Sebulan berlalu setelah pertarungan, terlihat Mauza sudah mulai membuka matanya, dua wajah tampan dengan senyum termanis berhasil membuat senyuman yang tak kalah manis tersungging di bibir Mauza.
Jika saja tak ada Kenma disana, mungkin Kenzi sudah mendaratkan ciuman mesra di bibir Mauza.
Beberapa hari berikutnya Mauza memulai aktifitasnya seperti biasa, namun ada yang berbeda kali ini.
Kini ada Kenzi yang menemaninya merangkai bunga tak jarang Kenzipun memilihkan bunga-bunga yang bisa di padu padankan dengan rangkaian bunga yang Mauza buat.
Meskipun bunga yang di pilih Kenzi kebanyakn tak masuk akal karena di buat dari energinya sendiri.
"Yang mulia, jika yang mulia suka sekali membuang-buang energi untuk hal yang tak masuk akal bagi manusia, kenapa energi yang mulia tidak di gunakan untuk hal yang lain dan tentunya lebih berguna?" sindir Mauza.
"Uhm, hal berguna seperti apa?" ucap Kenzi pura-pura tak mengerti.
"Kenapa tidak di gunakan untuk membantu putra kita meningkatkan kekuatannya? Bukankah itu lebih baik dan lebih berguna?" timpal Mauza.
"Em, akan ku pikirkan, untuk sekarang,,, bagaimana kalau aku gunakan untuk menambah kekuatan sekaligus membuat bocah nakal itu lebih pandai mengendalikan dirinya?" bisik Kenzi.
"Apa maksud yang mulia membuat Kenma pandai mengendalikan diri? Bukankah Kenma sudah melakukannya setelah yang mulia mengurungnya?"
"Itu benar, tapi itu masih tidak cukup, dia harus lebih pandai menyesuaikannya dengan keadaan."
"Yang mulia, tak perlu berbelit-belit katakan saja apa maksud yang mulia?"
"Haahhh, ayo kita repotkan dia dengan seorang adik."
Mendengar ucapan Kenzi, sontak membuat Mauza tak bisa berkata apa-apa untuk sejenak.
"Bi-bisa yang mulia katakan sekali lagi untuk memastikan pendengaranku baik-baik saja?"
"Aku tau, arwah sepertiku hanya bisa memiliki satu keturunan, tapi, apa kau lupa jika aku juga pemilik pure-blood?"
"Nah, aku benar-benar lupa soal itu."
...\=\=\=\=\=...
Sebuah energi kehidupan berputar-putar di udara sebelum energi itu jatuh pada tubuh Mauza lalu menghilang.
Sebuah lonjakan energi memasuki tubuh Mauza, lalu berkumpul di satu titik di dalam perutnya.
Namun, ada sesuatu yang berbeda kali ini, sebuah energi yang lebih kuat dari sebelumnya.
"I-ini,,," ucap Cain dan Rain bersamaan.
"Sepertinya, kita akan mendapatkan anggota baru." ujar Cain.
"Ah, aku berharap anggota baru kita seorang nona yang manis nan imut." ucap Rain berbinar.
Melihat tingkah Rain yang seperti itu membuat Cain hanya bisa nenggelengkan kepalanya dan berharap semuanya berjalan lancar.
...***...
Tiga tahun kemudian, sebuah langkah kecil diam-diam mendekati Kenma dan membuyarkan konsentrasi Kenma yang tengah fokus mempelajari sebuah formasi yang di ajarkan Rain, sehingga dia gagal melakukannya karena terkejut.
"Aaaaa,,,,Zhiza, kenapa mengejutkan kakak? Lihat, itu sudah rusak." tunjuk Kenma pada formasi yang memudar.
Melihat Kenma yang kesal, Zhiza yang di panggil Zhi itu tersenyum puas, karena berhasil mengalihkan pandangan Kenma padanya yang sudah lama tak melihat kakaknya yang sibuk berlatih.
"Aku bosan, kakak tidak pernah mengajakku bermain lagi, apa paman Rain sengaja membuat kakak sibuk?" ucap Zhiza kesal.
"Nona muda, bukan paman yang membuat tuan muda sibuk, tapi tuan muda sendiri yang menyibukkan diri berlatih agar lebih kuat." ucap Rain membela diri.
"Apa benar begitu?" ucap Zhi seraya menatap tajam pada Kenma.
"Haishhh, baik, baik, ayo pergi, kakak akan mengajakmu membeli banyak camilan." ucap Kenma yang menyadari waktunya ia habiskan untuk berlatih hingga tak sempat memberikan waktu untuk Zhiza.
"Hontou?" seru Zhiza berbinar.
"Tentu saja, kakak akan belikan semua yang Zhi mau."
"Yeayyy!"
"Ayo temui ayah raja dan ibu ratu lebih dulu untuk meminta izin."
"Tuan muda!" seru Rain yang ingin ikut.
"Tidak boleh, paman Rain selalu berlebihan jika tentang Zhi, aku tidak mau waktu kebersamaan kami terganggu.
"Hahaha, aku setuju dengan tuan muda, kau terlalu terobsesi dengan gadis manis apalgi jika gadis itu imut seperti nona muda." sindir Cain.
"Huh, apa yang salah dengan itu?" kesal Rain.
"Haaahhh, lupakan aku malas berdebat denganmu."
...\=\=\=\=\=...
Disebuah pasar malam yang penuh dengan berbagai macam camilan, membuat Zhi sangat bersemangat dan hampir membeli semua camilan yang ada.
"Hei, apa kau bisa menghabiskan semuanya sendiri?"
"Tentu saja tidak, tapi ada kakek Cain dan paman Rain juga ayah raja dan ibu ratu yang akan membantuku menghabiskannya."
"Lalu bagaimana denganku?"
"Huh, kakak selalu sibuk berlatih jadi aku tidak mau membaginya dengan kakak."
"Hei, hei, bukankah kakak sudah menuruti semuanya, kenapa masih kesal?"
"Karena kakak selalu tidak punya waktu untukku, jika tidak berlatih kakak pasti akan pergi dengan senpai Rai dan senpai Ao."
Mendengar perkataan Zhi membuat Kenma sadar berapa banyak waktu yang ia habiskan karena keegoisannya sehingga waktu kebersamaan dengan Zhi adik satu-satunya menjadi terbatas bahkan jarang ada waktu khusus untuk sekedar mengobrol.
Selama ini Kenma hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak memperdulikan perasaan Zhi yang masih berusia 3th yang masih ingin bersama dengan kakaknya.
"Zhi sayang, maafkan kakak soal ini." ucap Kenma pelan seraya mengusap kepala Zhiza lembut.
"Tidak apa-apa, asal kakak tidak memaksakan diri dan,,,"
"Dan apa?"
"Luangkan waktu lebih banyak untukku."
"Baiklah, kakak janji akan memberikan banyak waktu sebanyak yang Zhi mau, bagaimana?"
"Janji? Jika kakak berbohong pada Zhi, kakak akan di hukum. "
"Baiklah tuan putri Zhi, aku akan menerima hukuman apapun jika melanggarnya."
"Terimakasih kakak pangeran, putri Zhi akan memegang janji kakak pangeran."
Bersamaan dengan itu, suara tepuk tangan terdengar riuh dari para pedagang dan para pengunjung yang ada disana, yang tanpa diduga sudah memperhatikan mereka sejak Kenma dan Zhiza memasuki pasar malam.
Karena selain penampilan keduanya yang berbeda dari lainnya, ucapan keduanya pun terdengar seperti ucapan para kaum bangsawan di telinga mereka, itu sebabnya perhatian mereka teralihkan pada Kenma dan Zhiza.
"Sungguh ikatan persaudaraan yang kuat." puji salah seorang pengunjung pasar yang di setuji lainnya.
"Te-terimakasih semuanya, maaf jika pembicaraan kami tadi mengganggu kalian semua." ucap Kenma canggung.
"Ahaha, tidak apa-apa anak muda, nona manis kami senang melihat keakraban kalian sebagai saudara." sambung pengunjung yang lain.
Setelah cukup lama mengobrol, Kenma dan Zhiza pun berpamitan karena hari juga sudah semakin larut.
Tak berapa lama, merekapun sampai dirumah, Kenzi, Mauza, Cain dan Rain pun sudah menunggu kedatangan mereka di ruang tamu.
Akhirnya malam itupun di habiskan bersama-sama dan menikmati camilan yang di beli Kenma dan Zhiza.
Perbincangan santaipun berlangsung hingga akhirnya rasa kantuk datang menyambut.
...~***THE END~...
Terimakasih yang sudah mampir k karyaku ini, semoga kedepan'y aq bisa bikin karya yg lebih baik lagi dari ini.
...See u all🤗🤗🤗***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
No Hana Ichirin
Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak d karyaku 😉😉
2022-11-22
0