Sesuai dengan yang dikatakan Egbert, keesokan harinya ia sudah tiba di depan pintu apartemen Sean. Egbert terus menekan tombol-tombol di pintu memasukkan kata sandi. Setelahnya pintu terbuka dan Egbert melangkah masuk kedalam.
Tempat ini sungguh mencerminkan karakter Sean— segala sudut hingga ke penjuru itu terlihat rapi dan sangat ber-estetika.
"Kau akhirnya datang" Sean sebenarnya ingin sekali memaki pria satu itu, tapi pribadi akademiknya yang berpegang tinggi pada etika berbicara membuatnya memilih untuk tidak melakukannya.
"Em" Angguk Egbert malas dan melabuhkan punggungnya ke sofa.
Tampak Sean berjalan duduk ke sofa tunggal dengan segelas darah rusa segar. Darah hewani favoritnya.
"Apa tidurmu nyenyak?" Egbert dapat melihat lingkaran hitam tepat di bawah mata Sean.
"Menurut mu?" Sean berbalas tanya dan menyesap seteguk darah segar itu ke mulutnya.
"Yah bukan urusan ku"
"Haah" Mendengar tanggapan yang cukup apatis itu, Sean hanya dapat mendesah panjang.
"Aku tersiksa semalaman penuh dengan tangisan calon pengantin kecil mu itu hingga kesusahan untuk tidur"
Benar saja. Annette menghabiskan malam yang panjang dengan menangis dan menjerit.
"Alih-alih berterimakasih tapi kau bahkan tidak mengasihani ku sama sekali"
Mendengar penuturan Sean yang terkesan berlebihan itu Egbert hanya ber-decih malas.
"Di mana gadis itu sekarang?"
"Di sofa ruang kerja ku" Tepat di pagi buta ketika Annette tertidur begitu nyenyak, Sean mengangkat gadis itu ke sofa ruang kerjanya.
"Bawa aku ke sana"
Sean menenggak habis segelas darah segar itu dan meletakkan gelas kosong itu di meja. Kemudian ia bangun dari duduknya dan membawa Egbert ke ruang kerjanya.
Tampak di sana tubuh mungil nan kurus berbaring di sofa panjang dalam keadaan meringkuk.
"Sepertinya dia masih tidur" Ucap Sean, setelah melihat tubuh Annette yang bergerak samar seiring nafas rendahnya terdengar memenuhi ruangan.
"Dari mana kau mendapatkannya?"
Egbert berjalan mendatangi sofa. Ia tak dapat memperhatikan wajah gadis itu dengan jelas karena ada penutup mata. Tapi melihat betapa mulus dan bersihnya kedua pipi gadis itu, sekilas ia menebak..
'Sepertinya gadis kecil yang cantik!' Batinnya.
"Dia adalah salah seorang anak didik ku" Sean berdiri bersandar di samping kusen pintu dengan kedua tangan terlipat di depan dada.
"Jadi jangan biarkan anak itu tau siapa yang membawanya kemari" Lanjutnya.
"Aku tidak ingin reputasi ku sebagai dosen rusak" Sean di dunia manusia, bekerja sebagai seorang dosen di sebuah perguruan tinggi ternama. Ia adalah teladan bagi para anak didiknya. Tentu ia harus menjaga image dan tindak-tanduknya sebaik mungkin.
"Heum" Egbert mengangguk malas, "Aku mengerti. Jadi kau tak perlu khawatir soal itu"
"Baiklah kalau begitu" Sean mengangguk puas.
"Aku akan pergi sekarang. Hari ini aku ada jadwal kelas pagi"
"Eum, pergilah! Aku bisa mengurusnya sendiri"
Sean pun bergegas pergi meninggalkan apartemen dan berangkat dengan tas kerjanya. Membawa image seorang dosen manusia yang murah hati walau terbilang sedikit pelit soal senyum. Itu tak lain karena ia terlalu malas melakukannya.
Karena tiap kali ia tersenyum, ia selalu mendapati para gadis manusia itu menjerit histeris sampai telinganya sakit.
Egbert yang masih di apartemen Sean, tanpa membuang-buang waktu terus menggendong tubuh kurus Annette dan membawanya pergi ke kediamannya.
......................
Egbert sudah membawa Annette keluar dari apartemen Sean. Berjalan di basement, Egbert terus mendatangi tepat di mana mobil hitam mewahnya terparkir.
Membuka pintu, Egbert meletakkan gadis muda yang tertidur itu di jok belakang mobilnya. Setelahnya Egbert pergi duduk di bangku kemudi dan membawa mobil hitam kesayangannya itu berambus pergi ke kastil nya yang ada di dunia manusia.
Sekitar tiga puluh menit perjalanan, Egbert sudah membawa mobilnya berhenti tepat di depan gerbang tembaga yang menjulang tinggi ke atas.
Melongok kan kepalanya keluar jendela, Egbert berseru pada penjaga, "Buka gerbangnya!"
"Baik Tuan"
Pintu gerbang yang menjulang tinggi itu di buka dan Egbert membawa mobilnya masuk. Sesudahnya Egbert mematikan mesin mobil dan turun.
"Parkir mobilnya ke garasi" Egbert menyerahkan kunci mobilnya kepada security kediamannya.
"Baik pak"
Sebelum itu, Egbert mengangkat Annette keluar dari mobil dan baru lah security itu pergi memarkirkan mobilnya.
Dengan menggendong tubuh kurus Annette, Egbert berjalan menuju kastil besarnya. Pintu dibuka dan seorang kepala pelayan wanita berseragam formal datang menyambutnya.
"Selamat datang tuan" Sapa Kepala pelayan Mary dan membungkuk sopan menyambut kedatangan Egbert.
Baik kepala pelayan maupun security, semua yang bekerja di kastil besar itu adalah manusia.
"Kau sudah menyiapkan kamarnya?" Tanya Egbert, sekilas tatapannya jatuh pada wajah Annette yang masih tertidur pulas.
"Sudah tuan" Angguk kepala pelayan Mary. Sesaat ia melirik pada gadis yang digendong Egbert, tapi tidak bertanya apapun.
"Kalau begitu ikut aku ke sana" Ujar Sean.
"Baik tuan"
Kepala pelayan Mary pun terus berjalan dibelakang Egbert. Mengikuti pria itu hingga sampai ke depan pintu kamar yang sudah ia siapkan sesuai yang Egbert perintahkan.
Di sana Mary bergegas membukakan pintu dan sebuah kamar yang luas, bersih dan tertata rapi langsung menyambut retina Egbert.
"Kau menyiapkannya dengan sangat baik" Puji Egbert dengan murah hati.
"Terimakasih tuan" Mary menanggapinya dengan tersenyum sopan.
Egbert pun berjalan masuk kedalam dan segera membaringkan tubuh kurus Annette di atas ranjang.
"Bersihkan gadis itu dan siapkan dia seperti yang aku perintahkan" Ujar Egbert kemudian.
"Baik tuan"
Egbert pun pergi dan kepala pelayan Mary bergegas memanggil tiga orang pelayan lainnya yang ada di kediaman.
"Kamu pergi siapkan bak mandi"
"Baik kepala pelayan Mary"
Pelayan pertama pun bergegas pergi menyiapkan air.
"Dan kalian berdua papah gadis itu ke kamar mandi, tugas kalian memandikannya sampai bersih"
"Baik kepala pelayan Mary" Jawab kedua pelayan itu serentak.
Setelah memberikan pengaturan itu, Mary pun pergi untuk menyiapkan hal-hal lainnya.
"Euhmm.." Lenguh Annette, setelah tertidur begitu lama akhirnya ia terbangun.
Kali ini ia dapat merasakan pencahayaan yang menyusup masuk ke retinanya dan...
"Siapa kalian?"
Annette tersentak kaget mendapati dirinya sudah ada di bathtub dan ada dua orang yang menggosok punggungnya di belakang.
"..."
"..."
Kedua pelayan itu hanya bergeming tak menjawab.
"Hey!!"
"Apa-apaan ini?"
"Kenapa kalian memandikanku?"
Annette mencoba memberontak tapi...
"Tenang lah nona.."
Dua Orang pelayan itu datang menahan kedua pundaknya dari bergerak.
"Kami akan memperlakukan anda dengan baik" Ucap pelayan tersebut.
"Jadi mohon kerjasamanya" Lanjutnya.
Annette sama sekali tidak mengerti. Sebenarnya apa yang mereka coba lakukan? Tapi yang pasti...
Perasaannya buruk soal itu!
"Kalian keluar!"
"Aku sudah cukup besar untuk dimandikan oleh orang lain"
Terang saja, Annette merasa sangat tidak nyaman dengan tangan-tangan asing yang terus saja menggosok bersih tubuhnya. Mereka memperlakukannya persis seperti seorang ratu di kerajaan kuno.
"Tidak bisa nona" Tolak pelayan tersebut tegas.
"Ini adalah tugas kami" Lanjut pelayan yang satunya.
Mendapati penolakan keduanya, Annette mengepalkan tangannya geram.
"Lepaskan!" Berontak Annette.
"Sebenarnya apa yang kalian coba lakukan hum?" Pekik nya kesal.
"Cepat katakan!"
"Apa yang kalian inginkan dariku sampai memandikan ku seperti ini?"
Kedua pelayan itu tampak sangat kesusahan dengan Annette yang tak hentinya memberontak. Keduanya pun mengirimkan sinyal dari tatapan masing. Itu membuat Annette berfirasat buruk.
"Kenapa kalian hanya di—"
Tak!
Salah seorang pelayan itu memukul titik lokasi di sekitar leher Annette hingga membuatnya pingsan.
"Huft!"
"Akhirnya kita bisa bekerja dengan leluasa"
Ya.
Para pelayan di kediaman Egbert bukanlah pelayan biasa. Mereka mempunyai ilmu bela diri yang handal. Jadi membuat Annette pingsan dengan sekali pukulan, itu adalah sebagian dari kehebatan mereka.
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 150 Episodes
Comments
Senja Ayu
masih lanjut 😊😁
2023-02-07
1
vty
kalian semua jangan pelit berkomentar,beri semangat dan dukungan pada author nya,biar author nya lebih semangat lagi berkarya
2023-01-13
1