|15|. Sudah Seperti Cinderella

"Aakh"

Rasa panas dan ngilu yang menyakitkan langsung menghantam tubuh bawahnya.

"S-sakit" Rintih Annette menyedihkan.

"Aakh"

"Sakit sekali"

"Lepaskan sakit"

Annette mendorong keras dada Egbert, memohon nya untuk berhenti. Tapi pria itu masih terus saja bergerak dengan membabi-buta nya.

"Haah"

"Haah"

Terdengar des*h*n nafas Egbert yang jatuh menerpa wajah Annette yang kesakitan. Egbert dapat melihat sepasang mata hitam Annette yang berkaca-kaca dan bibir kecilnya yang terus melenguh sakit. Pemandangan itu kian membangkitkan bara api dalam tubuhnya hingga ia tak tahan untuk tidak melakukan....

Kret

"Aakhh"

Egbert menggigit lehernya dan air matanya terus mengucur deras. Rasa sakit yang ditanggungnya sungguh tak tergambarkan.

Kret

Tidak hanya leher. gigitan itu terus berlanjut ke pundak, lengan bahkan paha.

"C-cukup" Lagi-lagi Annette berjuang keras mendorong tubuh besar itu pergi dari atasnya.

"K-kumohon jangan menggigit lagi..."

"Aakh"

Namun ia sama sekali tidak berdaya melakukannya. Kekuatannya kalah mutlak. Ia pun hanya bisa pasrah bak ikan di atas telenan.

Sesekali ia meremas selimut dan menggigit bibir bawahnya meredam nyeri setiap kali Egbert datang menggigitnya. Kedua kakinya seakan patah dan tulang belulangnya seakan remuk sudah.

Malam itu...

Rasanya Annette seperti akan mati sebagai santapan hewan buas.

......................

Tak terasa seminggu sudah Annette berdiam di kastil besar itu. Ia menjalani kesehariannya dengan duduk bosan tak berbuat apa-apa. Semua orang di kastil begitu menghormati dan melayaninya dengan baik. Sekali saja ia menyentuh piring untuk mencuci atau mengambil sapu untuk menyapu, segera mereka datang dan menahannya.

"Nyonya ini adalah tugas kami"

"Anda cukup bersantai saja"

Begitulah yang mereka katakan. Kehidupan seperti ini bukanlah kehidupannya. Annette tak dapat terbiasa dengan segala kemewahan dan pelayanan itu.

"Huft"

"Sampai kapan aku harus berdiam disini"

Sore itu Annette duduk di bangku taman belakang dengan se-teko teh dan biskuit.

"Padahal aku sudah berperilaku baik dan tidak membuat kekacauan lagi" Katanya dengan wajah tertekuk lesu.

"Tapi kenapa dia masih belum memberikanku akses pulang-pergi dari sini"

"Haah" Annette mendesah berat dan menyesap cangkir teh di tangannya.

Itu hangat dan menenangkan dengan ekstrak bunga chamomile didalamnya. Meletakkan cangkir di meja, Annette termenung menatap bunga-bunga di taman. Ia sama sekali tidak sadar dengan derap langkah kaki yang datang dari belakang.

Seseorang itu terus melangkah dan kemudian berhenti tepat di depan punggung kurus Annette yang tengah bersandar di kursi. Kemudian seseorang itu menunduk dan menjatuhkan mulutnya tepat di leher jenjang Annette.

Deg!

Annette terkesiap dan spontan menoleh ke belakang,

"Kau—"

Annette merinding mendapati hembusan nafas hangat Egbert yang membelai lehernya. Tepat ketika merasakan pergerakan mulut pria itu yang perlahan terbuka, Annette meremas tangannya gugup berusaha mempersiapkan diri.

Kret

"Stt" Annette mengetap kan bibir, mendesis sakit.

'Dasar vampir sial*n!'

Umpat Annette dalam hati.

'Kenapa hobi sekali menggigit leherku?'

Egbert tak melepaskan gigitannya dan malah berlanjut menghisap. Daging lembut di tubuh Annette begitu manis sampai membuatnya begitu candu. Sedikit saja jika ia tidak mengendalikan diri, mungkin ia akan menghisap darah gadis itu. Egbert pun berhenti menggigit dan matanya yang penuh gairah pergi menatap wajah Annette.

"Akhir-akhir ini kau cukup patuh" Jemari telunjuknya pergi membelai belahan pipi tirus Annette.

"Kau bahkan tidak mengelak ketika aku menggigit mu"

Mendengar itu, Annette hanya tersenyum meringis.

"Jadi..." Annette mengulum bibirnya gugup, "Bagaimana?"

"Apa aku sudah bisa mendapatkan akses pulang-pergi dari sini?" Annette mengedipkan matanya, menatap Egbert penuh harap. Ia sungguh berharap pria itu akan mengatakan 'Ya' untuk permintaannya itu.

Egbert perlahan berdiri tegap dan pergi duduk tepat di samping Annette.

"Kenapa kau ingin sekali pergi dari sini?"

"Apa pelayanan yang ku berikan padamu sejauh ini kurang memuaskan?"

"Makanan kelas A, pakaian dengan bahan kualitas premium dan kastil besar ku yang sangat mewah.."

"Tidakkah kau menikmatinya?"

"Aku menikmatinya" Angguk Annette mantap. Hidup di kastil besar ini serasa menjadi seorang putri di istana.

"Hanya satu yang tidak ku nikmati" Tukas Annette.

"Apa itu?"

'Kamu'

'Sikapmu, gigitan mu dan bercinta denganmu'

'Alih-alih menikmati, aku serasa seperti akan mati'

Annette ingin mengatakan itu, tapi ia tidak punya nyali yang cukup.

"Kenapa diam?"

"Cepat jawablah!" Egbert terdengar tak sabar.

"Kehidupan ku disini...aku tidak menikmatinya"

"Kenapa?"

"Haah" Annette menghela nafas berat.

"Kau tau? aku sama sekali tidak terbiasa dengan segala kemewahan ini" Tuturnya.

"Aku terbiasa hidup bekerja keras dan belajar giat di perguruan tinggi. Tapi karena aku terkurung di kastil besar mu ini, aku sungguh merasa kehilangan kehidupanku yang sesungguhnya"

Sorot mata Annette terlihat sedih, "Kau.."

"Tidak bisakah kau memberikan aku sedikit kelonggaran?"

"Aku masih ingin bekerja, belajar dan menjalani keseharian ku yang seperti biasanya" Bola mata hitam Annette membesar, berkaca-kaca dan menatap mengiba pada Egbert.

Sesaat suasana menjadi hening. Annette menunggu jawaban Egbert dengan tatapan menunduk menatap rerumputan.

"Baik"

"Aku akan memberikan akses pulang-pergi padamu dan mengizinkan mu menjalani keseharian mu yang seperti biasanya, tapi dengan syarat..."

"Apa syaratnya?" Kini mata hitam Annette tampak berbinar cantik.

"Semua harus dalam pengaturan ku"

"Oh"

"Baiklah" Annette terdengar sedikit kecewa. Tapi setidaknya itu saja sudah cukup.

Setelah mengatakan itu Egbert bangun dari duduknya dan berlalu pergi meninggalkan taman. Annette menatap punggung itu yang berangsur-angsur lenyap dari pandangannya.

"Haah"

"Kenapa aku harus terjebak dalam kehidupan seperti ini?"

"Seandainya saja malam itu aku mendengarkan nasehat kak Laura..."

"Mungkin semua ini tidak akan terjadi padaku"

"Bukankah begitu?" Annette tersenyum kecut dan menghapus setitik air mata yang keluar dari sudut matanya. Kemudian Annette kembali menikmati teh nya dalam diam.

Malam harinya tepat setelah makan malam. Egbert mengajaknya duduk di sofa ruang tengah untuk membicarakan topik tadi sore.

"Besok pagi aku akan mendatangkan seorang sopir pribadi khusus untuk melayani mu pulang-pergi dari sini"

"Em" Annette hanya mengangguk pelan mendengar itu.

"Dari senin sampai jum'at, kau di perbolehkan beraktivitas semaunya di luar sana, tapi dengan syarat..." Egbert mengangkat jari telunjuknya penuh peringatan.

"Sebelum jam dua belas malam, kau harus sudah berada di kastil ini"

"Haah!" Annette menghembus nafas kasar, "Sebelum jam dua belas malam?"

"Sudah seperti Cinderella saja" Keluhnya.

"Sepertinya kau tidak berkenan?"

"Apa sebaiknya aku tarik kem—"

"Jangan" Cegat Annete cepat.

"Ku rasa menjadi seorang Cinderella tidak buruk" Annette memasang senyum tertekan di wajahnya, "Itu cukup menyenangkan"

"Oh, ku pikir kau keberatan dengan itu"

"..."

"Lalu khusus akhir pekan, kau harus berada seharian penuh di kastil. Kau mengerti?"

"Eum, aku mengerti" Angguk Annette.

"Jika kau melanggar salah satu dari persyaratan yang aku katakan tadi, maka akses pulang-pergi mu akan segera ku cabut"

"Apaa?" Sepasang bola mata hitam Annette membesar dengan tatapan tak percaya.

"S-segera di cabut?"

"Apa sama sekali tidak ada peringatan?"

"Sepertinya kau berniat untuk melanggar hum?"

"Ah, tidak-tidak.." Cepat-cepat Annette menggeleng.

"Kalau begitu sudah itu saja persyaratan dariku" Tukas Egbert.

"Kembalilah ke kamar mu"

"Aku tidak akan bercinta dengan mu malam ini"

Blush!

Lagi-lagi pipi Annette memerah rekah setiap kali mendengar kata 'itu' keluar dari mulut Egbert itu.

......................

Terpopuler

Comments

Senja Ayu

Senja Ayu

hanya malam ini, tidak untuk besok malam wkwkw

2023-02-08

2

lihat semua
Episodes
1 |1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2 |2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3 |3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4 |4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5 |5|. Menjadi Pengantin Wanita
6 |6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7 |7|. Mahkluk Penghisap Darah
8 |8|. Malam Upacara pernikahan
9 |9|. Ritual Malam Pertama
10 |10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11 |11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12 |12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13 |13|. Menghukum Tanganmu
14 |14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15 |15|. Sudah Seperti Cinderella
16 |16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17 |17|. Aku Sudah Menikah
18 |18|. Kenapa Memegang Perut?
19 |19|. Dua Garis Merah
20 |20|. Kehamilan Yang Beresiko
21 |21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22 |22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23 |23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24 |24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25 |25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26 |26|. Tidak Perlu Khawatir
27 |27|. Darah Istriku Lebih Manis
28 |28|. Hamil Di Luar Nikah
29 |29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30 |30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31 |31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32 |32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33 |33|. Aku Ingin Dia Lahir
34 |34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35 |35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36 |36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37 |37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38 |38|. Kau Bisa Memasakkan?
39 |39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40 |40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41 |41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42 |42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43 |43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44 |44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45 |45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46 |46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47 |47|. Apakah Ada Yang Salah?
48 |48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49 |49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50 |50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51 |51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52 |52|. Betis Mu Berdarah
53 |53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54 |54|. Pelayan Pribadi Anda?
55 |55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56 |56|. Aku Sudah Menemukannya
57 |57|. Jangan Makan Lagi!
58 |58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59 |59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60 |60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61 |61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62 |62|. Kau Temani Aku Pulang
63 |63|. Memutuskan Untuk Menginap
64 |64|. Apa Anda Pria Impoten?
65 |65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66 |66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67 |67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68 |68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69 |69|. Rubah Kecil Yang Licik
70 |70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71 |71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72 |72|. Apa Dia Campuran?
73 |73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74 |74|. Kau Berani Menampar Ku?
75 |75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76 |76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77 |77|. Menolak Untuk Sarapan
78 |78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79 |79|. Istrimu Bukan Selir mu
80 |80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81 |81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82 |82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83 |83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84 |84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85 |85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86 |86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87 |87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88 Curahan Penulis
89 |88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90 |89|. Membesarkan Kucing Liar?
91 |90|. Ingin Menagih Janjimu
92 |91|. Pingsan Karena Ciuman
93 |92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94 |93|. Istriku Adalah Pengecualian
95 |94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96 |95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97 |96|. Aku Adalah Kekasihnya
98 |97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99 |98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100 |99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101 |100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102 |101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103 |102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104 |103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105 |104|. Seperti Hitam Dan Putih
106 |105|. Jangan Sentuh Dia
107 |106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108 |107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109 |108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110 |109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111 |110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112 |111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113 |112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114 |113|. Tidak Mau Mati Muda
115 |114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116 |115|. Anda Jangan Salah Paham
117 |116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118 |117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119 |118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120 |119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121 |120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122 |121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123 |122|. Membeli Keperluan Istri
124 |123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125 |124|. Tolong Jangan Marah...
126 |125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127 |126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128 |127|. Lebih Baik Menahan Diri
129 |128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130 |129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131 |130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132 |131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133 |132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134 |133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135 |134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136 |135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137 |136|. Kita Akan Menderita Bersama
138 |137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139 |138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140 |139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141 |140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142 |141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143 |142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144 |143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145 |144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146 |145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147 |146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148 Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149 Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150 Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)
Episodes

Updated 150 Episodes

1
|1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2
|2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3
|3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4
|4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5
|5|. Menjadi Pengantin Wanita
6
|6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7
|7|. Mahkluk Penghisap Darah
8
|8|. Malam Upacara pernikahan
9
|9|. Ritual Malam Pertama
10
|10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11
|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12
|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13
|13|. Menghukum Tanganmu
14
|14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15
|15|. Sudah Seperti Cinderella
16
|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17
|17|. Aku Sudah Menikah
18
|18|. Kenapa Memegang Perut?
19
|19|. Dua Garis Merah
20
|20|. Kehamilan Yang Beresiko
21
|21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22
|22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23
|23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24
|24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25
|25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26
|26|. Tidak Perlu Khawatir
27
|27|. Darah Istriku Lebih Manis
28
|28|. Hamil Di Luar Nikah
29
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30
|30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31
|31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32
|32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33
|33|. Aku Ingin Dia Lahir
34
|34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35
|35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36
|36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37
|37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38
|38|. Kau Bisa Memasakkan?
39
|39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40
|40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41
|41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42
|42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43
|43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44
|44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45
|45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46
|46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47
|47|. Apakah Ada Yang Salah?
48
|48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49
|49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50
|50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51
|51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52
|52|. Betis Mu Berdarah
53
|53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54
|54|. Pelayan Pribadi Anda?
55
|55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56
|56|. Aku Sudah Menemukannya
57
|57|. Jangan Makan Lagi!
58
|58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59
|59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60
|60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61
|61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62
|62|. Kau Temani Aku Pulang
63
|63|. Memutuskan Untuk Menginap
64
|64|. Apa Anda Pria Impoten?
65
|65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66
|66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67
|67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68
|68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69
|69|. Rubah Kecil Yang Licik
70
|70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71
|71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72
|72|. Apa Dia Campuran?
73
|73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74
|74|. Kau Berani Menampar Ku?
75
|75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76
|76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77
|77|. Menolak Untuk Sarapan
78
|78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79
|79|. Istrimu Bukan Selir mu
80
|80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81
|81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82
|82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83
|83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84
|84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85
|85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87
|87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88
Curahan Penulis
89
|88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90
|89|. Membesarkan Kucing Liar?
91
|90|. Ingin Menagih Janjimu
92
|91|. Pingsan Karena Ciuman
93
|92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94
|93|. Istriku Adalah Pengecualian
95
|94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96
|95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97
|96|. Aku Adalah Kekasihnya
98
|97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101
|100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102
|101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103
|102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104
|103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105
|104|. Seperti Hitam Dan Putih
106
|105|. Jangan Sentuh Dia
107
|106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108
|107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109
|108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110
|109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111
|110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112
|111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113
|112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114
|113|. Tidak Mau Mati Muda
115
|114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116
|115|. Anda Jangan Salah Paham
117
|116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118
|117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119
|118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120
|119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121
|120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122
|121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123
|122|. Membeli Keperluan Istri
124
|123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125
|124|. Tolong Jangan Marah...
126
|125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127
|126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128
|127|. Lebih Baik Menahan Diri
129
|128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130
|129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131
|130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133
|132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134
|133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135
|134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136
|135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137
|136|. Kita Akan Menderita Bersama
138
|137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139
|138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140
|139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141
|140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142
|141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143
|142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144
|143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145
|144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146
|145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147
|146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148
Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149
Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150
Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!