|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil

Setelah pergi meninggalkan kawasan kampus, kini dua orang itu telah berada di sebuah tempat makan yang berkelas, mahal dan mewah. Sean langsung pergi untuk memesan ruang privat untuk mereka.

"Ayo" Ajak Sean pada Egbert ke sebuah ruang tertutup dan kedap suara yang di pesannya tadi.

Sekarang mereka dapat dengan bebas membahas topik apapun.

"Jadi pelayan mu membuatnya pingsan dan mengikat kedua tangannya ke tiang ranjang?"

"Em" Egbert mengambil botol wine dan menuangkannya sedikit ke dalam gelas.

"Lalu kau bercinta dengannya yang tak sadarkan diri seperti itu?"

"Em" Egbert mendekat kan bibir gelas ke mulutnya dan menyesapnya sedikit.

"Haah" Sean mendesah tak percaya.

"Kau tak seharusnya bersikap begitu" Ujarnya.

"Cukup kau memaksa dia untuk menikah denganmu, tapi untuk hal-hal intim seperti itu.." Sean benar-benar tak habis pikir bagaimana Egbert bisa tega melakukannya, terlebih itu pada gadis manusia yang begitu lemah dan rapuh.

"Tidak bisakah kau sedikit lebih manis?" Katanya dengan raut wajah serius.

"Atau barangkali beri dia waktu sampai dia siap?" Kali ini wajahnya terlihat sedikit prihatin.

Egbert yang mendengar rentetan pertanyaan Sean itu, menyeringai dengan senyum bosan, "Aku menikah untuk segera memiliki keturunan" Suaranya terdengar dingin dan acuh.

"Melakukan hal-hal bodoh yang kau katakan tadi, apa kau mencoba mendorong ku dalam sebuah romansa?"

Sedikit lebih manis dan bersabar...

Berapa banyak waktu yang akan terbuang? Belum lagi fakta akan gadis manusia yang terang saja...

Mereka cukup lemah soal perasaan.

"Yah bagaimana pun dia anak didik ku, jangan membuat ku terlalu merasa bersalah karena telah menjebaknya ke sisimu" Ujar Sean tak berdaya.

"Apa bedanya terlalu dengan tidak?" Egbert tampak menaikkan salah satu alisnya.

"Jika kau merasa bersalah, maka lakukan dengan sepenuhnya. Jika setengah-setengah, lebih baik lupakan saja!" Lanjutnya lagi.

"Hum" Sean hanya mengangguk pelan.

"Kau benar" Kenapa tiba-tiba ia bisa begitu sensitif sampai mementingkan itu benar dan salah? Bukankah sejak awal ia tidak pernah peduli atau berempati pada manusia meski barang sedikit?

"Tampaknya karena di dunia manusia aku berperan sebagai seorang pengajar yang di hormati, itu membuat aku menjadi sedikit sensitif" Sean mengangkat gelas dan menenggak habis cairan merah gelap itu.

"Jadi setelah ini, apa rencana mu?" Sean meletakkan gelas yang sudah kosong itu di atas meja.

"Apa kau akan menyekap gadis itu selamanya di kastil mu?" Tanyanya pada Egbert.

"Dan membebaskannya setelah semua keinginan mu tercapai?"

......................

Seusai membersihkan dirinya, Annette berjalan keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk putih yang sudah di siapkan. Annette melihat pintu kamarnya terbuka dan dua orang pelayan berjalan masuk sambil mendorong gawang gantungan baju. Di sana Annette dapat melihat sederet pakaian bergantungan dengan beraneka warna dan jenis.

"Ini adalah pakaian anda nyonya yang telah kami siapkan" Terang salah seorang pelayan.

"Apa kami perlu membantu anda memilih dan memakaikannya pada anda?" Tawar pelayan salah satunya lagi.

"Tidak perlu" Annette perlahan mengerti. Sepertinya pelayan-pelayan di kastil ini memang dididik untuk memperlakukannya khusus bak seorang ratu. Tapi Annette sungguh tak nyaman dengan itu.

"Keluar lah!" Annette terdengar tenang. Seluruh tubuhnya baru saja segar setelah mandi, ia tidak mau membuang-buang tenaga untuk marah. Karena akan ada sesuatu yang harus dilakukannya setelah ini.

"Baik nyonya" Kedua pelayan itupun berjalan patuh meninggalkan kamar.

Annette mendekati gawang gantungan baju. Tangannya menyentuh deretan pakaian di sana. Annette dapat merasakan setiap kainnya bertekstur halus, lembut dan nyaman. Tidak diragukan lagi semua itu adalah jenis premium dan pemborosan besar. Seumur ia hidup, ia tidak pernah menyentuh kemewahan seperti ini.

"Dia cukup murah hati menghabiskan uangnya untuk membelikan ku pakaian-pakaian ini"

Setelah Annette berpakaian dan beristirahat barang setengah jam seusai sarapan. Ia langsung menjalankan aksinya untuk menciptakan kekacauan di kastil besar itu. Tempat pertama yang menjadi korbannya adalah kamar Egbert.

Kamar besar yang rapi itu sesaat saja sudah berubah menjadi kapal pecah karena ulah Annette. Selimut terbengkalai ke lantai dan seprai putih terangkat dari tempatnya. Padahal pelayan baru saja membereskan kamar itu.

Tak sampai disitu. Kursi dan meja rias pun Annette hambur kan ke lantai dan cermin tanpa segan ia pecahkan.

"Bagaimana?"

"Setelah kekacauan ini kalian juga masih tidak membebaskan ku huh?" Pekik Annette.

Tiga orang pelayan berdiri kewalahan menatap kamar Egbert yang sudah porak-poranda..

"Nyonya"

"Harap tenang"

"Mohon kendalikan dirimu"

"Jika anda ingin pergi meninggalkan kastil, anda dapat membicarakannya nanti dengan tuan"

"Omong kosong!" Annette tersenyum sampah, "Apa menurutmu pria itu akan mendengarkan ku hah?" Bentak Annette.

Siap membuat ketiga pelayan itu tersentak di tempat. Karena Annette sekarang berstatus sebagai nyonya kastil, tentu mereka tidak bisa sembarang saja dalam memperlakukannya. Terakhir yang dapat bisa mereka lakukan adalah menahan diri dan bersabar.

"Tapi nyonya, jika anda terus berbuat seperti ini bisa-bisa tuan akan marah"

"Aku tidak peduli" Jawab Annette acuh.

"Pokoknya aku tidak akan berhenti sebelum kalian mengizinkan aku keluar dari sini"

Setelah mengatakan itu, Annette berlari keluar dari kamar dan mencari tempat lainnya yang akan menjadi korban selanjutnya. Tak mengira kastil tersebut begitu luas, hingga Annette kebingungan harus melangkah kemana.

"Dapur?" Annette tersenyum sinis ketika melihat dapur. Terus ia berlari ke sana dan kembali melanjutkan aksi pemberontakannya.

"Dasar orang-orang ini"

Prangg!

Annette mengambil piring-piring dan melemparkannya ke lantai.

"Taunya hanya mengatur ku"

Prangg!

Tak hanya piring, kini mangkok pun jadi sasaran.

"Apa mereka pikir aku hanya akan diam saja begitu?"

Prang!

Trang!

Crang!

Entah apa saja yang sudah Annette hempaskan ke lantai yang jelas sekarang rak piring itu sudah kosong.

"Kepala pelayan Mary bagaimana ini?" Seru salah seorang pelayan pada Mary.

"Kami tapi tak dapat menghentikan nyonya..."

Pelayan lain pun turut mengadu kepada Mary yang juga ter-ikut bingung harus bersikap seperti apa.

"Terus pantau saja nyonya dari jauh" Tutur Mary yang tetap berusaha tenang sebagai karakternya.

"Saya akan pergi menghubungi tuan dan melaporkan hal ini"

"Baik kepala pelayan Mary"

Kepala pelayan Mary pun berjalan ke ruang tamu yang besar. Ia mengambil gagang telepon rumah dan jari telunjuknya sibuk menekan tombol-tombol. Sambil menunggu panggilan tersambung, Mary meletakkan telpon tersebut di bawah telinga, hingga...

"Ada apa kau menghubungi ku?" Suara dingin bernada malas terdengar dari seberang.

"Tuan"

"Ada hal yang ingin saya laporkan terkait istri anda"

"Ada apa dengannya?" Suara Egbert terdengar acuh.

"Apa gadis itu membuat ulah di kediaman ku?"

Mary cukup terkejut karena Egbert dapat menebaknya dengan tepat, "Anda benar tuan"

Mary pun melanjutkan penjelasannya, "Istri anda terus memporak-porandakan kastil anda dan menghancurkan barang-barang"

"Katanya dia tak akan berhenti sebelum kami membolehkannya keluar dari kastil" Lanjutnya lagi.

"Kami disini sudah kewalahan menanganinya tuan" Bicara Mary sambil menghela nafas berat.

"Tolong tuan katakan, sikap apa yang harus kami ambil?"

Sesaat hening tak ada jawaban. Mary menanti dengan gugup takut Egbert akan marah padanya karena ini adalah pertama kalinya ia tak dapat mengendalikan keadaan.

"A-apakah kami perlu membuatnya pingsan seperti sebelumnya?"

Dari awal Mary ingin menyuruh pelayan melakukan itu, tapi mengingat Annette adalah nyonya kastil mereka sekarang. Tentu mereka tidak bisa bersikap sembarangan.

"Tidak perlu!"

"Saya akan segera pulang"

Terpopuler

Comments

putriyusman

putriyusman

emang ngadi ngadi tuh orang

2023-10-05

1

Senja Ayu

Senja Ayu

hancurkan aja, kan suamimu kaya 😁😁

2023-02-08

1

Maria Lina

Maria Lina

manusia bodoh cari mati wkwk

2022-10-18

1

lihat semua
Episodes
1 |1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2 |2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3 |3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4 |4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5 |5|. Menjadi Pengantin Wanita
6 |6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7 |7|. Mahkluk Penghisap Darah
8 |8|. Malam Upacara pernikahan
9 |9|. Ritual Malam Pertama
10 |10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11 |11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12 |12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13 |13|. Menghukum Tanganmu
14 |14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15 |15|. Sudah Seperti Cinderella
16 |16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17 |17|. Aku Sudah Menikah
18 |18|. Kenapa Memegang Perut?
19 |19|. Dua Garis Merah
20 |20|. Kehamilan Yang Beresiko
21 |21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22 |22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23 |23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24 |24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25 |25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26 |26|. Tidak Perlu Khawatir
27 |27|. Darah Istriku Lebih Manis
28 |28|. Hamil Di Luar Nikah
29 |29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30 |30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31 |31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32 |32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33 |33|. Aku Ingin Dia Lahir
34 |34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35 |35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36 |36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37 |37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38 |38|. Kau Bisa Memasakkan?
39 |39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40 |40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41 |41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42 |42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43 |43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44 |44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45 |45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46 |46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47 |47|. Apakah Ada Yang Salah?
48 |48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49 |49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50 |50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51 |51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52 |52|. Betis Mu Berdarah
53 |53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54 |54|. Pelayan Pribadi Anda?
55 |55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56 |56|. Aku Sudah Menemukannya
57 |57|. Jangan Makan Lagi!
58 |58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59 |59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60 |60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61 |61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62 |62|. Kau Temani Aku Pulang
63 |63|. Memutuskan Untuk Menginap
64 |64|. Apa Anda Pria Impoten?
65 |65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66 |66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67 |67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68 |68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69 |69|. Rubah Kecil Yang Licik
70 |70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71 |71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72 |72|. Apa Dia Campuran?
73 |73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74 |74|. Kau Berani Menampar Ku?
75 |75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76 |76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77 |77|. Menolak Untuk Sarapan
78 |78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79 |79|. Istrimu Bukan Selir mu
80 |80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81 |81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82 |82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83 |83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84 |84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85 |85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86 |86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87 |87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88 Curahan Penulis
89 |88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90 |89|. Membesarkan Kucing Liar?
91 |90|. Ingin Menagih Janjimu
92 |91|. Pingsan Karena Ciuman
93 |92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94 |93|. Istriku Adalah Pengecualian
95 |94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96 |95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97 |96|. Aku Adalah Kekasihnya
98 |97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99 |98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100 |99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101 |100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102 |101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103 |102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104 |103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105 |104|. Seperti Hitam Dan Putih
106 |105|. Jangan Sentuh Dia
107 |106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108 |107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109 |108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110 |109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111 |110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112 |111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113 |112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114 |113|. Tidak Mau Mati Muda
115 |114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116 |115|. Anda Jangan Salah Paham
117 |116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118 |117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119 |118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120 |119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121 |120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122 |121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123 |122|. Membeli Keperluan Istri
124 |123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125 |124|. Tolong Jangan Marah...
126 |125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127 |126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128 |127|. Lebih Baik Menahan Diri
129 |128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130 |129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131 |130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132 |131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133 |132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134 |133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135 |134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136 |135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137 |136|. Kita Akan Menderita Bersama
138 |137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139 |138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140 |139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141 |140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142 |141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143 |142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144 |143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145 |144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146 |145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147 |146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148 Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149 Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150 Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)
Episodes

Updated 150 Episodes

1
|1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2
|2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3
|3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4
|4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5
|5|. Menjadi Pengantin Wanita
6
|6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7
|7|. Mahkluk Penghisap Darah
8
|8|. Malam Upacara pernikahan
9
|9|. Ritual Malam Pertama
10
|10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11
|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12
|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13
|13|. Menghukum Tanganmu
14
|14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15
|15|. Sudah Seperti Cinderella
16
|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17
|17|. Aku Sudah Menikah
18
|18|. Kenapa Memegang Perut?
19
|19|. Dua Garis Merah
20
|20|. Kehamilan Yang Beresiko
21
|21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22
|22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23
|23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24
|24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25
|25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26
|26|. Tidak Perlu Khawatir
27
|27|. Darah Istriku Lebih Manis
28
|28|. Hamil Di Luar Nikah
29
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30
|30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31
|31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32
|32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33
|33|. Aku Ingin Dia Lahir
34
|34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35
|35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36
|36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37
|37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38
|38|. Kau Bisa Memasakkan?
39
|39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40
|40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41
|41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42
|42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43
|43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44
|44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45
|45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46
|46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47
|47|. Apakah Ada Yang Salah?
48
|48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49
|49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50
|50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51
|51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52
|52|. Betis Mu Berdarah
53
|53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54
|54|. Pelayan Pribadi Anda?
55
|55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56
|56|. Aku Sudah Menemukannya
57
|57|. Jangan Makan Lagi!
58
|58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59
|59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60
|60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61
|61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62
|62|. Kau Temani Aku Pulang
63
|63|. Memutuskan Untuk Menginap
64
|64|. Apa Anda Pria Impoten?
65
|65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66
|66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67
|67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68
|68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69
|69|. Rubah Kecil Yang Licik
70
|70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71
|71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72
|72|. Apa Dia Campuran?
73
|73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74
|74|. Kau Berani Menampar Ku?
75
|75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76
|76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77
|77|. Menolak Untuk Sarapan
78
|78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79
|79|. Istrimu Bukan Selir mu
80
|80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81
|81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82
|82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83
|83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84
|84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85
|85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87
|87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88
Curahan Penulis
89
|88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90
|89|. Membesarkan Kucing Liar?
91
|90|. Ingin Menagih Janjimu
92
|91|. Pingsan Karena Ciuman
93
|92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94
|93|. Istriku Adalah Pengecualian
95
|94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96
|95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97
|96|. Aku Adalah Kekasihnya
98
|97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101
|100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102
|101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103
|102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104
|103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105
|104|. Seperti Hitam Dan Putih
106
|105|. Jangan Sentuh Dia
107
|106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108
|107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109
|108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110
|109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111
|110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112
|111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113
|112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114
|113|. Tidak Mau Mati Muda
115
|114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116
|115|. Anda Jangan Salah Paham
117
|116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118
|117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119
|118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120
|119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121
|120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122
|121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123
|122|. Membeli Keperluan Istri
124
|123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125
|124|. Tolong Jangan Marah...
126
|125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127
|126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128
|127|. Lebih Baik Menahan Diri
129
|128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130
|129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131
|130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133
|132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134
|133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135
|134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136
|135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137
|136|. Kita Akan Menderita Bersama
138
|137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139
|138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140
|139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141
|140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142
|141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143
|142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144
|143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145
|144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146
|145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147
|146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148
Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149
Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150
Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!