Lift Pagi

Setelah mengantar Vivian, Elang langsung pulang dan tidur lelap karena kelelahan. Bunyi pesan dan juga panggilan dari ponselnya sama sekali tidak terdengar.

Elang terbangun setelah dua jam tidur. Niatnya mengerjakan laporan bersambut baik dengan pesan dari dosen pembimbingnya. Elang tersenyum melihat pesan Nindya yang berlebihan. Nindya tidak pernah menjadwalkan bimbingan sepagi itu, apalagi dengan data statistik yang belum Elang miliki.

[Siap, Bu!]

Hanya itu balasan yang dikirimkan Elang. Menahan diri untuk tidak menanyakan kabar Nindya atau menelpon balik karena rindu mendengarkan suaranya. Membiarkan Nindya semakin kesal padanya agar esok pagi saat ketemu jadi momen unik yang menggemaskan.

Elang terkekeh membayangkan wajah Nindya yang merah padam karena dia tidak mengangkat telepon dan membalas pesan sangat terlambat. Kemungkinan yang lain, Nindya pasti menangis karena tidak mampu menahan sakit hati padanya.

Elang sadar salah langkah, dia meminta Nindya menjadi istrinya seminggu yang lalu, dan hari ini dengan sengaja memamerkan kemesraan bersama wanita lain. Untuk yang kedua, Elang sebenarnya tidak tega memanasi Nindya, tapi semua sudah terlanjur terjadi. Elang memang tidak berpikir jauh waktu berkendara mesra di depan Nindya, Elang hanya ingin melihat dosennya itu cemburu dan marah seperti biasanya.

Cih, Elang bahkan merindukan Nindya yang sering senewen dan ketus padanya, yang seenak jidat menghakimi dan berkata sarkas karena sikap playboynya.

Salah siapa Nindya tidak mau jadi pacarnya? Bukan hanya pacar, Elang menawari posisi teratas, sebagai satu-satunya pemilik cinta dan dirinya secara utuh. Elang sudah memberikan hak penuh bagi Nindya untuk mengikatnya. Tapi wanita itu memang keras kepala dan sangat idealis dengan masa depan impiannya.

Nindya pikir Elang tidak sakit hati terus-menerus ditolak? Elang juga kesal mengingat hubungan serius dan manis yang dijaganya hanya dianggap affair. Sudahlah, Elang tidak mau pusing dengan satu kata yang menjelaskan bahwa kedekatannya dengan Nindya hanya bersifat sementara.

Elang menyalakan laptop, mulai mengerjakan laporan untuk besok pagi. Menuruti Nindya untuk bimbingan pagi tidak jadi masalah untuknya. Elang juga rindu dan sangat ingin bertemu sesegera mungkin.

Satu ketukan terdengar di pintu, lalu kepala Arga melongok setelah membukanya. Arga masuk karena mendengar musik reggae dan suara Elang yang sesekali menyanyi dengan cukup keras.

"El, mau ikut ke angkringan nggak?"

"Nggak, laporan belum selesai. Besok ada bimbingan jam delapan!"

"Oh ya udah," kata Arga mengerti. "Nih ada paket datang waktu kamu tidur!"

"Dari?" tanya Elang mengernyitkan dahi. Dia tidak merasa memesan apa-apa. "Bukan narkoba kan, Ga?"

"Ya mana aku tau isinya!" jawab Arga datar. "Nggak ada nama pengirimnya, cuma inisial NL"

"Ya dah sini!"

Arga melempar plastik hitam yang langsung ditangkap Elang. "Aku ke angkringan sekarang, titip nggak?"

"Susu jahe panas!"

Setelah Arga pergi, Elang membuka paket mencurigakan yang bertuliskan nama lengkapnya dan juga alamat. Bahkan nomor ponselnya juga tertera dengan benar. Tebakan Elang, yang mengirim paket pasti seseorang yang kenal dengannya.

Plastik hitam terbuka, menampakkan paper bag berlogo toko pakaian dalam yang beberapa waktu lalu dikunjungi Elang bersama Nindya. Elang mengambil pakaian warna merah muda dan krem kekuningan dari dalam paper bag, mengamati sebentar lalu terbahak-bahak sendiri.

"Ternyata dia benar-benar marah sampai mengembalikan hadiahnya," ujar Elang bermonolog.

Sekali lagi Elang membolak balik pakaian nakal yang dipilihnya untuk Nindya sembari senyum-senyum. Setelah itu meletakkan kembali ke dalam paper bag dan memasukkan ke dalam lemari baju.

Tanpa beban, Elang kembali mengerjakan laporan sambil bernyanyi. Lagu Shaggydog yang berjudul 'honey' menjadi pilihannya malam ini.

**

Elang rapi di pagi hari, dua kali lebih rapi dari hari biasanya, dan tentu saja wangi. Sedikit tertawa saat menatap cermin yang memantulkan postur jangkungnya yang sedang berpenampilan ala model. Kemeja lengan panjang yang tergulung sampai siku kembali dirapikan sebelum benar-benar keluar kamar.

Belum pernah dalam sejarah hidupnya Elang sengaja menampilkan kelebihan fisiknya untuk menggoda wanita. Elang terkekeh menyadari kekonyolannya, bahwa dia melakukan semua itu untuk dosen pembimbingnya. Wanita yang memutuskan hubungan dengannya minggu lalu tapi begitu marah saat melihatnya bersama Vivian.

"Eit, tumben amat penampilan modis kayak mau fashion show? Ada apa neh?" tanya Arga yang terpaksa bangun pagi karena ada jadwal kuliah.

"Udah makan aja nggak usah banyak tanya," jawab Elang kalem. "Mana Komang kok nggak sarapan?"

"Ngorok!" jawab Arga sambil memperhatikan Elang lagi. "Kamu mau ke kampus apa mau pulang? Lamaran?"

Elang menghabiskan makan lalu meletakkan piring kotor di tempat cucian. "Tumben amat kamu pingin tau urusan orang?"

"Ya kali aja kamu serius sama Vivian trus mau dibawa pulang buat dikenalin sama keluarga!"

"Masih muda, Ga! Nikah mah entar-entar aja." Elang tergelak menanggapi Arga yang mendadak serius. "Kamu duluan aja kalau udah kebelet!"

Arga menyahut dengan tawa lantang karena Elang sudah meninggalkan meja makan. "Kalau nangka kamu wariskan, aku bersedia nikahin dia sekarang juga!"

"Tunggu bosen!" sahut Elang tak menanggapi lebih jauh kalimat Arga. Motor gedenya sudah keluar kontrakan dan melaju cepat ke arah kampus. Elang harus datang sebelum jam delapan, ingin menunjukan kalau dia siap untuk bimbingan jam berapapun yang diminta Nindya.

Sampai parkiran, Elang tidak langsung naik ke lantai empat, tapi mengamati deretan mobil dosen lebih dulu. Nindya belum datang, sehingga Elang menunggu sambil duduk di atas motornya.

Sepuluh menit kemudian mobil Nindya terlihat dan mengambil parkiran paling ujung, agak jauh dari posisi lift. Sebelum dosen pembimbingnya keluar dari mobil, Elang berjalan ke arah lift dan berdiri mematung di depan pintu lift yang kembali tertutup karena dia tidak ikut naik. Elang sengaja ingin satu lift dengan dosennya.

"Selamat pagi, Bu!" Elang menyapa sopan, tersenyum menawan dan menganggukkan kepala seperti umumnya mahasiswa saat berjumpa dengan dosennya.

Nindya menatap Elang dari atas hingga bawah dengan hati bergejolak aneh. Desiran halus masih saja terasa meskipun dia mengingkari semua pesona mahasiswanya itu. "Pagi."

Lift terbuka, kosong. Hanya mereka berdua yang ada di dalam ruang sempit itu, dan Nindya panik. Ekor matanya melirik Elang yang anteng di sebelahnya seperti manekin ganteng yang hidup.

"Bu Nindya sudah sehat?" tanya Elang lembut dan formal, tapi sama sekali tidak melihat ke arah wajah Nindya. Pandangan Elang lurus ke depan.

Nindya ingin memprotes atau mungkin memaki sikap Elang yang berubah padanya. Jujur Nindya tidak menyukai Elang yang tenang seperti ini, rasanya lebih berbahaya daripada sebelumnya.

Dan parfum Elang … sangat menyiksa Nindya. Dosen muda itu belum bisa move on dari bau maskulin Elang yang seminggu lalu masih sangat digilainya. Lalu penampilan Elang? Benar-benar membuat Nindya sakit kepala.

"A-ku sehat," jawab Nindya serak.

Elang mendadak bergerak menghadap Nindya. Menatap tanpa berbicara. Ya, hanya menatap lama, dalam dan tidak berkedip, membuat dosen pembimbingnya salah tingkah dan bingung harus bagaimana.

Damn, Nindya lebih suka diserang dengan ciuman liar daripada hanya ditatap dengan ekspresi seperti itu. Setidaknya saat dia terengah atau mendesah tidak tampak terlalu bodoh daripada berdiri di depan Elang tanpa melakukan apa-apa.

"Ehm, El kamu …." Nindya berniat menegur, tapi Elang lebih dulu berbicara.

Ting!

"Terima kasih paketnya." Elang keluar lift lebih dulu saat ruang sempit itu terbuka. Meninggalkan Nindya yang terbengong tak percaya di belakangnya.

***

Terpopuler

Comments

haikal mahdistra yudha

haikal mahdistra yudha

elang cucunya mbah priyo kah?

2023-02-19

2

Arjuna'Bayu

Arjuna'Bayu

demi hadiah dari mas Al, buk RT tunggu aku, naik level 🤤

2022-12-22

0

Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman

Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman

udah tau cinta tpi ditutupi rapet
giliran cemburu setdah lngsng kluar
ckckck bu dosen bu dosen

2022-10-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!