|10|. Bibir Mereka Lebih Manis

"Nyonya" Panggil pelayan tersebut yang sepertinya mulai menyadari sesuatu dari situasi yang terkesan canggung itu, "Bagaimana biar saya bantu anda ke kamar mandi?"

"Tidak perlu!" Tolak Annette cepat. Tampak jelas yang daun telinganya memerah panas meredam malu.

"Tapi nyonya—"

"Tidak ada tapi-tapi, sana keluar!" Potong Annette setengah tak sabar.

"Baik nyonya" Pelayan itupun tidak lagi membantah dan terus pergi.

Tepat ketika Annette mencoba bangun dari lantai, kepalanya terangkat dan melihat seorang pelayan yang berjalan keluar dari kamar mandi.

"Nyonya, airnya sudah saya siapkan"

Jujur saja, Annette sama sekali tidak terbiasa dengan cara mereka memanggilnya— nyonya.

"Air hangat dan sedikit minyak esensial, saya yakin ini dapat membantu memulihkan fisik anda"

Annette yang mendengar itu membeku kan rahangnya, 'Memulihkan fisik?' Annette rasanya akan menangis.

"Hum" Annette hanya mengangguk pelan. Wajah lesunya tampak sangat tidak berdaya.

"Apa perlu saya ban—"

"Tidak perlu!" Annette sebenarnya sudah sangat lelah, entah berapa kali ia sudah menolak tapi mereka terus saja mengoceh kan hal yang berulang-ulang.

"Saya bisa melakukannya sendiri"

"Tapi nyonya anda terlihat sedikit—"

"Saya bilang tidak ya tidak" Kali ini Annette benar-benar sudah panas, "Apakah perlu saya mengulanginya seratus kali hingga kalian benar-benar paham maksudku?"

Nafas Annette memburu seiring dadanya yang kembang kempis dengan amarah.

"Maaf nyonya, kalau begitu saya permisi"

Melihat pelayan itu pergi meninggalkan kamar, Annette terus menghela nafas berat, "Haah, benar-benar..."

"Apa mereka sungguh tidak mengerti keadaanku huh?"

"Apa privasi bukanlah hal penting di tempat ini?"

Setelah meluapkan segala kekesalannya itu, Annette berjalan tertatih -tatih ke kamar mandi seraya memegang pinggang kecilnya yang terasa seakan patah.

"Sial" Annette benar-benar tidak tahan untuk tidak mengumpat.

"Tampaknya dia benar-benar bukan manusia"

"Teganya melakukan ini pada gadis dua puluhan seperti ku yang masih polos"

"Dan dia bahkan melakukannya dengan sangat—"

Setelah mengomel di sepanjang langkahnya, tepat ketika berdiri di depan cermin yang ada di kamar mandi. Annette tercengang melihat sepanjang leher dan tulang selangka nya yang penuh dengan ruam merah dan bahkan beberapa dari mereka sudah membiru.

"Haah" Lagi-lagi Annette mendesah berat.

"Apa-apaan ini?"

"Apa dia binatang buas huh?"

Annette meraba permukaan leher mulusnya yang beruam biru. Padahal jarinya hanya menyentuh pelan, tapi...

"Aakh" Ternyata itu cukup sakit.

Menatap sedih pantulan dirinya di cermin, Annette tiba-tiba teringat sesuatu, "Sebentar"

"Katanya malam itu dia adalah makhluk penghisap darah"

"Kalau begitu dia berarti..."

Annette memproses keras ingatan di otaknya akan malam itu. Bagaimana taring yang panjang dan mata yang se-merah darah..

"V-vampir?"

Tubuh Annette seketika limbung ke belakang hingga menabrak dinding.

"T-tidak mungkin.." Annette memegang kepalanya dengan wujud frustasi tak ber-maya.

"Masa aku m-menikah dengan..." Bibir merah gelapnya bergetar dalam ketidakpercayaan, "V-vampir?"

"Tapi.."

"Apa makhluk mitologi seperti itu benar-benar ada?"

......................

Di sebuah gedung fakultas, tempat di mana Sean mengajar. Egbert di dalam sana berdiri di salah satu lorong dengan kedua tangan menyilang di dada. Posenya yang berdiri tegap tanpa memedulikan sekitar itu berhasil mencuri pusat perhatian para mahasiswi yang berlalu-lalang.

Dari tatapan mereka yang mencuri pandang dan menatap kagum, jelas mereka cukup terpesona dengan ketampanan Egbert yang lengkap dengan aura acuh tak acuh nya yang membuat pria itu tampak semakin memikat.

"Lihatlah seorang pria di sana!" Salah seorang mahasiswi tanpa ragu menunjuk tempat di mana Egbert berdiri, "Dia tampan sekali" Ucapnya lagi dengan ukiran senyum meleleh tercetak jelas dibibir.

"Siapa dia?" Tanya lawan bicaranya yang sama tergoda nya dengan ketampanan Egbert, "Jangan-jangan dosen baru di kampus kita kah?" Celutuk nya.

"Ah, seandainya saja itu benar, maka akan bertambah satu dosen tampan lagi di kampus kita"

Dosen tampan yang dimaksud tak lain adalah Sean. Satu-satunya dosen termuda dan tertampan di fakultas mereka.

"Kalau begitu pak Sean adalah milikku dan kau bisa memiliki dosen baru itu saja" Tukas lawan bicaranya yang mulai berimajinasi liar.

Sontak keduanya sama-sama tergelak.

"Hahaha"

"Dasar kau ini!"

"Yeah, aku bercanda!"

Karena kondisi lorong yang cukup lengang, sekilas Egbert menangkap sedikit dari percakapan dua orang gadis di sana. Hanya ia tidak begitu peduli dan abai saja. Menganggap itu sekadar angin yang simpang siur dan pergi.

Di samping itu di dalam ruang, Sean berdiri di hadapan puluhan anak didiknya dengan penampilan serius dan mulut yang terus terbuka-tutup menyampaikan materi.

Sesaat Sean menoleh pada arloji di tangannya dan melihat sudah saatnya ia mengakhiri pembelajaran.

"Baik kalau begitu sekian untuk hari ini" Tutupnya dengan segaris senyum simpul.

Itu berhasil membuat para mahasiswi menjerit histeris dalam hati mereka. Sebagian dari mereka bahkan tak rela kelas akan selesai secepat itu.

Sean membereskan alat mengajarnya dan segera berjalan pergi meninggalkan ruang.

Dosen tampan itu sukses membuat para mahasiswa perempuan yang masih berdiam diruang, mereka tersenyum-senyum menyoroti punggung tegapnya yang perlahan lenyap dari pandangan.

Baru saja dua langkah Sean keluar dari pintu, jeritan para gadis pun terdengar. Itu lumayan histeris dan memekakkan. Sean yang mendengarnya, hanya menggelengkan kepalanya malas, "Aku tidak tau kenapa mereka sangat senang menjerit"

Sean terus melangkah ke depan menyusuri lorong, "Tampaknya tenggorokan para gadis manusia cukup mumpuni"

Langkah Sean terhenti ketika melihat sosok yang berdiri di penghujung lorong. Ia pun terus bergerak cepat menghampiri orang itu.

"Kenapa kau disini?"

Egbert menyungging kan senyum malas, "Aku hanya sedikit bosan"

"Orang sibuk sepertimu ada waktu untuk bosan?" Sean menaikkan salah satu alisnya dengan sorot mata tak percaya.

Selama bertahun-tahun ia mengikuti pria arogan itu, tak pernah sedikitpun ia mendengar kata 'bosan' keluar dari mulutnya yang se-beku es.

"Tapi kulihat wajahmu agak lain di mata ku" Selidik Sean, "Apa malam pertama mu dengan..."

Sean terus mengubah intonasi suaranya hingga terdengar seperti berbisik, "Gadis manusia terasa menyenangkan?"

"Lumayan" Angguk Egbert sekenanya. Karena mengingat malam yang dilewatinya semalam, ia tak bisa berbohong dengan mengatakan itu biasa-biasa saja.

Melihat reaksi Egbert yang sedikit di luar dugaannya itu, Sean terus menyikut bahu teman angkuhnya itu dan berujar dengan suara rendah, "Woahh, apa gadis manusia se-enak itu hum?"

"Eum, bibir mereka lebih manis daripada bibir gadis bangsa kita" Angguk Egbert sambil menyentuh bibir bawahnya. Rasanya bibir kecil Annette yang lembut masih membekas di sana.

Mendengar jawaban lugas itu, langsung saja daun telinga Sean memerah, "Kenapa kau berterus terang sekali? Tidak bisakah kau sedikit memperhalus bahasa mu"

Egbert yang sudah terbiasa dengan pola pikir konservatif Sean, hanya tersenyum ber-decih, "Kau sudah bisa sedikit menghapus gaya kolot mu itu" Tanpa ragu Egbert menjetik dahi Sean.

Hanya Sean sudah lebih dulu menangkap pergelangan tangannya dan menggagalkan aksinya itu.

"Rasanya aku menjadi sedikit penasaran" Tukas Sean, ketika melihat penampilan Egbert yang tampaknya lebih sedikit ekspresif dari biasanya.

"Mari kita berbincang di tempat lain. Ini bukan tempat yang pantas untuk membicarakan topik seperti itu" Kata Sean lagi dan menarik pria itu pergi dari sana.

Terpopuler

Comments

putriyusman

putriyusman

lu ngelakuinnya sendiri. mgadi ngadi sihh

2023-10-05

2

putriyusman

putriyusman

geloo

2023-10-05

1

Senja Ayu

Senja Ayu

lanjut pokokny

2023-02-08

1

lihat semua
Episodes
1 |1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2 |2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3 |3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4 |4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5 |5|. Menjadi Pengantin Wanita
6 |6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7 |7|. Mahkluk Penghisap Darah
8 |8|. Malam Upacara pernikahan
9 |9|. Ritual Malam Pertama
10 |10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11 |11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12 |12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13 |13|. Menghukum Tanganmu
14 |14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15 |15|. Sudah Seperti Cinderella
16 |16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17 |17|. Aku Sudah Menikah
18 |18|. Kenapa Memegang Perut?
19 |19|. Dua Garis Merah
20 |20|. Kehamilan Yang Beresiko
21 |21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22 |22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23 |23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24 |24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25 |25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26 |26|. Tidak Perlu Khawatir
27 |27|. Darah Istriku Lebih Manis
28 |28|. Hamil Di Luar Nikah
29 |29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30 |30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31 |31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32 |32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33 |33|. Aku Ingin Dia Lahir
34 |34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35 |35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36 |36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37 |37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38 |38|. Kau Bisa Memasakkan?
39 |39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40 |40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41 |41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42 |42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43 |43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44 |44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45 |45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46 |46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47 |47|. Apakah Ada Yang Salah?
48 |48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49 |49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50 |50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51 |51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52 |52|. Betis Mu Berdarah
53 |53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54 |54|. Pelayan Pribadi Anda?
55 |55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56 |56|. Aku Sudah Menemukannya
57 |57|. Jangan Makan Lagi!
58 |58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59 |59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60 |60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61 |61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62 |62|. Kau Temani Aku Pulang
63 |63|. Memutuskan Untuk Menginap
64 |64|. Apa Anda Pria Impoten?
65 |65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66 |66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67 |67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68 |68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69 |69|. Rubah Kecil Yang Licik
70 |70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71 |71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72 |72|. Apa Dia Campuran?
73 |73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74 |74|. Kau Berani Menampar Ku?
75 |75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76 |76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77 |77|. Menolak Untuk Sarapan
78 |78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79 |79|. Istrimu Bukan Selir mu
80 |80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81 |81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82 |82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83 |83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84 |84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85 |85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86 |86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87 |87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88 Curahan Penulis
89 |88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90 |89|. Membesarkan Kucing Liar?
91 |90|. Ingin Menagih Janjimu
92 |91|. Pingsan Karena Ciuman
93 |92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94 |93|. Istriku Adalah Pengecualian
95 |94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96 |95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97 |96|. Aku Adalah Kekasihnya
98 |97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99 |98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100 |99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101 |100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102 |101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103 |102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104 |103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105 |104|. Seperti Hitam Dan Putih
106 |105|. Jangan Sentuh Dia
107 |106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108 |107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109 |108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110 |109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111 |110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112 |111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113 |112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114 |113|. Tidak Mau Mati Muda
115 |114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116 |115|. Anda Jangan Salah Paham
117 |116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118 |117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119 |118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120 |119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121 |120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122 |121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123 |122|. Membeli Keperluan Istri
124 |123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125 |124|. Tolong Jangan Marah...
126 |125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127 |126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128 |127|. Lebih Baik Menahan Diri
129 |128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130 |129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131 |130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132 |131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133 |132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134 |133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135 |134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136 |135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137 |136|. Kita Akan Menderita Bersama
138 |137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139 |138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140 |139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141 |140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142 |141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143 |142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144 |143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145 |144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146 |145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147 |146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148 Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149 Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150 Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)
Episodes

Updated 150 Episodes

1
|1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2
|2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3
|3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4
|4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5
|5|. Menjadi Pengantin Wanita
6
|6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7
|7|. Mahkluk Penghisap Darah
8
|8|. Malam Upacara pernikahan
9
|9|. Ritual Malam Pertama
10
|10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11
|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12
|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13
|13|. Menghukum Tanganmu
14
|14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15
|15|. Sudah Seperti Cinderella
16
|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17
|17|. Aku Sudah Menikah
18
|18|. Kenapa Memegang Perut?
19
|19|. Dua Garis Merah
20
|20|. Kehamilan Yang Beresiko
21
|21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22
|22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23
|23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24
|24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25
|25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26
|26|. Tidak Perlu Khawatir
27
|27|. Darah Istriku Lebih Manis
28
|28|. Hamil Di Luar Nikah
29
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30
|30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31
|31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32
|32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33
|33|. Aku Ingin Dia Lahir
34
|34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35
|35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36
|36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37
|37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38
|38|. Kau Bisa Memasakkan?
39
|39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40
|40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41
|41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42
|42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43
|43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44
|44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45
|45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46
|46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47
|47|. Apakah Ada Yang Salah?
48
|48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49
|49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50
|50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51
|51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52
|52|. Betis Mu Berdarah
53
|53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54
|54|. Pelayan Pribadi Anda?
55
|55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56
|56|. Aku Sudah Menemukannya
57
|57|. Jangan Makan Lagi!
58
|58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59
|59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60
|60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61
|61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62
|62|. Kau Temani Aku Pulang
63
|63|. Memutuskan Untuk Menginap
64
|64|. Apa Anda Pria Impoten?
65
|65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66
|66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67
|67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68
|68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69
|69|. Rubah Kecil Yang Licik
70
|70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71
|71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72
|72|. Apa Dia Campuran?
73
|73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74
|74|. Kau Berani Menampar Ku?
75
|75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76
|76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77
|77|. Menolak Untuk Sarapan
78
|78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79
|79|. Istrimu Bukan Selir mu
80
|80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81
|81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82
|82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83
|83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84
|84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85
|85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87
|87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88
Curahan Penulis
89
|88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90
|89|. Membesarkan Kucing Liar?
91
|90|. Ingin Menagih Janjimu
92
|91|. Pingsan Karena Ciuman
93
|92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94
|93|. Istriku Adalah Pengecualian
95
|94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96
|95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97
|96|. Aku Adalah Kekasihnya
98
|97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101
|100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102
|101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103
|102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104
|103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105
|104|. Seperti Hitam Dan Putih
106
|105|. Jangan Sentuh Dia
107
|106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108
|107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109
|108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110
|109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111
|110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112
|111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113
|112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114
|113|. Tidak Mau Mati Muda
115
|114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116
|115|. Anda Jangan Salah Paham
117
|116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118
|117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119
|118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120
|119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121
|120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122
|121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123
|122|. Membeli Keperluan Istri
124
|123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125
|124|. Tolong Jangan Marah...
126
|125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127
|126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128
|127|. Lebih Baik Menahan Diri
129
|128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130
|129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131
|130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133
|132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134
|133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135
|134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136
|135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137
|136|. Kita Akan Menderita Bersama
138
|137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139
|138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140
|139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141
|140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142
|141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143
|142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144
|143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145
|144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146
|145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147
|146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148
Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149
Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150
Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!