|13|. Menghukum Tanganmu

"Katakan!" Egbert sudah lebih dulu mencekal nya.

"Bagaimana aku harus menghukum tanganmu ini?"

"S-sakit" Egbert mencekal nya begitu kuat, pergelangan tangannya nyaris seakan di pelintir.

"Apa sebaiknya ku patahkan saja?"

"Jangan"

"Kenapa jangan?" Mata Egbert menatap acuh.

"Jika ku patah kan maka tangan ini tidak akan lagi berulah di masa depan" Sekilas ekspresinya yang begitu datar ketika mengatakan itu, tampak sangat menyebalkan di mata Annette.

"Ku mohon jangan..." Biar begitu, Annette mau tak mau tetap memohon pada pria dingin tak berperasaan itu.

"Aku sungguh menyesal, tolong maafkan aku" Annette mengiba dengan sepasang mata berkaca-kaca.

"Aku akan memaafkan mu"

Bola mata Annette perlahan mulai bergetar dengan senyum.

"Terimaka—"

"Tapi setelah aku menghukum mu"

Senyum yang sempat mengambang seketika padam. Annette rasanya akan menangis. Egbert meraih pergelangan tangan kecil Annette dan membawanya ke depan mulutnya.

"A-apa yang akan kau lakukan?"

Kret!

"Arghh" Annette menjerit kesakitan tepat ketika sepasang taring tajam itu mencuat dari mulut Egbert datang menggigit pergelangan tangannya. Mata Annette sudah berair dengan air mata kesakitan dan mulutnya tak hentinya melolong sakit memohon Egbert untuk berhenti.

Tapi Egbert begitu buas dan apatis. Seakan itu hanyalah seonggok potongan paha ayam yang dapat ia sobek begitu saja dengan taringnya. Annette nyaris akan pingsan melihat darah yang mengucur deras dari pergelangan tangannya.

Egbert tak menyia-nyiakan cairan merah kental itu begitu saja. Ia langsung menyedotnya dengan mulutnya seakan itu adalah jus tomat manis yang sangat nikmat.

'Ternyata darah manusia selezat ini?'

Biasanya ketika mencium aromanya saja, ia masih dapat mengendalikan diri. Tapi jika sudah mencicipinya seperti ini, masih dapatkah ia mengendalikan dirinya?

Itu adalah kali pertama Egbert meminum darah manusia. Itu karena ia terlahir ke dunia setelah 'sistem pengasingan' diluncurkan. Sistem itu dibuat untuk melindungi keberadaan bangsa mereka yang nyaris hampir punah karena kelicikan manusia.

Ya, mungkin mereka adalah makhluk penghisap darah. Tapi di mata manusia mereka hanyalah seekor nyamuk kecil yang dapat dengan mudah di basmi dengan otak cerdas mereka.

Sistem tersebut pun membuat mereka mengasingkan diri dari dunia manusia dan berpindah ke suatu tempat yang terasing dari mereka. Sejak saat itu pula, alih-alih meminum darah manusia, mereka mulai mencari alternatif lain yang tak lain adalah darah hewani.

Berlalunya abad, para manusia berangsur-angsur mulai melupakan keberadaan mereka. Sejak saat itulah bangsa mereka hanya tersisa sebagai makhluk mitologi semata.

......................

Annette tertunduk lemas di sofa. Dengan seorang pelayan yang membalut luka di tangannya. Tak lain itu adalah hasil dari sobekan taring tajam Egbert. Masih terbayang betapa banyak darah yang mengucur deras saat itu, tapi Egbert menyedotnya begitu rakus seakan-akan itu minuman yang lezatnya mengalahkan jus strawberry kesukaannya.

"Aku ingin bertanya"

"Ya nyonya?"

"Apa kalian tau saat ini kalian bekerja pada siapa?"

Pelayan itu tersenyum lugas menjawab, "Tentu saja"

Pengakuan itu membuat Annette terkejut.

"A-apa kalian tidak takut?" Bola mata hitam Annette tampak bergertar tak percaya.

"Majikan kalian itu jelas bukan manusia.." Ujarnya.

"Dia makhluk penghisap darah. Sewaktu-waktu bisa saja darahmu akan habis di hisapnya"

"Pftt" Celotehan Annette yang terdengar panik itu membuat pelayan tergelak.

"Kenapa kau malah tertawa?"

"Apa menurutmu ini lucu?"

Pelayan itu pun menghentikan tawanya.

"Tuan Egbert memang bukan manusia seperti kita" Ucap pelayan tersebut.

"Meskipun dia makhluk penghisap darah seperti kata anda, tapi tuan Egbert tak seburuk yang anda bayangkan"

"Tidak buruk bagaimana?"

"Kau tak lihat apa bagaimana kedua taringnya yang tajam itu menyobek pergelangan tanganku?" Annette menunjukkan lukanya yang kini sudah di perban rapi dengan kain kasa.

"Dia bahkan menyedot darah ku seakan-akan itu segelas wine di restoran" Tampak bibir Annette yang masih pucat itu gemetaran ketika membayangkannya.

Pelayan itu hanya tersenyum kecil menjawab, "Itu karena anda tidak patuh nyonya"

"Ke depannya bersikap baiklah dan jangan terlalu banyak bertingkah"

"Kalau anda benar-benar tidak ingin digigit lagi, tolong dengarkan saran saya ini"

Annette hanya menatap diam pelayan itu. Kemudian menyuruhnya pergi meninggalkan kamar. Setelah pelayan itu pergi, Annette mendengar suara pintu terbuka.

'Kenapa dia kembali lagi?'

Annette mengira itu adalah pelayan yang baru saja mengobati lukanya.

"Bagaimana dengan luka mu?"

Deg!

Annette tercengang. Tidak perlu menoleh pun ia sudah tau itu suara siapa.

"Menurut mu?" Annette melirik kesal Egbert.

"Melihat ekspresi mu, sepertinya sudah jauh lebih baik" Egbert berkata santai dan pergi duduk di pinggir ranjang.

"Haah" Annette membuang nafas jengah.

"Untuk apa kau duduk di sana?"

"Sana keluar!" Ketus Annette.

"Aku mau istirahat"

"Apa ini?" Egbert sedikit terkejut melihat perubahan sikap Annette.

"Kau tidak takut lagi denganku?" Kemana perginya sosok gadis kecil yang hampir mati ketakutan?

"Memangnya kenapa kalau aku takut huh?" Ujar Annette terdengar acuh.

"Toh pada akhirnya kau juga akan menggigit ku lagi"

Annette mengelus pergelangan tangan kanannya yang sudah terbalut kain kasa, tatapannya terlihat miris.

"Jadi.."

"Kau berharap aku menggigit mu lagi?"

Sudut bibir Egbert bertekuk ke atas, sorot matanya terlihat main-main.

"Kau berani?" Annette menatap tajam Egbert.

"Awas saja jika kau mengigit ku lagi.."

"Aku pasti akan membalasnya" Annette menarik selimut dan membaringkan tubuhnya kesal.

"Wah!"

"Bagaimana ini?"

"Aku sangat ketakutan!" Egbert memeluk tubuhnya, bersikap seakan bulu romanya merinding karena ucapan Annette barusan, Annette yang melihat itu, mendengus tak senang.

"Tidak lucu!"

Annette memposisikan kepalanya senyaman mungkin dan bersiap untuk tidur..

Seharian ini tenaganya sungguh terkuras habis karena mengacaukan Kastil besar Egbert.

"Aku menyesal lupa mengatakannya"

"Harusnya aku memberitahu dia untuk mencarikan aku gadis manusia yang matang dan dewasa secara pikiran..."

"Bukannya gadis kanak-kanakan yang hanya tau menciptakan kekacauan"

Annette yang baru saja memejamkan matanya, mendengar jelas monolog Egbert itu. Annette tau pria itu sedang menyindir dirinya.

"Kalau begitu pulangkan saja aku!"

Annette dengan semangatnya bangkit dari baringan dan menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang.

"Pulangkan kamu?"

"Ya" Annette tersenyum senang, matanya begitu kentara dengan binar harapan.

"Sebelum kau menyesalinya lebih jauh, sebaiknya kau akhiri saja ikatan mu dengan gadis kanak-kanakan ini"

"Menurutmu begitu?" Egbert terlihat acuh.

"Eum" Angguk Annette mantap.

"Apa kau tau? Usia ku masih dua puluhan.."

"Di dunia kami manusia, usia segitu masih terlalu dini untuk menikah"

"Jadi sebaiknya kau mencari seseorang yang lebih tua dariku, yang dapat lebih masuk akal dalam menyikapi permasalahan"

"Bukan seseorang yang hanya tau menciptakan kekacauan sebagai penyelesaian masalah. Ya seperti aku ini"

Setelah berbicara panjang lebar, Annette menatap gugup sepasang mata dingin didepannya itu. Ia sungguh berharap pria itu akan mengiyakan semua perkataannya tadi. Dengan begitu ia akan segera meninggalkan Kastil, melupakan semua mimpi buruk yang sepintas lalu ini dan segera kembali ke kehidupan nyatanya.

"Aku setuju dengan katamu" Egbert tampak mengangguk penuh pertimbangan.

Terpopuler

Comments

Senja Ayu

Senja Ayu

lah... kok malah setuju, jangan dong

2023-02-08

1

lihat semua
Episodes
1 |1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2 |2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3 |3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4 |4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5 |5|. Menjadi Pengantin Wanita
6 |6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7 |7|. Mahkluk Penghisap Darah
8 |8|. Malam Upacara pernikahan
9 |9|. Ritual Malam Pertama
10 |10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11 |11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12 |12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13 |13|. Menghukum Tanganmu
14 |14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15 |15|. Sudah Seperti Cinderella
16 |16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17 |17|. Aku Sudah Menikah
18 |18|. Kenapa Memegang Perut?
19 |19|. Dua Garis Merah
20 |20|. Kehamilan Yang Beresiko
21 |21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22 |22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23 |23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24 |24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25 |25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26 |26|. Tidak Perlu Khawatir
27 |27|. Darah Istriku Lebih Manis
28 |28|. Hamil Di Luar Nikah
29 |29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30 |30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31 |31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32 |32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33 |33|. Aku Ingin Dia Lahir
34 |34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35 |35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36 |36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37 |37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38 |38|. Kau Bisa Memasakkan?
39 |39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40 |40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41 |41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42 |42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43 |43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44 |44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45 |45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46 |46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47 |47|. Apakah Ada Yang Salah?
48 |48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49 |49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50 |50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51 |51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52 |52|. Betis Mu Berdarah
53 |53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54 |54|. Pelayan Pribadi Anda?
55 |55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56 |56|. Aku Sudah Menemukannya
57 |57|. Jangan Makan Lagi!
58 |58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59 |59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60 |60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61 |61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62 |62|. Kau Temani Aku Pulang
63 |63|. Memutuskan Untuk Menginap
64 |64|. Apa Anda Pria Impoten?
65 |65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66 |66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67 |67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68 |68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69 |69|. Rubah Kecil Yang Licik
70 |70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71 |71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72 |72|. Apa Dia Campuran?
73 |73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74 |74|. Kau Berani Menampar Ku?
75 |75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76 |76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77 |77|. Menolak Untuk Sarapan
78 |78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79 |79|. Istrimu Bukan Selir mu
80 |80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81 |81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82 |82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83 |83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84 |84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85 |85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86 |86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87 |87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88 Curahan Penulis
89 |88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90 |89|. Membesarkan Kucing Liar?
91 |90|. Ingin Menagih Janjimu
92 |91|. Pingsan Karena Ciuman
93 |92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94 |93|. Istriku Adalah Pengecualian
95 |94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96 |95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97 |96|. Aku Adalah Kekasihnya
98 |97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99 |98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100 |99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101 |100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102 |101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103 |102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104 |103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105 |104|. Seperti Hitam Dan Putih
106 |105|. Jangan Sentuh Dia
107 |106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108 |107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109 |108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110 |109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111 |110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112 |111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113 |112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114 |113|. Tidak Mau Mati Muda
115 |114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116 |115|. Anda Jangan Salah Paham
117 |116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118 |117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119 |118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120 |119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121 |120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122 |121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123 |122|. Membeli Keperluan Istri
124 |123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125 |124|. Tolong Jangan Marah...
126 |125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127 |126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128 |127|. Lebih Baik Menahan Diri
129 |128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130 |129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131 |130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132 |131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133 |132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134 |133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135 |134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136 |135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137 |136|. Kita Akan Menderita Bersama
138 |137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139 |138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140 |139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141 |140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142 |141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143 |142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144 |143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145 |144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146 |145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147 |146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148 Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149 Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150 Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)
Episodes

Updated 150 Episodes

1
|1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2
|2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3
|3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4
|4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5
|5|. Menjadi Pengantin Wanita
6
|6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7
|7|. Mahkluk Penghisap Darah
8
|8|. Malam Upacara pernikahan
9
|9|. Ritual Malam Pertama
10
|10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11
|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12
|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13
|13|. Menghukum Tanganmu
14
|14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15
|15|. Sudah Seperti Cinderella
16
|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17
|17|. Aku Sudah Menikah
18
|18|. Kenapa Memegang Perut?
19
|19|. Dua Garis Merah
20
|20|. Kehamilan Yang Beresiko
21
|21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22
|22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23
|23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24
|24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25
|25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26
|26|. Tidak Perlu Khawatir
27
|27|. Darah Istriku Lebih Manis
28
|28|. Hamil Di Luar Nikah
29
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30
|30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31
|31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32
|32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33
|33|. Aku Ingin Dia Lahir
34
|34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35
|35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36
|36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37
|37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38
|38|. Kau Bisa Memasakkan?
39
|39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40
|40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41
|41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42
|42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43
|43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44
|44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45
|45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46
|46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47
|47|. Apakah Ada Yang Salah?
48
|48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49
|49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50
|50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51
|51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52
|52|. Betis Mu Berdarah
53
|53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54
|54|. Pelayan Pribadi Anda?
55
|55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56
|56|. Aku Sudah Menemukannya
57
|57|. Jangan Makan Lagi!
58
|58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59
|59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60
|60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61
|61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62
|62|. Kau Temani Aku Pulang
63
|63|. Memutuskan Untuk Menginap
64
|64|. Apa Anda Pria Impoten?
65
|65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66
|66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67
|67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68
|68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69
|69|. Rubah Kecil Yang Licik
70
|70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71
|71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72
|72|. Apa Dia Campuran?
73
|73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74
|74|. Kau Berani Menampar Ku?
75
|75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76
|76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77
|77|. Menolak Untuk Sarapan
78
|78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79
|79|. Istrimu Bukan Selir mu
80
|80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81
|81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82
|82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83
|83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84
|84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85
|85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87
|87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88
Curahan Penulis
89
|88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90
|89|. Membesarkan Kucing Liar?
91
|90|. Ingin Menagih Janjimu
92
|91|. Pingsan Karena Ciuman
93
|92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94
|93|. Istriku Adalah Pengecualian
95
|94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96
|95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97
|96|. Aku Adalah Kekasihnya
98
|97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101
|100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102
|101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103
|102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104
|103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105
|104|. Seperti Hitam Dan Putih
106
|105|. Jangan Sentuh Dia
107
|106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108
|107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109
|108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110
|109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111
|110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112
|111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113
|112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114
|113|. Tidak Mau Mati Muda
115
|114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116
|115|. Anda Jangan Salah Paham
117
|116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118
|117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119
|118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120
|119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121
|120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122
|121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123
|122|. Membeli Keperluan Istri
124
|123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125
|124|. Tolong Jangan Marah...
126
|125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127
|126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128
|127|. Lebih Baik Menahan Diri
129
|128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130
|129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131
|130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133
|132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134
|133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135
|134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136
|135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137
|136|. Kita Akan Menderita Bersama
138
|137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139
|138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140
|139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141
|140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142
|141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143
|142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144
|143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145
|144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146
|145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147
|146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148
Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149
Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150
Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!