|20|. Kehamilan Yang Beresiko

"Kau tidak perlu ke kampus hari ini"

Annette dan Egbert tidak pernah sarapan bersama. Tapi pagi itu, Annette melihat Egbert menantinya di meja makan dan mengatakan hal yang seketika membuat nafsu makannya hilang.

"Kenapa?" Annette memotong telur mata sapi dengan garpu dan memasukkannya ke dalam mulut.

"Bukankah aku sudah mengatakannya semalam? Hari ini kau akan di periksa oleh seorang dokter kandungan" Ujar Egbert dengan ekspresi datarnya yang sangat membuat Annette geram.

"Aku hanya ada dua mata kuliah hari ini dan akan selesai tepat pukul dua belas siang. Tidak bisakah di tunda saja sampai jam segitu?" Tukas Annette yang jelas tak senang jika ia harus absen hari ini dari kampus.

"Semuanya sudah ku atur, tidak ada penundaan jadi menurut lah"

Annette yang mendengar jawaban itu, mencengkram erat garpu di tangan. Haruskah ia marah? Memberontak keras kalau ia tak setuju? Haruskah?

"Bukankah hanya pemeriksaan? Ku pikir kita bisa melakukannya sekitar jam dua siang atau tepatnya setelah jam makan" Annette memutuskan untuk berbicara dengan tenang mengutarakan pendapatnya.

Egbert memotong hati sapi bakar dan menyuapnya ke dalam mulut. Setelah mengunyah habis barang yang ada dalam mulutnya itu, Egbert meneguk segelas darah kambing. Setelahnya mengambil tissue dan mengelap mulutnya dengan gerakan yang sangat rapi.

"Dokter yang akan datang adalah dokter dari bangsa ku. Dia seseorang yang cukup sibuk. Tapi semalam aku menghubunginya dan menyuruhnya untuk segera datang kemari" Tutur Egbert, mata dinginnya tampak menjelaskan dengan acuh, "Perjalanan dari sana ke tempat ini memakan waktu sekitar delapan jam. Atas paksaan dariku, dia telah berangkat dari pukul satu pagi dan akan sampai sekitar jam delapan"

Egbert menyingkirkan piring ke samping dan melipat kedua tangannya di atas meja, "Sekarang kau mengerti kenapa aku katakan tidak ada penundaan?"

Annette mati kutu di tempat mendengar penjelasan itu. Rasa marahnya seketika sirna dan darah di otaknya yang tadinya mendidih kini mendingin. Ia cukup terkesan pria acuh itu mau menjelaskannya sampai se-lugas itu.

"Eum" Annette hanya mengangguk pelan sebagai tanda paham.

Setelah sarapan, Annette berkirim pesan pada Lucy mengatakan bahwa dirinya sakit hingga tak dapat pergi ke kampus. Kemudian ia beranjak ke kamarnya, duduk di atas kusen jendela dan merenungi lantai bawah kastil yang dipenuhi pepohonan besar dan rerumputan hijau yang terawat dengan cantik.

Dalam keheningan angin yang berhembus menerpa wajahnya, Annette bergumam, "Aku hamil, tapi saat ini perut ku masih rata" Annette meraba permukaan perutnya.

"Jika nanti membesar, haruskah aku mengambil cuti dari kampus?"

Memikirkan itu membuat Annette mendesah berat.

"Bagaimana jika itu akan mempengaruhi beasiswa ku?" Annette melempar pandangannya ke arah langit biru cerah.

Itu cukup cerah dengan sentuhan matahari pagi yang bersemangat. Namun melihat itu sesaat Annette tersenyum miris.

"Akankah hari esok ku masih secerah hari ini?"

......................

Tepat pukul delapan pagi lewat sepuluh menit, dokter yang dimaksudkan Egbert telah tiba di vila. Itu adalah seorang pria tua mengenakan mantel coklat panjang selutut, berperawakan segar dan kekar. Annette berbaring di atas ranjang dan membiarkan dokter tersebut memeriksanya.

Setelah melewati serangkaian pemeriksaan, dokter tersebut langsung membereskan peralatannya dan di masukkan kedalam tas hitam yang dibawanya. Kemudian ia berjalan mendatangi Egbert yang berdiri tepat di depan jendela, "Bagaimana hasilnya?" Tanya Egbert, kedua tangannya terlipat di depan dada dan sekilas ia melirik pada Annette yang sudah duduk bersandar ke kepala ranjang.

"Usia kandungannya sudah empat minggu" Jawab dokter tersebut.

Berhasil membuat jantung Annette berdegup kencang dengan tangannya meraba pelan perutnya mencoba merasakan kehidupan di dalam sana.

"Sepanjang saya berkiprah di dunia medis, ini adalah kali pertama saya menangani pasien manusia yang mengandung benih dari bangsa kita. Menurut saya kehamilan ini pasti akan sangat beresiko" Jabarnya lagi.

Egbert mengangguk paham. Sekilas ia melirik pada Annette. Ia dapat melihat sejejak kecemasan melanda raut wajah gadis itu.

"Bayi manusia ketika dalam kandungan, akan mendapat asupan dari apa yang ibunya makan melalui plasenta. Sedangkan pada bangsa kita pun juga demikian hanya makanan pokok manusia bukanlah darah seperti kita jadi perbedaan besar ini jelas akan menjadi ancaman besar"

Annette yang mendengar jelas penjabaran itu, meremas kain selimut gugup. Satu kata yang terus terngiang-ngiang— 'ancaman'.

"Saya khawatir bayi yang di kandung manusia itu akan memakan sel darah dalam tubuhnya dan tidak menutup kemungkinan jika hal tersebut terjadi, maka proses perkembangan kehamilan pun akan berangsur lebih cepat. Yang umumnya berkisar sembilan bulan tapi ini dapat menjadi lima bulan atau bahkan mungkin empat bulan tergantung seberapa banyak bayi tersebut mengkonsumsi darah ibunya"

"Jadi ada kemungkinan bahwa kehamilan ini akan berlangsung lebih cepat dari kehamilan pada umumnya?" Tanya Egbert. Ia tidak akan menduga ternyata manusia mengandung bayi bangsa mereka tidak lah sesederhana itu.

"Bisa dikatakan begitu" Angguk dokter tua tersebut.

"Hanya saja apa yang baru saya katakan tadi, itu masih berupa spekulasi awal. Kita dapat melihat seminggu ke depan sebagai rujukan. Jika memang terjadinya perkembangan pesat pada kehamilan dan pasien mengalami anemia, maka spekulasi saya benar adanya"

"Em" Egbert hanya berdeham pelan sebagai tanda mengerti apa yang dimaksud oleh dokter tersebut.

Setelahnya Egbert membawa pergi dokter tersebut keluar dari kamar Annette. Kemudian ia bertepuk tangan, mengirim sinyal pada Mary agar segera datang.

"Kau sudah siapkan kamar untuk dokter Robbin beristirahat?"

"Sudah tuan" Angguk Mary.

Kemudian Egbert menoleh pada Robbin berkata, "Menginap lah di sini sampai seminggu ke depan"

"Saya khawatir saya tidak bisa. Bagaimana jika orang-orang kekaisaran mencari saya?"

Di bangsanya, Robbin adalah seorang dokter paling senior yang mengabdi kan diri sebagai dokter di istana. Ia telah memiliki beberapa anak didik yang beberapa dari mereka telah membuka praktek sendiri dan sebagiannya lagi juga ikut bekerja dengannya di istana.

"Soal itu saya dapat mengurusnya" Itu karena hanya Robbin yang bisa Egbert percayai. Selain dokter yang berperingkat tinggi, tapi Robbin juga terampil medis netral yang tidak terlibat dalam faksi manapun. Itulah kenapa ia cukup mempercayai dokter tua itu.

"Baiklah, kalau begitu saya akan menginap di tempat ini selama seminggu" Tukas Robbin yang terakhir menyetujuinya. Egbert adalah salah seorang yang di hormati nya di kekaisaran. Pria itu telah menyumbang banyak dalam setiap proyek perkembangan medis yang ia kerjakan.

Itulah kenapa rada susah baginya menolak permintaan Egbert. Seperti halnya semalam, padahal ia tidak ingin berangkat pagi-pagi buta dari tempatnya hingga ke negri manusia. Tapi karena Egbert terus mendesak, ia pun segera mengatur jadwal untuk pergi.

......................

Terpopuler

Comments

Astri

Astri

keren

2023-05-29

0

Senja Ayu

Senja Ayu

ceritamu bagus Lo Thor, tp belum banyak yg tau 😁😁😁

2023-02-08

3

lihat semua
Episodes
1 |1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2 |2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3 |3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4 |4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5 |5|. Menjadi Pengantin Wanita
6 |6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7 |7|. Mahkluk Penghisap Darah
8 |8|. Malam Upacara pernikahan
9 |9|. Ritual Malam Pertama
10 |10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11 |11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12 |12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13 |13|. Menghukum Tanganmu
14 |14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15 |15|. Sudah Seperti Cinderella
16 |16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17 |17|. Aku Sudah Menikah
18 |18|. Kenapa Memegang Perut?
19 |19|. Dua Garis Merah
20 |20|. Kehamilan Yang Beresiko
21 |21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22 |22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23 |23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24 |24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25 |25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26 |26|. Tidak Perlu Khawatir
27 |27|. Darah Istriku Lebih Manis
28 |28|. Hamil Di Luar Nikah
29 |29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30 |30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31 |31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32 |32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33 |33|. Aku Ingin Dia Lahir
34 |34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35 |35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36 |36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37 |37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38 |38|. Kau Bisa Memasakkan?
39 |39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40 |40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41 |41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42 |42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43 |43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44 |44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45 |45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46 |46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47 |47|. Apakah Ada Yang Salah?
48 |48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49 |49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50 |50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51 |51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52 |52|. Betis Mu Berdarah
53 |53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54 |54|. Pelayan Pribadi Anda?
55 |55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56 |56|. Aku Sudah Menemukannya
57 |57|. Jangan Makan Lagi!
58 |58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59 |59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60 |60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61 |61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62 |62|. Kau Temani Aku Pulang
63 |63|. Memutuskan Untuk Menginap
64 |64|. Apa Anda Pria Impoten?
65 |65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66 |66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67 |67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68 |68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69 |69|. Rubah Kecil Yang Licik
70 |70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71 |71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72 |72|. Apa Dia Campuran?
73 |73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74 |74|. Kau Berani Menampar Ku?
75 |75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76 |76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77 |77|. Menolak Untuk Sarapan
78 |78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79 |79|. Istrimu Bukan Selir mu
80 |80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81 |81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82 |82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83 |83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84 |84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85 |85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86 |86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87 |87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88 Curahan Penulis
89 |88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90 |89|. Membesarkan Kucing Liar?
91 |90|. Ingin Menagih Janjimu
92 |91|. Pingsan Karena Ciuman
93 |92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94 |93|. Istriku Adalah Pengecualian
95 |94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96 |95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97 |96|. Aku Adalah Kekasihnya
98 |97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99 |98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100 |99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101 |100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102 |101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103 |102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104 |103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105 |104|. Seperti Hitam Dan Putih
106 |105|. Jangan Sentuh Dia
107 |106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108 |107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109 |108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110 |109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111 |110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112 |111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113 |112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114 |113|. Tidak Mau Mati Muda
115 |114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116 |115|. Anda Jangan Salah Paham
117 |116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118 |117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119 |118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120 |119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121 |120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122 |121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123 |122|. Membeli Keperluan Istri
124 |123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125 |124|. Tolong Jangan Marah...
126 |125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127 |126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128 |127|. Lebih Baik Menahan Diri
129 |128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130 |129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131 |130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132 |131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133 |132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134 |133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135 |134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136 |135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137 |136|. Kita Akan Menderita Bersama
138 |137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139 |138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140 |139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141 |140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142 |141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143 |142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144 |143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145 |144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146 |145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147 |146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148 Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149 Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150 Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)
Episodes

Updated 150 Episodes

1
|1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2
|2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3
|3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4
|4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5
|5|. Menjadi Pengantin Wanita
6
|6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7
|7|. Mahkluk Penghisap Darah
8
|8|. Malam Upacara pernikahan
9
|9|. Ritual Malam Pertama
10
|10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11
|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12
|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13
|13|. Menghukum Tanganmu
14
|14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15
|15|. Sudah Seperti Cinderella
16
|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17
|17|. Aku Sudah Menikah
18
|18|. Kenapa Memegang Perut?
19
|19|. Dua Garis Merah
20
|20|. Kehamilan Yang Beresiko
21
|21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22
|22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23
|23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24
|24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25
|25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26
|26|. Tidak Perlu Khawatir
27
|27|. Darah Istriku Lebih Manis
28
|28|. Hamil Di Luar Nikah
29
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30
|30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31
|31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32
|32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33
|33|. Aku Ingin Dia Lahir
34
|34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35
|35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36
|36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37
|37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38
|38|. Kau Bisa Memasakkan?
39
|39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40
|40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41
|41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42
|42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43
|43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44
|44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45
|45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46
|46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47
|47|. Apakah Ada Yang Salah?
48
|48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49
|49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50
|50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51
|51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52
|52|. Betis Mu Berdarah
53
|53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54
|54|. Pelayan Pribadi Anda?
55
|55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56
|56|. Aku Sudah Menemukannya
57
|57|. Jangan Makan Lagi!
58
|58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59
|59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60
|60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61
|61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62
|62|. Kau Temani Aku Pulang
63
|63|. Memutuskan Untuk Menginap
64
|64|. Apa Anda Pria Impoten?
65
|65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66
|66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67
|67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68
|68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69
|69|. Rubah Kecil Yang Licik
70
|70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71
|71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72
|72|. Apa Dia Campuran?
73
|73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74
|74|. Kau Berani Menampar Ku?
75
|75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76
|76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77
|77|. Menolak Untuk Sarapan
78
|78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79
|79|. Istrimu Bukan Selir mu
80
|80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81
|81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82
|82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83
|83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84
|84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85
|85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87
|87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88
Curahan Penulis
89
|88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90
|89|. Membesarkan Kucing Liar?
91
|90|. Ingin Menagih Janjimu
92
|91|. Pingsan Karena Ciuman
93
|92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94
|93|. Istriku Adalah Pengecualian
95
|94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96
|95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97
|96|. Aku Adalah Kekasihnya
98
|97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101
|100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102
|101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103
|102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104
|103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105
|104|. Seperti Hitam Dan Putih
106
|105|. Jangan Sentuh Dia
107
|106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108
|107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109
|108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110
|109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111
|110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112
|111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113
|112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114
|113|. Tidak Mau Mati Muda
115
|114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116
|115|. Anda Jangan Salah Paham
117
|116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118
|117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119
|118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120
|119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121
|120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122
|121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123
|122|. Membeli Keperluan Istri
124
|123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125
|124|. Tolong Jangan Marah...
126
|125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127
|126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128
|127|. Lebih Baik Menahan Diri
129
|128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130
|129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131
|130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133
|132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134
|133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135
|134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136
|135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137
|136|. Kita Akan Menderita Bersama
138
|137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139
|138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140
|139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141
|140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142
|141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143
|142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144
|143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145
|144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146
|145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147
|146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148
Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149
Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150
Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!