|14|. Bercinta Di Taman Belakang?

"Tapi sayangnya sudah terlambat untuk itu" Ucap Egbert setelahnya.

"A-apa terlambat?" Mata Annette berkedip bingung.

"Bagaimana bisa terlambat?" Tukasnya lagi, "Semua baru saja terjadi semalam. Jadi ku rasa belum terlambat untuk mengakhirinya bukan?"

Annette meremas selimut di tangannya, ia sangat berharap, sungguh sangat berharap pria itu akan mengatakan..

"Tidak"

Sial!

Bukan itu yang ingin ku dengar.

"Aku sudah terlanjur menanam benih di tubuhmu" Ucap Egbert.

"Jadi aku tidak bisa mengakhiri ikatan di antara kita begitu saja"

"Hah?" Rahang Annette setengah terbuka, menatap Egbert setengah percaya. Sungguh...

Rasanya ia akan menggila sekarang.

"Tapi.."

"Itu kan baru sekali kau melakukannya"

"Belum tentu itu berhasil kan" Tutur Annette lagi.

"Bagaimana jika itu berhasil?" Sanggah Egbert.

Annette menatap tak berkedip.

'Aku..'

'Harus jawab apa?'

"Dalam tahun ini atau setahun ke depan, aku harus segera memiliki keturunan" Terang Egbert dengan raut wajah serius, "Jadi jika yang pertama itu berhasil, mana bisa aku melewatkannya begitu saja"

"T-tapi.." Annette hendak mengatakan sesuatu hanya..

"Tidak ada tapi-tapi!" Egbert sudah lebih dulu memotongnya.

"Kedepannya bersikap lah lebih baik di kastil ku"

Egbert bergegas bangun dari duduknya.

"Jika kau benar-benar ingin aku memberimu akses pulang-pergi dari tempat ini.."

"Maka patuhlah!" Setelah mengatakan itu, Egbert Segera beranjak pergi.

......................

Malam harinya setelah makan malam. Egbert berjalan menuju ke kamarnya.

"Tuan"

Sapa pelayan yang baru saja selesai membersihkan kamar Egbert dari kekacauan yang diciptakan Annette

"Kamar anda sudah saya bersihkan" Ujarnya.

"Hanya untuk cermin kami baru saja memesannya dan itu akan datang besok"

"Eum"

"Kalau begitu saya permisi tuan"

Egbert hanya mengangguk dan pelayan itupun berlalu pergi.

Tepat ketika Egbert memegang gagang pintu hendak membukanya..

"Sepertinya malam ini aku butuh suasana baru" Egbert tersenyum licik dan terus berjalan ke lorong yang tak lain adalah arah menuju kamar Annette

"Ah sial!"

Annette menggerutu kesal seraya menimpuk bantal ke kepala ranjang

"Sudah berapa hari aku bolos dari kampus?"

"Mana kerja part-time pun juga"

"Haisy!" Annette menenggelamkan wajahnya ke telapak tangan tampak frustasi.

Ceklek!

Mendengar suara pintu terbuka, segera Annette menoleh

"Kenapa kau kemari?"

"Aku ingin tidur denganmu" Egbert berjalan ke tepi ranjang seraya menghentak kan jubah tidur hitamnya.

"A-apa tidur?" Annette tampak gelagapan.

"M-maksud mu kau akan tidur disini?"

"Dengan ku?"

"Eum" Egbert dengan santainya mengangkat selimut dan naik ke atas ranjang tepat di samping Annette.

"Tidak boleh" Tentang Annette tegas.

"Bagaimana bisa kau tidur di sini?" Ujarnya yang jelas tak senang.

"Ini kamar ku, sana tidur dikamar mu sendiri"

"Haah" Egbert menghela nafas kasar.

"Apa katamu?"

"Kamar mu?"

"Perasaan aku tidak pernah mengatakan salah satu kamar yang ada di kastil besar ku ini adalah milik mu"

"Y-ya kau memang tidak pernah mengatakannya" Suara Annette kini sedikit menciut.

"Tapi aku kan sekarang istri mu, masa sih kau se-pelit itu pada istrimu sendiri" Tuturnya lagi.

"Aahh.." Egbert mengangguk-angguk.

"Kau benar, kenapa aku se-pelit itu dengan istri ku"

"..." Annette diam dengan wajah tersenyum tipis. Tidak tau kenapa..

Annette berfirasat buruk tentang ini.

"Kalau begitu, aku akan membagikan salah satu kamar yang ada di kastil ini kepada istri ku"

"Ah, baguslah" Annette tampak mendesah lega.

"Kalau begitu keluar lah" Ujarnya dengan polosnya.

"Aku mau tidur"

Tapi melihat Egbert yang sedikitpun tidak bergerak, sepasang alis Annette pun bertaut, "K-kenapa kau masih diam di sana?"

Annette sungguh tak berharap pria itu akan tidur dengannya malam ini.

Bisa-bisa besok pagi ia terbangun dalam keadaan anemia karena pria penghisap darah itu

Membayangkannya saja benar-benar membuat Annette menggigil.

"Kenapa aku harus keluar?" Tanya Egbert.

"Ya karena aku mau tidur" Jawab Annette.

"Aku tidak bisa tidur jika kau ada di sini" Lanjutnya lagi.

"Bukannya aku sudah mengatakannya tadi. Aku akan membagikannya denganmu. Jadi ayo tidur bersama" Tukas Egbert dengan tak berdosa nya.

Annette meremas tangannya kesal, seraya mengumpat dalam hati.

'Dasar!'

'Pria ini benar-benar licik'

"Tapi sebelum itu.."

"Karena kau adalah istri ku, mari kita lakukan satu hal sebelum tidur"

Deg!

"Bercinta" Egbert mengedipkan satu matanya, tersenyum nakal

'Haah'

'Apa ini?'

'Pria sedingin es batu ini juga tau cara menggoda?'

"Ayo!" Tanpa basa-basi lebih lanjut, Egbert terus saja menyosor ke tubuh kecil Annette. Spontan Annette menjerit ketakutan.

"Enggaaa" Pekiknya.

"Aku gak mau"

Annette menyilang kan kedua tangannya di depan dada, bersikap defensif.

"K-ku mohon jangan malam ini"

"Seluruh tubuh ku masih sakit karena ulah mu semalam" Mengatakan itu kedua belah pipi Annette memerah.

"Sakit ya?"

"Seberapa sakit itu sampai kau masih cukup berkemampuan mengacaukan kediaman ku?" Sudut bibir Egbert berkedut, tersenyum mengejek.

'Haah'

'Sial'

'Pria ini benar-benar'

Annette menggigit bibir bawahnya. Kini ia sungguh bingung harus beralasan seperti apa.

"Pokoknya aku tidak mau tau. Ayo kita bercinta malam ini"

Blush.

Kali ini, kedua pipi Annette terus memerah hangat.

"A-aku" Annette diam-diam menurunkan salah satu kakinya ke lantai berniat kabur. Namun pergerakannya itu langsung tertangkap oleh ujung mata Egbert.

"Aku tidak bisa" Tepat ketika kaki Annette menginjak lantai dan bersiap berlari sekeras mungkin meninggalkan kamar. Lengan kecilnya begitu cepat dicengkeram seseorang dibelakangnya, membuatnya gagal melarikan diri.

"Kau tidak bisa lari begitu saja"

"Berbaring lah yang manis dan bercinta denganku"

"Atau jika kau masih bersikeras untuk pergi,"

"Mungkin kau berniat bercinta denganku di taman belakang?"

Deg!

Mendengar itu jantung Annette nyaris saja hampir jatuh ke perut. Jelas itu adalah ancaman jika ia masih tetap keras kepala untuk menolak.

"Haah" Annette dengan patuh duduk di pinggir ranjang. Sepertinya ia tidak punya pilihan lain. Pria dingin itu tidak pernah main-main dengan kata-katanya. Bisa-bisa ia bercinta dengannya di taman belakang jika masih saja membandel.

"Di sini" Egbert memasang senyum tak berdosa dan menepuk sisi kosong di sampingnya.

"Berbaringlah di sini di samping ku"

Annette dengan sangat terpaksa menaikkan kedua kakinya ke atas ranjang dan pergi berbaring di samping Egbert. Segera Egbert bangun dan pergi menindih tubuh kecil Annette.

"Aduh"

"Kenapa tubuhmu berat sekali" Annette merasa seperti tulang belulangnya akan remuk dibawah tekanan tubuh besar Egbert.

"Benar-benar deh. Kenapa kau tidak sabaran seka—emph"

Bibir kecil Annette terus dibungkam oleh bibir dingin Egbert. Seketika jiwa Annette merasa kosong. Annette dapat merasakan pergerakan benda empuk padat yang menekan bibir kecilnya itu perlahan mulai mengem*t dan menghis*p.

Rahang Annette membeku, Tak tau harus berbuat apa.

Mendapati sikap pasif Annette, terang saja Egbert merasa sangat kesal, "Aku sudah mengajarimu malam itu"

Egbert menarik bibirnya yang sudah basah.

"Tapi kenapa kau masih sebodoh ini?"

Annette menurunkan tatapannya, bergeming.

"Haah" Egbert langsung menyobek piyama yang dikenakan Annette dan...

"Aaa" Pekik Annette terkejut.

"Kenapa kau harus menyobeknya?"

Piyama putih yang dikenakannya itu terbuat dari serat sutra berkualitas dan terang saja itu sangat mahal. Tapi pria ini menyobeknya begitu saja seakan-akan itu hanyalah kertas?

Egbert tak menjawab. Tapi Annette dapat merasakan tatapan yang membakar dari mata yang sekali-kali tampak memerah seperti darah. Hingga sebuah pergerakan dibawahnya yang begitu tiba-tiba..

Terpopuler

Comments

Qovella_94

Qovella_94

melumat thor, bukan mengemut😂

2023-06-10

2

Maria Lina

Maria Lina

byklh ngoceh ringam jdinyo😏

2022-10-18

1

lihat semua
Episodes
1 |1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2 |2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3 |3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4 |4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5 |5|. Menjadi Pengantin Wanita
6 |6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7 |7|. Mahkluk Penghisap Darah
8 |8|. Malam Upacara pernikahan
9 |9|. Ritual Malam Pertama
10 |10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11 |11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12 |12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13 |13|. Menghukum Tanganmu
14 |14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15 |15|. Sudah Seperti Cinderella
16 |16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17 |17|. Aku Sudah Menikah
18 |18|. Kenapa Memegang Perut?
19 |19|. Dua Garis Merah
20 |20|. Kehamilan Yang Beresiko
21 |21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22 |22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23 |23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24 |24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25 |25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26 |26|. Tidak Perlu Khawatir
27 |27|. Darah Istriku Lebih Manis
28 |28|. Hamil Di Luar Nikah
29 |29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30 |30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31 |31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32 |32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33 |33|. Aku Ingin Dia Lahir
34 |34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35 |35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36 |36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37 |37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38 |38|. Kau Bisa Memasakkan?
39 |39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40 |40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41 |41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42 |42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43 |43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44 |44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45 |45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46 |46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47 |47|. Apakah Ada Yang Salah?
48 |48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49 |49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50 |50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51 |51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52 |52|. Betis Mu Berdarah
53 |53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54 |54|. Pelayan Pribadi Anda?
55 |55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56 |56|. Aku Sudah Menemukannya
57 |57|. Jangan Makan Lagi!
58 |58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59 |59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60 |60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61 |61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62 |62|. Kau Temani Aku Pulang
63 |63|. Memutuskan Untuk Menginap
64 |64|. Apa Anda Pria Impoten?
65 |65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66 |66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67 |67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68 |68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69 |69|. Rubah Kecil Yang Licik
70 |70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71 |71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72 |72|. Apa Dia Campuran?
73 |73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74 |74|. Kau Berani Menampar Ku?
75 |75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76 |76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77 |77|. Menolak Untuk Sarapan
78 |78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79 |79|. Istrimu Bukan Selir mu
80 |80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81 |81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82 |82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83 |83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84 |84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85 |85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86 |86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87 |87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88 Curahan Penulis
89 |88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90 |89|. Membesarkan Kucing Liar?
91 |90|. Ingin Menagih Janjimu
92 |91|. Pingsan Karena Ciuman
93 |92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94 |93|. Istriku Adalah Pengecualian
95 |94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96 |95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97 |96|. Aku Adalah Kekasihnya
98 |97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99 |98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100 |99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101 |100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102 |101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103 |102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104 |103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105 |104|. Seperti Hitam Dan Putih
106 |105|. Jangan Sentuh Dia
107 |106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108 |107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109 |108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110 |109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111 |110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112 |111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113 |112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114 |113|. Tidak Mau Mati Muda
115 |114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116 |115|. Anda Jangan Salah Paham
117 |116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118 |117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119 |118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120 |119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121 |120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122 |121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123 |122|. Membeli Keperluan Istri
124 |123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125 |124|. Tolong Jangan Marah...
126 |125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127 |126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128 |127|. Lebih Baik Menahan Diri
129 |128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130 |129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131 |130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132 |131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133 |132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134 |133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135 |134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136 |135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137 |136|. Kita Akan Menderita Bersama
138 |137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139 |138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140 |139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141 |140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142 |141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143 |142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144 |143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145 |144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146 |145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147 |146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148 Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149 Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150 Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)
Episodes

Updated 150 Episodes

1
|1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2
|2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3
|3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4
|4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5
|5|. Menjadi Pengantin Wanita
6
|6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7
|7|. Mahkluk Penghisap Darah
8
|8|. Malam Upacara pernikahan
9
|9|. Ritual Malam Pertama
10
|10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11
|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12
|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13
|13|. Menghukum Tanganmu
14
|14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15
|15|. Sudah Seperti Cinderella
16
|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17
|17|. Aku Sudah Menikah
18
|18|. Kenapa Memegang Perut?
19
|19|. Dua Garis Merah
20
|20|. Kehamilan Yang Beresiko
21
|21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22
|22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23
|23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24
|24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25
|25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26
|26|. Tidak Perlu Khawatir
27
|27|. Darah Istriku Lebih Manis
28
|28|. Hamil Di Luar Nikah
29
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30
|30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31
|31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32
|32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33
|33|. Aku Ingin Dia Lahir
34
|34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35
|35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36
|36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37
|37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38
|38|. Kau Bisa Memasakkan?
39
|39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40
|40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41
|41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42
|42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43
|43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44
|44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45
|45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46
|46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47
|47|. Apakah Ada Yang Salah?
48
|48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49
|49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50
|50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51
|51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52
|52|. Betis Mu Berdarah
53
|53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54
|54|. Pelayan Pribadi Anda?
55
|55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56
|56|. Aku Sudah Menemukannya
57
|57|. Jangan Makan Lagi!
58
|58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59
|59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60
|60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61
|61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62
|62|. Kau Temani Aku Pulang
63
|63|. Memutuskan Untuk Menginap
64
|64|. Apa Anda Pria Impoten?
65
|65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66
|66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67
|67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68
|68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69
|69|. Rubah Kecil Yang Licik
70
|70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71
|71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72
|72|. Apa Dia Campuran?
73
|73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74
|74|. Kau Berani Menampar Ku?
75
|75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76
|76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77
|77|. Menolak Untuk Sarapan
78
|78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79
|79|. Istrimu Bukan Selir mu
80
|80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81
|81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82
|82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83
|83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84
|84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85
|85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87
|87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88
Curahan Penulis
89
|88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90
|89|. Membesarkan Kucing Liar?
91
|90|. Ingin Menagih Janjimu
92
|91|. Pingsan Karena Ciuman
93
|92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94
|93|. Istriku Adalah Pengecualian
95
|94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96
|95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97
|96|. Aku Adalah Kekasihnya
98
|97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101
|100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102
|101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103
|102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104
|103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105
|104|. Seperti Hitam Dan Putih
106
|105|. Jangan Sentuh Dia
107
|106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108
|107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109
|108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110
|109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111
|110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112
|111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113
|112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114
|113|. Tidak Mau Mati Muda
115
|114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116
|115|. Anda Jangan Salah Paham
117
|116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118
|117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119
|118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120
|119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121
|120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122
|121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123
|122|. Membeli Keperluan Istri
124
|123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125
|124|. Tolong Jangan Marah...
126
|125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127
|126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128
|127|. Lebih Baik Menahan Diri
129
|128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130
|129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131
|130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133
|132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134
|133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135
|134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136
|135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137
|136|. Kita Akan Menderita Bersama
138
|137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139
|138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140
|139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141
|140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142
|141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143
|142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144
|143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145
|144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146
|145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147
|146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148
Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149
Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150
Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!