|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun

Setelah mengatakan itu, panggilan pun terputus.

"Ada apa?" Tanya Sean.

"Sepertinya aku mendengar suara kepala pelayan Mary.." Ujarnya.

"Apa itu berkenaan dengan istrimu?"

Pertanyaannya tadi tidak sempat di jawab Egbert karena pria dingin itu harus mengangkat telepon.

"Apa para gadis manusia tidak tau cara bersikap tenang?" Suara Egbert terdengar kesal.

Sean pun tertawa ringan, "Yah, begitulah mereka"

Sean mengambil sebotol wine dan kembali mengisi gelasnya yang sudah kosong, "Memangnya kenapa hum?"

"Apa yang gadis itu lakukan sampai kau se-kesal ini?" Tanyanya lagi sambil menyesap minuman merah kehitaman itu.

"Entahlah" Egbert berkedik bahu,

"Sepertinya kastil ku dalam kekacauan sekarang" Setelah mengucapkan itu, Egbert terus bangun dari duduknya.

"Kau mau kemana?"

"Aku harus segera pulang untuk mengurusnya"

"Oh" Sean hanya mengangguk sebagai tanggapan.

"Urus bayarannya.."

Egbert meletakkan kartu hitamnya di atas meja dan menyodorkannya pada Sean.

"Woah" Mata Sean berbinar takjub melihat wujud kartu hitam itu, "Apa kau memberikannya pad—"

"Jangan lupa kembali kan lagi padaku" Setelah mengucapkan itu, Egbert terus berambus pergi meninggalkan ruang.

"Haah" Sean mendesah berat sambil mengambil kartu hitam itu.

"Kenapa tidak dia memberikannya saja padaku?"

"Aku tau dia punya banyak.."

Sejenak, Sean menatap kartu hitam itu dan tenggelam dalam lamunan.

"Tidak di dunia kami dan tidak di dunia manusia..." Gumamnya.

"Kekayaan selalu mengikutinya" Sean mengetuk-ngetuk kan kartu itu ke meja.

"Aku tidak tau apa harus menganggapnya beruntung!"

Mengingat di samping segala keberuntungan...

Egbert juga terjerembab dengan segala ketidakberuntungannya

Sesampai di kastil, Egbert membuka pintu dan melihat kastil besarnya telah berubah menjadi lautan kapal pecah. Sofa-sofa terjungkir ke belakang, vas-vas bunga pecah berserakan dan beberapa kerajinan dari keramik yang tak ternilai harganya telah hancur berkeping-keping di lantai.

"Tidak"

Terdengar jelas pekikan seorang gadis yang sudah diduganya siapa itu.

"Pokoknya aku tidak akan berhenti sebelum kalian mengeluarkan ku dari sini" Annette memegang satu vas bunga yang tersisa siap melemparnya ke lantai. Ia sama sekali tidak menyadari sudah ada Egbert di sana yang berdiri menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Nyonyaaa" Jerit para pelayan yang kesekian kalinya mencoba menahan perbuatan Annette.

Prang!

Vas bunga terakhir pun pecah karena ulah Annette.

"Sudah puas bermain?" Suara dingin jatuh di pertengahan kekacauan itu. Annette terkesiap menoleh pada asal suara.

"K-kau" Bibir kecil Annette bergetar takut.

"Sejak kapan kau berdiri di sana?"

"..."

Egbert tak menjawab. Suasana seketika menjadi hening. Egbert mengambil beberapa langkah ke depan mendatangi Annette, para pelayan pun bergerak cepat untuk menepi.

"J-jangan"

"Jangan datang kemari"

Annette berdiri dengan tubuh menggigil ketakutan melihat Egbert yang tak mengindahkan perkataannya. Pria itu terus melangkah dengan tatapan mata yang membidiknya tajam.

Krakk!

Egbert menginjak beberapa pecahan keramik di lantai dengan sepatu hitamnya dan terus berjalan.

Annette berpikir keras...

'Apa sebaiknya aku diam saja? atau kabur?'

Menyaksikan tatapan dingin yang siap mencekiknya itu. Annette akhirnya membuat keputusan, 'Sebaiknya aku kabur'

"Nyonyaa" Jerit para pelayan lagi, yang melihat Annette telah berlari pergi meninggalkan ruang tamu.

Egbert menghentikan langkahnya, mengepalkan tangannya dengan senyum dingin mencekam, 'Sangat merepotkan!'

Annette terus berlari kencang dengan kaki telanjangnya. Karena ia begitu tergesa-gesa dan ceroboh, tanpa sengaja ia menginjak pecahan keramik dan seketika kakinya berdarah.

"Aakh" Dengan luka seperti itu Annette tak lagi sanggup berlari.

"Sebaiknya aku bersembunyi saja" Annette pun terus bersembunyi di kolom bawah meja.

Pada saat itu Egbert telah melangkah tepat di mana Annette baru saja melukai kakinya. Egbert tersenyum menyeringai melihat sisa darah yang ada di keramik.

"Keluarlah!"

"Aku tau kau sedang bersembunyi di sekitar sini" Suaranya jatuh begitu tenang, tapi cukup membuat suhu ruangan menurun.

"Jika dalam hitungan ketiga kau masih tidak keluar..." Itu acuh, tapi penuh kecaman.

"Aku akan melempar kan mu ke hutan di mana binatang buas akan mencabik tubuhmu hingga tak bersisa"

Sangat sadis. Mendengar itu tentu saja Annette panik. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana ia akan mati secara perlahan di gerogoti oleh binatang buas.

"Satu"

"Dua"

"Aku keluar!"

Buk!

Tanpa sengaja Annette membentur kan kepalanya ke sudut meja ketika buru-buru keluar.

"Aduh!" Annette mengusap kepalanya.

"Kenapa nasibku sial sekali" Keluh Annette sambil mengusap kepalanya.

Egbert melihat kaki Annette yang berdarah. Dia sudah terlatih menahan diri dari aroma darah manusia yang sangat menggiurkan. Jadi saat seperti ini, ia tidak terlalu susah jika mengabaikannya begitu saja.

"Mary"

"Iya tuan"

"Obati kakinya dan bawa ia ke kamar ku"

"Tapi tuan..." Mary terdengar agak ragu untuk mengatakannya, "Kamar anda—"

"Ada apa dengan kamar ku?" Egbert tampak menautkan sepasang alisnya.

"Apa dia juga membuat kekacauan di kamar ku?" Sekilas Egbert menatap Annette dengan tatapan yang siap mencabik tubuh kecilnya.

Annette seketika merinding takut.

"Iya tuan" Angguk Mary.

"Haah" Egbert mendesah berat.

"Sepertinya aku harus menghukum mu"

Bola mata hitam itu seketika menjadi merah dan menatap Annette dengan dingin yang menusuk.

Deg!

'Bagaimana ini?'

'Sepertinya aku baru saja membuat seekor beruang terbangun dari tidurnya'

'Pria itu benar-benar marah'

'Ah, sial!'

'Habis lah kamu Annette'

Saat itu...

Annette terlihat benar-benar pasrah.

......................

Setelah mengobati kaki Annette dan membalutnya dengan kain kasa. Kedua pelayan itu pun membawa Annette ke taman belakang di mana Egbert menunggunya.

"Ada yang ingin ku tanyakan pada kalian" Ujar Annette sambil menggigit bibirnya gugup.

"Ya nyonya?"

"Biasanya jika kalian berbuat kesalahan, tuan kalian akan menghukum kalian dengan apa?"

Pelayan tersebut tersenyum kecil mendengar pertanyaan Annette.

"Jika kami melakukan kesalahan kecil, tuan paling hanya menegur. Tapi jika itu kesalahan besar, maka gaji kami akan di potong"

"Aah.." Annette manggut-manggut.

"Begitu kah?" Seketika bola mata Annette membesar dengan kecerahan.

'Bukankah aku ada kesepakatan dengannya?'

'Kalau begitu paling tidak ia pasti hanya akan memotong dari komisi yang nanti ku terima..'

Annette akhirnya dapat bernafas lega.

"Tuan" Sapa pelayan itu sopan.

"Tinggalkan dia!" Perintah Egbert dingin.

"Kalian pergilah!"

"Baik tuan"

Setelah pelayan itu pergi, Annette dengan gugup menarik kursi dan duduk. Di depannya ada meja bulat putih kecil yang di atasnya sudah ada se-teko teh dan cangkir.

"Apa aku sudah menyuruhmu duduk?"

"Huh?" Annette terlihat linglung.

"Berdiri"

"Ah.." Annette cukup menurut dan terus berdiri.

"Kemari lah!"

"..."

Firasat Annette buruk. Jadi ia memilih untuk diam di tempat.

"Jangan menguji kesabaran ku"

"Cepatlah kemari!" Egbert menatap tajam Annette.

"B-baik"

Annette pun mengambil beberapa langkah dan berdiri tepat di samping Egbert.

"Tangan"

"Tangan?" Ulang Annette panik.

"K-kenapa dengan tangan?"

"Ulurkan tanganmu!" Egbert terdengar tak sabar.

"Ah, b-baik"

Annette dengan polosnya mengulurkan tangannya. Saat itu ia tidak terlalu memikirkan apapun.

"Jadi tangan ini..." Egbert mengusap lembut telapak tangan kecil Annette dengan jempolnya, "Yang telah membuat kekacauan di kastil ku"

Sentuhan itu kian halus, tapi tidak tau kenapa Annette merasa tersengat. Takut Egbert akan melakukan sesuatu pada tangannya, Annette pun segera menarik kembali tangannya hanya...

Terpopuler

Comments

putriyusman

putriyusman

wuakakaka

2023-10-05

1

lihat semua
Episodes
1 |1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2 |2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3 |3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4 |4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5 |5|. Menjadi Pengantin Wanita
6 |6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7 |7|. Mahkluk Penghisap Darah
8 |8|. Malam Upacara pernikahan
9 |9|. Ritual Malam Pertama
10 |10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11 |11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12 |12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13 |13|. Menghukum Tanganmu
14 |14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15 |15|. Sudah Seperti Cinderella
16 |16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17 |17|. Aku Sudah Menikah
18 |18|. Kenapa Memegang Perut?
19 |19|. Dua Garis Merah
20 |20|. Kehamilan Yang Beresiko
21 |21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22 |22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23 |23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24 |24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25 |25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26 |26|. Tidak Perlu Khawatir
27 |27|. Darah Istriku Lebih Manis
28 |28|. Hamil Di Luar Nikah
29 |29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30 |30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31 |31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32 |32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33 |33|. Aku Ingin Dia Lahir
34 |34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35 |35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36 |36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37 |37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38 |38|. Kau Bisa Memasakkan?
39 |39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40 |40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41 |41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42 |42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43 |43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44 |44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45 |45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46 |46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47 |47|. Apakah Ada Yang Salah?
48 |48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49 |49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50 |50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51 |51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52 |52|. Betis Mu Berdarah
53 |53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54 |54|. Pelayan Pribadi Anda?
55 |55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56 |56|. Aku Sudah Menemukannya
57 |57|. Jangan Makan Lagi!
58 |58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59 |59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60 |60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61 |61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62 |62|. Kau Temani Aku Pulang
63 |63|. Memutuskan Untuk Menginap
64 |64|. Apa Anda Pria Impoten?
65 |65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66 |66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67 |67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68 |68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69 |69|. Rubah Kecil Yang Licik
70 |70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71 |71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72 |72|. Apa Dia Campuran?
73 |73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74 |74|. Kau Berani Menampar Ku?
75 |75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76 |76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77 |77|. Menolak Untuk Sarapan
78 |78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79 |79|. Istrimu Bukan Selir mu
80 |80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81 |81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82 |82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83 |83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84 |84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85 |85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86 |86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87 |87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88 Curahan Penulis
89 |88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90 |89|. Membesarkan Kucing Liar?
91 |90|. Ingin Menagih Janjimu
92 |91|. Pingsan Karena Ciuman
93 |92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94 |93|. Istriku Adalah Pengecualian
95 |94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96 |95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97 |96|. Aku Adalah Kekasihnya
98 |97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99 |98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100 |99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101 |100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102 |101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103 |102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104 |103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105 |104|. Seperti Hitam Dan Putih
106 |105|. Jangan Sentuh Dia
107 |106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108 |107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109 |108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110 |109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111 |110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112 |111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113 |112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114 |113|. Tidak Mau Mati Muda
115 |114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116 |115|. Anda Jangan Salah Paham
117 |116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118 |117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119 |118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120 |119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121 |120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122 |121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123 |122|. Membeli Keperluan Istri
124 |123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125 |124|. Tolong Jangan Marah...
126 |125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127 |126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128 |127|. Lebih Baik Menahan Diri
129 |128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130 |129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131 |130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132 |131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133 |132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134 |133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135 |134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136 |135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137 |136|. Kita Akan Menderita Bersama
138 |137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139 |138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140 |139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141 |140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142 |141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143 |142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144 |143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145 |144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146 |145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147 |146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148 Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149 Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150 Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)
Episodes

Updated 150 Episodes

1
|1|. Mayat Dengan Gigitan Dileher
2
|2|. Akan Menikahi Gadis Manusia
3
|3|. Seperti Tangisan Anak Rusa
4
|4|. Dimandikan Oleh Pelayan
5
|5|. Menjadi Pengantin Wanita
6
|6|. Sebuah Surat Kesepakatan
7
|7|. Mahkluk Penghisap Darah
8
|8|. Malam Upacara pernikahan
9
|9|. Ritual Malam Pertama
10
|10|. Bibir Mereka Lebih Manis
11
|11|. Membuat Kekacauan Di Kastil
12
|12|. Membuat Seekor Beruang Terbangun
13
|13|. Menghukum Tanganmu
14
|14|. Bercinta Di Taman Belakang?
15
|15|. Sudah Seperti Cinderella
16
|16|. Apa Yang Harus Mereka Iri Kan?
17
|17|. Aku Sudah Menikah
18
|18|. Kenapa Memegang Perut?
19
|19|. Dua Garis Merah
20
|20|. Kehamilan Yang Beresiko
21
|21|. Jadilah Air Hangat Atau Sejuk
22
|22|. Bolehkah Jatuh Cinta?
23
|23|. Kuasai Perutnya Dan Kuasai Hatinya
24
|24|. Apa Tidak Ada Cara Lain?
25
|25|. Istrimu Pingsan Di Kelas Ku
26
|26|. Tidak Perlu Khawatir
27
|27|. Darah Istriku Lebih Manis
28
|28|. Hamil Di Luar Nikah
29
|29|. Istri Paling Bahagia Di Dunia
30
|30|. Menjalankan Peran Sebagai Suamimu
31
|31|. Mengikat Lambung Mu Dengan Darahku
32
|32|. Selamat Tinggal Kehidupan!
33
|33|. Aku Ingin Dia Lahir
34
|34|. Dia Kabur Membawa Benihku Diperutnya
35
|35|. Manfaatkan Indra Penciuman mu
36
|36|. Berubah Peran Menjadi Ibu Muda
37
|37|. Kemana Aku Harus Pergi?
38
|38|. Kau Bisa Memasakkan?
39
|39|. Cukup Pandai Memilih Istri
40
|40|. Tidak Seratus Persen Manusia
41
|41|. Masih Betah Bermain Di Negri Manusia
42
|42|. Mendadak Tidak Menyukai Darah Kelinci
43
|43|. Aroma Darah Yang Tak Asing
44
|44|. Tidak Ada Fenomena Neonatal Smiling
45
|45|. Menolak Mengkonsumsi Darah Manapun
46
|46|. Mengkonsultasikan Masalah Ke Psikolog
47
|47|. Apakah Ada Yang Salah?
48
|48|. Hilang Dan Lenyap Begitu Saja
49
|49|. Bayi Vampir Yang Sudah Tumbuh Besar
50
|50|. Tidak Bisakah Ikut Dengan Mu?
51
|51|. Bagaimana Bisa Itu Adalah Dia
52
|52|. Betis Mu Berdarah
53
|53|. Tidak Berubah Sama Sekali
54
|54|. Pelayan Pribadi Anda?
55
|55|. Lagi-lagi Terjerat Dalam Kesialan
56
|56|. Aku Sudah Menemukannya
57
|57|. Jangan Makan Lagi!
58
|58|. Ingin Kau Benar-Benar Bersih
59
|59|. Kenapa Taring Mu Ganas Sekali?
60
|60|. Wanita Cantik Yang Penurut
61
|61|. Apa Kau Merindukan Ku?
62
|62|. Kau Temani Aku Pulang
63
|63|. Memutuskan Untuk Menginap
64
|64|. Apa Anda Pria Impoten?
65
|65|. Tergoda Hanya Karena Sebotol Parfum
66
|66|. Siapa Yang Paling Berhak?
67
|67|. Di Bawah Selimut Yang Sama
68
|68|. Pergi Bersama Mencari Aldrich
69
|69|. Rubah Kecil Yang Licik
70
|70|. Memilih Antara Aku Atau Pria Itu
71
|71|. Pengakuan Yang Sangat Tidak Terduga
72
|72|. Apa Dia Campuran?
73
|73|. Anak Itu Adalah Anak Kalian Berdua
74
|74|. Kau Berani Menampar Ku?
75
|75|. Tidak Akan Melepaskanmu Dengan Mudah
76
|76|. Kenapa Kau Mengikat Ku?
77
|77|. Menolak Untuk Sarapan
78
|78|. Sisa Susu Disudut Bibir
79
|79|. Istrimu Bukan Selir mu
80
|80|. Kau Mengatai Putraku Bodoh?
81
|81|. Membiarkan Putramu Mengendalikanmu
82
|82|. Kewenangan Sebagai Seorang Suami
83
|83|. Istriku Memang Sangat Penurut
84
|84|. Ingin Memakan Bibir Mu
85
|85|. Seharusnya Kau Tidak Perlu Melahirkanku
86
|86l. Dua Pernyataan Janji Mati
87
|87|. Sesuatu Yang Kau Inginkan Dariku?
88
Curahan Penulis
89
|88|. Yang Harus Dilakukan Agar Kau Percaya
90
|89|. Membesarkan Kucing Liar?
91
|90|. Ingin Menagih Janjimu
92
|91|. Pingsan Karena Ciuman
93
|92|. Memulai Strategi Balas Dendam
94
|93|. Istriku Adalah Pengecualian
95
|94|. Tidak Tulus Menganggapku Sebagai Istri
96
|95|. Aku Adalah Nyonya Di Tempat Ini
97
|96|. Aku Adalah Kekasihnya
98
|97|. Dapatkah Kau Mencintai Aku Dengan Tulus?
99
|98|. Jika Saingan Cintaku Adalah Dia
100
|99|. Yakinlah Aku Tidak Akan Menyakitimu
101
|100|. Apa Kau Cukup Peka Sebagai Suaminya?
102
|101|. Kau Harus Baik-Baik Saja
103
|102|. Wanita Itu Adalah Istriku
104
|103|. Status Ku Sekarang Adalah Pria Beristri
105
|104|. Seperti Hitam Dan Putih
106
|105|. Jangan Sentuh Dia
107
|106|. Ciuman Yang Galak Karena Cemburu
108
|107|. Memiliki Posisi Khusus Dihatinya
109
|108|. Mantan Kekasih Yang Tak Tahu Malu
110
|109|. Sana Berkencan Dengan Manusia!
111
|110|. Wanita Yang Beraksi Di Tengah Malam
112
|111|. Pria Yang Merasa Sakit Dicekik
113
|112|. Semalam Bergelut Sangat Hebat?
114
|113|. Tidak Mau Mati Muda
115
|114|. Hampir Membunuh Wanita Itu
116
|115|. Anda Jangan Salah Paham
117
|116|. Membopongnya Dan Membawanya Pergi
118
|117|. Menganggap Marshmallow Dan Menggigitnya
119
|118|. Apakah Kau Akan Percaya?
120
|119|. Aku Yang Akan Melakukannya
121
|120|. Jangan Berpikiran Kotor!
122
|121|. Atas Dasar Apa Aku Percaya?
123
|122|. Membeli Keperluan Istri
124
|123|. Kenapa Kau Begitu Tidak Berperasaan!
125
|124|. Tolong Jangan Marah...
126
|125|. Pergi Ceraikan Istrimu
127
|126|. Tidak Akan Kubiarkan Siapapun Melukaimu
128
|127|. Lebih Baik Menahan Diri
129
|128|. Tolong Jawab, Apa Kau Mencintaiku?
130
|129|. Pemerah Bibirmu Harus Ku Hapus
131
|130|. Putri Baron Masih Jauh Lebih Pantas
132
|131|. Kau Sangat Mencintai Yang Mulia
133
|132|. Dia Adalah Putri Mahkota Negri Ini
134
|133|. Akan Pergi Ke Sesuatu Tempat
135
|134|. Botol Ramuan Pengakuan Cinta
136
|135|. Merasa Berat Melepaskan Suamimu Pergi?
137
|136|. Kita Akan Menderita Bersama
138
|137|. Pengakuan Yang Lebih Seperti Rintihan
139
|138|. Nyata Atau Mimpi Indah Semata?
140
|139|. Hanya Aku Merasa Sedikit Gerah
141
|140|. Siapa Bilang Kau Tidak Berharga?
142
|141|. Karena Itu, Kau Harus Patuh Istriku
143
|142|. Dia Bukan Sembarang Anak
144
|143|. Kenapa Aku Tidak Bisa Bersandar Padanya?
145
|144|. Mengalah Lah Untuk Malam Ini
146
|145|. Karena Itu Hanya Akan Menyakitiku
147
|146|. Segalanya Sudah Berakhir (Tamat)
148
Informasi Novel Baru (Masih Dalam Proses)
149
Informasi Novel Baru (Cuplikan)
150
Pengumuman Novel Baru (Sudah Terbit)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!