Annette beberapa saat memilih diam dan tenang. Tapi bukan berarti ia menyerah. Tak peduli apa didepannya itu manusia atau apa. Ia bersikukuh untuk tetap melarikan diri.
"Kau.." Annette mencoba menjauh dari jeratan lengan kokoh Egbert.
"Aku tidak peduli siapa dirimu"
Annette terdengar begitu tenang, sampai membuat Egbert jatuh menatapnya dalam keheningan. Egbert berpikir, bagaimana bisa gadis itu berubah begitu cepat— dari hampir mati ketakutan menjadi begitu tenang bak daun yang mengapung di air.
Dalam kesenyapan itu, Annette langsung memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan...
Bugh!
Kaki Annette menyepak tulang kering Egbert.
"Shht..." Mau tak mau Egbert meringis. Terang saja itu cukup sakit. Gadis itu menendang tepat di tulang keringnya dengan sangat keras.
Kesempatan itu langsung Annette gunakan dengan berlari sekeras mungkin meninggalkan ruang makan.
"Sial" Egbert berdecak kesal melihat punggung kecil itu begitu cepat lenyap dari pandangannya. Ia tidak akan pernah menduga dapat dibuat lengah seperti itu.
"Cepat tahan dia!" Perintah Egbert pada Mary.
"Baik tuan"
Kepala pelayan Mary pun segera bertepuk tangan, dengan cepat ketiga pelayan berdatangan.
"Kejar nona itu" Perintahnya, "Lalu bawa dia kemari"
"Tidak" Egbert mengangkat tangannya, menyela ucapa Mary.
"Bawa saja dia ke taman belakang"
"Baik tuan" Angguk para pelayan.
Tanpa mengatakan sepatah katapun lagi, Egbert segera meninggalkan ruang makan. Ia pun bergegas Pergi ke taman belakang di mana segalanya sudah disiapkan sebagai pesta pernikahan sederhana.
Sedangkan Kepala pelayan Mary dan ketiga pelayan lainnya. Mereka sibuk menangkap Annette yang berlarian di kastil besar itu.
"Tidakk" Annette menggeleng keras, ia berlari dengan sekuat tenaga menjauhi pelayan yang mengejarnya.
"Aku tidak mau menikah dengannya" Tepat ketika tangan pelayan itu hampir mendarat di atas pundaknya.
Segera Annette berlari cepat ke belakang sofa menghindar. Alhasil pelayan itu membungkuk, bernafas terengah-engah berkata, "Nona, mohon berhenti!"
"Tidak mau!" Terus saja Annette melompat ke atas sofa ketika dua pelayan yang lain itu datang mendekat kearahnya.
Sontak saja ketiga pelayan itu memekik geram, "Nonaaa"
Agaknya mereka sudah kewalahan mengejar Annette yang cukup gesit.
Tapi Annette tidak peduli. Yang ada dipikirannya hanya satu...
"Aku harus keluar" Kekeuh nya.
"Bagaimanapun caranya aku harus segera keluar dari sini"
Annette pun lagi-lagi berlari kencang kala mendapati tiga pelayan itu kembali mengejarnya. Hingga langkahnya pun sampai di di pintu depan, bola mata hitam besarnya terus berbinar senang.
"Pintu"
Segera Annette berlari mendatangi pintu tersebut namun sangat di sayangkan...
"Terkunci?"
Pupus sudah harapannya untuk kabur dari tempat terkutuk ini. Tapi tidak menyerah begitu saja, Annette pun bersikeras menarik-narik gagang pintu mencoba membukanya.
"Nona" Kepala pelayan Mary tampak berjalan tenang menghampirinya.
"Itu percuma saja jika anda ingin melarikan diri sekarang" Tukas Mary, matanya dapat melihat betapa keras usaha Annette yang mencoba membuka pintu tersebut agar bisa pergi dari kastil ini.
"Lalu aku harus apa?" Annette terdengar kesal.
"Pasrah begitu saja menikah dengan orang asing yang tak ku kenal huh??" Bentak Annette terlihat marah.
Mendengar pekikan keras itu Mary hanya tersenyum tak berdaya. Hingga kedua pelayan lainnya datang menyergap Annette.
"Dapat!" Seru kedua pelayan yang akhirnya berhasil memegang lengan kecil Annette yang kurus.
"Lepass!" Annette berusaha keras memberontak, tapi kedua pelayan itu memegangnya cukup erat.
"Bawa dia ke taman belakang seperti yang diperintahkan tuan" Ujar Mary pada dua pelayan itu.
"Baik kepala pelayan Mary"
Tanpa mengindahkan penolakan Annette, kedua pelayan itu memegang erat gadis muda itu dan menyeretnya ke taman belakang.
Sesampai di taman belakang, Annette dikejutkan dengan dekorasi taman yang sangat indah. Tampak beberapa lampion kuning bergantungan di dahan pepohonan yang rimbun, membuat malam jauh lebih hidup dan ramai.
Di sepanjang jalan setapak, terlihat deretan bunga melati putih yang bermekaran di belahan kiri dan kanan, mereka cukup menawan di bawah biasan sinar rembulan.
Tepat di ujung akhir jalan setapak, terdapat jejeran lilin yang berbaris membentuk lingkaran besar dan mereka menyala dengan indahnya. Tampak Egbert berdiri di tengah, melihat kemunculannya dengan tatapan dingin.
"Bawa dia kemari!"
"Baik tuan" Angguk kedua pelayan yang memegang erat kedua lengan Annette, mencegahnya dari melarikan diri lagi.
Annette pun di tarik paksa ke dalam lingkaran tersebut. Tepat ketika Annette berusaha kabur, Egbert sudah lebih dulu mencekal pergelangan tangannya kasar.
"Jangan menguras kesabaran ku"
Sekujur tubuh Annette menggigil tatkala bertemu dengan sepasang mata pria itu yang tak lagi hitam...
Melainkan itu merah seperti pusaran darah yang siap menyulutnya hingga...
"M-matamu.." Bibir Annette bergertar tak percaya.
"Ini adalah warna asli dari mataku" Tukas Egbert dengan sorot mata dingin yang mencekik.
Sekali sentakan—
Buk!
Egbert telah menarik tubuh Annette hingga jatuh ke dalam dekapannya.
Annette terkejut. Dinginnya suhu tubuh Egbert membuat Annette lagi-lagi menggigil.
Sambil memeluk tubuh kecil itu, Egbert membungkuk, menyesuaikan postur tinggi badannya dengan Annette yang hanya sekitar se-dadanya saja.
Kemudian bibir tipisnya yang berkedut tajam itu, mendekati daun telinga Annette yang dingin karena sentuhan angin malam. Kemudian ia berujar, "Aku adalah makhluk penghisap darah"
Sontak sekujur tubuh Annette menegang.
"Jika kamu masih menolak menjadi pengantin ku.."
Sesaat Annette merasa sangat sulit bernafas.
"Taring ku yang tajam, siap menyedot habis darah dalam tubuhmu"
Deg!
Kali ini Annette tercengang.
Tubuhnya nyaris saja limbung tatkala matanya menoleh ke samping...
Retinanya dengan jelas menangkap sepasang taring tajam yang mencuat dari mulut pria itu..
"Bagaimana?" Jemari dingin Egbert membelai lembut pipi Annette. Gerakannya halus dan ringan, tapi itu penuh sinyal berbahaya. Membuat Annette merinding dan perlahan membeku seperti es.
"Apa kau masih berani menolak menjadi pengantin wanita ku?"
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Qovella_94
menendang thor
emang kuda menyepak😂
2023-06-10
0