kau mengandung seorang bayi. Karena saat itu jiwa keibuan mu akan tumbuh dan saat itu terjadi..." Laura menatap dalam mata hitam Annette, "Apa kau dapat melepaskan bayi mu dan melupakan identitas mu sebagai seorang ibu?"

......................

Tepat pukul dua belas malam, Annette sudah kembali ke kastil. Gordon mengeluarkan satu koper miliknya dari bagasi. Itu adalah beberapa barang kebutuhannya, karena akan sangat merepotkan jika ia selalu pulang- pergi ke rumah atapnya.

"Kalau begitu saya permisi nyonya" Pamit Gordon.

"Em" Annette merasa sedikit bersalah. Karena mengantar dirinya, pria paruh baya itu harus pulang larut malam ke rumahnya. Tapi ketika ia meminta maaf untuk itu, Gordon dengan murah hati berujar, "Tidak masalah nyonya, ini adalah tanggung jawab saya sebagai supir pribadi anda"

Annette menaiki anak tangga teras dan menekan bel. Segera pintu Kastil dibuka dan salah seorang datang mengambil kopernya.

"Anda sudah makan nyonya? Jika belum saya akan menyuruh seseorang untuk menyiapkan makanan" Ujar Mary yang berdiri menyambut kepulangan nya.

"Tidak perlu" Tolak Annette. Ia memang belum makan apapun tapi perutnya sama sekali tidak terasa lapar.

"Baik kalau begitu, saya permisi"

Annette mengangguk dan terus berjalan menuju lorong ke kamarnya. Ia masuk diikuti seorang pelayan yang membawa kopernya.

"Letakan saja di sana"

"Baik nyonya"

Annette berjalan ke ranjang dan menghempaskan tubuh lelahnya ke atas benda empuk itu.

"Apa perlu saya siapkan anda air hangat untuk anda berendam?" Pelayan itu dapat melihat garis-garis kelelahan di wajah tirus Annette.

"Tidak perlu" Tolak Annette, suaranya terdengar cukup pelan dan matanya menatap langit-langit kamar.

"Baik kalau begitu, saya permisi nyonya"

Pelayan itu pergi meninggalkan kamar, Annette mendengar suara pintu tertutup dan segalanya menjadi hening.

"Haah" Annette mendesah berat ketika pikirannya kembali berlabuh pada ucapan Laura...

'Apa kau dapat melepaskan bayi mu dan melupakan identitas mu sebagai seorang ibu?'

"Aku sadar sejak awal kesepakatan ini adalah kegilaan"

Tapi bagaimanapun ia hanya gadis kecil yang rapuh, yang begitu gentar saat melihat sepasang taring tajam siap menancap leher kurusnya. Ia sungguh tak dapat menahan diri dari ancaman sadis itu.

Annette tanpa sadar meraba perutnya yang masih datar. Ia dapat merasakan samar-samar ketakutan berdesir di setiap sel darahnya, ketika membayangkan benih vampir kelak akan tumbuh berkembang di sana.

Saat itu Annette begitu terlarut, sampai tak sadar dengan suara pintu terbuka dan Egbert yang berjalan masuk kedalam.

"Kenapa kau memegang perut mu?"

Suara dingin yang cukup minim sentuhan emosi itu jatuh di ruang yang hening. Seketika Annette tersadar dan tangan nya terus terangkat dari perutnya, "Bukan apa-apa"

"Jika kau lapar katakan saja, aku akan menyuruh pelayan menyiapkan makan malam untukmu" Ujar Egbert lagi, yang kini sudah duduk di tepi ranjang.

"Aku tidak lapar" Ucap Annette.

"Terserah kau lapar atau tidak. Yang terpenting kau punya cukup tenaga untuk bercinta denganku malam ini"

Mungkin pada awalnya kedua belah pipi Annette akan memerah setiap kali kata 'bercinta' keluar dari mulut Egbert. Tapi tidak dengan malam itu.

Pikirannya cukup semrawut sampai ia tak sadar dengan malam panas yang dilewatinya dengan Egbert. Kegiatan itu berlangsung cukup lama, tapi Egbert sama sekali tidak mendengar keluhan atau jeritan Annette yang seperti biasanya.

Padahal ia sudah menggigit beberapa kali, tapi gadis itu hanya terdiam dengan tatapan kosongnya menatap langit-langit.

Egbert memutuskan untuk segera mengakhirinya karena diamnya Annette sedikit membuatnya bosan. Egbert bergerak turun dari ranjang, bergegas memakai jubah tidurnya dan pergi meninggalkan kamar Annette.

......................

Episodes
1 |1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2 |2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3 |3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4 |4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5 |5|. Menjadi Pengantin Wanita
6 |6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7 |7|. Mahkluk Penghisap Darah
8 |8|. Malam Upacara pernikahan
9 |9|. Ritual Malam Pertama
10 |10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11 |11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12 |12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13 |13|. Menghukum Tanganmu
14 |14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15 |15|. Sudah Seperti Cinderella
16 |16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17 |17|. Aku Sudah Menikah
18 |18|. Kenapa Memegang Perut?
19 |19|. Dua Garis Merah
20 |20|. Kehamilan Yang Beresiko
21 |21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22 |22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23 |23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24 |24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25 |25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26 |26|. Tidak Perlu Khawatir
27 |27|. Darah Istriku Lebih Manis
28 |28|. Hamil Di Luar Nikah
29 |29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30 |30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31 |31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32 |32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33 |33|. Aku Ingin Dia Lahir
34 |34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35 |35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36 |36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37 |37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38 |38|. Kau Bisa Memasakkan?
39 |39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40 |40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41 |41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42 |42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43 |43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44 |44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45 |45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46 |46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47 |47|. Apakah Ada Yang Salah?
48 |48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49 |49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50 |50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51 |51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52 |52|. Betis Mu Berdarah
53 |53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54 |54|. Pelayan Pribadi Anda?
55 |55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56 |56|. Aku Sudah Menemukannya
57 |57|. Jangan Makan Lagi!
58 |58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59 |59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60 |60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61 |61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62 |62|. Kau Temani Aku Pulang
63 |63|. Memutuskan Untuk Menginap
64 |64|. Apa Anda Pria Impoten?
65 |65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66 |66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67 |67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68 |68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69 |69|. Rubah Kecil Yang Licik
70 |70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71 |71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72 |72|. Apa Dia Campuran?
73 |73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74 |74|. Kau Berani Menampar Ku?
75 |75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76 |76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77 |77|. Menolak Untuk Sarapan
78 |78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79 |79|. Istrimu Bukan Selir mu
80 |80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81 |81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82 |82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83 |83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84 |84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85 |85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86 |86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87 |87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88 Curahan Penulis
89 |88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90 |89|. Membesarkan Kucing Liar?
91 |90|. Ingin Menagih Janjimu
92 |91|. Pingsan Karena Ciuman
93 |92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94 |93|. Istriku Adalah Pengecualian
95 |94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96 |95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97 |96|. Aku Adalah Kekasihnya
98 |97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99 |98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100 |99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101 |100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102 |101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103 |102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104 |103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105 |104|. Seperti Hitam Dan Putih
106 |105|. Jangan Sentuh Dia
107 |106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108 |107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109 |108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110 |109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111 |110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112 |111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113 |112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114 |113|. Tidak Mau Mati Muda
115 |114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116 |115|. Anda Jangan Salah Paham
117 |116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118 |117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119 |118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120 |119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121 |120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122 |121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123 |122|. Membeli Keperluan Istri
124 |123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125 |124|. Tolong Jangan Marah...
126 |125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127 |126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128 |127|. Lebih Baik Menahan Diri
129 |128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130 |129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131 |130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132 |131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133 |132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134 |133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135 |134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136 |135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137 |136|. Kita Akan Menderita Bersama
138 |137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139 |138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140 |139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141 |140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142 |141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143 |142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144 |143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145 |144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146 |145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147 |146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148 Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149 Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150 Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)
Episodes

Updated 150 Episodes

1
|1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2
|2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3
|3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4
|4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5
|5|. Menjadi Pengantin Wanita
6
|6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7
|7|. Mahkluk Penghisap Darah
8
|8|. Malam Upacara pernikahan
9
|9|. Ritual Malam Pertama
10
|10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11
|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12
|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13
|13|. Menghukum Tanganmu
14
|14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15
|15|. Sudah Seperti Cinderella
16
|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17
|17|. Aku Sudah Menikah
18
|18|. Kenapa Memegang Perut?
19
|19|. Dua Garis Merah
20
|20|. Kehamilan Yang Beresiko
21
|21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22
|22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23
|23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24
|24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25
|25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26
|26|. Tidak Perlu Khawatir
27
|27|. Darah Istriku Lebih Manis
28
|28|. Hamil Di Luar Nikah
29
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30
|30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31
|31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32
|32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33
|33|. Aku Ingin Dia Lahir
34
|34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35
|35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36
|36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37
|37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38
|38|. Kau Bisa Memasakkan?
39
|39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40
|40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41
|41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42
|42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43
|43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44
|44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45
|45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46
|46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47
|47|. Apakah Ada Yang Salah?
48
|48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49
|49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50
|50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51
|51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52
|52|. Betis Mu Berdarah
53
|53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54
|54|. Pelayan Pribadi Anda?
55
|55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56
|56|. Aku Sudah Menemukannya
57
|57|. Jangan Makan Lagi!
58
|58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59
|59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60
|60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61
|61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62
|62|. Kau Temani Aku Pulang
63
|63|. Memutuskan Untuk Menginap
64
|64|. Apa Anda Pria Impoten?
65
|65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66
|66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67
|67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68
|68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69
|69|. Rubah Kecil Yang Licik
70
|70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71
|71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72
|72|. Apa Dia Campuran?
73
|73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74
|74|. Kau Berani Menampar Ku?
75
|75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76
|76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77
|77|. Menolak Untuk Sarapan
78
|78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79
|79|. Istrimu Bukan Selir mu
80
|80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81
|81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82
|82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83
|83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84
|84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85
|85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87
|87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88
Curahan Penulis
89
|88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90
|89|. Membesarkan Kucing Liar?
91
|90|. Ingin Menagih Janjimu
92
|91|. Pingsan Karena Ciuman
93
|92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94
|93|. Istriku Adalah Pengecualian
95
|94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96
|95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97
|96|. Aku Adalah Kekasihnya
98
|97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101
|100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102
|101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103
|102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104
|103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105
|104|. Seperti Hitam Dan Putih
106
|105|. Jangan Sentuh Dia
107
|106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108
|107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109
|108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110
|109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111
|110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112
|111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113
|112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114
|113|. Tidak Mau Mati Muda
115
|114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116
|115|. Anda Jangan Salah Paham
117
|116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118
|117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119
|118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120
|119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121
|120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122
|121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123
|122|. Membeli Keperluan Istri
124
|123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125
|124|. Tolong Jangan Marah...
126
|125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127
|126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128
|127|. Lebih Baik Menahan Diri
129
|128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130
|129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131
|130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133
|132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134
|133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135
|134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136
|135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137
|136|. Kita Akan Menderita Bersama
138
|137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139
|138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140
|139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141
|140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142
|141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143
|142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144
|143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145
|144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146
|145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147
|146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148
Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149
Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150
Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!