|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?

Keesokan harinya persis seperti yang dijanjikan Egbert, seorang sopir sudah menunggunya di luar kastil. Annette menghabiskan sepotong roti sandwich dan segelas susu sebagai sarapan, kemudian berjalan keluar.

"Pagi nyonya" Sopan pria paruh baya itu menyapa Annette. Ia mengenakan pakaian serba hitam sebagai seragam kerjanya.

"Pagi pak" Annette tersenyum lebar sebagai balasan. Perlahan ia sudah terbiasa dengan panggilan 'nyonya' yang ditujukan untuknya itu.

"Perkenalkan saya Gordon yang akan menjadi supir pribadi anda seperti yang diperintahkan tuan Egbert" Gordon memperkenalkan dirinya pada Annette. Ia tidak akan menyangka nyonya yang akan dilayaninya ternyata masih begitu muda.

"Em" Annette tersenyum sebagai tanggapan.

Setelahnya Gordon pergi membukakan pintu mobil sedan putih yang cukup berkelas itu, mempersilahkan Annette masuk.

"Terimakasih" Ucap Annette ketika masuk kedalam mobil mewah itu. Seumur hidup, ia tidak pernah membayangkan akan mendapatkan pelayanan seperti ini.

Gordon mengangguk dengan seulas senyum dan terus menutup pintu. Ia pun langsung naik dan duduk di bangku kemudi. Memasang sabuk pengaman, ia melirik pada Annette melalui kaca spion depan, "Kita akan kemana nyonya?"

"Ke rumah ku" Tukas Annette, "Ada barang yang harus ku ambil sebelum pergi ke kampus"

"Baik nyonya"

Annette pun memberitahukan alamat tempatnya tinggal dan sedan putih itupun terus berambus pergi dari kediaman kastil yang tak hanya memiliki bangunan yang besar, tapi juga halaman yang luas.

Butuh sekitar tiga puluh menit perjalanan hingga mereka sampai di kediaman rumah atapnya. Annette bergegas turun dari mobil dan berlari ke anak tangga menuju tempat tinggalnya yang sudah kosong beberapa hari ini.

Membuka pintu, Annette dapat merasakan tempat itu agak berdebu dan hening. Piring yang masih belum sempat dicuci agaknya sudah berjamur dan sepasang bahunya tertunduk lesu mendapati setumpuk kain kotor di keranjang.

"Ah, ada banyak hal yang harus ku kerjakan. Tapi sekarang aku harus ke kampus dulu" Ujarnya sambil bergegas mengambil tas dan memasukkan beberapa buku yang diperlukan.

Sudah hampir seminggu ia absen tanpa keterangan apapun. Annette tak dapat membayangkan betapa banyak materi dan tugas yang telah ia lewatkan.

Setelahnya Annette kembali masuk kedalam sedan putih itu dan berkata, "Sekarang kita ke kampus ya pak"

"Baik nyonya"

......................

Sesampai di kampus, Annette dengan langkah cepat menghampiri kelasnya. Pagi itu ia ada kelas jam sembilan pagi, masih tersisa sekitar sepuluh menit sebelum kelas dimulai.

"Annette" Seru salah seorang gadis berambut pendek dengan kacamata bulatnya yang khas, "Kau kemana saja? Hampir seminggu lebih aku tidak melihat mu"

Itu tak lain adalah Lucy, satu-satunya teman dekat Annette di kampus. Annette bukan pribadi yang tertutup, tapi kesibukannya dalam membagi waktu untuk bekerja dan belajar, membuatnya tidak cukup luang untuk bersosialisasi lebih luas

Annette pergi duduk di sampingnya dan menghela nafas berat, "Entahlah, aku juga tidak tau aku kemana"

Jawaban itu membuat Lucy mengerutkan keningnya bingung, "Bagaimana bisa kau tidak tau?"

Annette dapat membaca ekspresi kebingungan Lucy, "Yah, aku memang tidak tau aku kemana. Yang ku tau aku berada di sebuah kastil besar yang letaknya sedikit berdekatan dengan hutan"

Tampak pelipis Lucy berlipat dalam, "Kastil? Di dekat hutan?" Sekilas Lucy mengedipkan matanya, "Kau sedang berlibur atau bagaimana?"

Annette mengulum bibir bawahnya tersenyum kecil, "Kau bisa menganggapnya begitu" Lagipula akan terlalu sulit untuk dijelaskan.

"Tidak biasanya kau menghambur kan uangmu untuk hal seperti itu. Apa lagi kau tidak mengurus cuti sama sekali" Tukas Lucy terdengar tak yakin, "Dan lagi, kenapa pakaian mu agak lain dari biasanya? Apa ini baru?" Lucy memperhatikan lebih jauh pakaian yang dikenakan Annette itu dan sepasang matanya terbuntang lebar.

"Woah, ini barang branded? Harganya berkisar delapan ratusan ribu, aku melihatnya di situs jual-beli online. Bagaimana bisa kau menghambur kan uangmu sebanyak ini untuk pakaian" Lucy selama ini mengenal Annette sebagai tipe mahasiswa yang serba irit dan hemat.

Kali ini Annette mendesah berat. Ia benar-benar bingung harus berkata apa. Haruskah ia memberitahukan Lucy kronologi yang sebenarnya? Tapi ia tak yakin Lucy akan mempercayainya.

"Seseorang memberikannya padaku"

"Huh?"

"Seorang donatur yang murah hati membelikan beberapa pakaian untukku"

"Aah, donatur di panti asuhan yang dulu kau tempati itu?"

"Eum" Annette tersenyum rapi menyempurnakan kebohongannya.

"Wah dia murah hati sekali. Akan sangat bagus jika semua orang kaya memiliki kepribadian seperti itu" Tutur Lucy lagi yang dengan polosnya percaya apa yang dikatakan Annette.

"Eum" Annette mengangguk dan tersenyum kecil sebagai tanggapan.

"Lalu liburan mu—"

"Dia juga yang membiayai nya"

"Ohh" Lucy mengangguk-angguk paham. Kali ini ia tidak bertanya lagi. Karena melihat dosen sudah melangkah masuk kedalam ruang, mereka pun langsung memperbaiki posisi duduk dan memfokuskan pandangan ke depan.

"Selamat pagi semua" Sapa Sean, sedikit menerbitkan senyum di sudut bibirnya.

"Pagi Pak" Sahut para mahasiswa yang ada di ruangan. Sean dapat melihat rata-rata gadis muda yang duduk di sana tersenyum-senyum merenungi wajah tampannya.

Biar begitu Sean tetap bersikap seakan-akan tidak tau menahu.

"Baik kita akan memulai pembelajaran kita hari ini" Tepat saat mengatakan itu, Sean melihat keberadaan Annette yang duduk di bangku deretan depan. Ia tidak lagi terkejut akan itu karena Egbert sudah memberitahunya tadi pagi.

"Jadi, mulai sekarang kau tidak hanya datang untuk mengajar. Tapi juga sebagai informan terkait aktivitas istriku di kampus"

Sean masih mengingat jelas pesan Egbert itu yang langsung merusak selera sarapannya.

'Haah, yang benar saja menyuruhku menjadi informannya?'

'Apa dia pikir aku cukup luang melakukan itu?'

Sean tanpa sadar menatap lama kearah Annette. Itu rumit dan tersimpan se-jejajak ketidaksukaan yang ia tutupi dengan ketenangannya.

"Pak Sean"

"Pak Sean"

"Pak Sean" Panggil salah seorang mahasiswi ketiga kalinya hingga Sean tersadar.

"Ah, maaf!" Sean tersenyum canggung.

'Dasar Egbert!'

'Karena memberikan ku tugas tak bermoral itu, aku sampai harus kehilangan fokus mengajar pagi ini'

"Kalau begitu kita mulai pembahasan kita hari ini yaitu terkait..."

Sambil memperhatikan ke papan tulis, Lucy menyikut lengan Annette, "Ku rasa tadi Pak Sean menatap mu"

Annette mengetuk-ngetuk ujung pulpen ke meja, pandangannya lurus ke depan namun pikirannya tidak fokus menyimak penjelasan yang dipaparkan Sean, "Menurut mu begitu hum?"

"Eum" Angguk Lucy, "Ku rasa anak-anak lain juga berpikir begitu" Bisik nya kemudian di telinga Annette.

Itu membuat Annette menoleh ke kanan-kiri dan retinanya dengan jelas menangkap beberapa pelototan hingga lirikan sinis penuh ketidaksukaan dari anak-anak lain yang sepertinya adalah fans dosen Sean.

Annette hanya mendesah panjang, "Aku juga berpikir begitu. Pak Sean jelas sedang menatap kearah ku tadi. Tapi kenapa mereka harus menatap ku dengan sangat menyebalkan seperti itu" Keluh Annette berbalas berbisik ke telinga Lucy.

"Sepertinya mereka iri padamu" Jawab Lucy, sama seperti Annette tatapannya tertuju lurus kearah papan tulis.

Iri?

Apa yang harus mereka iri kan?

Annette yakin dosen satu itu menatapnya begitu lama, tak lain itu karena ia sudah beberapa kali absen di kelasnya.

'Baguslah, pak Sean tidak menanyakan apa-apa soal itu'

Atau kalau tidak, ia akan sangat kesulitan menjawabnya.

Episodes
1 |1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2 |2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3 |3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4 |4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5 |5|. Menjadi Pengantin Wanita
6 |6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7 |7|. Mahkluk Penghisap Darah
8 |8|. Malam Upacara pernikahan
9 |9|. Ritual Malam Pertama
10 |10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11 |11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12 |12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13 |13|. Menghukum Tanganmu
14 |14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15 |15|. Sudah Seperti Cinderella
16 |16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17 |17|. Aku Sudah Menikah
18 |18|. Kenapa Memegang Perut?
19 |19|. Dua Garis Merah
20 |20|. Kehamilan Yang Beresiko
21 |21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22 |22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23 |23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24 |24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25 |25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26 |26|. Tidak Perlu Khawatir
27 |27|. Darah Istriku Lebih Manis
28 |28|. Hamil Di Luar Nikah
29 |29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30 |30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31 |31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32 |32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33 |33|. Aku Ingin Dia Lahir
34 |34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35 |35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36 |36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37 |37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38 |38|. Kau Bisa Memasakkan?
39 |39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40 |40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41 |41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42 |42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43 |43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44 |44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45 |45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46 |46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47 |47|. Apakah Ada Yang Salah?
48 |48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49 |49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50 |50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51 |51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52 |52|. Betis Mu Berdarah
53 |53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54 |54|. Pelayan Pribadi Anda?
55 |55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56 |56|. Aku Sudah Menemukannya
57 |57|. Jangan Makan Lagi!
58 |58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59 |59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60 |60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61 |61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62 |62|. Kau Temani Aku Pulang
63 |63|. Memutuskan Untuk Menginap
64 |64|. Apa Anda Pria Impoten?
65 |65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66 |66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67 |67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68 |68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69 |69|. Rubah Kecil Yang Licik
70 |70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71 |71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72 |72|. Apa Dia Campuran?
73 |73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74 |74|. Kau Berani Menampar Ku?
75 |75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76 |76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77 |77|. Menolak Untuk Sarapan
78 |78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79 |79|. Istrimu Bukan Selir mu
80 |80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81 |81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82 |82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83 |83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84 |84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85 |85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86 |86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87 |87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88 Curahan Penulis
89 |88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90 |89|. Membesarkan Kucing Liar?
91 |90|. Ingin Menagih Janjimu
92 |91|. Pingsan Karena Ciuman
93 |92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94 |93|. Istriku Adalah Pengecualian
95 |94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96 |95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97 |96|. Aku Adalah Kekasihnya
98 |97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99 |98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100 |99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101 |100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102 |101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103 |102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104 |103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105 |104|. Seperti Hitam Dan Putih
106 |105|. Jangan Sentuh Dia
107 |106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108 |107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109 |108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110 |109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111 |110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112 |111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113 |112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114 |113|. Tidak Mau Mati Muda
115 |114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116 |115|. Anda Jangan Salah Paham
117 |116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118 |117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119 |118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120 |119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121 |120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122 |121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123 |122|. Membeli Keperluan Istri
124 |123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125 |124|. Tolong Jangan Marah...
126 |125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127 |126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128 |127|. Lebih Baik Menahan Diri
129 |128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130 |129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131 |130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132 |131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133 |132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134 |133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135 |134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136 |135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137 |136|. Kita Akan Menderita Bersama
138 |137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139 |138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140 |139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141 |140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142 |141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143 |142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144 |143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145 |144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146 |145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147 |146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148 Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149 Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150 Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)
Episodes

Updated 150 Episodes

1
|1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2
|2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3
|3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4
|4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5
|5|. Menjadi Pengantin Wanita
6
|6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7
|7|. Mahkluk Penghisap Darah
8
|8|. Malam Upacara pernikahan
9
|9|. Ritual Malam Pertama
10
|10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11
|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12
|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13
|13|. Menghukum Tanganmu
14
|14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15
|15|. Sudah Seperti Cinderella
16
|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17
|17|. Aku Sudah Menikah
18
|18|. Kenapa Memegang Perut?
19
|19|. Dua Garis Merah
20
|20|. Kehamilan Yang Beresiko
21
|21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22
|22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23
|23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24
|24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25
|25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26
|26|. Tidak Perlu Khawatir
27
|27|. Darah Istriku Lebih Manis
28
|28|. Hamil Di Luar Nikah
29
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30
|30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31
|31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32
|32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33
|33|. Aku Ingin Dia Lahir
34
|34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35
|35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36
|36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37
|37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38
|38|. Kau Bisa Memasakkan?
39
|39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40
|40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41
|41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42
|42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43
|43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44
|44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45
|45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46
|46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47
|47|. Apakah Ada Yang Salah?
48
|48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49
|49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50
|50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51
|51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52
|52|. Betis Mu Berdarah
53
|53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54
|54|. Pelayan Pribadi Anda?
55
|55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56
|56|. Aku Sudah Menemukannya
57
|57|. Jangan Makan Lagi!
58
|58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59
|59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60
|60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61
|61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62
|62|. Kau Temani Aku Pulang
63
|63|. Memutuskan Untuk Menginap
64
|64|. Apa Anda Pria Impoten?
65
|65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66
|66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67
|67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68
|68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69
|69|. Rubah Kecil Yang Licik
70
|70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71
|71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72
|72|. Apa Dia Campuran?
73
|73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74
|74|. Kau Berani Menampar Ku?
75
|75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76
|76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77
|77|. Menolak Untuk Sarapan
78
|78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79
|79|. Istrimu Bukan Selir mu
80
|80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81
|81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82
|82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83
|83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84
|84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85
|85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87
|87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88
Curahan Penulis
89
|88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90
|89|. Membesarkan Kucing Liar?
91
|90|. Ingin Menagih Janjimu
92
|91|. Pingsan Karena Ciuman
93
|92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94
|93|. Istriku Adalah Pengecualian
95
|94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96
|95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97
|96|. Aku Adalah Kekasihnya
98
|97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101
|100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102
|101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103
|102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104
|103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105
|104|. Seperti Hitam Dan Putih
106
|105|. Jangan Sentuh Dia
107
|106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108
|107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109
|108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110
|109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111
|110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112
|111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113
|112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114
|113|. Tidak Mau Mati Muda
115
|114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116
|115|. Anda Jangan Salah Paham
117
|116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118
|117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119
|118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120
|119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121
|120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122
|121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123
|122|. Membeli Keperluan Istri
124
|123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125
|124|. Tolong Jangan Marah...
126
|125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127
|126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128
|127|. Lebih Baik Menahan Diri
129
|128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130
|129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131
|130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133
|132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134
|133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135
|134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136
|135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137
|136|. Kita Akan Menderita Bersama
138
|137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139
|138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140
|139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141
|140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142
|141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143
|142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144
|143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145
|144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146
|145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147
|146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148
Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149
Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150
Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!