Bab 14 : Kesialan Dalam Bekerja

Damian pergi dengan mobil itu dengan melupakan seseorang...

Diana, melihat mobilnya yang seharusnya melaju malah menjadi berlari dalam pandangannya. Itu terjadi karena pengemudinya yang tidak waras menggunakan kecepatan tinggi di jalan raya.

"Hey, mobilku, Aku belum naik. Kau membawa mobilku... Hey, berhenti..."

Teriak seorang Diana sendirian di sisi jalan raya itu. Ia menyaksikan bagaimana mobilnya di bawa pergi oleh seorang penumpang pria tidak dikenal.

"Mobilku, hey, kau membawa mobilku. kembalikan!!" Teriak Diana sangat kuat. Ingin berlari untuk mengejar, dia sudah tidak sanggup. Mobil itu sudah melaju sangat jauh dari pandangannya bahkan mungkin sudah sampai di tempat tujuan.

Damian membawa mobil milik Dania tanpa pemiliknya masuk. Diana ditinggalkan sendiri di jalan raya yang awalnya dimintai untuk turun dan belum sempat membuka pintu, mobilnya itu sudah lari di atas kecepatan tinggi.

Entah Damian lupa atau sengaja. Diana benar-benar frustasi melihat mobil milik kantor di bawa pergi orang lain.

"Akkrrrghh... Mobilku di curi!" Rengek Diana ingin menangis

Orang sekitar pun sampai menghampiri Diana.

"Ada apa, Nona??" Salah satu orang sekitar yang berlalu lalang di sana bertanya

"Mobilku di bawa oleh pria tidak di kenal. Dia mencuri mobilku..." Jelas Diana dengan suaranya getir ketakutan

"Aduhh bagaimana... Mobilnya pasti sudah di bawa pergi sangat jauh dan tidak ada jejak. Lapor saja pada polisi, Nona..." Saran orang sekitar

"Saat ini memang rawan kejahatan, Nona. Sebaiknya lain kali anda lebih hati-hati..." Sambung orang sekitar lainnya

"Iya bapak-bapak, Ibu-ibu, terima kasih atas sarannya. Saya akan segera melapor ke polisi..." Jawab Diana

Semua pun bubar dan tidak bisa membantu lebih karena mobil Diana yang di curi pasti sudah lenyap dan hanya tinggal pasrah saja untuk pemiliknya.

"Tck, dasar! Tampangnya saja seperti bos besar, memakai jas, dasi, kemeja rapi, jam tangan mahal. Tapi ternyata dia pencuri!" Umpat Diana

"Bagaimana ini, Apa yang harus ku katakan pada atasanku? Masalahnya mobil itu milik kantor, jika milikku sama sekali tidak masalah." Frustrasi Diana

"Aku harus bagaimana sekarang?? Handphone dan tas ku ada di mobil. Semuanya ada di sana. Aku berikan selamat saja pada pencuri itu mendapatkan jackpot besar hari ini." Sambung Diana masih kebingungan dan kesal

Yang bisa dilakukan Diana saat ini adalah pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan.

Setelah sampai dan mengatakan semua kronologinya, Diana kurang mendapatkan respon baik dari kepolisian. Polisi menegaskan kehilangan yang dilaporkan harus sudah mencapai 1 × 24 jam lapor untuk bisa ditindaklanjuti.

Diana semakin tidak bisa berharap pada siapapun. Ia kecewa pada semua orang di dunia ini. Polisi yang tugasnya mengayomi masyarakat pun rela mengkhianati kepercayaan. Diana semakin merasa sendiri di dunia ini!

...***...

Brakkk...

Suara keras gebrakan meja oleh seorang pria.

Diana terperanjat tak berani menatap atasannya yang sedang marah ketika Diana melaporkan kehilangan mobilnya pada sang atasan.

"Dianaaa... Kau sudah membuat kesalahan besar. Apa kau tidak tahu berapa harga mobil saya itu? Mobil itu baru di beli dari hasil keuntungan bisnis saya ini. Dan mobil itu diberikan khusus untukmu agar kau bisa mendapatkan orderan penumpang yang banyak. Baru saja bekerja belum satu bulan kau sudah membuat ku rugi. Semuanya sudah hancur, penumpang pria berjas berkedok pencuri mengambil mobilku!" Marah atasan. Rahangnya semakin mengeras.

"Maaf Pak, Saya juga tidak tahu jika pria itu ternyata pencuri. Dia hanya seorang penumpang yang Saya taruh harapan pundi-pundi uang saat membayarnya nanti. Dia menyuruh Saya untuk turun karena sempat mengeluhkan kecepatan yang lambat, maka dari itu awalnya hanya ingin mengganti posisi mengemudi." Jawab Diana menunduk

Brakk...

Sekali lagi sebuah meja di depannya dipukul.

"Jangan berbicara! Saya belum selesai berbicara!!" Bentak atasannya menggebrak meja itu lagi dan membuat Diana terkejut lagi

"Kau sudah membuat bisnis Saya rugi. Saya tahu kau gadis miskin, maka dari itu Saya menerima mu bekerja di tempat Saya karena kau pasti membutuhkan uang. Meminta ganti rugi padamu adalah kesalahan besar."

"Lalu, Saya harus bagaimana, Pak?" Tanya Diana

"Kau malah bertanya. Tentu saja kau dipecat!!" Bentak atasan lagi

"Hah? Tolong jangan pecat saya, Pak." Pekik Diana terkejut dan memelas

"Tidak, tidak... Sana cepat pergi! Saya tidak ingin mendengarkan permohonan mu. Ingat, karena jumlah ganti rugi mu itu sangat besar. Gaji yang Saya janjikan itu tidak diberikan padamu. Malah jumlah itu masih kurang untuk membayar kesalahan mu..." Tega sang atasan

"Tapi Pak..." Diana lemas

"PERGIIII...!!" Teriak atasan mengusir Diana

Diana pun terpaksa pergi penuh penyesalan dan sakit hati.

Mobil milik kantor yang tidak hanya hilang beserta tas yang berisi semua barang-barang miliknya itu ikut terbawa. Diana benar-benar sial hari ini. Ia berjalan dengan hampa menelusuri jalan trotoar perkotaan. Merasakan kesedihan yang sangat mendalam kenapa nasibnya selalu sial.

"Awas saja pencuri itu. Jika aku bertemu dengannya lagi, akan ku bakar dia!!" Umpat Diana kesal. Ia meluapkan kekesalannya sambil menendang-nendang batu kecil di jalan yang ia lalui.

"Ibuuu... Bawa aku kehadapan Tuhan. Masalah begitu sulit saat ini, Bu... Selain kehilangan pekerjaan, Aku pun kehilangan gaji itu. Padahal aku sudah berusaha sangat keras bisa mendapatkan uang..." Tidak semangat Diana

"Benar kata Nenek. Kejahatan bisa terjadi di mana saja tanpa mengenal tempat. Firasat seorang orang tua tidak pernah salah. Aku saja yang keras kepala terlalu yakin pada dunia ini. Seseorang bisa menyamar dengan pakaiannya, dan ternyata dia pencuri yang mengincar mobilku."

Walaupun sejak siang Diana diberhentikan dari pekerjaannya dan tidak memiliki aktivitas lain. Tetap saja ia pulang ke rumah neneknya malam-malam.

Hanya bertemankan diri sendiri, Suara jangkrik dan kesunyian yang menemani berjalan di gang. Ia belum bisa mengahadapi neneknya yang akan terkejut mendengarnya tidak bekerja lagi ditambah gajinya hangus.

Diana berada di sebuah gang jalan persimpangan menuju rumah neneknya. Dia berbelok ke arah kiri dan tidak jauh dari sana itu adalah rumah neneknya.

Dari kejauhan, dekat depan rumah neneknya. Sebuah mobil hitam yang mewah sedang terparkir. Diana sampai terhenti dari langkahnya dan menelisik mobil itu sampai berkerung-kerung.

"Ehh mobilku!! Iya, ini mobil milikku. Aaa... akhirnya mobilku ditemukan juga. Lebih tepatnya mobil kantor sih, Tapi ini adalah mobilku saat bekerja." Senang Diana berlari sampai memeluk mobilnya

Tragedi di siang hari yang membuat Diana kehilangan mobil kerjanya hingga sampai frustasi. Kini mobil itu terparkir di depan rumah neneknya.

"Tapi siapa yang mengantarkannya? Tidak ada orang di sini. Siapa seseorang yang sudah mengembalikan mobil ku kesini?" Bertanya-tanya Diana menelisik sekitar yang tampak kosong tidak ada siapapun

"Tidak peduli. Yang terpenting mobilku kembali dan pasti tidak akan di pecat. Aku akan mendapatkan pekerjaan ku lagi." Akhirnya senang dia kembali pada jiwanya

Sosok seseorang pun melihat kebahagiaan Diana bersembunyi dari balik dinding rumah tetangga yang kekurangan pencahayaan. Ia tersenyum menatap gadis yang tidak lagi bersedih!

Episodes
1 Prolog
2 Bab 1 : Berawal
3 Bab 2 : Terkait Vas Pecah
4 Bab 3 : Keluar Dari Neraka
5 Bab 4 : Menemukan Wanita
6 Bab 5 : Di Sebuah Rumah Asing
7 Bab 6 : Tinggal Di Rumah Nenek
8 Bab 7 : Saat Kejadian Itu 1
9 Bab 8 : Saat Kejadian Itu 2
10 Bab 9 : Mendapatkan Pekerjaan
11 Bab 10 : Driver Mobil Online
12 Bab 11 : Perusahaan Di Amerika
13 Bab 12 : Ban Kempes
14 Bab 13 : Bisa Lebih Cepat?
15 Bab 14 : Kesialan Dalam Bekerja
16 Bab 15 : Pterodactyl
17 Bab 16 : Kehilangan Pekerjaan
18 Bab 17 : Harta dan Takhta
19 Bab 18 : Ketraumaan
20 Bab 19 : Kardiomiopati
21 Bab 20 : Tawaran Pekerjaan
22 Bab 21 : Bad Boy
23 Bab 22 : Tabiat Buruk Marvin
24 Bab 23 : Menjadi Wanita Pelacur
25 Bab 24 : Gadis Milikku
26 Bab 25 : Tawanan Pria
27 Bab 26 : Berhasil Membayar Operasi
28 Bab 27 : Aset Properti Untuk Anak Selir
29 Bab 28 : Wangi Parfum Yang Sama
30 Bab 29 : Hilal Masa Depan Diana
31 Bab 30 : Operasi Berhasil
32 Bab 31 : Mengulik Keberadaannya
33 Bab 32 : Keberadaan Ku
34 Bab 33 : Restoran Pagi
35 Bab 34 : Bekerja
36 Bab 35 : Kalung
37 Bab 36 : Menabrak
38 Bab 37 : Kejar-kejaran
39 Bab 38 : Tidak Jelas
40 Bab 39 : Kesiangan
41 Bab 40 : Menemukan Kalung
42 Bab 41 : Kesalahpahaman
43 Bab 42 : First Kiss
44 Bab 43 : Kebodohan
45 Bab 44 : Menemuinya
46 Bab 45 : Meminta Maaf
47 Bab 46 : Perasaanku Terhadapmu
48 Bab 47 : Kecanduan Diana
49 Bab 48 : Perkosa
50 Bab 49 : Kekhawatiran
51 Bab 50 : Menjadi Pelindung mu
52 Bab 51 : Mencari Istri Seutuhnya
53 Bab 52 : Seperti Nyonya Rumah Ini
54 Bab 53 : Peristiwa Kejadian
55 Bab 54 : Ketulusan Damian
56 Bab 55 : Ucapan Maaf
57 Bab 56 : Saling Berahasia
58 Bab 57 : Semakin Hancur
59 Bab 58 : Bersiap Menjadi Nyonya
60 Bab 59 : Meminta Restu
61 Bab 60 : Ciuman Ungkapan Perasaan
62 Bab 61 : Box Kartu Undangan
63 Bab 62 : Ingin Anak Berapa?
64 Bab 63 : Fitting Gaun Pengantin
65 Bab 64 : Menikah Itu Indah
66 Bab 65 : Kehadirannya Sang Ayah
67 Bab 66 : Hari Penuh Kejutan
68 Bab 67 : Pembuat Onar
69 Bab 68 : Menahan
70 Bab 69 : Pemuas Nafsu (Part 1)
71 Bab 71 : Baju Dinas Malam
72 Bab 72 : Kegagalan Malam Pengantin Baru
73 Bab 73 : Perkara Baju Lingerie
74 Bab 74 : Momen Memperkuat Cinta
75 Bab 75 : Membangun Hubungan
76 S2 76 : Hubungan Yang Romantis
77 S2 77 : Pulangnya Sandra
78 S2 78 : Cinta Diantara Kebenaran dan Kebohongan
79 Pengumuman
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Prolog
2
Bab 1 : Berawal
3
Bab 2 : Terkait Vas Pecah
4
Bab 3 : Keluar Dari Neraka
5
Bab 4 : Menemukan Wanita
6
Bab 5 : Di Sebuah Rumah Asing
7
Bab 6 : Tinggal Di Rumah Nenek
8
Bab 7 : Saat Kejadian Itu 1
9
Bab 8 : Saat Kejadian Itu 2
10
Bab 9 : Mendapatkan Pekerjaan
11
Bab 10 : Driver Mobil Online
12
Bab 11 : Perusahaan Di Amerika
13
Bab 12 : Ban Kempes
14
Bab 13 : Bisa Lebih Cepat?
15
Bab 14 : Kesialan Dalam Bekerja
16
Bab 15 : Pterodactyl
17
Bab 16 : Kehilangan Pekerjaan
18
Bab 17 : Harta dan Takhta
19
Bab 18 : Ketraumaan
20
Bab 19 : Kardiomiopati
21
Bab 20 : Tawaran Pekerjaan
22
Bab 21 : Bad Boy
23
Bab 22 : Tabiat Buruk Marvin
24
Bab 23 : Menjadi Wanita Pelacur
25
Bab 24 : Gadis Milikku
26
Bab 25 : Tawanan Pria
27
Bab 26 : Berhasil Membayar Operasi
28
Bab 27 : Aset Properti Untuk Anak Selir
29
Bab 28 : Wangi Parfum Yang Sama
30
Bab 29 : Hilal Masa Depan Diana
31
Bab 30 : Operasi Berhasil
32
Bab 31 : Mengulik Keberadaannya
33
Bab 32 : Keberadaan Ku
34
Bab 33 : Restoran Pagi
35
Bab 34 : Bekerja
36
Bab 35 : Kalung
37
Bab 36 : Menabrak
38
Bab 37 : Kejar-kejaran
39
Bab 38 : Tidak Jelas
40
Bab 39 : Kesiangan
41
Bab 40 : Menemukan Kalung
42
Bab 41 : Kesalahpahaman
43
Bab 42 : First Kiss
44
Bab 43 : Kebodohan
45
Bab 44 : Menemuinya
46
Bab 45 : Meminta Maaf
47
Bab 46 : Perasaanku Terhadapmu
48
Bab 47 : Kecanduan Diana
49
Bab 48 : Perkosa
50
Bab 49 : Kekhawatiran
51
Bab 50 : Menjadi Pelindung mu
52
Bab 51 : Mencari Istri Seutuhnya
53
Bab 52 : Seperti Nyonya Rumah Ini
54
Bab 53 : Peristiwa Kejadian
55
Bab 54 : Ketulusan Damian
56
Bab 55 : Ucapan Maaf
57
Bab 56 : Saling Berahasia
58
Bab 57 : Semakin Hancur
59
Bab 58 : Bersiap Menjadi Nyonya
60
Bab 59 : Meminta Restu
61
Bab 60 : Ciuman Ungkapan Perasaan
62
Bab 61 : Box Kartu Undangan
63
Bab 62 : Ingin Anak Berapa?
64
Bab 63 : Fitting Gaun Pengantin
65
Bab 64 : Menikah Itu Indah
66
Bab 65 : Kehadirannya Sang Ayah
67
Bab 66 : Hari Penuh Kejutan
68
Bab 67 : Pembuat Onar
69
Bab 68 : Menahan
70
Bab 69 : Pemuas Nafsu (Part 1)
71
Bab 71 : Baju Dinas Malam
72
Bab 72 : Kegagalan Malam Pengantin Baru
73
Bab 73 : Perkara Baju Lingerie
74
Bab 74 : Momen Memperkuat Cinta
75
Bab 75 : Membangun Hubungan
76
S2 76 : Hubungan Yang Romantis
77
S2 77 : Pulangnya Sandra
78
S2 78 : Cinta Diantara Kebenaran dan Kebohongan
79
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!